Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik dan tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Bank Jatim Raih Tiga Penghargaan, Perkuat Kinerja Bisnis dan Kualitas Layanan
Last Updated on Oct 14 2026

Bank Jatim Raih Tiga Penghargaan, Perkuat Kinerja Bisnis dan Kualitas Layanan

                          JAKARTA,KORANRAKYAT.COM,- 12 Oktober 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2026 kategori Champion of Growth – Bank BPD (Jawa-Bali)....
Bank Jatim dan PWRI Jawa Timur Perkuat Sinergi,  Hadirkan Kartu Pintar Elektronis bagi Anggota
Last Updated on Oct 13 2026

Bank Jatim dan PWRI Jawa Timur Perkuat Sinergi, Hadirkan Kartu Pintar Elektronis bagi Anggota

  SURABAYA, KORANRAKYAT.COM,-12 Oktober 2026. ,-PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat sinergi dengan berbagai organisasi dalam rangka memperluas pemanfaatan produk dan layanan jasa perbankan. Kali ini, Bank Jatim menjalin kerja sama dengan Pengurus Persatuan...
Bank Jatim Perkuat Sinergi dengan DPD REI Jawa Timur, Percepat Penyaluran Kredit Perumahan
Last Updated on Oct 12 2026

Bank Jatim Perkuat Sinergi dengan DPD REI Jawa Timur, Percepat Penyaluran Kredit Perumahan

 Wakil Direktur Utama Bank Jatim Arif Wicaksono hadir untuk menyaksikan penandatanganan yang dilakukan oleh Vice President Consumer Bank Jatim Fenty Riscana K. dengan Ketua DPD REI Jawa Timur Mochamad Ilyas.   SURABAYA, KORANRAKYAT.COM,-08 Oktober 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur...
Bank Jatim Resmi Buka Kantor Cabang Balikpapan, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Jawa Timur dan Kalimantan Timur
Last Updated on Oct 11 2026

Bank Jatim Resmi Buka Kantor Cabang Balikpapan, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Jawa Timur dan...

BALIKPAPAN,KORANRAKYATCOM,- 9 Oktober 2026 — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) resmi membuka Kantor Cabang Balikpapan pada Jumat (9/10). Peresmian ini menjadi momentum penting bagi Bank Jatim dalam memperluas jangkauan layanan perbankan sekaligus memperkuat kolaborasi ekonomi...
Bank Jatim Dorong Penguatan UMKM melalui Expo UMKM & Ekosistem Haji dan Umrah 2026
Last Updated on Sep 30 2026

Bank Jatim Dorong Penguatan UMKM melalui Expo UMKM & Ekosistem Haji dan Umrah 2026

    MADIUN,KORANRAKYAT.COM,- 27 September 2026.PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan UMKM dan ekosistem ekonomi halal. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi Bank Jatim sebagai...

World Today

Redaksi

Redaksi

Thursday, 20 March 2025 14:27

 

JAKARTA, KORANRAKYAT.COM,÷ PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sukses mencatatkan kinerja yang positif sepanjang tahun lalu. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil Pemaparan Publik Kinerja Laporan Keuangan Tahun Buku 2024 yang telah diselenggarakan pada hari Kamis (20/3). Bertempat di Jakarta, pemaparan tersebut dihadiri oleh Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman, Direktur Keuangan, Treasury & Global Services Bank Jatim Edi Masrianto, Direktur Bisnis Mikro, Ritel, dan Usaha Syariah Bank Jatim R. Arief Wicaksono, serta Direktur Kepatuhan Bank Jatim Umi Rodiyah.

Busrul menjelaskan, tahun 2024 menjadi tonggak sejarah bagi Bank Jatim seiring dengan terlaksananya aksi korporasi Kelompok Usaha Bank (KUB) antara Bank Jatim dengan Bank NTB Syariah. Kolaborasi KUB ini akan menciptakan sinergi yang berkelanjutan tidak hanya di aspek permodalan, namun juga dari aspek keuangan dan business serta aspek pendukung lainnya dalam rangka menciptakan value creation baru antar BPD untuk bersama membangun negeri.

Adapun kinerja Bank Jatim sampai akhir tahun 2024 cukup positif. Kinerja keuangan ini merupakan konsolidasi yang juga mencakup kinerja anggota KUB yaitu Bank NTB Syariah. Hingga Desember 2024, nilai asset BJTM secara konsolidasi sebesar Rp 118 triliun atau naik 13,7 persen dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan asset mayoritas tersebut berasal dari kontribusi asset produktif seperti pertumbuhan penyaluran kredit sebesar Rp 75,3 triliun atau naik 37,6 persen (YoY) dan pengelolaan dana pihak ketiga sebesar Rp 90 triliun atau naik 15 persen (YoY). ”Atas pengelolaan asset itu, Bank Jatim di tahun 2024 mampu membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 5,7 triliun atau meningkat 13,6 persen (YoY),” paparnya.

Kemudian apabila dilihat dari sisi laba bersih Bank Jatim (bank only) sepanjang tahun 2024 sukses mencapai Rp 1,28 triliun. Angka tersebut berhasil menjadi laba terbesar di antara BPD – BPD seluruh Indonesia. ”Di tengah tantangan ekonomi makro dan juga domestik, kami bersyukur bahwa Bank Jatim masih mampu membukukan kinerja terbaik di antara peer group BPD, terutama dalam perolehan laba bersih untuk bank only periode tahun buku 2024. Hal ini sesuai dengan visi dan misi Bank Jatim untuk terus tumbuh serta berkembang menjadi BPD no. 1 di Indonesia,” tegas Busrul. 

Busrul menuturkan, Bank Jatim memang senantiasa terus berusaha menerapkan keseimbangan dalam pencapaian bisnis dan kemanfaatan yang lebih luas kepada seluruh pemangku kepentingan. Hal ini merupakan deliverable item Bank Jatim berupa value beyond profit demi mendukung keuangan berkelanjutan. Ini dapat dilihat dari lini bisnis, Bank Jatim telah menyediakan kredit yang berwawasan lingkungan ke beberapa sektor. Antara lain efisiensi energi sebesar Rp 2,40 triliun, pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan yang berkelanjutan sebesar Rp 2,01 triliun, pengelolaan air serta limbah yang berkelanjutan sebesar Rp 557 miliar, dan masih banyak lagi.

Di samping itu, pada tahun 2024 Bank Jatim juga aktif dalam penyaluran CSR di beberapa bidang. Seperti CSR bidang pendidikan telah tersalurkan sebesar Rp 2,76 miliar, bidang kesehatan sebesar Rp 3,93 miliar, dan kegiatan sosial lainnya sebesar Rp 10,24 miliar.

”Kami yakin di tahun 2025 ini peluang bisnis Bank Jatim untuk bertumbuh cukup besar. Hal tersebut dapat dilihat dari kapasitas bisnis Bank Jatim di tahun 2025 akan ditingkatkan secara unorganik melalui sinergi KUB dengan BPD lainnya. Dimana pada tahun 2024, Bank Jatim telah bersinergi dengan Bank NTB Syariah dan di tahun 2025 akan dilanjutkan dengan 4 BPD lainnya yang sudah menandatangani Share Holder Agreement (SHA),” tutur Busrul. 

Selain itu, dengan berlakunya roadmap BPD 2024 – 2027 akan memberikan peluang kepada Bank Jatim untuk menjadi anchor/mitra strategis dari BPR/BPRS untuk bersinergi dari sisi bisnis, tata Kelola ataupun hal yang lainnya. Tentu ini menjadikan Bank Jatim memiliki positioning yang lebih besar dalam penguasaan market share.

Kemudian dari seluruh utilitas penggunaan layanan digital Bank Jatim yaitu JConnect juga tak luput dari peningkatan. Busrul menyampaikan, demi mengoptimalkan layanan perbankan untuk daerah yang memiliki potensi bisnis besar, Bank Jatim juga memaksimalkan layanan melalui Agen Jatim. Selain utilitas transaksi perbankan, Agen Jatim ternyata mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan penyaluran kredit utamanya melalui metode referral dengan total agen sebanyak 12.822 agen.

Dalam kesempatan tersebut, R. Arief Wicaksono juga menyampaikan, Bank Jatim sendiri di tahun 2024 mampu mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 16,98 persen (YoY). Angka ini sukses melebihi pertumbuhan rata – rata nasional yang hanya 10,39 persen (YoY) menurut OJK. Komposisi dari kinerja apik tersebut terdiri dari portofolio kredit konsumtif sebesar Rp 34,41 triliun atau meningkat 10,26 persen (YoY) dan portofolio kredit kredit produktif sebesar Rp 29,65 triliun atau naik 25,88 persen (YoY).

Sementara itu, dalam menghadapi tahun 2025 dengan tantangan dan peluang potensi yang ada, manajemen Bank Jatim telah menetapkan guidance kinerja di tahun 2025. Untuk asset dan DPK ditargetkan mampu tumbuh 2-3 persen. Kemudian kredit ditargetkan tumbuh 14 – 16 persen melanjutkan pertumbuhan kredit tahun 2024. Manajemen akan terus berupaya menjaga asset produktif yang ideal dan berkualitas serta dengan pencadangan yang cukup seiring dengan pertumbuhan kredit yang eksponensial  dan memastikan bahwa seluruh potensi risiko yang mungkin terjadi masih sesuai dengan risk appetite. Tidak hanya itu saja, Bank Jatim juga akan melanjutkan rencana strategis korporasi yang memberikan dampak bisnis secara linier maupun unorganik seperti KUB, konsolidasi BPR, dan aksi korporasi lainnya.(an)

Wednesday, 19 March 2025 12:08

 

TERNATE, KORANRAKYAT.COM, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali melaksanakan kegiatan Misi Dagang dan Investasi. Kali ini, acara tersebut dilaksanakan di Ternate, Maluku Utara. bankjatim turut serta mendukung program Pemprov Jawa Timur ini dengan mengikutsertakan UMKM binaanya. Bertempat di Gamalama Ballroom, Bela Hotel, Ternate, Rabu (13/3), kegiatan Misi Dagang dan Investasi ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, Direktur IT, Digital & Operasional bankjatim Zulhelfi Abidin, beserta Kepala OPD Jawa Timur dan Sumatera Utara.

Zulhelfi Abidin menjelaskan, pertumbuhan UMKM di Jawa Timur kini semakin pesat dan potensinya sangat besar. Sampai saat ini sudah ada lebih dari 9 juta UMKM di Jawa Timur. Sehingga tak heran apabila UMKM disebut sebagai tulang punggung perekonomian Jawa Timur. Melihat hal tersebut, bankjatim senantiasa mengambil langkah yang tepat agar pertumbuhan UMKM tak berhenti di tengah jalan. ”Kami terus berkolaborasi dengan berbagai pihak demi mendorong UMKM agar semakin tumbuh dan berkembang di tengah persaingan yang kian ketat. Salah satunya sinergi dengan Pemprov Jawa Timur lewat kegiatan Misi Dagang ini,” paparnya.

Zulhelfi juga menegaskan, bankjatim akan terus berkomitmen untuk membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh pelaku UMKM. Mulai dari akses pemasaran, pembiayaan, hingga pendampingan. ”Salah satu misi bankjatim pada kegiatan ini adalah membantu UMKM Binaan memperluas jaringan pasar dan mendukung pemerintah dalam memperkuat jalinan perdagangan antara Provinsi Jawa Timur dan Maluku Utara,” terangnya.

Terdapat 3 UMKM binaan bankjatim yang diikutsertakan pada gelaran tersebut. Antara lain produk spa dari UMKM CV Tirta Ayu, produk jamu dari UMKM Djamoe, dan produk batik dari UMKM Batik Lestari. Produk-produk unggulan UMKM Binaan bankjatim ini diharapkan mampu memberikan manfaat sesuai kebutuhan masyarakat di daerah Ternate, Maluku Utara. ”Sebagai bank milik daerah, kami akan terus mendukung UMKM agar pertumbuhannya semakin pesat dan memiliki kualitas yang bagus sehingga dapat bersaing di pasar nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut, bankjatim juga mempersembahkan Seni Pertunjukan Wastra Batik dari UMKM binaan bankjatim asal Probolinggo, Batik Lestari. Ada empat motif batik yang ditampilkan. Yaitu motif Ayam Bekisar, motif Geisha, motif Burung Hong, dan motif Penari Gandrung. ”Pertunjukan wastra batik ini merupakan salah satu cara bankjatim untuk melestarikan serta meningkatkan gairah masyarakat dalam mencintai warisan leluhur, khususnya bagi generasi muda. Semoga ke depannya masyarakat peminat batik semakin meningkat dan batik Indonesia bisa semakin dikenal di kancah global,” terangnya.

Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan dalam sambutannya, Misi Dagang ini merupakan upaya Pemerintah Provinsi Jawa  Timur untuk mempertemukan para pelaku usaha dari Jawa Timur dan Provinsi Mitra dalam menyebarluaskan potensi produk industri, perdagangan, perikanan, agrobisnis dan peluang investasi lainnya secara terintegrasi dalam rangka memenuhi substitusi impor (bahan baku) dan kebutuhan lainnya yang diharapkan mampu meningkatkan nilai perdagangan dalam negeri. 

“Misi dagang tahun ini, kerja sama yang terjalin semakin diperkuat, meningkatkan volume perdagangan dan memperkuat jaringan bisnis sehingga membuka peluang baru yang lebih luas bagi dunia usaha serta investasi di Jawa Timur dan Maluku Utara,” tuturnya.

Adapun kegiatan Misi Dagang Jatim Malut ini merupakan Misi Dagang ke-37 sejak tahun 2019 sampai 2025 dan Misi Dagang pertama di tahun 2025. Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan kerjasama antara Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Maluku Utara dapat terus berkembang, memberikan manfaat ekonomi yang signifikan, serta memperkuat sinergi antar daerah. 

Yang menakjubkan, gelaran Misi Dagang antara Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Sumatera Utara ini ditutup dengan nilai komitmen transaksi mencapai Rp 568,042 miliar dengan rincian Jatim membeli Rp 296,368 miliar dan Jatim menjual Rp 271,674 miliar.. Beberapa produk yang masuk ke Maluku Utara dari Jawa Timur meliputi kendaraan bermotor dan barang manufaktur, besi dan baja, BBM dan minyak petroleum, beras, ayam potong, telur, serta produk pangan beku. Selain itu, ada pula produk pertanian seperti nanas jumbo organik dari Jember (an)

Monday, 17 March 2025 05:54

 

JAKARTA, KORANRAKYAT.COM,-  Dalam rangka mendukung perluasan pasar hingga ke mancanegara, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) telah sukses mengikutsertakan mitra binaannya dalam pameran bergengsi yang bertajuk International Furniture Expo (IFEX) 2025. IFEX merupakan pameran mebel dan kerajinan terbesar di Indonesia yang di dalamnya menampilkan desain furnitur elegan dan ramah lingkungan. Pameran yang diselenggarakan pada tanggal 6 – 9 Maret 2025 tersebut diikuti oleh empat mitra binaan Bank Jatim yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur. Seperti Sidoarjo, Situbondo, hingga Malang. 

Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman menjelaskan, peserta IFEX tidak hanya berasal dari Indonesia saja. Tetapi juga dari negara-negara lain seperti Taiwan, Tiongkok, Belgia, Singapura, Malaysia, Turki, dan masih banyak lagi. Menurutnya, keikutsertaan Bank Jatim dalam IFEX 2025 ini tentu dapat membuka peluang dalam perluasan bisnis nasabah binaan hingga pasar global. ”Selain itu, juga bisa menjadi stimulus bagi IKM maupun perusahaan yang berkegiatan ekspor di Jawa Timur untuk dapat menggunakan produk dan layanan Bank Jatim. Sehingga potensi untuk meningkatkan brand awareness dan portofolio transaksi ekspor Bank Jatim bisa semakin besar lagi,” paparnya.

Adapun nama – nama mitra binaan Bank Jatim yang berhasil mengikuti IFEX 2025 yaitu CV Delta Raya, CV Pilar Factory, PT Siklus Karya Global (Robries), dan PT Kriya Alam Indonesia. Busrul menegaskan, perseroan sebagai bank milik masyarakat Jawa Timur terus berkomitmen untuk membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh nasabah binaan Bank Jatim. Mulai dari akses pemasaran, pembiayaan, hingga pendampingan. 

”Kami sangat mendukung IKM dalam mengembangkan usahanya. Bank Jatim senantiasa akan akan terus mendukung para iKM agar pertumbuhannya semakin pesat dan memiliki kualitas yang bagus sehingga dapat bersaing di pasar nasional maupun internasional. Salah satunya dengan memfasilitasi mitra binaan kami untuk mengikuti IFEX 2025 ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan RI Budi Santoso menjelaskan, pameran seperti IFEX ini berperan penting dalam mendorong pertumbuhan industri furnitur nasional. Pameran internasional tersebut menjadi platform utama untuk promosi ekspor, ekspansi bisnis, dan inovasi teknologi, serta memperkuat reputasi Indonesia sebagai pusat manufaktur furnitur terkemuka. 

”Sebagai ajang bertemunya pelaku industri dengan pembeli internasional, IFEX menjadi wadah tepat untuk membuka jalan kemitraan dagang dan peluang investasi bagi pelaku industri. Kemendag akan terus mendukung perajin furnitur untuk dapat meningkatkan dan memperluas ekspor. Para perajin dapat memanfaatkan fasilitas berupa business matching dan misi dagang melalui perwakilan perdagangan yang ada di luar negeri,” terangnya.

Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur menambahkan, industri mebel dan kerajinan adalah industri yang sangat strategis. Selain sebagai industri padat karya, industri ini juga merupakan industri berbasis kreatif yang mampu bertahan lama. ”Tahun ini, tercatat ada 14.507 pengunjung atau naik dibanding 13.000 pengunjung pada 2024. Pengunjung mayoritas berasal dari Eropa. Hal menarik dari anomali baru ini adalah kehadiran pembeli baru, termasuk yang untuk pertama kalinya datang ke Indonesia. Ini membuktikan bahwa IFEX berhasil membuka peluang pasar dan menciptakan potensi transaksi baru bagi para peserta,” ucapnya.(an)

Friday, 14 March 2025 07:58

 

SURABAYA, KORANRAKYAT.COM, Bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Situbondo sejak tanggal 3 – 5 Februari 2025 lalu telah membawa kerugian, baik material maupun non material. Tercatat ada ribuan rumah yang terdampak banjir dan tidak sedikit juga rumah yang rusak total akibat bencana tersebut. 

Kejadian yang memilukan ini menggerakkan hati Jatimers (karyawan Bank Jatim) untuk ikut ambil bagian, bahu membahu demi meringankan beban masyarakat di Kabupaten Situbondo. Sebagai wujud rasa kepedulian dan implementasi dari nilai budaya perusahaan yaitu Synergy, Jatimers telah melakukan kegiatan donasi. Bantuan Donasi yang bertajuk Jatimers Peduli itu telah dibuka mulai tanggal 10-14 Februari 2025 kepada seluruh Jatimers yang ada di Divisi maupun Cabang Bank Jatim. 

Adapun donasi Jatimers Peduli yang telah terkumpul tersebut diserahkan oleh Pemimpin Cabang Bank Jatim Situbondo Didik Yanuardi dan diterima secara langsung oleh Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayoga serta Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah pada hari Rabu (5/3).

Corporate Secretary Bank Jatim Fenty Rischana K menjelaskan, sejalan dengan misi dan komitmen bankjatim untuk memberikan kontribusi positif dalam menghadapi bencana alam, BJTM dengan cepat telah memberikan bantuan kepada korban banjir dalam bentuk uang tunai. "Kami turut berduka cita atas musibah banjir yang menimpa saudara-saudara kita di Situbondo. Bantuan yang kami salurkan ini diharapkan dapat menjadi penyemangat dan dukungan bagi para korban dalam menghadapi cobaan ini,” tuturnya.

Fenty juga menerangkan, bantuan yang diberikan oleh bankjatim tersebut tidak hanya bertujuan untuk membantu para korban dalam situasi darurat, tetapi juga sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian kepada masyarakat Situbondo yang terdampak bencana. “Kami berharap bantuan yang kami salurkan ini dapat memberikan sedikit kelegaan bagi mereka yang terkena dampak. Dan semoga bantuan ini mampu menjadi sinar terang di tengah situasi sulit yang dihadapi para korban, serta menjadi motivasi bagi upaya pemulihan bersama yang lebih baik di masa mendatang,” tutupnya.(an)

Friday, 14 March 2025 02:57

JAKARTA.KORANRAKYAT.COM,- Indonesia dan Viet Nam sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan, termasuk dalam pengembangan industri pertahanan, latihan militer bersama, serta patroli bersama. Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan bilateral antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Viet Nam (PKV) Tô Lâm di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 10 Maret 2025.

“Di bidang pertahanan dan security, kita sepakat tingkatkan kerja sama pertama dalam industri pertahanan, juga dalam latihan bersama, kerja sama antara kedua pertahanan kita. Tukar menukar perwira, peningkatan dalam latihan, bahkan kita sepakat akan melakukan patroli bersama,” ujar Presiden Prabowo

Kerja sama di bidang pertahanan menjadi bagian penting dalam kemitraan strategis komprehensif antara Indonesia dan Viet Nam. Selain itu, kedua negara juga menegaskan dukungan mereka terhadap stabilitas dan perdamaian kawasan ASEAN sebagai fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita kedua negara sepakat bahwa perdamaian dan stabilitas adalah kunci daripada kemakmuran regional. Kita sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama dengan mitra-mitra ASEAN kita yang lain,” tegasnya.

Selain kerja sama pertahanan, Indonesia dan Viet Nam juga menyepakati penguatan kolaborasi dalam bidang lainnya mulai dari industri perikanan hingga kerja sama antara bank sentral kedua negara. Sebagai bagian dari penguatan hubungan bilateral, Presiden Prabowo menyampaikan rencananya ke Viet Nam untuk melakukan kunjungan balasan

“Saya sudah menyatakan akan mengadakan kunjungan balasan dalam waktu tidak lama lagi ke Viet Nam. Dan di situ saya berharap kita bisa tandatangan implementing agreement tentang kerja sama kita dalam zona ekonomi kita,” katanya

Menurut Presiden, kerja sama mengenai zona ekonomi ini menjadi pencapaian penting, mengingat persoalan ini telah tertunda selama belasan tahun. Presiden Prabowo pun berharap proses ratifikasi pada tingkat legislatif di kedua negara dapat segera selesai

“Kita berharap ratifikasi oleh parlemen kita bulan April sesudah Idulfitri dan mereka juga dalam legislasi, legislatif mereka juga mereka akan ratifikasi dalam waktu dekat. Insyaallah saya akan tandatangan di Hanoi pada kunjungan kenegaraan saya sebagai balasan sebagai balasan dari kunjungan Yang Mulia Tô Lâm,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekjen PKV Tô Lâm juga menyatakan komitmen kedua negara dalam memperkuat kerja sama di sejumlah bidang yang telah berkembang secara substantif dan efektif. Kedua negara juga berkomitmen untuk saling mendukung satu sama lain baik di forum nasional dan internasional, PBB dan nonblok, serta kawasan ASEAN.

“Dan juga peningkatan koordinasi antar negara ASEAN untuk mewujudkan ASEAN lebih kuat menjalankan perannya dan juga meningkatkan solidaritas, juga prinsip ASEAN untuk keamanan regional,” ucap Sekjen PKV

Pada kesempatan ini, Sekjen Tô Lâm turut menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat dari pemerintah dan masyarakat Indonesia kepada dirinya beserta delegasi

“Kami senang berbagi perasaan ini. Saya menyampaikan agar Yang Mulia memperoleh kesehatan yang baik dan kesuksesan,” lanjutnya. (ard)

Friday, 14 March 2025 02:39

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM,-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Talkshow Ramadan Antikorupsi. Acara ini menghadirkan Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Pimpinan KPK Fitroh Rohcahyanto sebagai narasumber.Dalam paparan, Menag menyebut bahwa dirinya telah menulis buku berjudul Teologi Korupsi. “Saya menulis dalam buku Teologi Korupsi mengenai berbagai bentuk korupsi yang terjadi sejak masa para nabi,” ujar Menag di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi, Rabu (12/3/2025).Ia menegaskan bahwa semua agama pada dasarnya memusuhi korupsi. Dalam pandangan Islam, hal ini telah banyak diulas dalam Al-Qur’an dan sejarah para nabi.

Salah satu kisah yang Menag sampaikan adalah ketegasan Nabi Muhammad SAW terhadap tindakan korupsi, bahkan terhadap keluarganya sendiri. Ia menuturkan kisah ketika Nabi SAW mendapat laporan bahwa putrinya, Fatimah, telah mencoba menggunakan kalung dari harta rampasan perang (Ghanimah).Hal ini kemudian dilaporkan oleh Usamah, Panglima Perang Nabi. Nabi Muhammad kemudian menegur Fatimah dan memerintahkan untuk segera mengembalikan kalung tersebut," sebut Menag.

Setelah peristiwa itu, lanjutnya, Nabi SAW mengeluarkan pernyataan tegas. "Demi Allah, Seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri, niscaya aku sendiri yang akan memotong tangannya,” sabda Nabi.Menag juga menceritakan keteladanan Umar bin Khattab ketika menjadi khalifah. Umar bin Khattab pernah dihadiahi sajadah mewah oleh Gubernur Kufah, Al Asy’ari. Namun ia menolaknya, karena ia merasa hadiah tersebut tidak pantas diterima sementara rakyatnya masih banyak yang miskin

Keteladanan serupa juga Menag contohkan dari kisah Umar bin Abdul Aziz yang mematikan lampu di kantornya ketika anaknya datang ke kantor membawa urusan pribadi. Karena menurut Umar bin Abdul Aziz, lampu itu dibiayai oleh negara dan ia tidak ingin menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi.

“Selama 12 tahun menjadi pejabat di Kementerian Agama, termasuk sebagai Dirjen dan Wamen, saya selalu berhati-hati dalam menggunakan fasilitas negara. Bahkan, saya memilih tidak tinggal di rumah dinas, karena khawatir tamu-tamu pribadi saya menggunakan fasilitas negara seperti listrik dan air,” ungkap Menag.

Lebih lanjut, Menag mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan keberkahan hidup. Ia menegaskan bahwa apa yang dilakukan KPK bukan semata-mata penindakan hukum, tetapi juga pencegahan dari perbuatan dosa yang bisa menjerumuskan manusia ke dalam nerakaKita tidak butuh harta melimpah, tapi keberkahan. Apa artinya kekayaan jika hidup penuh masalah? Sebaliknya, hidup sederhana dengan keberkahan lebih menenteramkan. KPK bukan sesuatu yang menakutkan, tapi justru vitamin kehidupan agar kita bisa hidup lebih baik dan bermakna,” tuturnya.(eas)

Wednesday, 12 March 2025 10:10

 

Oleh Sunarsip

Chief Economist, The Indonesia Economic Intelligence (IEI)

Provinsi Jawa Timur (Jatim) memiliki pengaruh besar terhadap perekonomian nasional. Ini mengingat, kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim terhadap perekonomian nasional sangat besar, yaitu sebesar 14,82 persen Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar kedua secara nasional setelah DKI Jakarta. Kontribusi PDRB Jatim terhadap PDB nasional tersebut memiliki potensi untuk meningkat, mengingat ruang bagi pertumbuhan ekonomi di Jatim yang masih terbuka luas. Kenapa demikian?

Pertama, industrialisasi di Jatim terus berkembang. Hal ini ditunjukkan oleh kontribusi sektor Industri Pengolahan di Jatim. Saat ini, kontribusi sektor Industri Pengolahan mencapai hampir 31 persen terhadap PDRB Jatim, atau naik hampir 2 persen dibanding 15 tahun lalu. Di sisi lain, dengan kapasitas kewilayahan serta didukung sumber daya yang cukup (baik sumber daya alam/SDA maupun manusia), industrialisasi di Jatim masih berpeluang berkembang antara lain melalui hilirisasi terhadap SDA berbasis pertanian, kelautan maupun mineral.

Kedua, karakteristik industrialisasi di Jatim relatif berbeda dengan daerah lainnya yang telah lebih dahulu memulai industrialisasinya seperti Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Industrialisasi di Jakarta telah masuk periode sunset karena kontribusi sektor Industri Pengolahan terhadap PDRB Jakarta telah jauh berkurang. Sementara itu, bila kita perhatikan, gejala de-industrialisasi secara nasional dalam 20 tahun terakhir ini sejatinya banyak menimpa industri di Jawa Barat dan Banten. 

Jawa Barat dan Banten adalah daerah yang menjadi awal dimulainya industrialisasi di Indonesia. Industri yang berkembang merupakan substitusi impor dan memiliki ketergantungan tinggi pada impor bahan baku. Pada awal pengembangannya, industri ini banyak memperoleh fasilitas dan insentif dari pemerintah. Nah, begitu berbagai fasilitas dan insentif dicabut pada awal tahun 2000-an, kemudian diikuti oleh tren pelemahan nilai tukar Rupiah, daya tahan mereka pun berkurang. Dan kini, kita bisa menyaksikan banyak diantara mereka menutup pabriknya di Indonesia.

Sementara itu, struktur industri di Jatim lebih banyak didominasi oleh manufaktur penghasil produk konsumer (consumer goods) seperti makanan dan minuman yang mengandalkan bahan baku lokal (baik dari Jatim maupun daerah lainnya). Termasuk pula, industri lainnya seperti pengolahan kayu, bahan galian, logam dasar, serta industri kimia dan farmasi. Dengan karakteristik tersebut, manufaktur di Jatim memiliki daya tahan yang relatif lebih kuat terhadap gejolak eksternal. Termasuk pula, pasar ekspor produk manufaktur Jatim juga sebagian besar dipasarkan ke Asia. Hal tersebut membuat kinerja manufaktur di Jatim relatif solid sehingga mengokohkan perannya terhadap PDRB Jatim.

Meskipun kontribusi sektor Pertanian terhadap PDRB Jatim trennya menurun, namun perannya tetap vital sebagai penyanggah kebutuhan pangan maupun kebutuhan bahan baku bagi sektor Industri Pengolahan di Jatim dan nasional. Saat ini, kontribusi sektor Pertanian terhadap PDRB Jatim mencapai 10,66 persen (2024). Jatim adalah salah satu lumbung pangan nasional terbesar baik yang dihasilkan oleh pertanian pangan, perikanan dan peternakan. Selain dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan di Jatim, hasil pertanian Jatim juga diekspor ke daerah lainnya seperti DKI Jakarta maupun luar Jawa. 

Selain sektor Industri Pengolahan dan sektor Pertanian, perekonomian Jatimjuga ditopang peran dari sektor Perdagangan. Saat ini, kontribusi sektor Perdagangan terhadap PDRB Jatimmencapai 18,81 persen (2024). Tingginya kontribusi sektor Perdagangan tersebut antara lain ditopang oleh tinggi potensi bisnis yang dapat dikembangkan melalui jalur perdagangan (dalam negeri dan luar negeri) seiring dengan solidnya kinerja sektor Industri Pengolahan dan sektor Pertanian. 

Seiring dengan solidnya kinerja di ketiga sektor utama tersebut, kebutuhan konstruksi di Jatim juga meningkat. Konstruksi antara lain dibutuhkan untuk kebutuhan infrastruktur konektivitas, infrastruktur pertanian, perumahan, kawasan industri dan perdagangan, pariwisata, dan lain-lain. Sehingga, tidak mengherankan bila kontribusi sektor Konstruksi terhadap PDRB Jatim terjaga pada level relatif tinggi, sekitar 9 persen pada 2024.

 

Peran Bank Daerah

Sebagaimana disebutkan di atas, Provinsi Jatim memiliki ruang untuk berkembang dengan kontribusi dari sektor Industri Pengolahan yang semakin besar. Potensi ini antara lain didukung oleh berbagai kelebihan yang dimiliki oleh Jatim. Pertama, Jatim memiliki banyak lokasi strategis yang dapat dikembangkan menjadi kawasan industri secara terintegrasi (integrated industrial park) baik untuk mengolah SDA dari Jatim sendiri maupun dari luar Jatim. Kedua, infrastruktur yang mendukung seperti jalan tol trans Jawa yang terkoneksi, infrastruktur energi dan air yang memadai, transportasi darat seperti kereta api, fasilitas pergudangan, pelabuhan, dan bandara. 

Ketiga, akses ketersediaan pendanaan yang besar. Seluruh lembaga keuangan besar ada di Jatim. Disamping itu, dukungan lembaga keuangan milik pemerintah provinsi Jatim seperti Bank Jatim Tbk, juga turut melengkapi dalam mendukung pembiayaan bagi industrialisasi dan transaksi ekspor impor. Keempat, ketersediaan tenaga kerja handal yang memadai. Kelima, dukungan pusat riset dan inovasi yang kuat. Jatim memiliki banyak perguruan tinggi dengan reputasi riset dan inovasi yang diakui secara internasional. Selain itu, Jatim juga memiliki beberapa industri dan BUMN strategis yang dapat menjadi mitra bagi pengembangan inovasi dan produk manufaktur.

Keenam, selain hasil manufaktur dapat dipasarkan melalui ekspor, Jatim sendiri merupakan pasar yang besar. Jatim memiliki penduduk terbesar kedua di Indonesia. Produk manufaktur di Jatim juga dapat dipasarkan ke daerah lain. Ketujuh, dukungan input (bahan baku) yang besar. Hasil pertanian terbesar Jatim dapat dimanfaatkan sebagai input bagi beragam produk agroindustri. Dengan dukungan infrastruktur dan jalur transportasi yang lengkap, Jatim juga dapat mengakses sumber bahan baku dari luar Jatim yang tentunya akan turut memberikan dampak multiplier bagi daerah-daerah tersebut.

Mengingat begitu besarnya potensi pengembangan ekonomi di Jatim, tentunya keterlibatan lembaga keuangan (dalam hal ini perbankan) juga sangat vital untuk mendukung tercapainya kemajuan ekonomi Jatim. Sejauh ini, kebutuhan pembiayaan bagi kegiatan usaha di Jatim, tidak hanya dipenuhi oleh bank-bank yang berlokasi di Jatim, tetapi juga oleh bank-bank yang berlokasi di luar Jatim. Berdasarkan data dari Bank Indonesia, dari total kredit/pembiayaan di Jatim sebesar Rp732,5 triliun per Desember 2024. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp614,7 triliun (atau sekitar 83,9 persen) dipenuhi oleh perbankan yang berlokasi di Jatim. Selebihnya, yaitu sebesar Rp117,8 triliun (atau sekitar 16,1 persen) dipenuhi oleh bank-bank yang berlokasi di luar Jatim. Hal ini memperlihatkan bahwa di mata perbankan nasional, Jatim memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Bank Daerah, dalam hal ini bank yang dimiliki pemerintah daerah (Pemda), juga memperlihatkan peran yang terus berkembang dalam kegiatan pembiayaan usaha di Jatim. Kontribusi kredit/pembiayaan Bank Jatim Tbk terhadap total kredit yang disalurkan perbankan di Jatim relatif besar. Per November 2024, kontribusi kredit Bank Jatim Tbk mencapai 8,9 persen dari total kredit perbankan yang disalurkan di Jatim. Kontribusi atau pangsa kredit Bank Jatim Tbk tersebut meningkat setiap tahunnya, dimana pada 2018 baru mencapai sebesar 6,0 persen dari total kredit perbankan yang disalurkan di Jatim (lihat Gambar).

 

Sumber: Bank Indonesia; The Indonesia Economic Intelligence Analysis

Kenaikan kontribusi kredit Bank Jatim Tbk tersebut dapat terjadi karena ditopang oleh pertumbuhan kreditnya yang relatif tinggi. Pada Desember 2024, pertumbuhan kredit di Jatim mencapai 5,45 persen (year on year, yoy). Sementara itu, pada Januari 2025, kredit Bank Jatim Tbk telah tumbuh sebesar 18,06 persen, jauh di atas rata-rata pertumbuhan kredit secara industri di Jatim. Tingginya pertumbuhan kredit Bank Jatim Tbk tersebut, juga ditopang oleh komposisi pendanaan yang relatif baik.

Dari sisi pendanaan, Bank Jatim Tbk menguasai sebesar 11,30 persen dari dana pihak ketiga (DPK) di perbankan di Jatim pada November 2024. Kontribusi atau pangsa DPK Bank Jatim Tbk tersebut meningkat setiap tahunnya, dimana pada 2018 baru mencapai 9,0 persen dari total DPK perbankan di Jatim. Selain dari penguasaannya yang besar, komposisi pendanaan Bank Jatim Tbk juga sehat. Dimana mayoritas DPK yang diperoleh Bank Jatim Tbk, yaitu sebesar 54,6 persen merupakan dana berbiaya murah baik yang berasal dari Giro maupun Tabungan.

Penulis melihat bahwa terdapat relasi yang kuat antara potensi dan perkembangan ekonomi di Jatim dengan kinerja Bank Jatim Tbk. Fokus bisnis Bank Jatim Tbk pada segmen usaha ritel, mikro, kecil dan menengah (UMKM) memiliki relasi yang kuat dengan komitmen seluruh Pemda (Provinsi dan Kabupaten/Kota) di Jatim. Namun demikian, Jatim memiliki potensi besar sebagai pertumbuhan usaha besar atau korporasi, baik di sektor yang terkait manufaktur maupun usaha penunjang lainnya. Oleh karenanya, Bank Jatim Tbk juga perlu menangkap peluang tersebut sekaligus memperkuat peran dan positioning-nya dalam industri perbankan di Jatim. Penguatan kapasitas dan kapabilitas di bidang pendanaan maupun pembiayaan terkait potensi bisnis baru tersebut juga perlu disiapkan dengan baik.

Kesimpulannya, Jatim memiliki potensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia, khususnya manufaktur. Selain sebagai pusat manufaktur berbasis pertanian (agro industri), Jatim juga memiliki potensi sebagai pusat manufaktur berbasis SDA lainnya yang menjadi keunggulan daerah lain. Bila potensi ini dioptimalkan, Jatim berpotensi memperoleh nilai tambah yang besar dari keberadaan industrialisasi ini. Nilai tambah ini antara lain berupa peningkatan PDRB, lapangan kerja, pendapatan daerah, termasuk berkembangnya UMKM. Tidak hanya itu, Jatim juga memiliki potensi menjadi pusat industri terbesar di Indonesia, menggeser Jawa bagian barat yang kini terdampak akibat de-industrialisasi. (an)

Tuesday, 11 March 2025 10:34

 

BAWEAN,KORANRAKYAT.COM,- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) semakin gencar menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) ke berbagai daerah. Setelah Lamongan dan Malang, kini Bank Jatim kembali menyerahkan CSR di Pulau Bawean. Bantuan yang diberikan yaitu berupa pengadaan tenda, kendaraan roda tiga, dan letter timbul. Bertempat di Pendopo Alun – Alun Kecamatan Sangkapura, CSR tersebut diserahkan secara simbolis oleh AVP Komunikasi Korporat Bank Jatim Mi’roj Subhanto kepada Camat Sangkapura Umar Junid dan Camat Tambak Nur Syamsi pada hari Kamis (6/3).

Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman menjelaskan, beberapa CSR yang diberikan tersebut diharapkan dapat memiliki beberapa manfaat. Antara lain membantu Kecamatan Sangkapura dalam mengakomodir setiap kegiatan umum kemasyarakatan maupun lintas sektoral kemasyarakatan. Terutama dalam hal persiapan sarana kegiatan untuk acara – acara peringatan hari besar nasional dan hari besar Islam. 

Selain itu, juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat melalui UMKM, meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, dan meningkatkan rasa persatuan serta saling memiliki antar stakeholder di Kecamatan Tambak. 

”Penyerahan CSR seperti ini adalah program rutin Bank Jatim sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat. Kami berharap bantuan dari Bank Jatim ini dapat digunakan sebaik-baiknya dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat di Pulau Bawean. Kami juga ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Forkopimcam Sangkapura dan Tambak serta masyarakat Pulau Bawean yang selama ini telah bersinergi dengan Bank Jatim, baik dari sisi operasional maupun pemberdayaan masyarakat,” tegas Busrul. 

Menurut Busrul, penyaluran bantuan itu sebagai salah satu upaya Bank Jatim untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. ”Bank Jatim akan terus berkomitmen dalam mendukung kebijakan Pemkab Gresik, termasuk kecamatan – kecamatan di Pulau Bawean, dan senantiasa akan selalu turut andil mendukung pemerintah demi mewujudkan Pulau Bawean yang semakin sejahtera, maju, dan sukses,” tuturnya.(an)

Monday, 10 March 2025 08:29

 

MALANG, KORANRAKYAT.COM,- Dalam rangka mewujudkan Kabupaten Malang yang bersih dan bebas sampah, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) secara resmi telah menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Pemkab Malang berupa satu unit arm roll truck. Bertempat di Pendopo Kabupaten Malang, penyerahan CSR dilakukan secara simbolis oleh Direktur Manajemen Risiko Bank Jatim Eko Susetyono kepada Bupati Malang Sanusi dengan didampingi oleh Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib pada hari Rabu (5/3).

Eko Susetyono menjelaskan, tujuan dari diberikannya CSR tersebut agar Kabupaten Malang dapat meningkatkan efisiensi dalam hal pengumpulan dan pengangkutan sampah serta mengurangi penumpukan di TPS. Selain itu juga diharapkan dapat mendukung program lingkungan hidup yang berkelanjutan sesuai kebijakan pemerintah daerah dan sekaligus bisa berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan serta kebersihan masyarakat. ”CSR ini adalah simbol pengabdian Bank Jatim untuk Pemkab Malang. Semoga bantuan ini mampu mengurangi tumpukan sampah di beberapa titik karena pengangkutan sampah di Kabupaten Malang masih terbilang cukup tinggi,” tuturnya.

Eko Susetyono menegaskan, secara bertahap, Bank Jatim akan terus mendukung Pemkab dalam pengurangan sampah. Baik secara teknis maupun non-teknis. Hal ini sebagai bukti bahwa Bank Jatim juga peduli terhadap lingkungan. ”Kita semua berharap Kabupaten Malang bisa selalu bersih, indah, dan asri. Mari kita bersama – sama mewujudkan masyarakat yang peduli lingkungan. Semoga kerja sama Bank Jatim dan Pemkab Malang dapat terus berjalan dengan baik ke depannya,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Malang Sanusi menyampaikan, sampah merupakan salah satu sektor yang menjadi atensi tahun ini. Dia menerangkan, hal tersebut sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto saat memberikan pengarahan kepada kepala daerah ketika menjalani retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang pekan lalu. Jika daerah tidak mampu menangani sampah, maka akan diambil alih oleh pemerintah pusat. “Maka dari itu, kami menyampaikan terima kasih kepada Bank Jatim yang peduli terhadap penanganan sampah di Kabupaten Malang dengan memberikan CSR berupa arm roll truck ini,” ujarnya.

Nantinya, armada tersebut akan dimanfaatkan untuk mengatasi pengangkutan sampah yang menumpuk, khususnya di daerah pasar. “Karena ini bantuan dari Bank Jatim Kepanjen, maka kami fokuskan truk tersebut akan beroperasi di Kepanjen, Gondanglegi, dan Dampit. Kami sangat berharap semua pihak bisa berkontribusi nyata dalam mengatasi sampah demi menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” kata Sanusi. (an)

Friday, 07 March 2025 12:49

 

SURABAYA, KORANRAKYAT.COM- Pada hari Selasa (4/3), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) bersama dengan Pemkab Lamongan telah melakukan tiga kegiatan sekaligus. Yaitu penandatanganan MoU Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) antara Pemkab Lamongan dengan Bank Jatim Cabang Lamongan, penandatanganan Pakta Integritas Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Lamongan, serta penyerahan CSR berupa revitalisasi Alon – Alon kepada Pemkab Lamongan.

Bertempat di Ruang Serba Guna Pemkab Lamongan, kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur IT, Digital, dan Operasional Bank Jatim Zulhelfi Abidin, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, dan Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara.

Zulhelfi menjelaskan, Bank Jatim merupakan banknya masyarakat Jawa Timur yang tidak hanya fokus dalam meningkatkan bisnisnya. Melainkan kami juga mengejar nilai yang bermanfaat kepada masyarakat. ”Seperti yang kita lakukan bersama saat ini yaitu penyerahan CSR Bank Jatim Peduli berupa revitalisasi Alon – Alon Lamongan. Sudah menjadi kewajiban kami untuk selalu bersinergi membangun dan mendorong perekonomian daerah di Jawa Timur. Semoga apa yang kami lakukan ini bisa bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan masyarakat,” ungkapnya. 

Adapun revitalisasi tersebut mencakup penambahan lampu pijar, kursi taman, playground, dan masih banyak lagi. “Kami harap dengan adanya revitalisasi Alon-Alon Lamongan ini dapat memperindah tampilan alon-alon sebagai ruang publik sekaligus wajah kota, menambah kenyamanan masyarakat, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Lamongan mengingat di sekitar Alon - Alon banyak pedagang kaki lima dan UMKM,” paparnya.

Kemudian terkait ETPD dan TP2DD, menurut Zulhelfi, digitalisasi pajak dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat. Maka dari itu, dalam kesempatan tersebut, Pemkab Lamongan bersama Bank Jatim juga melaksanakan high level meeting. ”Pemenuhan kebutuhan masyarakat menuntut Bank Jatim untuk terus berinovasi memberikan kemudahan layanan, seperti m-banking, penggunaan QRIS, dan termasuk ETPD. Tujuannya adalah untuk mewujudkan perluasan less cash society dan keuangan inklusif,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menerangkan, penggunaan ETPD akan memberikan kemudahan dalam administrasi. Sebab, validasi pajak, prosedur pelaporan, dan pembayaran dilakukan secara digital melalui QRIS, mobile banking, hingga virtual account. Hal tersebut ditujukan sebagai upaya untuk mengubah transaksi pendapatan dan belanja pemerintah daerah dari cara tunai menjadi non tunai berbasis digital.

Yuhronur juga menegaskan, pembayaran pajak secara digital sejatinya dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat. ”Dengan menggunakan elektronifikasi akan mengurangi transaksi dari tangan ke tangan. Dengan ini pembayaran langsung tercatat dengan baik, bisa dianalisis, dan diimplementasi secara cepat , akurat, dan akuntabel,” tuturnya.(an)