Bojonegoro, Koranrakyat.com
Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bojonegoro membutuhkan anggaran sebesar Rp100 miliar untuk memperbaiki jalan dan jembatan yang rusak pada tahun 2012 nanti.
Pembangunan jalan dan jembatan diprioritaskan untuk daerah pedesaan. Jalan poros desa yang akan dibangun sepanjang kurang lebih 400 kilometer meliputi 27 kecamatan di Bojonegoro. Sementara, jembatan penghubung antardesa yang akan diperbaiki sekitar 16 jembatan dari total 34 jembatan yang kini kondisinya putus dan rusak berat.
”Sekitar 500 juta dana yang bersumber dari APBD Bojonegoro itu dipakai untuk pembangunan jalan paving di pedesaan,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bojonegoro, Andi Tjandra Minggu ( 27/11/2011).Menurut Andi, pada tahun ini poros jalan pedesaan yang diperbaiki sepanjang kurang lebih 580 kilometer. Sedangkan, jembatan yang diperbaiki sebanyak tujuh lokasi. Di antaranya, Jembatan Drokilo di Kedungadem, Jembatan Morogunung di Bubulan, Jembatan Morogunung di Dander, Jembatan Sudak di Malo, dan Jembatan Jintel di Kedewan.
Perbaikan jembatan penghubung antardesa dan kecamatan itu menelan anggaran sebesar Rp9,7 miliar bersumber dari APBD Bojonegoro dan bantuan dari pemerintah pusat.
Dana perbaikan satu jembatan sekitar Rp360 juta sampai Rp500 juta. Jalan dan jembatan itu banyak yang rusak diterjang banjir bandang dan longsor.Kondisi jembatan yang sudah tua dengan konstruksi campuran kayu dan besi itu banyak yang lapuk .
Selain itu,banyak bangunan penyangga jembatan yang ambrol karena tergerus banjir. Salah satu jembatan yang rusak berat yaitu jembatan di Desa Sambong, Kecamatan Purwosari.Kondisi bangunan penyangga jembatan ambrol ke bawah. Kini, para pekerja tampak memperbaiki bangunan penyangga jembatan dan membuat tiang penyangga jembatan baru.
Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Kasiyanto, banjir bandang kini rawan terjadi di wilayah selatan dan barat Bojonegoro. Hal itu karena daerah tangkapan air kini sudah tidak ada lagi akibat penjarahan hutan(ek)
Shortlink:
Socialize