Sejumlah daerah di Jatim rawan terjadi bencana. Saat ini ada 29 daerah yang dipetakan rawan terkena bencana banjir dan tanah longsor.
Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim meminta masyarakat waspada. ”Kami belum bisa memprediksikan seberapa besar potensi bencana di masing-masing daerah,sebab keadaan itu tergantung dari intensitas curah hujan,” tandas Kepala BPBD Jatim Siswanto, kamis (8/12). Dari data yang ada,di antara daerah rawan bencana banjir adalah Malang, Jember,Lumajang, Bojonegoro, Kediri, Trenggalek, Tuban, Pasuruan, Situbondo, Bondowoso,Pacitan dan beberapa daerah lainnya di kawasan Tapalkuda.
”Pasuruan sering kali terjadi banjir tiba-tiba ketika curah hujan tinggi.Keadaan ini berbeda dengan daerah Bojonegoro, Tuban hingga Lamongan, sebab kawasan tersebut berada di kawasan aliran bengawan Solo, sehingga kebanyakan banjir di daerah tersebut karena air kiriman,”terangnya. Khusus untuk daerah di sepanjang aliran Bengawan Solo seperti Bojonegoro,Tuban dan Lamongan harus waspada dengan curah hujan di daerah lain yang airnya mengalir ke daerah tersebut.
Curah hujan yang dukup tinggi juga membuka peluang terjadinya tanah longsor, khususnya di kawasan perbukitan dan pegunungan. BPBD Jatim juga telah mengajukan anggaran penanggulangan bencana pada 2012 nanti sebesar Rp18 miliar. Dana tersebut khusus untuk sosialisasi, penyuluhan dan berbagai bentuk antisipasi lainnya. Untuk dana bencana sendiri juga diajukan anggaran on call sebesar Rp70 miliar. Dana tersebut bisa digunakan kapan pun ketika terjadi bencana.
Sementara itu, anggota Komisi VIII DPR RI,Abdul Hakim, mengingatkan, hampir semua provinsi di Indonesia termasuk rawan banjir.Karena itu,untuk mengurangi risiko akibat bencana, khususnya korban jiwa dalam jumlah besar,BNPB dan setiap daerah harus menyiapkan diri dan meningkatkan kewaspadaan menyusul cuaca ekstrem yang ditandai dengan intensitas hujan yang tinggi dan angin kencang. Kepala Pusat Humas dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengaku pihaknya sudah menyiapkan sejumlah langkah di antaranya menyusun rencana kontijensi atau kedaruratan yang mengatur koordinasi terkait lokasi titik rawan bencana serta peralatan yang dimiliki.
”Langkah ini disiapkan sebelum terjadi bencana,” ungkap Sutopo di Jakarta . Sebelumnya, berdasarkan prakiraan potensi banjir dari Badan Meteorologi,Klimatologi, dan Geofisika (BMKG),Kementerian Pekerjaan Umum, dan Bakosurtanal, ancaman banjir dan tanah longsor akan terjadi hingga Januari 2012 mendatang. Menurut mereka, terdapat 11 provinsi yang memiliki potensi tinggi banjir. Ke-11 provinsi dimaksud adalah Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Kalimantan Barat.
Daerah lainnya adalah Jawa Timur, Sumatera Selatan,Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.Selain banjir, 16 provinsi diidentifikasi rawan mengalami bencana longsor(fn)
Shortlink:
Socialize