Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Fauzan mengatakan, pihak Disnakertransos Bojonegoro harus memiliki kemampuan lobi untuk mendesak agar tenaga kerja lokal dilibatkan oleh operator atau kontraktor dalam industri migas di Bojonegoro. ”Lobinya harus kuat, selain didukung program pelatihan keterampilan yang memadahi,” ujarnya. Lobi diperlukan agar warga lokal bisa dilibatkan dalam pengerjaan fisik di sejumlah tambang minyak yang ada di Bojonegoro.
Sementara itu, Kepala BidangPenempatan TenagaKerja Disnakertransos Kabupaten Bojonegoro Joko Susanto mengatakan, saat ini telah ada Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 48 Tahun 2011 dan Peraturan Daerah (Perda) tentang Percepatan Pembangunan Daerah. Regulasi itu mengatur tentang adanya kandungan lokal (konten lokal) dalam kegiatan pengeboran minyak dan gas bumi di wilayah Bojonegoro.
Menurut Joko, pekerja lokal bisa terlibat dalam pengerjaan proyek fisik dengan keterampilan biasa seperti tenaga pengelasan, konstruksi, hingga tenaga keamanan. Pekerja lokal itu, kata dia, semestinya dilibatkan dalam pengerjaan pembangunan sarana produksi, pembangunan fasilitas pipa untuk penyaluran minyak mentah dari Bojonegoro ke Tuban, hingga pembangunan infrastruktur.
Selain itu, rekanan lokal yang mempunyai kompetensi tertentu juga semestinya dilibatkan dalam proyek fisik pembangunan infrastruktur yang menelan anggaran sebesar Rp6,3 triliun yang dimulai pada awal 2012 nanti. Joko mengatakan,pihaknya sudah mempersiapkan data tenaga kerja terampil yang sudah mendapatkan pelatihan.
Misalnya, untuk di ring satu Kecamatan Ngasem, tenaga kerja untuk penyambung pipa sebanyak dua orang dan teknisimesin1orang. Sedangkandi Kecamatan Kalitidu, tenaga kerja untuk menyambung pipa 13 orang, kelistrikan 3 orang, mesin diesel 1orang, dantukang las 17 orang. Itu belum ditambah lagi 80 orang yang telah mengantongi sertifikat pendidikan ahli madya perminyakan dari Institut Ilmu Terapan dan Teknologi Bojonegoro.
Sementara untuk kebutuhan tukang batu yang sudah terlatih sebanyak 473 orang yang berasal dari Kabupaten Bojonegoro.Di Bojonegoro saat ini ada pengeboran sumur Banyuurip, Blok Cepu yang memproduksi minyak mentah sebanyak 21.600.000 barrel/hari.Lalu, ada sumur Sukowati,Blok Tuban yang memproduksi minyak mentah sebanyak 8.000 barrel/ hari, dan sumur Tiung Biru yang memproduksi minyak mentah sebesar 1.300 barrel/hari(ek)
Shortlink:
Socialize