SURABAYA ,Koranrakyat.com
– Dua wartawan senior Jatim, Sabtu besok, dipastikan akan berebut kursi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim. Keduanya yaitu Akhmad Munir dan Abu Bakar Yarbo akan merebut Ketua PWI Jatim 2011-2016 di Konferensi Cabang (konfercab) PWI Jatim 2011.
‘’Dari penjaringan dan penyaringan yang dilakukan panitia seleksi, ternyata hanya dua calon saja yang mendaftar. Dan keduanya dinyatakan lolos karena memenuhi sejumlah persyaratan,’’ kata Dhiman Abror, Ketua PWI Jatim di kantornya, kemarin siang.
Dari data yang dihimpun wartawan , menjelang digelarnya Konfercab PWI sebenarnya ada sejumlah nama wartawan, yang hendak mencalonkan diri menjadi Ketua PWI Jatim. Tetapi, tanpa ada alas an yang jelas tiba-tiba banyak nama mereka yang muncul kemudian hilang begitu saja. Misalnya Rusdi Amral (Surya), Lutfi Hakim (Kabarbisnis), Akhmad Munir (LKBN Antara) dan Abu Bakar Yarbo (Memorandum).
Selain itu, kegiatan Konfercab PWI Jatim juga telah mengalami penundaan berkali-kali. Semula, pemilihan ketua baru akan digelar persis Hari Pers Nasional (HPN) Pebruari 2011 kemudian ditunda April.
Ternyata di bulan April tidak jadi dilaksanakan dan diagendakan akan digelar tepat Hari Olahraga Nasional (Haornas) 9 September lalu. Tetapi, dengan berbagai alasan ditunda lagi dan akhirnya Konfercab PWI Jatim baru bisa digelar Sabtu besok di Graha Kadin Jatim.
Dikatakan Abror, kegiatan konfercab telah mendapat persetujuan dari PWI Pusat. Bahkan dua petinggi PWI Pusat yaitu Margiono dan Atal Depari akan hadir dan memandu langsung jalannya pemilihan ketua wartawan di Jatim ini. ‘’Doakan konfercab nanti berjalan lancar dan proses pemilihan ketua umum demokratis dan transparan,’’ tambahnya.
Sesuai data yang dimiliki secretariat PWI Jatim menunjukkan, jumlah pemilik hak suara terhitung ada 202 orang. Pemilik suara ditentukan dari jumlah anggota PWI yang KTA (Kartu Tanda Anggota)-nya berstatus sebagai anggota biasa.
Tetapi, jika KTA-nya mati tertanggal 18 Nopember 2011 maka anggota bersangkutan dinyatakan tidak memiliki hak suara. ‘’Kalau KTA-nya besok (hari ini) mati, maka otomatis hak suaranya gugur,’’ jelas Abror.
Abror menilai, penjelasan terkait KTA ini sangat penting sekali guna menghindari kesalahpahaman saat verifikasi dan registrasi ulang anggota ber-KTA. Selain itu konfercab sendiri diharapkan jauh dari persoalan-persoalan rumit yang justru mengarah pada perpecahan.
‘’Harapan kami konfercab nanti berlangsung dalam suasana dan proses demokratis, transparan, fair, dan akuntabel. PWI harus memberikan contoh pola konsolidasi organisasi yang demokratis dan elegan. Boleh beda pendapat, tapi jangan gontok-gontokan,’’ ingatnya.
Ditambahkan dia, kepengurusan PWI Jatim 2007-2011 telah melaksanakan sejumlah program. Diantaranya, PWI Jatim telah dua kali diminta masukan pemerintah pusat via PWI Pusat atas problem kerakyatan paling strategis di Jatim.
‘’Saat itu PWI Jatim menyampaikan mapping problem semburan lumpur Lapindo Brantas secara komprehensif, berikut rekomendasi penyelesaiannya. Masukan itu disampaikan ke Presiden SBY ketika HPN 2009 di Jakarta,’’ katanya.
Sayangnya dua kandidat yang muncul, hingga kemarin, belum bisa dikonfirmasi terkait progam kerjanya jika memimpin PWI Jatim 2011-2016. Keduanya sama-sama ‘menyembunyikan’ kartunya masing-masing dan baru akan diungkapkan saat pelaksanaan Konfercab nanti.
‘’Siapapun ketuanya kami harap semua progam bisa lebih baik dari sebelumnya. Apalagi, 2013 nanti kita menjadi tuan rumah pelaksanaan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas),’’ kata Ketua Harian KONI Jatim ini.(fn)
Shortlink:
Socialize