Redaksi
JAKARTA, KORANRAKYAT.COM,-16 Oktober 2026 – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah nasional melalui partisipasinya dalam Indonesia Sharia wEconomic Festival (ISEF) ke 13. Salah satu rangkaian kegiatan yang diikuti Bank Jatim adalah Business Deals Ceremony, yang menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi dan kerja sama antarlembaga keuangan syariah.
Dalam kegiatan tersebut, Bank Jatim berpartisipasi dalam penandatanganan kerja sama transaksi Sertifikat Pengelolaan Dana berdasarkan Prinsip Syariah (SiPA) IDR dengan tiga perbankan, dengan total nilai transaksi sebesar Rp450 miliar. Kerja sama tersebut meliputi:
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) sebesar Rp300 miliar;
PT Bank OCBC NISP Tbk – Unit Usaha Syariah (OCBC Syariah) sebesar Rp50 miliar; dan
PT Bank CIMB Niaga Tbk – Unit Usaha Syariah (CIMB Niaga Syariah) sebesar Rp100 miliar.
Penandatanganan tersebut turut dihadiri oleh Direktur Keuangan dan Tresuri Bank Jatim RM Wahyukusumo Wisnubroto pada Jumat (16/10).
Kerja sama transaksi SiPA IDR ini menjadi bagian dari langkah Bank Jatim dalam memperluas kolaborasi dengan industri perbankan syariah sekaligus mengoptimalkan pengelolaan likuiditas berdasarkan prinsip syariah. Melalui sinergi tersebut, Bank Jatim berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi transaksi dan pengelolaan dana yang aman, kompetitif, serta sesuai dengan prinsip syariah
Wahyu menyampaikan bahwa partisipasi Bank Jatim dalam ISEF 2026 merupakan bentuk nyata dukungan perusahaan terhadap penguatan industri keuangan syariah di Indonesia.
“Partisipasi Bank Jatim dalam Business Deals Ceremony ISEF 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dengan perbankan syariah. Melalui transaksi SiPA IDR ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan instrumen dan ekosistem keuangan syariah nasional, sekaligus memperkuat optimalisasi pengelolaan likuiditas Bank Jatim secara prudent dan berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih lanjut, kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia, OCBC Syariah dan CIMB Niaga Syariah mencerminkan komitmen Bank Jatim untuk membangun kolaborasi lintas lembaga keuangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi syariah. Bank Jatim melihat potensi ekonomi syariah yang semakin besar sebagai peluang untuk memperluas produk, layanan, dan kerja sama yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat maupun dunia usaha.
Melalui keikutsertaan dalam ISEF 2026, Bank Jatim juga terus memperkuat posisinya sebagai regional champion yang tidak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Timur, tetapi juga aktif mengambil bagian dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di tingkat nasional.
Ke depan, Bank Jatim akan terus mendorong berbagai bentuk inovasi dan kolaborasi dengan stakeholders, termasuk industri perbankan syariah, guna menciptakan ekosistem keuangan yang semakin inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan.(an)
Bank Jatim Dukung Misi Dagang dan Investasi di Banda Aceh, Bawa UMKM Binaan Tembus Pasar Antardaerah
BANDA ACEH, KORANRAKYAT.COM,-19 Oktober 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui dukungan terhadap kegiatan Misi Dagang dan Investasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Banda Aceh, Senin (19/10). Kegiatan tersebut mencatatkan capaian transaksi hingga Rp 1,218 triliun, sekaligus membuka peluang kerja sama perdagangan dan investasi antara pelaku usaha Jawa Timur dan Aceh.
Kegiatan ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Aceh H. Fadhulullah, Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo, serta jajaran pemerintah dan pelaku usaha dari kedua daerah. Kehadiran Bank Jatim menjadi bagian dari komitmen perseroan dalam memperkuat sinergi antardaerah sekaligus mendorong UMKM binaan agar semakin kompetitif dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
WInardi menjelaskan, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan UMKM, Bank Jatim mengikutsertakan tiga UMKM binaannya untuk memperkenalkan produk unggulan kepada calon pembeli dan mitra bisnis di Banda Aceh. Ketiga UMKM tersebut adalah Masnia Collection dari Pasuruan yang bergerak di bidang pakaian bordir, Sharleez Skincare dari Surabaya yang menawarkan produk perawatan kulit, serta Batik Gajah Mungkur dari Gresik yang menghadirkan produk batik. Partisipasi tersebut merupakan bentuk komitmen untuk mendukung pengembangan UMKM sekaligus memperkuat hubungan ekonomi antara Jawa Timur dan Aceh.
“Bank Jatim memandang Misi Dagang dan Investasi ini sebagai momentum strategis untuk mempertemukan potensi UMKM dengan peluang pasar yang lebih luas. Kami ingin memastikan bahwa UMKM binaan tidak hanya mendapatkan akses pembiayaan, tetapi juga kesempatan untuk memperluas jaringan bisnis, memperkenalkan produk unggulan, dan membangun kemitraan yang berkelanjutan. Melalui sinergi antara pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha, kami berharap UMKM Jawa Timur dapat terus berkembang, naik kelas, dan semakin kompetitif di pasar nasional maupun global,” ujar Winardi.
Menurutnya, perluasan pasar merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong keberlanjutan usaha UMKM. Karena itu, keterlibatan dalam forum perdagangan dan investasi seperti ini menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan kualitas produk, memahami kebutuhan pasar, serta menjajaki peluang kerja sama dengan mitra potensial dari berbagai daerah.
”Melalui partisipasi dalam Misi Dagang dan Investasi ini, Bank Jatim berharap hubungan perdagangan antara Jawa Timur dan Aceh semakin erat, peluang investasi semakin terbuka, dan semakin banyak UMKM yang mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Ke depan, Bank Jatim akan terus mendorong penguatan ekosistem UMKM melalui sinergi lintas sektor, perluasan akses pasar, dan peningkatan inklusi keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan serta memberikan nilai tambah bagi Masyarakat,” pungkas Winardi.
Sementara itu, Gubernur Khofifah mengatakan, misi dagang merupakan instrumen strategis pemerintah untuk membuka peluang perdagangan, memperluas jaringan bisnis, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang saling menguntungkan. Melalui forum ini, pelaku usaha dapat menjajaki kerja sama secara langsung berdasarkan potensi produksi dan kebutuhan pasar masing-masing daerah. "Misi dagang menjadi instrumen strategis. Kita ingin mempertemukan daerah yang memiliki komoditas dengan daerah yang membutuhkan pasokan, memperpendek rantai distribusi, memperluas pasar produk unggulan sekaligus memperkuat penggunaan produk dalam negeri," ujarnya.
Khofifah menegaskan, capaian transaksi dalam misi dagang bukan hasil yang diperoleh secara instan. Sebelum kegiatan berlangsung, pemerintah melakukan proses kurasi pelaku usaha dan produk sedikitnya dua kali, serta menyelenggarakan business matching minimal lima kali, termasuk secara daring. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dan potensi usaha dari kedua provinsi dapat dipertemukan secara lebih terarah sehingga peluang transaksi dapat ditindaklanjuti menjadi kerja sama bisnis yang berkelanjutan.
”Ke depan, kami berharap misi dagang dan investasi ini menjadi pintu masuk bagi kemitraan bisnis yang lebih luas, tidak hanya melalui transaksi saat kegiatan berlangsung, tetapi juga lewat kerja sama berkelanjutan antara pelaku usaha kedua daerah,” ungkapnya.(an)
JAKARTA, KORANRAKYAT.COM,-18 Oktober 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) berorientasi ekspor. Dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang diselenggarakan pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Bank Jatim berhasil memfasilitasi 30 UKM binaan untuk memperluas jejaring bisnis dan menjajaki peluang pasar internasional dengan total nilai kesepakatan ekspor mencapai USD 5,09 juta atau setara lebih dari Rp 80 miliar. Turut hadir dari Bank Jatim dalam kegiatan akbar tersebut Direktur Menengah, Korporasi, dan Kelembagaan Bank Jatim Arif Suhirman dengan didampingi oleh VP International Banking Bank Jatim Hening Tri Ujianti.
TEI merupakan pameran perdagangan internasional business-to-business (B2B) yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Pada penyelenggaraan ke-41 tahun ini, TEI mengusung tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing” sebagai wadah untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan pembeli dari berbagai negara sekaligus mempromosikan produk unggulan nasional ke pasar global.
Arif menjelaskan, dalam kegiatan tersebut, Bank Jatim berpartisipasi sebagai exhibitor dengan menghadirkan 30 UKM binaan yang telah melalui proses kurasi. Sebagian di antaranya merupakan peserta program Jatim Export Trade Assistance (JXTA) dan Export Coaching Program (ECP) yang dirancang untuk memperkuat kapasitas usaha serta mempersiapkan pelaku UKM dalam mengembangkan bisnis berorientasi ekspor. ”Puluhan UKM tersebut menempati dua area pameran, yakni Main Hall TEI yang diisi oleh 26 UKM dari sektor furnitur, dekorasi rumah, kerajinan, manufaktur, batik, dan komoditas industri. Sementara itu, empat UKM sektor makanan dan minuman olahan khas Jawa Timur berpartisipasi di area Pangan Nusa Expo,” paparnya.
Arif juga menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses pendampingan usaha yang dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, kesiapan UKM untuk memasuki pasar internasional tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam memahami kebutuhan pasar, membangun jejaring bisnis, serta memenuhi standar perdagangan global. ”Bank Jatim terus mendorong UKM binaan agar memiliki kesiapan dan daya saing untuk memasuki pasar internasional. Keikutsertaan dalam Trade Expo Indonesia 2026 menjadi salah satu upaya untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli dari berbagai negara, sekaligus membuka peluang kerja sama yang dapat mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan,” terangnya.
Nilai kesepakatan ekspor sebesar USD 5,09 juta tersebut merupakan hasil dari rangkaian proses pembinaan yang dilakukan secara bertahap, mulai dari business pitching, penguatan kesiapan usaha, hingga business matching dengan calon mitra bisnis internasional. Capaian ini sekaligus menunjukkan potensi produk unggulan Jawa Timur untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Arif menegaskan, keberhasilan tersebut semakin memperkuat peran Bank Jatim sebagai mitra strategis dalam pengembangan UKM berorientasi ekspor. Apresiasi juga diberikan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) dengan penghargaan sebagai Mitra Strategis Program Pendampingan Ekspor.
Selain menerima penghargaan, Bank Jatim turut memperoleh kepercayaan untuk menjadi narasumber dalam dua sesi, yaitu Mitra Strategis Pendampingan Ekspor dan Akselerasi UKM Pangan Go International. Keterlibatan tersebut menjadi kesempatan bagi Bank Jatim untuk berbagi pengalaman dan praktik pendampingan dalam mendukung kesiapan UKM Indonesia menghadapi persaingan pasar internasional. ”Ke depan, Bank Jatim akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, mitra strategis, dan para pelaku usaha untuk menciptakan ekosistem ekspor yang semakin kuat. Kami berharap semakin banyak UKM Jawa Timur yang mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas jangkauan pemasaran, dan tumbuh sebagai pelaku usaha yang berdaya saing di pasar internasional,” tutup Arif.(an)
JAKARTA,KORANRAKYAT.COM,- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita barang bukti dengan nilai mencapai Rp 5,4 milir dari operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). "Dalam rangkaian peristiwa tertangkap tangan ini, Tim KPK juga turut mengamankan barang bukti lebih kurang mencapai Rp 5,47 miliar," kata Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Taufik menuturkan, barang bukti yang disita itu terdiri dari mata uang asing senilai 7.500 dollar AS dan 9.000 dollar Singapura, uang tunai sejumlah Rp 3,35 miliar, 56 keping emas dengan berat 133 gram atau senilai Rp 315,8 juta, tabungan emas 192 gram atau senilai Rp 452 juta, dan aset kripto sejumlah Rp 1,10 miliar. Baca juga: KPK Ungkap Konflik Kepentingan Dana Siap Pakai BNPB untuk Karhulta hingga Banjir Sumatera KPK telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus korups terkait penggunaan dana siap pakai di lingkungan BNPB, yakni adik sekaligus Tenaga Ahli eks Kepala BNPB Suharyanto, Bima Setiawan; Tenaga Ahli BNPB Richard Erlangga. Kemudian, Kepala Subdirektorat Pengelolaan Bantuan dan Dana Kedaruratan BNPB Gabriel Purwaka Sigit, serta dua pihak swasta, Syifa Nrika Ghifarin dan Gerry Prasetiawan.
Penyelamat Kala Kemarau Panjang Dalam perkara ini, KPK menduga terdapat konflik kepentingan dan suap dalam proses pengadaan barang/jasa yang menggunakan dana siap pakai kebencanaan. Baca juga: KPK Ungkap Perusahaan Terafiliasi Adik Eks Kepala BNPB Ditunjuk Langsung Jadi Penyedia "Dalam proses penggunaan DSP tersebut, KPK menemukan adanya dugaan konflik kepentingan dan suap. Sehingga atas penggunaan DSP berbasis RKK yang dimaksud justru diduga menguntungkan sejumlah pihak di BNPB," kata Taufik.
Ia menyebutkan, Bima diduga terlibat konflik kepentingan karena perusahaan yang terafiliasi dengan dirinya ditunjuk langsung jadi penyedia pengadaan dengan DSP. Sementara, Richard dan Gabriel diduga menerima suap atas pengadaan yang menggunakan DSP. (as)
SUMENEP, KORANRAKYAT.COM,14 Oktober 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) turut mendukung penyelenggaraan Puncak Hari Jadi ke-81 Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang digelar di Pantai Slopeng, Kabupaten Sumenep, Rabu (14/10). Dukungan ini merupakan wujud sinergi Bank Jatim bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendorong pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Bank Jatim menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur berupa pengadaan sarana dan prasarana pendukung dapur umum dan dapur air. Bantuan diserahkan langsung oleh Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo kepada Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Restu Novi Widiani. Turut hadir menyaksikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Winardi menjelaskan, bantuan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan layanan sosial, khususnya dalam penanganan bencana alam dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Sarana dan prasarana tersebut dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi kebutuhan pangan serta mendukung pelaksanaan Layanan Dukungan Psikososial (LDP). ”Selain itu, fasilitas yang disediakan diharapkan dapat menunjang kegiatan community healing bagi ibu-ibu dan lansia melalui aktivitas kebersamaan, sekaligus menyediakan ruang bermain anak yang aman untuk mendukung proses pemulihan trauma. Adapun dapur air dengan sistem isi ulang (refill) diharapkan dapat membantu mengurangi penggunaan plastik sekali pakai,” tegasnya.
Winardi juga menyampaikan bahwa dukungan terhadap kegiatan Puncak Hari Jadi ke-81 Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan penyaluran bantuan CSR tersebut merupakan bagian dari komitmen Bank Jatim untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah. “Bank Jatim senantiasa berupaya mendukung berbagai kegiatan dan program Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui bantuan CSR ini, kami berharap sarana dan prasarana yang disediakan dapat mendukung pelayanan sosial, penanganan bencana, serta pemulihan masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Partisipasi Bank Jatim dalam peringatan Hari Jadi ke-81 Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencerminkan pentingnya kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat berbagai upaya peningkatan kesejahteraan sosial sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Jawa Timur. ”Melalui dukungan terhadap kegiatan daerah dan penyaluran program CSR, Bank Jatim menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh bersama masyarakat serta berkontribusi dalam mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur,” terang Winardi.
Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menegaskan, momentum Hari Jadi ke-81 Jawa Timur tidak sekadar menjadi ajang refleksi pembangunan daerah, tetapi juga sarana memperkuat komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. ”Kami berharap peringatan Hari Jadi Jawa Timur tahun ini dapat memperkuat semangat pembangunan inklusif yang menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan pemerintah dan masyarakat melalui berbagai bantuan serta pelayanan sosial secara berkelanjutan,” pungkasnya.(an)
JAKARTA,KORANRAKYAT.COM,- 12 Oktober 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2026 kategori Champion of Growth – Bank BPD (Jawa-Bali). Penghargaan tersebut diterima oleh Direktur Keuangan & Tresuri Bank Jatim RM Wahyukusumo Wisnubroto pada Senin (12/10).
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kinerja dan pertumbuhan Bank Jatim di tengah dinamika industri perbankan. Capaian tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi Bank Jatim untuk terus memperkuat kinerja bisnis, meningkatkan kualitas layanan, serta mengembangkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan nasabah.
Wahyu menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil dari komitmen perusahaan dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan serta memperkuat peran Bank Jatim sebagai mitra strategis pembangunan ekonomi daerah. ”Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan memperkuat fundamental bisnis perusahaan. Ke depan, Bank Jatim akan terus mengoptimalkan potensi bisnis, memperluas kolaborasi, serta menghadirkan layanan perbankan yang adaptif terhadap perkembangan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bank Jatim berkomitmen untuk terus menjalankan strategi bisnis yang berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan, dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, serta manajemen risiko yang prudent. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing Bank Jatim sekaligus meningkatkan kontribusi perusahaan terhadap perekonomian daerah.
Raihan BIFA 2026 ini menjadi penyemangat bagi seluruh Jatimers untuk terus bersinergi dan berinovasi dalam mendukung transformasi Bank Jatim sebagai bank pembangunan daerah yang kompetitif, adaptif, dan berkontribusi bagi kemajuan Jawa Timur serta Indonesia.
Presiden Komisaris Bisnis Indonesia Group Hariyadi B. Sukamdani menyampaikan bahwa BIFA merupakan ajang penganugerahan kepada perusahaan keuangan di bidang perbankan, pembiayaan atau multifinance, dan asuransi yang diselenggarakan secara tahunan. Penyelenggaraan tahun ini merupakan yang ke-18 kalinya.
Menurut Haryadi, peran industri jasa keuangan sangat krusial dalam ekosistem perekonomian nasional. Ekspansi di sektor keuangan baik melalui penyaluran kredit, pembiayaan kepada konsumen, perlindungan terhadap layanan jasa melalui premi, mencerminkan adanya pergerakan yang bertumbuh di sektor riil. "Dengan kata lain, saat geliat sektor riil bergerak dinamis, aktivitas usaha tumbuh, dan permintaan masyarakat meningkat, di sana tak luput peran dari industri jasa keuangan," terangnya.
Selanjutnya pada Selasa, 13 Oktober 2026, bertempat di Aula Gedung Yusuf Anwar, Bank Jatim juga mendapat penghargaan pada acara Rapat Koordinasi Evaluasi Mitra Pembayaran Pensiun dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan PT TASPEN (Persero), yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan. Dua kategori penghargaan yang berhasil disabet Bank Jatim meliputi layanan pembayaran pensiunan PT TASPEN (Persero) kategori Menengah, serta layanan pembayaran pensiunan Kinerja PT Asabri (Persero) kategori Kecil. (13/10)
“Penghargaan ini menjadi apresiasi atas komitmen Bank Jatim dalam menghadirkan layanan pembayaran pensiun yang optimal. Ke depan, kami akan terus meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat kualitas layanan kepada nasabah, sehingga kami dapat terus memberikan pelayanan yang berkualitas bagi para pensiunan,” ujar Wahyu.
Dengan raihan penghargaan ini menjadi motivasi bagi Bank Jatim untuk terus meningkatkan kinerja layanan pembayaran pensiun, serta menjaga dan memperkuat kualitas pelayanan kepada nasabah.
menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2026 kategori Champion of Growth – Bank BPD (Jawa-Bali). Penghargaan tersebut diterima oleh Direktur Keuangan & Tresuri Bank Jatim RM Wahyukusumo Wisnubroto pada Senin (12/10).
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kinerja dan pertumbuhan Bank Jatim di tengah dinamika industri perbankan. Capaian tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi Bank Jatim untuk terus memperkuat kinerja bisnis, meningkatkan kualitas layanan, serta mengembangkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan nasabah.
Wahyu menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil dari komitmen perusahaan dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan serta memperkuat peran Bank Jatim sebagai mitra strategis pembangunan ekonomi daerah. ”Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan memperkuat fundamental bisnis perusahaan. Ke depan, Bank Jatim akan terus mengoptimalkan potensi bisnis, memperluas kolaborasi, serta menghadirkan layanan perbankan yang adaptif terhadap perkembangan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bank Jatim berkomitmen untuk terus menjalankan strategi bisnis yang berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan, dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, serta manajemen risiko yang prudent. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing Bank Jatim sekaligus meningkatkan kontribusi perusahaan terhadap perekonomian daerah.
Raihan BIFA 2026 ini menjadi penyemangat bagi seluruh Jatimers untuk terus bersinergi dan berinovasi dalam mendukung transformasi Bank Jatim sebagai bank pembangunan daerah yang kompetitif, adaptif, dan berkontribusi bagi kemajuan Jawa Timur serta Indonesia.
Presiden Komisaris Bisnis Indonesia Group Hariyadi B. Sukamdani menyampaikan bahwa BIFA merupakan ajang penganugerahan kepada perusahaan keuangan di bidang perbankan, pembiayaan atau multifinance, dan asuransi yang diselenggarakan secara tahunan. Penyelenggaraan tahun ini merupakan yang ke-18 kalinya.
Menurut Haryadi, peran industri jasa keuangan sangat krusial dalam ekosistem perekonomian nasional. Ekspansi di sektor keuangan baik melalui penyaluran kredit, pembiayaan kepada konsumen, perlindungan terhadap layanan jasa melalui premi, mencerminkan adanya pergerakan yang bertumbuh di sektor riil. "Dengan kata lain, saat geliat sektor riil bergerak dinamis, aktivitas usaha tumbuh, dan permintaan masyarakat meningkat, di sana tak luput peran dari industri jasa keuangan," terangnya.
Selanjutnya pada Selasa, 13 Oktober 2026, bertempat di Aula Gedung Yusuf Anwar, Bank Jatim juga mendapat penghargaan pada acara Rapat Koordinasi Evaluasi Mitra Pembayaran Pensiun dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan PT TASPEN (Persero), yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan. Dua kategori penghargaan yang berhasil disabet Bank Jatim meliputi layanan pembayaran pensiunan PT TASPEN (Persero) kategori Menengah, serta layanan pembayaran pensiunan Kinerja PT Asabri (Persero) kategori Kecil. (13/10)
“Penghargaan ini menjadi apresiasi atas komitmen Bank Jatim dalam menghadirkan layanan pembayaran pensiun yang optimal. Ke depan, kami akan terus meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat kualitas layanan kepada nasabah, sehingga kami dapat terus memberikan pelayanan yang berkualitas bagi para pensiunan,” ujar Wahyu.
Dengan raihan penghargaan ini menjadi motivasi bagi Bank Jatim untuk terus meningkatkan kinerja layanan pembayaran pensiun, serta menjaga dan memperkuat kualitas pelayanan kepada nasabah.(an)
SURABAYA, KORANRAKYAT.COM,-12 Oktober 2026. ,-PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat sinergi dengan berbagai organisasi dalam rangka memperluas pemanfaatan produk dan layanan jasa perbankan. Kali ini, Bank Jatim menjalin kerja sama dengan Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Jawa Timur melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Pemanfaatan Produk dan Layanan Jasa Perbankan yang dilaksanakan pada Senin (12/10) di Kantor Pusat Bank Jatim. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Ritel & Syariah Bank Jatim Tonny Prasetyo dan Ketua Pengurus PWRI Provinsi Jawa Timur Dr. H. Mashoed M.Si.
Pada kesempatan yang sama, kedua belah pihak juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait pembuatan dan pemanfaatan Kartu Debit Bank Jatim (co-branding) sebagai Kartu Tanda Anggota (KTA) untuk layanan jasa keuangan bagi anggota PWRI wilayah Jawa Timur. PKS tersebut ditandatangani oleh Vice President Dana dan Jasa Bank Jatim Yetty Fitria bersama Ketua Pengurus PWRI Provinsi Jawa Timur Dr. H. Mashoed M.Si.
Tonny menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan salah satu langkah strategis Bank Jatim untuk semakin mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat, termasuk para anggota PWRI. Melalui sinergi tersebut, Bank Jatim berharap dapat menghadirkan kemudahan akses terhadap produk dan layanan perbankan sekaligus memberikan nilai tambah bagi anggota organisasi. “Kerja sama ini menjadi bentuk komitmen Bank Jatim untuk terus memperluas jangkauan layanan perbankan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis. Kami berharap sinergi bersama PWRI Jawa Timur dapat memberikan manfaat nyata bagi para anggota, khususnya melalui pemanfaatan layanan keuangan yang terintegrasi dan semakin mudah diakses,” ujarnya.
Adapun ruang lingkup MoU meliputi kerja sama pengembangan dan pemanfaatan produk serta layanan jasa perbankan Bank Jatim bagi anggota maupun calon anggota PWRI. Selain itu, kerja sama ini juga mencakup pencetakan KTA PWRI yang terintegrasi dengan Kartu Debit Bank Jatim menjadi Kartu Pintar Elektronis (e-smart card). Tidak hanya berfokus pada layanan keuangan, kerja sama tersebut turut mencakup penyelenggaraan kegiatan pendidikan, pelatihan, seminar, dan diskusi bagi anggota maupun calon anggota PWRI. Kegiatan tersebut nantinya dapat dilaksanakan oleh Bank Jatim maupun melalui rekanan yang bekerja sama dengan Bank Jatim.
Sementara itu, melalui PKS yang ditandatangani, Bank Jatim dan PWRI Provinsi Jawa Timur akan mengembangkan pemanfaatan Kartu Debit Bank Jatim dengan skema co-branding sebagai KTA PWRI untuk mendukung kebutuhan layanan jasa keuangan para anggota. Integrasi kartu anggota dengan kartu debit ini diharapkan dapat meningkatkan kemudahan dan efisiensi dalam pemanfaatan layanan perbankan.
Menurut Tonny, kerja sama ini menjadi wujud komitmen Bank Jatim dalam mendukung pengembangan ekosistem layanan keuangan yang inklusif melalui inovasi produk, digitalisasi layanan, serta penguatan kemitraan kelembagaan. Ke depan, Bank Jatim berharap kolaborasi dengan PWRI Jawa Timur dapat terus berkembang dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi para anggota serta masyarakat luas.
”Melalui berbagai inisiatif strategis tersebut, Bank Jatim akan terus memperkuat perannya sebagai mitra keuangan terpercaya yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan senantiasa menghadirkan layanan perbankan yang relevan, mudah diakses, serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Tonny.(an)
Wakil Direktur Utama Bank Jatim Arif Wicaksono hadir untuk menyaksikan penandatanganan yang dilakukan oleh Vice President Consumer Bank Jatim Fenty Riscana K. dengan Ketua DPD REI Jawa Timur Mochamad Ilyas.
SURABAYA, KORANRAKYAT.COM,-08 Oktober 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pengembang perumahan sekaligus penyedia solusi pembiayaan bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Bank Jatim dengan DPD REI Jawa Timur, yang ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 10 developer anggota REI dari komisariat di berbagai wilayah Jawa Timur.
Bertempat di New Life Ballroom, Ciputra World Surabaya,Wakil Direktur Utama Bank Jatim Arif Wicaksono hadir untuk menyaksikan penandatanganan yang dilakukan oleh Vice President Consumer Bank Jatim Fenty Riscana K. dengan Ketua DPD REI Jawa Timur Mochamad Ilyas. Acara ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi Bank Jatim dengan Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI), khususnya DPD REI Jawa Timur, dalam mendukung pertumbuhan sektor properti dan memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat.
Arif menjelaskan, Penandatanganan tersebut menjadi landasan awal untuk memperkuat hubungan kelembagaan dan mengembangkan kerja sama bisnis yang lebih konkret. “Melalui kemitraan ini, Bank Jatim telah memperkuat perannya sebagai mitra strategis pengembang perumahan sekaligus penyedia solusi pembiayaan bagi masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghubungkan pengembang sebagai penyedia hunian dengan calon debitur yang membutuhkan fasilitas pembiayaan, sekaligus mendukung pengembangan bisnis kredit konsumer Bank Jatim.”
Tindak lanjut utama kerja sama ini yakni percepatan realisasi penyaluran kredit perumahan melalui koordinasi antara Bank Jatim, DPD REI Jawa Timur, dan developer mitra. Fokus pengembangan bisnis mencakup: KPR komersial untuk memperluas pembiayaan kepemilikan rumah melalui kerja sama dengan developer anggota REI Jatim, serta KPR Sejahtera FLPP untuk mendukung pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah sesuai ketentuan program yang berlaku. Kerja sama ini juga diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pemasaran, memperkuat koordinasi developer dengan unit kerja Bank Jatim, serta mempercepat identifikasi calon debitur sampai dengan proses realisasi kredit.
Arif menambahkan, “Bank Jatim berkomitmen mempercepat penyaluran KPR komersial dan KPR Sejahtera FLPP di seluruh wilayah kerja Bank Jatim. Ke depan, keberhasilan kerja sama diharapkan tercermin dari semakin meluasnya jaringan developer mitra, serta meningkatnya realisasi penyaluran KPR komersial dan KPR Sejahtera FLPP di seluruh wilayah kerja Bank Jatim.”
Sementara itu, Ketua DPD REI Jawa Timur Mochamad Ilyas, menyampaikan apresiasi kepada Bank Jatim. “Terima kasih atas kepercayaan Bank Jatim yang sudah berkolaborasi dengan kami dalam mendukung penyaluran KPR komersial dan KPR Sejahtera melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP),” ungkapnya.
Apresiasi tersebut juga diwujudkan dalam pemberian penghargaan spesial kepada Bank Jatim sebagai Pendukung Pembiayaan Perumahan Terbaik. Penghargaan diberikan langsung oleh Ketua DPD REI Jawa Timur Mochamad Ilyas kepada Wakil Direktur Utama Bank Jatim Arief Wicaksono.
“Terima kasih atas apresiasi yang diberikan DPD REI Jawa Timur kepada Bank Jatim. Melalui kolaborasi berkelanjutan, Bank Jatim siap mendukung pertumbuhan industri properti, memperluas akses pembiayaan perumahan, dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi Jawa Timur,” tutup Arief.(an)
BALIKPAPAN,KORANRAKYATCOM,- 9 Oktober 2026 — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) resmi membuka Kantor Cabang Balikpapan pada Jumat (9/10). Peresmian ini menjadi momentum penting bagi Bank Jatim dalam memperluas jangkauan layanan perbankan sekaligus memperkuat kolaborasi ekonomi antara Provinsi Jawa Timur dan Kalimantan Timur.
Acara peresmian tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Kalimantan Utara Rudy Mas’ud, Komisaris Utama Independen Bank Jatim Adi Sulistyowati, dan Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo.
Peresmian Kantor Cabang Balikpapan terasa istimewa karena dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Kehadiran Bank Jatim di Balikpapan juga menjadi wujud nyata dukungan terhadap penguatan hubungan ekonomi antardaerah, khususnya dalam mendorong peningkatan perdagangan, investasi, dan konektivitas bisnis.
Winardi menjelaskan, langkah ekspansi ini sejalan dengan program strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Timur, yakni Misi Dagang Jawa Timur. Melalui kehadiran kantor cabang di Balikpapan, Bank Jatim berharap dapat menjadi jembatan yang menghubungkan potensi usaha dan peluang investasi antara pelaku usaha di Jawa Timur dan Kalimantan Timur. “Pemilihan Balikpapan sebagai lokasi pengembangan jaringan kantor Bank Jatim didasarkan pada potensi ekonominya yang besar, terutama sebagai salah satu gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN),” terangnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menjadi acuan dalam materi peresmian, Balikpapan mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 10,24% pada 2025, dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp169,3 triliun.
Potensi tersebut membuka peluang bagi Bank Jatim untuk berkontribusi lebih luas dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, dunia usaha, serta pengembangan ekosistem bisnis di Kalimantan Timur.
“Pembukaan Kantor Cabang Balikpapan telah melalui proses dan persiapan yang matang, termasuk memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebelum diresmikan, kantor cabang ini telah melayani masyarakat melalui tahap soft opening sejak Juni 2026. Dengan peresmian ini, Bank Jatim semakin memperkuat komitmennya untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat dan pelaku usaha di Balikpapan,” papar Winardi.
Melalui kantor cabang tersebut, Bank Jatim menghadirkan berbagai layanan perbankan yang komprehensif, mulai dari layanan simpanan dan transaksi, pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), kredit ritel dan konsumer, layanan nasabah prioritas, hingga layanan perbankan digital melalui JConnect. Ketersediaan layanan tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan akses keuangan bagi masyarakat sekaligus mendukung kebutuhan transaksi dan pembiayaan pelaku usaha.
Winardi menambahkan, Bank Jatim juga berupaya memperkuat perannya sebagai mitra strategis bagi dunia usaha dalam menangkap peluang pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur. Selain memperluas akses layanan perbankan, Bank Jatim turut berkomitmen mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Kota Balikpapan. “Upaya ini akan dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perbankan daerah, khususnya Bankaltimtara, guna memperluas pemahaman masyarakat mengenai manfaat dan penggunaan layanan keuangan secara bijak,” tuturnya.
Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang menjadi acuan dalam materi peresmian, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 69,57%, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 93,61%. Data tersebut menunjukkan bahwa akses masyarakat terhadap layanan keuangan terus berkembang. Namun, peningkatan pemahaman dan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan produk serta layanan keuangan secara tepat tetap menjadi hal yang penting.
Oleh karena itu, Bank Jatim tidak hanya berfokus pada perluasan akses perbankan, tetapi juga ingin mengambil bagian dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan. Dengan demikian, kehadiran Bank Jatim di Balikpapan diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif.
Winardi menambahkan, dalam menjalankan kegiatan operasionalnya di Balikpapan, Bank Jatim berkomitmen untuk senantiasa menerapkan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), serta mematuhi seluruh ketentuan dan peraturan yang berlaku. “Dengan diresmikannya Kantor Cabang Balikpapan, Bank Jatim berharap dapat memperkuat sinergi ekonomi antara Jawa Timur dan Kalimantan Timur, membuka peluang bisnis yang lebih luas, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah,” tutup Winardi.
Sementara itu, Gubernur Khofifah menegaskan, pembukaan kantor Bank Jatim cabang Balikpapan ini merupakan langkah strategis untuk penguatan sinergi di sektor ekonomi dan bisnis antara Jawa Timur dan Kalimantan Timur. Langkah ini sekaligus untuk meluaskan jangkauan dan mendekatkan layanan perbankan yang diberikan Bank Jatim.
"Peran Bank Jatim di Balikpapan ini bisa menjadi bagian dari penguatan kerjasama antar dua provinsi dan pada akhirnya akan memberikan penguatan pada ekonomi secara nasional," kata Gubernur Khofifah dalam sambutannya.
Orang nomor satu di Jatim ini menyampaikan beberapa alasan Bank Jatim membuka kantor cabang di Balikpapan. Antara lain Balikpapan memiliki posisi strategis dalam mendukung konektivitas perdagangan dan kegiatan usaha di kawasan Kalimantan yang memiliki potensi ekonomi dan bisnis yang terus berkembang.
Kemudian Balikpapan juga merupakan salah satu kota yang dekat dengan Ibu Kota Nusantara yang pertumbuhan ekonominya di 10 Sampai 15 tahun mendatang diprediksi akan tumbuh signifikan.
Selain itu, alasan lain yang mendasari pembukaan kantor Bank Jatim cabang Balikpapan adalah masukan dan aspirasi dari paguyuban masyarakat Kalimantan Timur asal Jawa Timur. “Ini juga merupakan tindak lanjut dari apa yang menjadi inspirasi, masukan, aspirasi paguyuban masyarakat Kalimantan Timur asal Jawa Timur yang disampaikan pada saat Misi Dagang dan Investasi Jatim dan Kaltim pada tahun 2024 yang lalu," sebutnya.
Melihat begitu besarnya potensi Balikpapan dan Kalimantan Timur di sektor ekonomi hijau dan ekonomi biru, Khofifah secara khusus meminta agar ada langkah-langkah komprehensif selanjutnya yang bisa dilakukan oleh Bank Jatim. “Kalau ada potensi-potensi yang bisa kita maksimalkan dalam skala besar seperti yang tadi Bapak Gubernur Kaltim sampaikan rasanya memang butuh konsorsium,” ungkapnya.
“Sebuah konsorsium yang memungkinkan untuk bisa di-handle oleh Bank Jatim dan bank-bank himbara maupun bank swasta lainnya di Kalimantan Timur," kata Khofifah.
Tak hanya itu, ia juga meminta agar Bank Jatim dapat memberikan layanan bagi UKM di Balikpapan dan Kalimantan Timur untuk membantu agar UKM lokal dapat naik kelas. “Bagaimana penguatan ekonomi dan fasilitasi yang dimungkinkan bisa kita lakukan melalui Bank Jatim untuk mensupport UKM di Balikpapan, niatkan ini bagian dari upaya peningkatan UMKM Kaltim supaya naik kelas, naik kelas ini harus dorong bersama, ditingkatkan bersama disiapkan tangganya secara bersama-sama," terangnya.(an)
MADIUN,KORANRAKYAT.COM,- 27 September 2026.PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan UMKM dan ekosistem ekonomi halal. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi Bank Jatim sebagai Official Banking Partner dalam Expo UMKM & Ekosistem Haji dan Umrah 2026 yang diselenggarakan pada 25–27 September 2026 di Stadion Wilis, Kota Madiun.
Kegiatan yang mempertemukan pelaku UMKM, industri halal, pelaku usaha haji dan umrah, pemerintah, komunitas, lembaga keuangan, serta masyarakat tersebut menjadi ruang kolaborasi untuk memperluas akses pasar, meningkatkan transaksi, memperkuat jejaring usaha, sekaligus membuka peluang kerja sama baru. Expo UMKM & Ekosistem Haji dan Umrah 2026 melibatkan sekitar 300 UMKM dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kegiatan ini tidak hanya dikemas sebagai pameran produk dan layanan, tetapi juga menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan edukatif dan pemberdayaan. Seperti manasik haji massal, Business Matching, kompetisi generasi Islami, pengajian akbar, Sa’i Walk & Run, Hajj Fit Morning, hingga launching Haji & Umrah Store.
Plt. Direktur Utama Bank Jatim R. Arief Wicaksono mengatakan bahwa penyelenggaraan expo tersebut memiliki makna strategis karena mampu mempertemukan berbagai unsur yang berada dalam ekosistem haji dan umrah dalam satu ruang kolaborasi. ”Expo UMKM & Ekosistem Haji dan Umrah 2026 bukan sekadar pameran, tetapi menjadi ruang untuk mempertemukan UMKM, industri halal, pelaku usaha haji dan umrah, pemerintah, komunitas, lembaga keuangan, serta masyarakat. Kami melihat kegiatan ini sebagai momentum untuk membangun ekosistem yang dapat menciptakan peluang usaha dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Arief, ekosistem haji dan umrah memiliki potensi ekonomi yang luas. Selain berkaitan dengan kebutuhan perjalanan ibadah, ekosistem tersebut juga melibatkan berbagai sektor seperti fashion muslim, kuliner, produk halal, industri kreatif, layanan kesehatan, teknologi, lembaga keuangan, hingga UMKM. Oleh karena itu, diperlukan sinergi lintas sektor agar potensi tersebut dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha maupun masyarakat.
Hal tersebut sejalan dengan pandangan Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf yang menyampaikan bahwa penyelenggaraan Expo UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ekosistem ekonomi haji sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia. ”Expo ini sebagai bagian dari upaya kita pemerintah, bagaimana haji ini juga umrah bisa memberikan kemanfaatan secara ekonomis bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Irfan juga menekankan pentingnya mendorong produk-produk Indonesia agar dapat mengambil bagian lebih besar dalam memenuhi kebutuhan jemaah haji dan umrah. Menurutnya, penguatan ekosistem ekonomi haji membutuhkan sinergi, kesiapan pelaku usaha, pemenuhan standar produk, serta dukungan rantai pasok yang kuat.
Arief menambahkan, bagi Bank Jatim, keterlibatan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. ”Kami tidak hanya ingin hadir sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai enabler yang membantu membuka akses, memperluas konektivitas, dan mendorong UMKM agar semakin siap masuk ke ekosistem ekonomi yang lebih luas,” tambahnya.
Sebagai bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan expo, Bank Jatim turut mendorong digitalisasi transaksi melalui pemanfaatan QRIS Bank Jatim dan Bank Jatim Syariah bagi tenant selama kegiatan berlangsung. Kehadiran layanan transaksi digital tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pelaku usaha sekaligus mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan digital.
Selain itu, salah satu agenda penting dalam expo adalah Business Matching & Success Story yang mempertemukan pelaku usaha, buyer, calon mitra, HIPMI, KADIN, serta stakeholder terkait. Forum tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama dan memperluas jejaring usaha UMKM sehingga manfaat kegiatan dapat terus berlanjut setelah expo selesai. ”Keberhasilan kegiatan ini tentunya tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung maupun transaksi selama tiga hari. Yang lebih penting adalah bagaimana kegiatan ini mampu melahirkan jejaring, peluang usaha, dan kemitraan yang dapat terus berkembang setelah acara berakhir,” jelasnya.
Selain itu, penyelenggaraan expo juga menunjukkan dampak ekonomi yang dapat dihasilkan dari penguatan ekosistem tersebut. Kementerian Haji dan Umrah RI melaporkan bahwa transaksi di area expo selama tiga hari mencapai sekitar Rp 5,7 miliar, sementara kegiatan business matching juga membuka peluang kerja sama perdagangan antara pelaku usaha Indonesia dan mitra dari Arab Saudi.
Bank Jatim berharap Expo UMKM & Ekosistem Haji dan Umrah 2026 dapat menjadi momentum awal bagi terbentuknya jejaring usaha yang berkelanjutan, membuka peluang transaksi dan kemitraan baru, meningkatkan kapasitas serta daya saing UMKM, sekaligus memperkuat konektivitas antar pelaku usaha di Jawa Timur. “Bank Jatim siap terus bersinergi dengan Kementerian Haji dan Umrah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota Madiun, pelaku UMKM, komunitas, dunia usaha, serta seluruh stakeholder terkait. Kami ingin bersama-sama membangun ekosistem yang tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat,” pungkasnya.(an)










