Redaksi
SURABAYA, KORANRAKYAT.COM,-22 Mei 2025. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2024. Acara tersebut dihelat di Ruang Bromo, Bank Jatim Kantor Pusat Surabaya pada hari Kamis (22/5). Hadir langsung dalam RUPS tersebut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai pemegang saham pengendali beserta seluruh dewan komisaris serta direksi Bank Jatim.
Agenda RUPS Tahunan Tahun Buku 2024 terdiri dari:
1.Persetujuan Laporan Tahunan Perseroan Mengenai Keadaan dan Jalannya Perseroan Selama Tahun Buku 2024. Termasuk Laporan Pelaksanaan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Selama Tahun Buku 2024 dan Pengesahan Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2024;
2.Penetapan Penggunaan Laba Bersih Perseroan Tahun Buku 2024. Termasuk Pemberian Bonus Bagi Pegawai Serta Tantiem dan Remunerasi Untuk Direksi Dan Dewan Komisaris;
3.Memberikan Kuasa Kepada Dewan Komisaris Untuk Menunjuk Kantor Akuntan Publik Dalam Mengaudit Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2025;
4.Perubahan Anggaran Dasar Perseroan;
5.Persetujuan Recovery Plan;
6.Perubahan Susunan Pengurus Perseroan.
Khofifah menjelaskan, RUPS ini tidak sekedar forum pertanggungjawaban korporasi saja. Tetapi juga sebagai momen reflektif terhadap peran Bank Jatim dalam menggerakkan ekonomi daerah sekaligus dalam mendukung transformasi pembangunan di Jawa Timur. ”Jawa Timur saat ini berada di posisi sebagai center of gravity ekonomi Indonesia. Sebab, hampir 80 persen logistik Indonesia Timur disupply oleh Jawa Timur. Momentum ini menjadi bukti nyata sinergi yang baik antara pemangku kepentingan, termasuk perbankan daerah seperti Bank Jatim,” paparnya.
Khofifah menerangkan, dalam kurun waktu tahun 2024, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tetap positif dan stabil di tengah tantangan global. Data BPS tahun 2024 menunjukkan bahwa ekonomi Jawa Timur tumbuh 4,93 persen (semester to semester) dan pada triwulan I tahun 2025 ekonomi Jawa Timur tumbuh 5 persen (YoY) di atas rata-rata nasional. Capaian tersebut didorong oleh akselerasi investasi yang dimana realisasi investasi Jawa Timur menunjukkan tren yang sangat menggembirakan. ”Capaian realisasi investasi Jawa Timur dalam 6 tahun terakhir selalu mengalami peningkatan dan pada tahun 2024 realisasi investasi PMA serta PMDN Jawa Timur mencapai Rp 147,3 triliun atau meningkat 1,5 persen dari 2023. Secara nasional capaian ini berkontribusi 8,6 persen,” ujarnya.
Berbagai catatan itu tentunya mencerminkan kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Jawa Timur yang stabil dan semakin inklusif. Dukungan Bank Jatim dalam hal pembiayaan dan layanan perbankan yang adaptif sangat krusial dalam menjaga momentum ini. ”Seperti yang kita ketahui bersama, kami telah mendeklarasikan Jawa Timur sebagai gerbang baru nusantara. Tentu ini tidak sekedar jargon pembangunan. Tapi sekaligus sebagai arah strategis yang menempatkan Jawa Timur sebagai penghubung utama logistik industri maritim sekaligus transformasi digital di Indonesia Timur,” ungkap Khofifah.
Menurutnya, peran sektor jasa keuangan termasuk perbankan daerah menjadi pilar utama dalam mendukung strategi kemajuan-kemajuan di Jawa Timur. Khofifah melihat adanya perkembangan yang signifikan dalam layanan keuangan terutama untuk memperkuat UMKM Jawa Timur yang kontribusinya sekarang ini hampir 60 persen dari PDRB Jatim. Sesuai data OJK, Pemerintah Provinsi Jawa Timur selama 5 tahun berturut-turut tercatat sebagai provinsi dengan penyaluran kredit UMKM terbesar di Indonesia.
”Tren pertumbuhan ini mencerminkan keberlanjutan kebijakan yang konsisten serta meningkatnya akses pelaku UMKM terhadap sumber pembiayaan formal,” tegasnya. Capaian tersebut merupakan hasil dari komitmen kuat antara pemerintah daerah, OJK, dan lembaga perbankan dalam memperkuat sektor UMKM sebagai tulang punggung perkonomian daerah.
Khofifah juga mengakui bahwa Bank Jatim telah mengambil langkah konkrit melalui dukungannya dalam program Gaspol UMKM (Gerakan solusi permodalan UMKM) yang menjadi motor penggerak inklusi keuangan di sektor riil. Ini merupakan contoh keberpihakan terhadap sektor UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Jawa Timur sekaligus pilar ketahanan ekonomi masyarakat.
Khofifah menerangkan, dari sisi internal, kinerja keuangan Bank Jatim menunjukkan laba bersih (audited) tahun 2024 tercatat sebesar 1,28 triliun. ”Ini adalah laba bersih (audited) 2024 tertinggi di antara seluruh bank daerah di Indonesia. Meskipun kita juga melihat bahwa beberapa hal harus dilakukan koreksi, evaluasi, dan perbaikan – perbaikan. Tentu kita semua patut memberikan apresiasi terhadap kinerja Bank Jatim dan tetap memberikan kewaspadaan pada beberapa hal dari proses kehati-hatian yang memang menjadi prinsip sebuah lembaga perbankan,” ucapnya.
Kemudian untuk kinerja Bank Jatim tahun buku 2024, total asetnya meningkat 13,76 persen menjadi Rp 118,1 triliun. Hal ini menandakan ekspansi usaha perseroan masih berjalan baik dan bank tetap dipercaya oleh nasabah serta investor. Kemudian dana pihak ketiga tumbuh menjadi Rp 90,016 triliun menandakan tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi. Berikutnya adalah kredit yang disalurkan juga meningkat signifikan menjadi Rp 75,35 triliun yang menunjukkan keberpihakan Bank Jatim terhadap sektor riil dan produktif.
”Tentu hal ini membuktikan bahwa Bank Jatim tetap tangguh, kompetitif, dan berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan. Lebih dari itu, langkah strategis untuk KUB juga perlu kita apresiasi. Ini adalah pendekatan inovatif untuk memperluas jangkauan dan daya saing perbankan daerah sembari menjaga prinsip kehati – hatian dan tata kelola yang baik,” tutur Khofifah.
Dia menambahkan, dengan kekuatan maritim, logistik, industri, dan digitalisasi yang terus berkembang, Bank Jatim akan berperan sebagai enabler utama untuk percepatan pembagunan yang inklusif dan merata. Bank jatim tidak hanya menjadi katalisator investasi, pembiayaan, Pelabuhan, konektivitas transportasi, Kawasan ekonomi khusus, dan sektor maritim unggulan lainnya, tapi juga harus mampu menjadi regional champion yang memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat pertumbuhan baru nasional.
”Dengan berbagai upaya tersebut, Bank Jatim bukan sekedar bank daerah. Melainkan motor penggerak Jawa Timur gerbang baru nusantara menuju Indonesia yang lebih terhubung, tangguh, dan tumbuh. Semoga Bank Jatim terus tumbuh sebagai institusi yang bukan hanya sehat secara finansial, tetapi juga kuat secara sosial. Hadir di tengah masyarakat, tumbuh bersama pelaku usaha, dan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Mari kita terus menjaga kolaborasi, sinergi, dan semangat inovasi demi kemajuan Jawa Timur yang berkelanjutan,” tutup Khofifah.
Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman menjelaskan, tahun 2024 merupakan tahun yang penuh dengan tantangan bagi industri keuangan. Kondisi perekonomian yang dinamis memberikan tantangan tersendiri bagi perseroan untuk terus beradaptasi agar mampu bertumbuh dan memberikan kontribusi positif serta membangun bisnis yang berkelanjutan baik untuk pemegang saham, pemangku kepentingan, maupun para Jatimers (sebutan bagi karyawan Bank Jatim). ”Namun di tengah tantangan tersebut, Bank Jatim justru mampu menciptakan sejarah baru dalam perjalanan sebagai suatu korporasi besar. Tentunya semua ini bisa kita raih karena dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota/Kabupaten Se Jawa Timur, dan juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku pengawas,” terangnya.
Busrul memaparkan, pada tahun 2024, perseroan berhasil melaksanakan aksi korporasi Kelompok Usaha Bank (KUB) dengan Bank NTB Syariah, sebagai amanah dari keputusan RUPS Tahunan Tahun Buku 2022. Kolaborasi KUB merupakan ikhtiar bersama Perseroan dengan beberapa BPD untuk menciptakan sinergi yang berkelanjutan di beberapa bidang. Seperti aspek permodalan, aspek keuangan dan business, serta aspek pendukung lainnya. Semua itu dilakukan demi menciptakan value creation baru antar BPD untuk bersama membangun negeri. ”Selanjutnya, kami akan terus melanjutkan proses KUB dengan beberapa BPD yang lain di tahun ini seperti Bank Lampung, Bank NTT, Bank Sultra dan Bank Banten,” tambahnya.
Busrul menegaskan, Bank Jatim memiliki visi menjadi BPD No. 1 di Indonesia, baik secara pencapaian angka, kualitas sumber daya manusia, teknologi, dan organisasi serta terus berusaha menjadi kontributor dalam menggerakkan perekonomian regional di Jawa Timur. Nah, KUB menjadi salah satu game changer yang tidak hanya memiliki fungsi bisnis dan finansial saja. Namun, aspek non finansialnya yang lain juga mampu mewujudkan budaya gotong royong antar BUMD milik provinsi di Indonesia sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi bersama untuk kemajuan negeri.
Selanjutnya, untuk mendukung implementasi blueprint Road Map BPD oleh OJK, perseroan tengah mempersiapkan diri untuk berkolaborasi dengan Bank Perekonomian Rakyat milik Pemerintah Kota dan/ atau Kabupaten serta memperkuat ekosistem keuangan daerah Jawa Timur, yang pada akhirnya mampu meningkatkan ekonomi masyarakat Jawa Timur secara bersama-sama.
Diakui Busrul, manajemen terus berupaya membawa perseroan untuk terus adaptif dengan perubahan perilaku nasabah dan lingkungan bisnis terutama terkait digitalisasi. Sebagai mitra strategis Pemerintah Daerah dan juga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, beberapa layanan dan produk telah disediakan oleh Bank Jatim selama periode 2024. Antara lain support system untuk Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD), Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), dan Sistem Keuangan Desa (SISKEUDESLINK). Kemudian ada juga produk & layanan digital perseroan dengan brand name JConnect yang berfungsi untuk mempermudah transaksi nasabah maupun sebagai bagian dari pendukung business process terutama untuk pengajuan kredit.
Selain jaringan fisik kantor cabang, jaringan cabang pembantu, dan kantor fungsional di bawahnya, untuk memaksimalkan layanan perbankan di daerah yang memiliki potensi bisnis besar, perseroan juga memaksimalkan layanan melalui AGEN JATIM. ”Sepanjang tahun 2024, perseroan mengalokasikan anggaran untuk meningkatkan performance layanan digital sebesar Rp 118,47 miliar yang digunakan untuk belanja modal dan belanja operasional teknologi informasi,” ujar Busrul.
Bank Jatim terus berkomitmen untuk dapat menjadi BUMD yang terbaik, profesional, dan mampu menjadi salah satu motor penggerak ekonomi terutama di wilayah regional Jawa Timur. Baik melalui aspek operasional bisnis sehari-hari maupun melalui pendistribusian atas perolehan laba perseroan dalam bentuk deviden. Adapun dalam RUPS Tahunan Tahun Buku 2024, Bank Jatim berhasil membagi dividen sebesar Rp 54,71 / lembar saham. Nilai tersebut naik dari dividen tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 54,39 / lembar saham. Sehingga secara keseluruhan, total dividen yang dibagi kepada pemegang saham berada di angka Rp 821.497.900.066,22 atau sebesar 64,12 persen dari laba bersih Tahun Buku 2024. Pembagian dividen yang selalu meningkat disetiap tahunnya mampu menjadikan saham BJTM sebagai salah satu saham favorit pilihan masyarakat dalam berinvestasi.
Pada RUPS Tahunan Tahun Buku 2024 kali ini, juga terdapat agenda perubahan susunan pengurus perseroan yang salah satunya adalah pemberhentian dengan hormat Direktur Utama Busrul Iman yang dimana saat dilakukan RUPS tahunan tahun buku 2024 ini masa periode jabatannya telah berakhir. Perseroan mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas dedikasi dan kinerja yang telah diberikan kepada Bank Jatim selama ini.
Selain itu, Bank Jatim juga memberhentikan dengan hormat Edi Masrianto, Eko Susetyono, dan Zulhelfi Abidin. Kemudian, berdasarkan hasil RUPS Tahunan Tahun Buku 2024, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Bank Jatim setelah pelaksanaan RUPS Tahunan Tahun Buku 2024 sebagai berikut:
Calon Komisaris Utama Independen: Adi Sulistyowati
Komisaris: Adhy Karyono
Komisaris Independen: Muhammad Mas’ud
Komisaris Independen: Dadang Setiabudi
Calon Komisaris Independen: Asri Agung Putra
Calon Komisaris Independen: Nurul Ghufron
Calon Direktur Utama: Winardi Legowo
Calon Wakil Direktur Utama: R. Arief Wicaksono
Calon Direktur Bisnis Mikro, Ritel, dan Usaha Syariah: Tonny Prasetyo
Direktur Kepatuhan : Umi Rodiyah
Calon Direktur Keuangan, Treasury & Global Services: RM Wahyukusumo Wisnubroto
Direktur Bisnis Menengah, Korporasi, dan Jaringan: Arif Suhirman
Calon Direktur IT, Digital, dan Operasional: Wiweko Probojakti
Calon Direktur Manajemen Risiko: Wioga Adhiarma Aji
Ketua Dewan Pengawas Syariah: Dr (HC) KH Afifuddin Muhajir, Mpd.
Calon Anggota Dewan Pengawas Syariah: Prof. Dr. Muhammad Nasih, SE, M.T, Ak
Calon Anggota Dewan Pengawas Syariah: Ir. H. Tamhid Mashudi(an)
SURABAYA,KORANRAKYAT.COM,-Dalam rangka memperluas jalinan sinergitas, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) bersama dengan Universitas Terbuka (UT) Surabaya telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) pada hari Sabtu (17/5). MoU yang ditandatangani yaitu tentang Penyediaan Layanan Perbankan dan Tridharma Perguruan Tinggi di Bidang Perbankan. Bertempat di Gedung UT Surabaya, MoU tersebut diteken oleh Direktur IT, Digital, dan Operasional Bank Jatim Zulhelfi Abidin dan Rektor UT Mohamad Yunus.
Adapun kegiatan ini juga bertepatan dengan peresmian gedung baru UT yang juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK) Pratikno dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.
Zulhelfi menjelaskan, ruang lingkup rencana kerja sama yang akan dilakukan oleh Bank Jatim dan UT Surabaya mencakup beberapa hal. Antara lain penyediaan jasa layanan perbankan serta penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang perbankan. ”Dalam dunia pendidikan, Bank Jatim tidak hanya menyediakan fasilitas pembayaran biaya pendidikan yang mudah dan efisien saja. Namun, kami juga terlibat dalam berbagai kerja sama strategis untuk meningkatkan kualitas Pendidikan, seperti di UT ini,” paparnya.
Zulhelfi berharap kerja sama ini dapat menciptakan lingkungan kampus yang tidak hanya inklusif, tetapi juga mendorong tumbuhnya generasi muda yang cerdas secara finansial. Dengan semakin eratnya kerja sama ini, diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi kedua belah pihak, baik bagi Bank Jatim dalam memperluas jaringan nasabah maupun bagi UT Surabaya dalam meningkatkan kualitas layanan kepada civitas akademikanya.
Menurut Zulhelfi, dengan jaringan yang luas dan fasilitas perbankan modern, Bank Jatim siap memberikan kemudahan bagi mahasiswa dan orang tua dalam mengakses layanan keuangan yang mendukung proses pendidikan. Bank Jatim memahami bahwa pendidikan yang berkualitas adalah kunci untuk meningkatkan daya saing nasional di era globalisasi. Dengan terus mendukung berbagai inisiatif di bidang pendidikan, Bank Jatim akan terus berusaha menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih baik, di mana mahasiswa dan lembaga pendidikan dapat saling bersinergi untuk membangun masa depan yang lebih cerah.
”Kami juga ucapkan selamat atas diresmikannya Gedung baru UT Surabaya. Semoga melalui pembangunan infrastruktur yang mendukung dan kolaborasi multipihak, UT semakin mampu memperkuat perannya dalam membentuk generasi pelajar yang berguna bagi nusa dan bangsa,” ucapnya.
Sementara itu, Mohamad Yunus mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bank Jatim atas terjalinnya sinergitas ini. Sebab, dengan adanya kolaborasi yang erat antara lembaga pendidikan dan lembaga keuangan diharapkan dapat tercipta ekosistem yang mendukung pertumbuhan industri yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi di Indonesia. ”Terimakasih atas kepercayaan Bank Jatim yang sudah berkolaborasi mendukung UT Surabaya dalam pengembangan tridarma perguruan tinggi. Semoga kerja sama ini bisa memberikan kontribusi nyata bagi UT Surabaya, Bank Jatim, dan bagi bangsa,” katanya.
Menko PMK Pratikno yang hadir langsung meresmikan gedung baru UT tersebut menilai UT telah menjalankan mandat penting dalam pemerataan akses pendidikan tinggi di Indonesia. ”Pendidikan tinggi tak boleh menjadi hak istimewa sebagian orang. UT menunjukkan bahwa inovasi bisa menjadi jembatan bagi semua lapisan masyarakat,” ujarnya.(an)
JAKARTA,KORANRAKYAT.COM,- 16 Mei 2025. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) kembali menerima penghargaan prestisius dari The Asian Post dalam ajang The Asian Post Best Regional Champion 2025. Penghargaan yang sukses diterima oleh Bank Jatim yaitu predikat Excellent For The Financial Performance During 2023 – 2024. Bertempat di Shangri-La Hotel Jakarta, penghargaan tersebut diserahkan oleh Founder The Asian Post Eko B. Supriyanto dan diterima oleh AVP Komunikasi Korporat Bank Jatim Mi’roj Subhanto pada hari Jumat (16/5).
Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman menjelaskan, penghargaan yang diraih bank kebanggaan masyarakat Jawa Timur ini tak lepas dari dukungan dan kepercayaan semua pihak. Mulai dari Gubernur Jawa Timur selaku pemegang saham pengendali, seluruh pemegang saham, stakeholders, hingga nasabah. ”Penghargaan yang berhasil kami dapat ini membuktikan konsistensi Bank Jatim dalam memberikan layanan keuangan terbaik kepada masyarakat dan juga dalam peningkatan kinerja, baik dari rasio keuangan dan pertumbuhan. Kami berharap dengan penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi dan semangat tambahan bagi seluruh Jatimers untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan keuangan bagi para nasabah,” tegasnya.
Menurut Busrul, pengakuan dari The Asian Post ini juga menjadi bukti nyata dari ketangguhan dan konsistensi Bank Jatim dalam mengelola keuangan, mendorong digitalisasi, serta memperluas inklusi ekonomi serta keuangan daerah. ”Bank Jatim berkomitmen akan terus berupaya memberikan kontribusi positif dan menjadi agen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pembangunan daerah, serta dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Jawa Timur,” terangnya.
Dikatakan Busrul, fondasi bisnis yang solid serta didukung oleh teknologi informasi yang handal, menjadi keunggulan utama Bank Jatim dalam menghadapi persaingan di sektor perbankan. Selain itu, inovasi yang berkelanjutan juga menjadi salah satu kunci sukses Bank Jatim. Tidak hanya dalam hal produk dan layanan, tetapi juga dalam hal tata kelola perusahaan yang baik. ”Penghargaan seperti ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus berinovasi. Sebagai bank yang adaptif terhadap perubahan, Bank Jatim terbukti mampu menjaga pertumbuhan yang stabil di tengah berbagai tantangan ekonomi,” tuturnya.
Dengan pencapaian tersebut, lanjut Busrul, Bank Jatim semakin optimis untuk terus berkembang dan menghadirkan layanan perbankan yang inovatif demi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. Adapun kinerja Bank Jatim sampai akhir tahun 2024 cukup positif. Dari sisi laba bersih Bank Jatim (bank only) sepanjang tahun 2024 sukses mencapai angka Rp 1,28 triliun. Angka tersebut berhasil menjadi laba bersih terbesar di antara BPD – BPD seluruh Indonesia.
Sementara itu, Eko B. Supriyanto dalam sambutannya mengatakan, keberhasilan BPD, BPR, dan BPRS mengukir kinerja terbaiknya layak diberikan apresiasi. Apalagi, di tengah dinamika ekonomi global yang sangat fluktuatif akibat perang tarif impor, situasi geopolitik, dan ekonomi dalam negeri yang sedang tidak biasa-biasa saja. ”Dalam situasi yang tidak menentu seperti sekarang ini, bank yang berhasil mempertahankan kinerjanya adalah bank-bank yang mampu bekerja secara efisien, prudent, dan hati-hati. Maka dari itu, jaga kualitas kredit dengan baik dan selalu pegang teguh prinsip GCG (Good Corporate Governance),” ujarnya.(an)
BALIKPAPAN, KORANRAKYAT.COM,-8 Mei 2025. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus mendukung penuh program Pemerintah Provinsi Jawa Timur, salah satunya memperkuat koneksi perdagangan dalam negeri melalui gelaran Misi Dagang dan Investasi. Hal ini diwujudkan dengan mengikutsertakan beberapa UMKM Binaan Bank Jatim dalam Misi Dagang yang dilaksanakan di Balikpapan pada hari Kamis (8/5). Bertempat di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji, dan Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman.
Busrul menjelaskan, misi dagang merupakan wadah untuk mempertemukan pelaku UMKM antar daerah atau provinsi dengan pembeli. Selain pertemuan pelaku usaha, gelaran ini juga menjadi gerbang pertukaran sosial budaya antar daerah. ”Kami saat ini memang terus berupaya untuk membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh pelaku UMKM. Mulai dari akses pemasaran, pembiayaan, hingga pendampingan. Bank Jatim sangat mendukung UMKM dalam mengembangkan usahanya. Nah, salah satu misi Bank Jatim pada kegiatan ini adalah membantu UMKM Binaan untuk memperluas jaringan pasar dan mendukung pemerintah dalam memperkuat jalinan perdagangan antara Provinsi Jawa Timur dan Kalimantan Timur,” paparnya.
Terdapat 3 UMKM binaan Bank Jatim yang diikutsertakan pada gelaran tersebut. Antara lain produk nastar apel dari UMKM Toko Kue Obby, produk kacang mende varian rasa dari UMKM Renjana, dan produk batik dari UMKM Batik Puspita. Produk - produk unggulan UMKM Binaan Bank Jatim ini diharapkan mampu memberikan manfaat sesuai kebutuhan masyarakat di daerah Kalimantan Timur. ”Sebagai bank milik daerah, kami akan terus mendukung UMKM agar pertumbuhannya semakin pesat dan memiliki kualitas yang bagus sehingga dapat bersaing di pasar nasional maupun internasional,” ungkap Busrul.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Bank Jatim juga mempersembahkan Seni Pertunjukan Wastra Batik dari UMKM binaan Bank Jatim asal Pacitan, Batik Puspita. Batik dengan motif Sekartaji sukses ditampilkan oleh Raka – Raki Jawa Timur dalam pagelaran Misi Dagang ini. ”Pertunjukan wastra batik ini merupakan salah satu cara Bank Jatim untuk melestarikan dan menggairahkan masyarakat dalam hal mencintai warisan leluhur, khususnya bagi generasi muda. Semoga ke depannya masyarakat peminat batik semakin meningkat dan batik Indonesia bisa semakin dikenal di kancah global,” terang Busrul.
Sementara itu, misi dagang dan investasi di Balikpapan kali ini sukses mencatatkan total nilai transaksi sebesar Rp 1,05 triliun. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang tahun ini sekaligus menegaskan posisi Jawa Timur sebagai motor penggerak ekonomi nasional di tengah tekanan global. Khofifah menyebut capaian ini sebagai bukti nyata bahwa kolaborasi antar provinsi mampu memperkuat kemandirian pasar domestik. “Ini adalah bentuk nyata kerja sama antar daerah yang saling percaya dan saling mendukung. Jawa Timur terus berkomitmen akan menjaga stabilitas ekonomi dan memperluas jejaring perdagangan nasional,” ujarnya.
Produk yang diperdagangkan dalam ajang tersebut sangat beragam. Mulai dari batu bara, pakan ikan, makanan-minuman, fesyen, olahan perikanan, hingga bahan baku restoran. Sementara itu, investasi terbesar tercatat di sektor crude palm oil (CPO) dan wood pallet. Beberapa produk unggulan Jawa Timur yang turut dipamerkan di antaranya abon tuna, rempah-rempah, olahan kepiting, konveksi, dan olahan daging sapi.
Menurut Khofifah, misi dagang Jatim-Kaltim memiliki nilai strategis tinggi. Pada tahun 2023, total perdagangan antara kedua provinsi mencapai Rp 23,25 triliun, di mana Jatim membeli dari Kaltim sebesar Rp 18,89 triliun dan menjual sebesar Rp 4,36 triliun. ”Kami siap menjadi Gerbang Baru Nusantara dan mendukung penuh Kaltim sebagai calon ibu kota negara,” tegas Khofifah.
Seno Aji, turut memberikan apresiasi dan optimisme terhadap kerja sama ini. Pihaknya berharap para pelaku usaha Jawa Timur berkenan membangun lebih banyak lagi hilirisasi industri di Kalimantan Timur. Dan yang paling utama Seno juga berharap agar misi dagang ini dapat membawa manfaat besar bagi pelaku usaha dan kedua daerah. ”Jawa Timur adalah gerbang Nusantara dan Kalimantan Timur adalah jantungnya ibu kota masa depan. Sinergi ini akan mempercepat pertumbuhan Kalimantan,” tandasnya. (an)
JAKARTA,KORANRAKYAT.COM,- 6 Mei 2025. Komite Nasional Kebijakan Governansi (KNKG) telah menyelenggarakan sosialisasi terkait penyelenggaraan Annual Report Award (ARA) 2024 pada hari Selasa (6/5). Bertempat di kantor Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, sosialisasi tersebut berlangsung dalam format talkshow hybrid dengan tema Leading with Integrity, Transparency, and Accountability: The Path to a Sustainable Future.
Talkshow ini menghadirkan narasumber berpengalaman. Antara lain Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) Busrul Iman, Ketua Umum KNKG Prof. Mardiasmo, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI Agus Fatoni, Managing Director Stakeholders Management BPI Danantara Rohan Hafas, Ketua Dewan Juri ARA 2024 Prof. Lindawati Gani, Direktur BUMD Kementerian Dalam Negeri RI Yudia Ramli, dan Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Darmawan Junaidi.
Prof Mardiasmo menjelaskan, pendaftaran dan kategori penghargaan ARA diselenggarakan oleh Komite Nasional Kebijakan Governansi (KNKG) bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian BUMN, Direktorat Jenderal Pajak, Bursa Efek Indonesia, dan Ikatan Akuntan Indonesia. Kompetisi ini terbuka untuk semua perusahaan, baik BUMN, BUMD, maupun swasta, dengan periode pendaftaran mulai 5 Mei hingga 30 Mei 2025.
Agus Fatoni menambahkan bahwa pihaknya terus mendorong agar BUMD – BUMD di Indonesia mengikuti ARA. Sebab, keikutsertaan BUMD dalam ajang ARA dapat menjadi bukti keyakinan dan keberanian untuk meningkatkan kualitas perusahaan dan berkompetisi secara sehat dalam penilaian yang objektif.
”Kami sangat berharap BUMD – BUMD di Indonesia ini semakin banyak yang mengikuti ajang ARA karena dampak positifnya sangat besar. Antara lain dapat meningkatkan reputasi, mendapatkan evaluasi dan peningkatan karena nantinya perusahaan tersebut bisa mendapatkan umpan balik konstruktif terkait aspek pengungkapan yang dapat diperbaiki. Kemudian perusahaan yang ikut ARA akan memiliki standar global karena penilaian tidak hanya mengacu pada peraturan yang berlaku, tetapi juga mengadopsi praktik terbaik global, termasuk rekomendasi PUG-KI dan ASEAN Corporate Governance Scorecard,” paparnya.
Busrul juga menyampaikan, pihaknya sangat senang kegiatan ARA kembali hadir pada tahun 2025 ini untuk menilai laporan tahunan tahun buku 2024. Sebagai ajang yang cukup bergengsi bagi perusahaan di Indonesia, ARA 2024 diharapkan menjadi wadah bagi perusahaan, terutama BUMD, untuk menunjukkan komitmennya terhadap integritas, transparansi, dan akuntabilitas demi mencapai keberlanjutan bisnis.
Menurut Busrul, ketika BUMD maupun perusahaan lainnya mengikuti ajang ARA, maka perusahaan ini tidak hanya menunjukkan komitmen perusahaan terhadap transparansi tetapi juga berkontribusi pada peningkatan citra perusahaan di mata publik. ”Sebab, dengan berpartisipasi di dalam ARA, artinya perusahaan itu menunjukkan keseriusannya dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik melalui penyajian laporan yang jelas, lengkap, dan informatif,” tuturnya.
Sebagai informasi, selama dua tahun berturut – turut, Bank Jatim selalu konsisten mendapat penghargaan dalam ARA. Pada ARA 2022, Bank Jatim sukses menyabet juara satu kategori BUMD Keuangan. Kemudian pada ARA 2023, Bank Jatim kembali dinobatkan sebagai pemenang untuk kategori BUMD Keuangan. ”Penghargaan yang telah kami raih ini menandai keberhasilan Bank Jatim dalam menjalankan praktik Good Corporate Governance (GCG) atau tata kelola yang baik,” ujar Busrul.
Menurutnya, penerapan dan penguatan GCG yang baik bukan hanya sekedar kewajiban. Namun juga harus menjadi suatu keniscayaan bagi perusahaan publik. Karena itu, manajemen Bank Jatim berkomitmen menjaga agar asas-asas GCG seperti transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan fairness menjadi landasan pelaksanaan usaha perseroan.(an)
BANYUWANGI, KORANRAKYAT.COM,-2 Mei 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) telah menyelenggarakan Kick Off yang pertama di Banyuwangi untuk peluncuran Bulan Literasi Keuangan Nasional bagi pelajar pada hari Jumat (2/5). Bertempat di SDN Kepatihan 1 Banyuwangi, kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala OJK Jember Muhammad Mufid, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, dan Direktur Bisnis Mikro, Ritel, dan Usaha Syariah Bank Jatim R. Arief Wicaksono.
Arief menjelaskan, sebanyak 1.000 siswa dibukakan rekening di Bank Jatim pada kegiatan bulan literasi keuangan di Banyuwangi ini. ”Literasi keuangan adalah cara mengelola dan mengambil keputusan yang bijak terkait keuangan, seperti anggaran, tabungan, investasi, dan produk keuangan lainnya secara sehat. Dengan adanya kegiatan ini, kami ingin mengajarkan kepada para pelajar untuk giat menabung sejak dini, mengelola keuangan dengan bijak, dan menerapkan finansial yg lebih baik. Untuk selanjutnya mereka akan mendapatkan pendampingan serta workshop berkelanjutan,” ungkapnya.
Arief mengatakan, sejak dini, para pelajar sudah harus diajarkan untuk menabung dan mengatur keuangan. Salah satunya lewat Tabungan Simpel Bank Jatim. Sehingga, ke depannya tingkat inklusi dan literasi keuangan di kalangan pelajar bisa terus meningkat. ”Sejalan dengan program dari OJK, kami juga terus aktif mengedukasi masyarakat untuk menanamkan budaya menabung sejak dini. Sebab, dengan membiasakan anak untuk menabung, maka sama juga mengajarkan mereka untuk menghargai sebuah proses,” paparnya.
Selain itu menurutnya, budaya menabung bukan hanya akan menjadi kebiasaan, tapi juga investasi dalam keberlangsungan generasi muda ke depan. Dengan menanamkan budaya ini, pihaknya meyakini hal tersebut bisa menjadi pintu bagi generasi muda untuk mengelola keuangan dengan lebih bijak dan mewujudkan generasi yang inklusif. ”Program literasi keuangan ini tidak hanya menyasar para pelajar saja namun juga dapat menyasar berbagai elemen masyarakat,” tegas Arief.
Sementara itu, Mufid juga mengatakan, kick off dari Banyuwangi ini menjadi yang pertama kali dan akan dilanjutkan ke daerah lainnya se-Indonesia. “Melalui program ini, para siswa sekolah di Kabupaten Banyuwangi akan dikenalkan dengan literasi keuangan. Literasi keuangan perlu diajarkan kepada anak sekolah sejak dini, salah satu caranya dengan mulai menyisihkan uang jajan untuk menabung,” ucapnya.
Dengan literasi keuangan, pihaknya berupaya agar tabungan pelajar ini bisa berkelanjutan. ”Kami harap pelajar bisa konsisten menabung dan menggunakan uangnya dengan tepat, untuk itu kami akan bangun ekosistemnya. Seperti gurunya dan orang tuanya juga akan mendapat dukungan literasi keuangan," tambah Mufid.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi upaya OJK bersama Bank Jatim yang terus melakukan edukasi literasi keuangan sejak dini pada generasi muda Banyuwangi. ”Literasi keuangan menjadi bagian pendidikan yang penting untuk bekal masa depan anak dan ini juga menjadi bentuk nyata pentingnya kolaborasi dan keterlibatan banyak pihak dalam dunia pendidikan termasuk lembaga keuangan dan perbankan," katanya.
Ipuk menambahkan, literasi keuangan sejak dini akan membantu pelajar melakukan pengelolaan keuangan dengan lebih bijak. Tidak hanya membentuk kebiasaan menabung tapi juga bisa menghindari sikap konsumtif. "Dengan mengenal literasi keuangan, anak-anak mulai dibiasakan merencanakan masa depan finansial yang lebih baik. Selain itu mereka juga bisa terhindar dari kesalahan-kesalahan pengelolaan keuangan yang saat ini marak terjadi seperti judi daring dan lainnya," tutupnya.(an)
BONDOWOSO, KORANRAKYAT.COM,-6 Mei 2025. Sebagai upaya untuk mempercepat swasembada gula nasional, Gubernur Jawa Timur bersama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) telah meluncurkan Kredit Usaha Rakyat Khusus (KURsus) kluster petani tebu Jawa Timur bekerja sama dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim). Bertempat di Kebun Tebu Prajekan Bondowoso, launching tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Direktur Utama SGN Mahmudi, dan Direktur Keuangan, Treasury & Global Services Bank Jatim Edi Masrianto pada hari Selasa (6/5).
Edi menjelaskan, dalam hal ini Bank Jatim berperan sebagai bank penyalur KURsus untuk para petani tebu. Bantuan akses permodalan tersebut sebagai wujud upaya nyata perseroan dalam mendukung pengembangan sektor perkebunan dan sekaligus mendorong kesejahteraan petani tebu. ”Sebagai BUMD terbesar di Jawa Timur, kami berkomitmen untuk mendukung program prioritas pemerintah salah satunya ketahanan pangan nasional dan swasembada gula. Bank Jatim ingin berkontribusi untuk bisa membuat para petani ini naik kelas dan lebih sejahtera,” paparnya.
Melalui kerja sama ini, lanjut Edi, Bank Jatim ingin memastikan agar para petani mendapatkan akses pembiayaan yang murah, mudah, dan disertai pendampingan yang cukup. Dengan begitu, petani tebu dapat berkontribusi lebih besar lagi dalam menggerakkan roda ekonomi. ”Bank Jatim melihat bahwa sektor pertanian memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional maupun Jawa Timur. Maka dari itu melalui kemitraan strategis seperti yang kami lakukan dengan SGN ini, kami berupaya menciptakan ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan, di mana para petani akan memiliki akses lebih mudah terhadap pembiayaan sesuai dengan kebutuhan mereka,” terangnya.
Edi berharap sinergi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para petani tebu yang menjadi mitra SGN, serta mendukung terciptanya ekosistem pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan di Jawa Timur. “Kami optimis bahwa kolaborasi ini akan membawa dampak positif bagi seluruh pihak yang terlibat. Kami ingin menjadi mitra strategis dalam membangun ekosistem pertanian yang modern dan berdaya saing tinggi, sejalan dengan visi Bank Jatim untuk mendorong inklusi keuangan di berbagai sektor,” imbuhnya.
Sepanjang tahun 2024, Bank Jatim mampu mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 16,98 persen (YoY). Angka tersebut di atas pertumbuhan rata – rata nasional yang hanya 10,39 persen (YoY) menurut OJK. Untuk portofolio kredit produktif Bank Jatim berhasil mencapai Rp 29,65 triliun atau meningkat 25,88 persen (YoY). Kenaikan itu ditopang oleh segmen mikro yang tumbuh 23,34 persen (YoY), segmen ritel dan menengah yang naik 68 persen, serta segmen korporasi yang meningkat 1,28 persen (YoY). Untuk segmen mikro sendiri, penyaluran KUR Bank Jatim tahun 2024 berada di angka Rp 5,61 triliun dan Jatim Mikro sebesar Rp 3,32 triliun.
Sementara itu, Khofifah menyampaikan, peluncuran KUR Khusus Kluster Petani Tebu ini menjadi sangat penting karena melalui koordinasi bersama dengan Kemenko Perekonomian, PT SGN, dan perbankan termasuk Bank Jatim. Selain itu, KURsus Petani Tebu ini diyakini akan memberikan multiplier benefit. ”Manfaatkan KUR ini untuk usaha produktif, bukan konsumsi. Seperti pengadaan bibit unggul, pupuk organik/ insektisida ramah lingkungan, serta alat olah tebu yang efisien. Karena keberhasilan bukan hanya diukur kuantitas gula, tetapi juga kualitas dan kesinambungan,” pesan Khofifah kepada seluruh tamu yang hadir.
Menurut Khofifah, Jawa Timur adalah penghasil gula tertinggi di Indonesia. Produksi tebu Jawa Timur pada tahun 2024 mencapai 16,69 juta ton dari 238.135 hektare, atau setara 50 persen dari total produksi nasional. Dari jumlah tersebut, dihasilkan 1,26 juta ton gula kristal putih. Angka ini menegaskan posisi Jawa Timur sebagai kontributor utama bagi pasokan gula nasional, dengan rata-rata kontribusi sekitar 50 persen secara tahunan.
Oleh karena itu, Khofifah menyampaikan bahwa KURsus ini adalah wujud nyata upaya bersama untuk memperjuangkan kesejahteraan petani tebu. ”Kita ingin petani tebu naik kelas, dari buruh ladang menjadi pengusaha pangan yang tangguh dan bermartabat," tegasnya. Adapun KURsus tersebut memiliki suku bunga tetap 6% dan mendukung pembiayaan ulang bagi peremajaan kebun (> 25 tahun) serta adopsi varietas unggul yang bisa meningkatkan rendemen dari 7% menjadi 8–9%.
Orang nomor satu di Jawa Timur tersebut juga meminta dukungan penuh dari perbankan dan dinas perkebunan di seluruh Jatim agar modal kerja petani tebu bisa terpenuhi secara merata. ”Kepada Bank Jatim yang mempelopori berjalannya KUR khusus ini, diharapkan prosedur penyaluran KUR dapat berlangsung cepat, transparan, dan tepat sasaran, sehingga tidak ada petani yang tertinggal,” ucap Khofifah.(an)
SURABAYA, KORANRAKYAT.COM,-5 Mei 2025. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) telah melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama kesepahaman dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Jawa Timur. Perjanjian yang ditandatangani yaitu tentang Peningkatan Intensitas Pelaksanaan Lelang Eksekusi Objek Hak Tanggunan Sesuai Pasal 6 UU Hak Tanggungan dan Lelang Eksekusi Objek Jaminan Fidusia Sesuai Pasal 29 UU Jaminan Fidusia. Bertempat di Ruang Bromo Kantor Pusat Bank Jatim, perjanjian itu diteken oleh Direktur Manajemen Risiko Bank Jatim Eko Susetyono dan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Jawa Timur Dudung Rudi Hendratna pada hari Senin (7/5).
Eko menjelaskan, ruang lingkup perjanjian ini meliputi beberapa hal. Antara lain peningkatan intensitas pelaksanaan lelang eksekusi objek hak tanggungan sesuai pasal 6 UUHT dan lelang eksekusi objek jaminan fidusia sesuai pasal 29 UUJF, optimalisasi proses verifikasi dokumen dan penetapan lelang, serta pemantauan dan evaluasi terhadap perkembangan dan/atau kendala dalam pelaksanaan optimalisasi pelaksanaan lelang eksekusi objek hak tanggungan sesuai pasal 6 UUHT dan lelang eksekusi objek jaminan fidusia sesuai pasal 29 UUJF.
”Semua itu bertujuan untuk pengoptimalan lelang eksekusi. Dapat kami sampaikan bahwa kerja sama dengan DJKN ini sebagai salah satu upaya dalam rangka memperkuat kolaborasi dan kerja sama yang sudah terjalin baik antara Bank Jatim dengan Kantor Wilayah DJKN Jawa Timur,” ucapnya.
Selain itu, perjanjian kerja sama yang memiliki jangka waktu tiga tahun tersebut juga untuk mendukung upaya perseroan menekan rasio Non Performing Loan (NPL). Menurut Eko, kerja sama dengan DJKN menjadi salah satu solusi efektif untuk mendapatkan recovery aset yang terbaik dan aman karena proses lelang dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku.
Eko menambahkan, pelaksanaan lelang eksekusi yang efektif dan efisien juga menjadi harapan besar bagi Bank Jatim. Sebab, pelaksanaan lelang eksekusi ini tidak hanya sebagai salah satu strategi penyelesaian piutang perbankan. Melainkan bank juga akan memperoleh recovery kredit dari lelang.
”Kami harap sinergitas ini dapat tereksekusi dengan baik melalui koordinasi dan komunikasi di level teknis. Besar harapan kami juga bahwa implementasi kerjasama yang baik ini dapat terus terjalin sehingga kinerja masing-masing lembaga ke depannya akan menjadi lebih efektif dan efisien,” tegasnya.
Sementara itu, Dudung Rudi Hendratna memberikan apresiasi kepada Bank Jatim yang telah berinisiatif menyelenggarakan acara tersebut. ”Kerja sama ini dapat semakin memperkuat sinergi antara DJKN dan Bank Jatim dalam rangka meningkatkan kualitas layanan lelang hak tanggungan,” tuturnya.(an)
Bukti Nyata Apresiasi Kepada Nasabah, BJTM Selenggarakan Pengundian Kredit Multiguna Berhadiah Umroh
SURABAYA, KORANRAKYAT.COM,-06 Mei 2025. Sebagai bentuk apresiasi terhadap seluruh Nasabah Kredit Multiguna, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) telah melaksanakan kegiatan Pengundian Kredit Multiguna Berhadiah Umroh Tahun 2025 Tahap 2 pada hari Selasa (06/05). Bertempat di Ruang Bromo Bank Jatim Kantor Pusat, kegiatan tersebut dihadiri oleh Pgs. SEVP Consumer Banking Koerniawan Prijambodo dan Wahyu Kusuma Wisnubroto SEVP Network & Service serta para saksi Undian Umroh.
Direktur Utama bankjatim Busrul Iman menjelaskan, program pengundian ini merupakan bentuk apresiasi kepada para nasabah yang telah mempercayakan pembiayaan kebutuhan multiguna kepada Bank Jatim. ”Kami menyadari bahwa kepercayaan nasabah adalah fondasi utama dalam membangun layanan keuangan yang bermanfaat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, acara ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga momentum untuk mempererat hubungan baik antara bank dan nasabah,” ujarnya.
Kredit multiguna merupakan salah satu produk bankjatim yang telah mendapatkan simpati masyarakat dan mampu membantu banyak nasabah dalam memenuhi segala kebutuhan yang bermanfaat untuk kesejahteraannya. Hal tersebut selaras dengan misi bankjatim untuk memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi Jawa Timur, sehingga dapat berdampak positif terhadap peningkatan daya beli masyarakat.
”Di samping membantu kesejahteraan masyarakat, produk kredit multiguna juga memiliki daya tarik tersendiri. Karena terdapat banyak program yang menguntungkan bagi nasabah, salah satunya dengan mengadakan program undian KMG berhadiah umroh, sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan dari bankjatim kepada para nasabah yang telah mempercayakan kebutuhan finansialnya di tempat kami,” paparnya.
Program Undian KMG berhadiah Umroh dengan kuota 100 (seratus orang) pemenang ini, dibagi menjadi 2 (dua) tahap pengundian yaitu : Pengundian tahap-I yang sudah dilakukan pada tanggal 18 Desember 2024. Selanjutnya pengundian tahap-II dilakukan pada hari Selasa, tanggal 06 Mei 2025 dengan total pemenang undian sebanyak 76 orang dari seluruh Kantor Cabang Bank Jatim yang jadwal keberangkatannya akan dilaksanakan pada Semester ke 2 (dua).
Bank Jatim mencatatkan kinerja keuangan yang solid dengan pertumbuhan laba terbesar di antara BPD lain senilai 1,281 T pada Desember 2024. Didorong oleh lonjakan signifikan dalam penyaluran kredit, Bank Jatim telah menyalurkan kredit sebesar 64,057 T atau 16,98% secara Yoy. Dengan komposisi Kredit Konsumer sebesar 34,407 T serta Kredit Produktif yang meningkat sebesar 25,88% secara Yoy yaitu 29,649 T.
“Pencapaian ini menjadi indikator bahwa Bank Jatim tidak hanya mampu menjaga stabilitas operasional di tengah dinamika ekonomi, tetapi juga berhasil memaksimalkan momentum pertumbuhan melalui fungsi intermediasi yang optimal. Ke depan, manajemen optimistis kinerja positif ini dapat terus berlanjut seiring upaya penguatan transformasi digital dan peningkatan efisiensi operasional,” tutup Busrul.(an)
SURABAYA, KORANRAKYAT.COM,-5 Mei 2025. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) telah melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama kesepahaman dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Jawa Timur. Perjanjian yang ditandatangani yaitu tentang Peningkatan Intensitas Pelaksanaan Lelang Eksekusi Objek Hak Tanggunan Sesuai Pasal 6 UU Hak Tanggungan dan Lelang Eksekusi Objek Jaminan Fidusia Sesuai Pasal 29 UU Jaminan Fidusia. Bertempat di Ruang Bromo Kantor Pusat Bank Jatim, perjanjian itu diteken oleh Direktur Manajemen Risiko Bank Jatim Eko Susetyono dan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Jawa Timur Dudung Rudi Hendratna pada hari Senin (7/5).
Eko menjelaskan, ruang lingkup perjanjian ini meliputi beberapa hal. Antara lain peningkatan intensitas pelaksanaan lelang eksekusi objek hak tanggungan sesuai pasal 6 UUHT dan lelang eksekusi objek jaminan fidusia sesuai pasal 29 UUJF, optimalisasi proses verifikasi dokumen dan penetapan lelang, serta pemantauan dan evaluasi terhadap perkembangan dan/atau kendala dalam pelaksanaan optimalisasi pelaksanaan lelang eksekusi objek hak tanggungan sesuai pasal 6 UUHT dan lelang eksekusi objek jaminan fidusia sesuai pasal 29 UUJF.
”Semua itu bertujuan untuk pengoptimalan lelang eksekusi. Dapat kami sampaikan bahwa kerja sama dengan DJKN ini sebagai salah satu upaya dalam rangka memperkuat kolaborasi dan kerja sama yang sudah terjalin baik antara Bank Jatim dengan Kantor Wilayah DJKN Jawa Timur,” ucapnya.
Selain itu, perjanjian kerja sama yang memiliki jangka waktu tiga tahun tersebut juga untuk mendukung upaya perseroan menekan rasio Non Performing Loan (NPL). Menurut Eko, kerja sama dengan DJKN menjadi salah satu solusi efektif untuk mendapatkan recovery aset yang terbaik dan aman karena proses lelang dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku.
Eko menambahkan, pelaksanaan lelang eksekusi yang efektif dan efisien juga menjadi harapan besar bagi Bank Jatim. Sebab, pelaksanaan lelang eksekusi ini tidak hanya sebagai salah satu strategi penyelesaian piutang perbankan. Melainkan bank juga akan memperoleh recovery kredit dari lelang.
”Kami harap sinergitas ini dapat tereksekusi dengan baik melalui koordinasi dan komunikasi di level teknis. Besar harapan kami juga bahwa implementasi kerjasama yang baik ini dapat terus terjalin sehingga kinerja masing-masing lembaga ke depannya akan menjadi lebih efektif dan efisien,” tegasnya.
Sementara itu, Dudung Rudi Hendratna memberikan apresiasi kepada Bank Jatim yang telah berinisiatif menyelenggarakan acara tersebut. ”Kerja sama ini dapat semakin memperkuat sinergi antara DJKN dan Bank Jatim dalam rangka meningkatkan kualitas layanan lelang hak tanggungan,” tuturnya.(an)










