Redaksi
SURABAYA,KORANRAKYAT.COM,- 29 Juli 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat perannya sebagai entitas utama dalam Kelompok Usaha Bank (KUB) melalui berbagai sinergi strategis bersama bank pembangunan daerah anggota KUB. Langkah tersebut merupakan wujud komitmen Bank Jatim dalam memperkuat daya saing industri perbankan daerah sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan melalui kolaborasi yang saling memberikan nilai tambah.
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menjelaskan bahwa penguatan sinergi antar anggota KUB menjadi salah satu strategi penting dalam menciptakan ekosistem perbankan daerah yang semakin kuat, efisien, dan kompetitif di tengah dinamika industri keuangan yang terus berkembang. "Sebagai Entitas Utama KUB, Bank Jatim berkomitmen untuk terus menghadirkan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota. Sinergi yang dibangun tidak hanya berorientasi pada pemenuhan regulasi, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan peluang bisnis baru, meningkatkan efisiensi operasional, memperluas layanan kepada masyarakat, serta memperkuat daya saing Bank Pembangunan Daerah secara bersama-sama," ujar Winardi.
Saat ini, anggota KUB Bank Jatim terdiri atas Bank NTB Syariah, Bank NTT, Bank Banten, Bank Sultra, dan Bank Lampung. Bersama kelima BPD tersebut, Bank Jatim terus mengakselerasi implementasi berbagai potensi kerja sama yang memberikan manfaat bagi seluruh pihak. Dengan Bank NTB Syariah misalnya, sinergi difokuskan pada implementasi layanan remitansi. Adapun saat ini sedang dalam proses integrasi sistem terkait bisnis remitansi bersama dengan menimbang potensi angka PMI di provinsi NTB.
Sementara itu, bersama Bank NTT, kerja sama terus menunjukkan perkembangan positif. Pemanfaatan layanan jasa kustodian sebagai bentuk kerja sama resiprokal antar kedua belah pihak juga mencatat angka yang terus bertumbuh, terindikasi dengan optimalisasi penambahan penempatan surat berharga. Selain itu, kedua bank juga telah mencapai kesepakatan terkait negosiasi fee layanan remitansi.
Selanjutnya bersama Bank Banten, Bank Jatim telah melakukan penyelarasan ketentuan joint financing guna mendukung implementasi pembiayaan bersama yang lebih efektif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kemudian dengan Bank Sultra, sinergi diarahkan pada pengembangan layanan prioritas. Saat ini proses kerja sama berada pada tahap pemenuhan dokumen perizinan kepada regulator sebagai bagian dari persiapan implementasi layanan tersebut.
Menurut Winardi, berbagai bentuk kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa KUB tidak hanya menjadi wadah pemenuhan ketentuan regulator, namun juga mampu menghadirkan sinergi bisnis yang memberikan dampak positif terhadap penguatan fundamental seluruh anggota. ”Kami optimis sinergi antar anggota KUB akan terus berkembang melalui berbagai kerja sama strategis lainnya. Dengan saling berbagi kapabilitas, memperluas layanan, dan mengoptimalkan potensi masing-masing daerah, kami yakin KUB akan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan Bank Pembangunan Daerah di Indonesia," tegasnya.
Implementasi sinergi yang terus berjalan tersebut turut memberikan kontribusi terhadap kinerja konsolidasi Bank Jatim yang tumbuh positif sepanjang Semester I Tahun 2026. Hingga akhir Juni 2026, total aset konsolidasi Bank Jatim mencapai Rp 162,05 triliun, meningkat 37,16 persen (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 118,15 triliun. Dari sisi penyaluran kredit konsolidasi juga mencatatkan pertumbuhan yang sangat baik, yakni naik 41,68 persen (YoY) dari Rp78,55 triliun pada Semester I 2025 menjadi Rp111,28 triliun pada Semester I 2026. Selain itu, laba bersih konsolidasi Bank Jatim selama enam bulan pertama tahun 2026 juga berhasil tumbuh 53,49 persen (YoY), dari Rp811 miliar menjadi sekitar Rp1,2 triliun.
”Pencapaian ini menunjukkan bahwa strategi penguatan sinergi melalui KUB mampu memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan bisnis Bank Jatim maupun seluruh anggota. Ke depan kami akan terus memperluas ruang kolaborasi, mempercepat transformasi digital, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat kontribusi Bank Pembangunan Daerah dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional maupun daerah," tutup Winardi.(an)
HONG KONG, KORANRAKYAT.COM24 Juli 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat komitmennya dalam memberikan kemudahan layanan keuangan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bank Jatim dan Pimpinan Cabang Istimewa (PCI) Muslimat Nahdlatul Ulama Hong Kong tentang pemanfaatan layanan remitansi dalam agenda Gathering Pekerja Migran Indonesia. PKS tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo dan Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muslimat Nahdlatul Ulama Hong Kong Hj. Siti Fatimah Angelia pada hari Jumat (24/7) di Hong Kong. Penandatanganan kerja sama ini turut disaksikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Muslimat Nahdlatul Ulama (Muslimat NU) merupakan salah satu organisasi kemasyarakatan perempuan yang bersifat sosial keagamaan terbesar di Indonesia, memiliki jaringan keanggotaan yang luas hingga ke berbagai negara melalui Pimpinan Cabang Istimewa (PCI). Sebagian besar anggotanya merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI), sehingga organisasi ini menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan program literasi keuangan, sosialisasi layanan remitansi, serta pemberdayaan ekonomi bagi PMI.
Winardi menjelaskan, kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperluas akses layanan remitansi Bank Jatim bagi masyarakat Indonesia di Hong Kong, khususnya para Pekerja Migran Indonesia dan anggota PCI Muslimat NU Hong Kong. “Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan layanan pengiriman dana yang aman, mudah, cepat, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Di sisi lain, kerja sama ini juga menjadi upaya Bank Jatim untuk semakin dekat dengan komunitas PMI sebagai salah satu pilar penting penggerak perekonomian nasional," ujarnya.
Menurut Winardi, kerja sama tersebut bertujuan membangun kemitraan strategis antara Bank Jatim dan PCI Muslimat NU Hong Kong dalam mendukung optimalisasi pemanfaatan layanan remitansi Bank Jatim melalui berbagai kegiatan. Mulai dari sosialisasi, edukasi, hingga promosi kepada para PMI dan anggota organisasi.
Selain memperluas pemanfaatan layanan remitansi, Bank Jatim juga ingin berkontribusi dalam meningkatkan literasi keuangan bagi PMI. Hal tersebut dilakukan melalui penyediaan informasi mengenai layanan remitansi serta berbagai produk dan layanan perbankan Bank Jatim yang relevan dengan kebutuhan para pekerja migran. "Harapannya, para PMI dapat semakin memahami pentingnya menggunakan layanan pengiriman dana yang resmi, aman, dan terpercaya. Dengan demikian, proses pengiriman dana dari Hong Kong kepada keluarga di Indonesia, khususnya di wilayah kerja Bank Jatim, dapat berlangsung lebih lancar melalui Money Transfer Operator (MTO) yang telah bekerja sama dengan Bank Jatim," tambahnya.
Winardi juga menegaskan, kelancaran pengiriman remitansi tidak hanya memberikan kemudahan transaksi keuangan, tetapi juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi PMI beserta keluarganya. Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi identifikasi kebutuhan dan potensi pengembangan layanan remitansi Bank Jatim yang dapat mendukung kemudahan transaksi keuangan bagi PCI Muslimat NU di Hong Kong. Dalam implementasinya, PCI Muslimat NU Hong Kong akan berperan sebagai mitra sekaligus penggerak komunitas PMI untuk meningkatkan pemanfaatan layanan remitansi Bank Jatim.
Melalui sinergi ini, Bank Jatim optimis bahwa jangkauan layanan remitansi akan semakin luas sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat Indonesia di Hong Kong. Kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Bank Jatim dalam menghadirkan layanan keuangan yang inklusif, mendukung kesejahteraan PMI, serta memperkuat kontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah melalui optimalisasi arus remitansi dari luar negeri.
Sebagai informasi, remitansi merupakan layanan pengiriman uang, umumnya dilakukan secara lintas negara. Layanan ini banyak dimanfaatkan oleh pekerja migran untuk mengirimkan penghasilannya kepada keluarga di tanah air, maupun oleh pelaku usaha untuk mendukung berbagai kebutuhan transaksi internasional.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi kolaborasi yang dibangun Bank Jatim bersama PCI Muslimat NU Hong Kong. Menurutnya, kerja sama tersebut merupakan langkah strategis dalam memberikan perlindungan sekaligus memperluas akses layanan keuangan formal bagi PMI asal Indonesia, khususnya dari Jawa Timur.
"Kami menyambut baik sinergi antara Bank Jatim dan PCI Muslimat NU Hong Kong. Kehadiran layanan remitansi yang mudah, aman, dan terpercaya akan memberikan manfaat besar bagi para PMI dalam mengirimkan hasil kerja mereka kepada keluarga di Indonesia. Di sisi lain, edukasi keuangan yang menyertai kerja sama ini juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia di luar negeri," ujarnya.
Khofifah berharap kolaborasi tersebut dapat menjadi model kemitraan yang terus dikembangkan sehingga mampu memperkuat ekosistem perlindungan dan pemberdayaan PMI sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui optimalisasi arus remitansi.
Melalui kerja sama ini, Bank Jatim kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi layanan perbankan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, memperluas inklusi keuangan, serta memperkuat kontribusi perseroan dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah dan nasional.(an)
HONG KONG, KORANRAKYAT.COM,-23 Juli 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satunya melalui dukungan terhadap kegiatan Misi Dagang dan Investasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang digelar di Regal Hotel Hong Kong pada Kamis (23/7). Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu berhasil membukukan kesepakatan transaksi final senilai Rp12.038.159.976.541. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo bersama jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pelaku usaha, serta mitra bisnis dari Indonesia dan Hong Kong.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap penguatan daya saing produk lokal di pasar internasional, Bank Jatim mengikutsertakan sejumlah UMKM binaannya untuk mempromosikan berbagai produk unggulan Jawa Timur kepada para pelaku usaha dan calon mitra bisnis di Hong Kong. Adapun UMKM binaan Bank Jatim yang berpartisipasi dalam misi dagang tersebut yaitu Sharktex, Yan Khurin dan Anya Craft.
Winardi menerangkan, partisipasi perseroan dalam Misi Dagang dan Investasi ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Bank Jatim dalam mendorong UMKM naik kelas sekaligus memperluas akses pasar hingga ke tingkat global. "Dukungan terhadap Misi Dagang ini merupakan strategi perseroan dalam memperkuat ekosistem ekonomi Jawa Timur di luar negeri, serta sebagai wujud komitmen untuk terus memberikan nilai tambah bagi masyarakat Jawa Timur. Melalui Misi Dagang, kami membantu membuka akses pasar global bagi UMKM binaan Bank Jatim, baik dari sisi penguatan sektor riil maupun layanan keuangan," ujar Winardi.
Selain memfasilitasi promosi UMKM, sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam memberikan pelindungan, pemberdayaan, dan peningkatan kesejahteraan Pekerja Migran Indonesia juga dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bank Jatim dengan PT Prima Duta Sejati tentang Penguatan Literasi Keuangan dan Pemanfaatan Remitansi. PKS ditandatangani langsung oleh Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo dan Direktur PT Prima Duta Sejati Maxixe Mantofa, serta disaksikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
PT Prima Duta Sejati merupakan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) resmi yang melakukan proses perekrutan, pelatihan, hingga pembekalan kepada calon pekerja migran sebelum diberangkatkan ke negara tujuan penempatan.
Melalui kerja sama tersebut, Bank Jatim dan PT Prima Duta Sejati akan bersinergi dalam memperkuat literasi keuangan bagi calon PMI, PMI aktif, PMI purna, serta keluarganya. Selain itu, kerja sama ini juga mencakup optimalisasi pemanfaatan layanan remitansi Bank Jatim serta penyampaian berbagai produk dan layanan perbankan yang mendukung kebutuhan PMI melalui kegiatan sosialisasi, seminar, pelatihan, dan program edukasi lainnya.
Dengan dukungan terhadap Misi Dagang dan Investasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta penguatan kolaborasi dan kerja sama dengan berbagai mitra strategis, Bank Jatim optimis dapat terus berkontribusi dalam memperkuat ekosistem ekonomi daerah, memperluas inklusi keuangan, serta mendorong pelaku UMKM dan masyarakat Jawa Timur agar semakin kompetitif di tingkat global.
Sementara itu, Khofifah menegaskan keberhasilan forum ini menjadi bukti semakin tingginya kepercayaan pasar internasional terhadap kualitas produk unggulan Jatim, sekaligus mengukuhkan posisi provinsi tersebut sebagai salah satu motor penggerak perdagangan nasional. "Hong Kong merupakan salah satu mitra dagang strategis Jawa Timur. Tingginya permintaan terhadap berbagai produk unggulan Jatim membuktikan bahwa kualitas produk daerah kita mampu bersaing di pasar internasional," ujarnya.
Ia menyebut Hong Kong memiliki posisi penting sebagai pusat perdagangan, logistik, dan keuangan dunia sehingga menjadi gerbang strategis bagi produk-produk Jatim untuk menembus pasar global. Karena itu, Misi Dagang ini tak hanya ditujukan meningkatkan nilai transaksi, tetapi juga membuka peluang investasi baru, memperluas jaringan bisnis internasional, memperkuat rantai pasok global, hingga mendorong alih teknologi yang bakal meningkatkan daya saing industri Jatim.
Khofifah juga menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pemangku kepentingan, termasuk Bank Jatim, dalam mendukung perluasan jejaring perdagangan dan investasi Jawa Timur di pasar internasional.“Kolaborasi yang terbangun antara pemerintah, dunia usaha, dan sektor perbankan akan semakin membuka peluang ekspor, investasi, serta meningkatkan daya saing produk unggulan Jawa Timur di pasar global," tutup Khofifah.(an)
Perkuat Sinergi Antar BPD, Bank Jatim dan Bank NTT Jalin Kerja Sama Layanan Jasa Remitansi Kemitraan
SURABAYA,KORANRAKYAT.COM,- 22 Juli 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat transformasi digital dan kolaborasi strategis antar Bank Pembangunan Daerah (BPD) guna menghadirkan layanan keuangan yang semakin inklusif, efisien, dan berdaya saing. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) terkait Layanan Jasa Remitansi Kemitraan yang dilaksanakan pada Rabu (22/7). Bertempat di Kantor Pusat Bank Jatim, perjanjian Kerja Sama tersebut ditandatangani oleh Direktur Menengah, Korporasi & Kelembagaan Bank Jatim Arif Suhirman bersama Direktur Dana & Treasury Bank NTT Heru Helbianto.
Arif menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Bank Jatim dalam mengembangkan layanan transaksi internasional berbasis digital sekaligus memperkuat sinergi di antara Bank Pembangunan Daerah. ”Kolaborasi merupakan salah satu kunci dalam mendorong pertumbuhan industri perbankan yang lebih kuat dan kompetitif. Melalui kerja sama ini, Bank Jatim tidak hanya memperluas cakupan layanan remitansi, tetapi juga memperkuat peran sebagai mitra strategis bagi BPD lain dalam menghadirkan layanan keuangan yang semakin modern, aman, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat," ujar Arif.
Menurutnya, transformasi digital yang dijalankan Bank Jatim tidak hanya berfokus pada pengembangan layanan internal, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem keuangan yang terintegrasi melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh akses layanan perbankan yang lebih cepat, mudah, dan terpercaya.
Adapun ruang lingkup kerja sama ini mencakup layanan transaksi penerimaan dana oleh nasabah Bank NTT dari pengirim dana di luar negeri melalui Money Transfer Operator (MTO) yang telah bekerja sama dengan Bank Jatim. Pada tahap awal, layanan remitansi kemitraan tersebut melayani koridor Malaysia, Hong Kong, serta negara-negara lainnya yang telah memiliki kerja sama dengan Bank Jatim. "Kerja sama ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan remitansi, khususnya bagi para pekerja migran Indonesia dan keluarganya. Dengan memanfaatkan jaringan MTO yang dimiliki Bank Jatim, proses penerimaan dana dapat dilakukan secara lebih efektif, aman, dan andal melalui jaringan Bank NTT," terang Arif.
Selain menghadirkan layanan remitansi, kedua bank juga sepakat untuk melakukan pengembangan sistem teknologi informasi pada masing-masing institusi sekaligus membangun integrasi sistem guna mendukung kelancaran operasional layanan. Pengembangan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan proses transaksi berlangsung secara cepat, akurat, dan sesuai dengan standar keamanan perbankan. Dalam implementasinya, Bank Jatim akan menyiapkan jaringan koneksi untuk proses pembayaran kepada penerima dana atas sejumlah uang yang diteruskan kepada Bank NTT.
Sementara itu, Bank NTT juga akan melakukan pengembangan sistem di sisi internal agar layanan penerimaan dana dari luar negeri dapat terintegrasi secara optimal dengan sistem Bank Jatim. Melalui kerja sama ini, perseroan optimistis sinergi antar BPD akan semakin kuat dalam menghadirkan inovasi layanan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Di sisi lain, kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu mendukung peningkatan inklusi keuangan nasional, memperluas akses layanan transaksi internasional, serta memperkokoh posisi Bank Jatim sebagai salah satu BPD yang terus berinovasi melalui transformasi digital dan pengembangan ekosistem layanan perbankan yang berkelanjutan.(an)
JAKARTA,KORANRAKYAT.COM,- 2 Juli 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Bank Jatim berhasil meraih Bisnis Indonesia Award 2026 untuk kategori Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan aset di atas Rp 40 triliun. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas konsistensi Bank Jatim dalam mencatatkan kinerja yang solid, menjaga fundamental bisnis yang sehat, serta memperkuat perannya sebagai bank pembangunan daerah yang adaptif dan berdaya saing. Bertempat di Jakarta, penghargaan bergengsi Bisnis Indonesia Award 2026 diterima langsung oleh Direktur Kepatuhan Bank Jatim Umi Rodiyah pada Kamis malam (2/7).
Umi menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil dari komitmen dan kerja keras seluruh insan Bank Jatim dalam menjaga kinerja perusahaan di tengah tantangan industri perbankan yang semakin dinamis. "Penghargaan ini merupakan kehormatan sekaligus penyemangat bagi kami untuk terus memberikan kinerja terbaik. Capaian ini tidak terlepas dari dukungan para pemegang saham, nasabah, regulator, mitra kerja, serta seluruh stakeholder yang selama ini memberikan kepercayaan kepada Bank Jatim. Kepercayaan tersebut akan terus kami jawab melalui peningkatan kualitas layanan, inovasi berkelanjutan, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik," ujarnya.
Menurut Umi, penghargaan ini juga menjadi bukti bahwa strategi transformasi bisnis yang dijalankan Bank Jatim mampu menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing perseroan di industri perbankan nasional. Ke depan, Bank Jatim akan terus memperkuat transformasi digital, meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah, memperluas kolaborasi bisnis, serta mendukung berbagai program pembangunan daerah. “Kami berkomitmen untuk terus tumbuh secara sehat, berkelanjutan, dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian Jawa Timur maupun Indonesia," tambahnya.
Adapun hingga Maret 2026, total penyaluran kredit Bank Jatim secara konsolidasi mencapai Rp 109,22 triliun atau tumbuh 40,85% (YoY). Total aset perseroan juga tumbuh 38,85% YoY menjadi sebesar Rp164,07 triliun. Kemudian dari sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga (DPK) perseroan mencatatkan pertumbuhan sebesar 37,59% YoY dari Rp89,25 triliun pada kuartal I/2025 menjadi Rp122,80 triliun pada kuartal I/2026.
Selain itu, kinerja Bank Jatim bank only juga mencatatkan performa positif. Sepanjang Januari – Maret 2026, total kredit yang berhasil disalurkan mencapai Rp 65,97 miliar dan aset perseroan berada di angka Rp 101,06 triliun. Sementara untuk laba bersihnya sebesar Rp 377 miliar. ”Capaian ini merupakan hasil dari fokus perseroan dalam memperkuat fundamental bisnis. Ke depan, kami akan terus memperkuat manajemen risiko, menjaga kualitas aset, serta mengembangkan bisnis secara selektif dan berkelanjutan. Kami optimis kinerja positif ini dapat terus terjaga hingga akhir tahun,” terangnya.
Adapun Bisnis Indonesia Award merupakan penghargaan tahunan yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan terbaik di Indonesia berdasarkan berbagai indikator penilaian, antara lain kinerja keuangan, tata kelola perusahaan, inovasi, daya saing, serta kemampuan perusahaan dalam menghadapi dinamika ekonomi dan tantangan bisnis. Bagi Bank Jatim, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas kinerja perusahaan sekaligus memperkuat perannya sebagai regional champion yang mampu memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
Sejalan dengan visi perusahaan, Bank Jatim akan terus menghadirkan layanan perbankan yang inovatif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung pengembangan sektor usaha produktif, UMKM, dan pembangunan ekonomi daerah. “Dengan raihan Bisnis Indonesia Award 2026 ini, kami optimistis dapat terus mempertahankan pertumbuhan bisnis yang berkualitas, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh stakeholder,” tutup Umi.(an)
BANYUWANGI,KORANRAKYATCOM,- 2 Juli 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan perbankan yang terintegrasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan kepada ASN di Jawa Timur, Bank Jatim secara resmi telah menjalin sinergi antara Bank Jatim Kantor Pusat dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur serta Cabang Bank Jatim dengan BKD/BKPSDM/BKPP/BKPSDA se-Jawa Timur melalui Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Penandatanganan PKS tersebut dilaksanakan secara serentak di Banyuwangi pada Kamis (2/7) dan dihadiri oleh Wakil Direktur Utama Bank Jatim R. Arief Wicaksono, Direktur Ritel & Syariah Bank Jatim Tonny Prasetyo serta Kepala BKD Provinsi Jawa Timur Indah Wahyuni bersama dengan para Kepala BKD/BKPSDM/BKPP/BKPSDA se-Jawa Timur dengan disaksikan oleh Soni Sultana selaku Kepala Kantor Regional II BKN.
Arief menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis perseroan dalam memperkuat hubungan kelembagaan dengan pemerintah daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan perbankan kepada ASN secara menyeluruh. "ASN merupakan salah satu segmen utama Bank Jatim yang memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan bisnis perseroan. Melalui kerja sama ini, kami ingin membangun ekosistem layanan yang lebih terintegrasi, memberikan kemudahan akses layanan keuangan, serta menghadirkan solusi perbankan yang semakin cepat, aman, dan sesuai dengan kebutuhan ASN," ujarnya.
Arief menambahkan, pengelolaan bisnis ASN selama ini menjadi salah satu pilar utama bisnis Bank Jatim karena memberikan kontribusi signifikan terhadap penghimpunan dana murah (Current Account Saving Account/CASA) maupun penyaluran kredit konsumer. Saat ini Bank Jatim mengelola sekitar 368 ribu ASN dengan nilai payroll mencapai sekitar Rp1,5 triliun setiap bulan. Meski demikian, seiring dengan rencana implementasi kebijakan single salary oleh Pemerintah Pusat yang berpotensi mengubah pola pengelolaan penggajian ASN dan meningkatkan kompetisi antarperbankan, diperlukan penguatan kerja sama yang memiliki landasan hukum yang lebih komprehensif.
Melalui PKS tersebut, Bank Jatim dan BKD/BKPSDM/BKPP/BPKSDA Kabupaten/Kota se-Jawa Timur menyepakati berbagai ruang lingkup kerja sama. Antara lain layanan penyaluran gaji, tunjangan, dan tambahan penghasilan ASN, penyediaan fasilitas kredit, integrasi serta pemanfaatan data dasar kepegawaian ASN melalui sistem host to host secara terbatas dengan tetap memperhatikan prinsip perlindungan data pribadi, penyediaan layanan digital perbankan seperti ATM/debit, mobile banking, co-branding card, dan layanan digital lainnya.
Selain itu, kerja sama juga mencakup dukungan terhadap peningkatan kapasitas dan kompetensi ASN serta penyediaan berbagai layanan perbankan lainnya, termasuk potensi pembiayaan pendidikan dan penempatan dana. Di samping itu, menurut Tonny, integrasi layanan ini diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang semakin efektif sekaligus memperkuat ekosistem digital antara Bank Jatim dengan pemerintah daerah. “Kolaborasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas layanan kepada ASN, tetapi juga memperkuat sinergi antara Bank Jatim dengan pemerintah daerah dalam mendukung transformasi digital pelayanan publik. Melalui integrasi data berbasis sistem host to host, kami dapat menghadirkan layanan yang lebih cepat, akurat, dan tepat sasaran, termasuk pengembangan program pre-approved credit yang semakin memudahkan ASN memperoleh akses pembiayaan," jelasnya.
Adapun tujuan utama dari kerja sama tersebut adalah membangun kemitraan formal yang komprehensif, terintegrasi, serta memiliki kekuatan hukum yang seragam di seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Di sisi lain, kerja sama ini juga menjadi langkah strategis Bank Jatim dalam mengoptimalkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), menjaga kualitas portofolio kredit konsumer ASN, serta memperkuat daya saing perusahaan di tengah semakin ketatnya kompetisi industri perbankan.
Ke depan, Bank Jatim berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi strategis dengan berbagai pemerintah daerah dan institusi guna menghadirkan layanan keuangan yang inovatif, aman, dan berorientasi pada kebutuhan nasabah. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi berkelanjutan Bank Jatim dalam mendukung digitalisasi layanan publik sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pembangunan ekonomi di Jawa Timur.(an)
BATU,KORANRAKYAT,COM– Waspada beli kendaraan tanpa dokumen yang lengkap, ujungnya harus berurusan dengan hukum.Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Batu berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana penadahan barang hasil pencurian. Dalam operasi yang dilaksanakan pada Minggu (28/06/2026) sekira pukul 17.00 WIB, petugas mengamankan dua orang berinisial KW dan EWP yang diduga berperan sebagai penadah.
Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Zaenal Arifin, menjelaskan bahwa pengungkapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat terkait serangkaian tindak pidana pencurian yang terjadi di wilayah Dusun Banturejo, Desa Bayem, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. Selasa (30/6/26
“Berasarkan hasil penyelidikan mendalam, Tim URC Satreskrim Polres Batu berhasil mengidentifikasi keterlibatan para pelaku. Saat ini, kami telah mengamankan KW, warga Kecamatan Kasembon, dan EWP, warga Kecamatan Singosari, atas dugaan tindak pidana penadahan,” ujar AKP Zaenal Arifin.
Menurut AKP Zaenal, modus operandi para pelaku adalah memperjualbelikan sepeda motor hasil kejahatan tanpa dilengkapi dokumen resmi. KW diketahui bertindak sebagai perantara yang menjual sepeda motor kepada EWP dengan harga Rp8.600.000. Sementara itu, pelaku utama berinisial Y (DPO) saat ini masih dalam pengejaran pihak kepolisian.
Dari tangan para tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha NMax, beberapa telepon genggam milik korban maupun pelaku, serta kelengkapan dokumen kendaraan milik korban berinisial NMYO. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian materiil mencapai Rp32.700.000.
Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan pasal mengenai tindak pidana penadahan sebagaimana dimaksud dalam pasal 591 UU No. 01 tahun 2023 tentang KUHP.
Menanggapi kasus tersebut, Ps. Kasi Humas Polres Batu, Iptu M. Huda Rohman, memberikan himbauan kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi tindak pidana di lingkungan masing-masing.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa memastikan keamanan rumah saat ditinggalkan, termasuk mengunci pintu dan tidak meninggalkan kunci kendaraan menempel pada motor.
Selain itu, kami minta masyarakat untuk tidak mudah membeli barang dengan harga yang tidak wajar atau tanpa surat-surat kepemilikan yang sah, karena itu bisa terindikasi barang hasil kejahatan,” tegas Iptu M. Huda Rohman.
Iptu Huda juga menegaskan bahwa Polres Batu akan terus berkomitmen untuk menindak tegas segala bentuk tindak kriminalitas demi menciptakan keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Batu. (an)
BATU,KORANRAKYAT.COM–Perseligkuhan tidak liat status sosial, seperti halnya di Polres Batu. Seorang ibu berselingkuh dengan penjual cilok hingga berujung terjadinnya kekerasan dalam rumah tangga. Kasatres PPA-PPO Polres Batu, AKP Tri Nawang Sari, mengungkapkan bahwa kekerasan dalam rumah tangga yang ditangani Polres Batu, adanya seorang ibu rumah tangga sebut saja EN (41) , yang ketahuan suaminya NK (41) warga Kasembon Kab Malang berselingkuh dengan seorang pedagang cilok.Awalnya suami menanyakan pada anaknya kemana ibunya kerap tidak ada di rumah sudah hampir 2 Minggu. Anaknya saat ditanya tidak mengetahui, sang ibu kemana, ternyata suami mencoba menelusuri sendiri, lewat chat yang ada di Hp nomor mencurigakan, yang kerap dihubungi, dengan memberikan nama di nomor Hp dengan inisial nama perempuan. Akhirnya suami curiga nomor itu dihubungi ternyata laki laki.
Akhirnya diketahui istrinya selingkuh dengan pedagang cilok.Akibatnya suami berang saat di rumah , istrinya ditanya mbulet aja tidak mengaku akhirnya suami ambil golok, dibacoklah kepalanya kepalanya hingga mengalami luka bagian kepalanya, hingga mengalami luka parah. Terdapat 12 jaitan di kepalanya. Dilakukan rawat inap hingga hampir seminggu.
Akibat ibunya terluka Anaknya melaporkan Bapaknya ke PPA –PPO Polres Batu, dan tersangka behasil dtangkap dan di amankan di Mapolres Batu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Menurut Kasatres PPA-PPO Polres Batu, AKP Tri Nawang Sari, ayat yang dipasang ayat 2 dengan hukuman maksimal 15 Tahun, namun tergantung dari tuntutan jaksanya nanti.
Sementara selain KDRT PPA-PPO Polres Batu,juga menangkap mucikari di wilayah Batu, dengan modus melalukan perdagangan orang dengan tarip Rp. 2,5 Juta mereka mendapatkan keuntungan Rp. 500 ribu.Satuan Reserse Perlindungan Perempuan, Anak, dan Pemberantasan Perdagangan Orang (Satres PPA-PPO) Polres Batu telah berhasil melakukan penegakan hukum selama semester pertama tahun 2026. Sebanyak enam kasus menonjol yang melibatkan perempuan dan anak berhasil diselesaikan dan seluruhnya telah dilimpahkan ditahap II ke Kejaksaan.
Kasatres PPA-PPO Polres Batu, AKP Tri Nawang Sari, mengungkapkan bahwa penyelesaian perkara tersebut dilakukan dengan tegas, di mana seluruh tersangka telah ditahan selama proses penyidikan berlangsung.
“Selama Januari hingga Juni 2026, kami berhasil menuntaskan enam kasus prioritas. Seluruh perkara kini telah memasuki tahap dua, yakni pelimpahan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan,” ujar AKP Tri Nawang saat konferensi pers di Mapolres Batu, pada Selasa (30/6/2026).
Menurut AKP Tri, kasus yang ditangani memiliki kompleksitas tinggi, mulai dari Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) hingga tindak pidana asusila.
Berikut adalah rekapitulasi penanganan kasus selama periode tersebut:
Januari: Penanganan kasus KDRT oleh seorang suami. Tersangka ditahan karena mengakibatkan korban mengalami luka berat hingga menghambat aktivitas sehari-hari.
Februari: Kasus kekerasan terhadap anak dengan korban seorang siswi SMA berusia 16 tahun. Pelaku dewasa yang terlibat telah diproses dan ditahan.
Maret: Pengungkapan praktik mucikari melalui Operasi Pekat, serta satu kasus KDRT berat yang menyebabkan korban harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Periode Lanjutan: Penanganan kasus persetubuhan terhadap anak dengan korban di bawah umur (14 tahun) dan pelaku berusia 20 tahun.
AKP Tri menekankan bahwa keputusan untuk melakukan penahanan terhadap para tersangka didasarkan pada pertimbangan serius terkait kondisi psikis dan fisik korban, serta ancaman hukuman yang menyertai perbuatan pelaku.
“Kami tidak memberikan toleransi terhadap kekerasan yang merusak martabat perempuan dan masa depan anak. Keputusan penahanan diambil sebagai bentuk perlindungan bagi korban sekaligus memastikan proses hukum berjalan transparan dan berkeadilan,” tegasnya.
Berkat percepatan pemberkasan perkara (P21) yang dilakukan penyidik, Satres PPA-PPO Polres Batu kini mencatatkan kondisi ruang tahanan yang kosong khusus untuk kasus-kasus tersebut.
“Karena seluruh berkas perkara semester pertama ini sudah dilimpahkan ke kejaksaan, saat ini tidak ada lagi tersangka kasus PPA yang mendekam di ruang tahanan kami,” tandas AKP Tri.
Keberhasilan ini menjadi sinyal positif bagi komitmen Polres Batu dalam memberikan perlindungan hukum serta menekan angka kriminalitas terhadap kelompok rentan di wilayah hukum Kota Batu. (an)
BATU,K0RANRAKYAT.COM,- Satresnarkoba Polres Batu berhasil bongkar 40 kasus narkoba, pada semester pertama tahun 2026.Sekitar 47 tersangka pengedar telah mendekam tahanan sel Polres Batu.
Kasatresnarkoba Polres Batu, AKP Bobby Abadi Rustam mengungkapkan, dari puluhan kasus yang diungkap tersebut, pihaknya berhasil mengamankan sebanyak 47 tersangka.
"Secara global, Satresnarkoba Polres Batu berhasil mengungkap 40 kasus selama periode Januari hingga Juni 2026, dengan 47 tersangka," kata Bobby kepada wartawan, Selasa (30/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa pihak kepolisian bergerak cepat dalam memproses hukum para budak narkoba tersebut. Mayoritas berkas perkara bahkan sudah dilimpahkan ke kejaksaan untuk segera disidangkan.
"Dari total kasus tersebut, sebanyak 34 perkara telah dinyatakan lengkap dan dilimpahkan ke kejaksaan (P-21). Sementara enam kasus lainnya masih dalam tahap penyidikan intensif," jelasnya.
Dari tangan para tersangka, polisi menyita beragam jenis barang bukti, mulai dari sabu, ganja, hingga pil ekstasi. Jika dirupiahkan, nilai barang haram tersebut menembus angka ratusan juta rupiah.
"Barang bukti yang kami amankan antara lain Sabu 76,66 gram, Ganja 43,55 gram dan Pil Ekstasi 87 butir. Kalau diestimasi dari nilai ekonomisnya, besarannya kurang lebih mencapai Rp 136 juta," kata dia.
Dari 40 kasus yang diungkap, Bobby menyebut ada dua kasus kakap yang menjadi sorotan utama lantaran hasil dari pengembangan jaringan antarkota.
Kasus menonjol pertama dibongkar pada Mei 2026. Polisi berhasil menciduk pengedar berinisial ZI di kawasan Lowokwaru, Kota Malang.
ZI merupakan hasil nyanyian dari tersangka yang ditangkap sebelumnya di wilayah Batu. Dari tangan ZI, petugas menyita 15 butir ekstasi dan 27 poket sabu siap edar.
Tak berhenti di situ, pada Juni 2026, Tim Satresnarkoba Polres Batu kembali mengendus jaringan narkoba yang beroperasi hingga ke luar wilayah. Polisi melakukan pengejaran ke Kabupaten Kediri dan berhasil membekuk tersangka berinisial DU.
"Kami lakukan pengembangan hingga ke Kediri dan berhasil mengamankan DU dengan barang bukti 17 poket sabu. Saat ini yang bersangkutan masih dalam proses penyidikan," tegas Bobby.
Akibat perbuatannya, para tersangka kini terancam hukuman berat. Polisi menjerat mereka dengan Pasal 114 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, juncto UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP, serta UU RI No. 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana (an)
Bank Jatim Borong 7 Penghargaan dalam Ajang 23rd INFOBANK-MRI Banking Service Excellence Appreciation 2026
JAKARTA, KORANRAKYAT.COM,- 26 Juni 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada ajang 23rd INFOBANK-MRI Banking Service Excellence Appreciation 2026 yang diselengggarakan di Jakarta pada Jumat (26/6), Bank Jatim berhasil meraih tujuh penghargaan sekaligus atas konsistensinya dalam menghadirkan pengalaman terbaik bagi nasabah di berbagai kanal layanan. Bertempat di Hotel Kempinski Jakarta, penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan perseroan dalam menjaga kualitas layanan dan terus berinovasi di era transformasi digital.
Adapun tujuh penghargaan yang berhasil diraih Bank Jatim meliputi:
1. Consistent Region Bank in The Best Customer Experience for 15 Consecutive Years (2012–2026)
2. The Best Region Bank in ATM Experience
3. The Best Region Bank in Social Media Experience
4. The Best Region Bank in Call Center Experience
5. The Best Region Bank in Chatbot Experience
6. The Best Region Bank in Mobile Banking Experience
7. The Best Region Bank in SMS Banking Experienc
Winardi menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas penghargaan yang telah diterima oleh Bank Jatim. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari komitmen seluruh Jatimers dalam memberikan layanan yang prima, inovatif, serta berorientasi pada kebutuhan nasabah. ”Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan di seluruh touchpoint, baik layanan konvensional maupun digital. Kepercayaan nasabah merupakan aset terbesar Bank Jatim, sehingga kami akan terus berinovasi agar dapat menghadirkan customer experience yang semakin mudah, cepat, aman, dan nyaman," ujarnya.
Keberhasilan mempertahankan predikat Consistent Region Bank in The Best Customer Experience selama 15 tahun berturut-turut menjadi bukti konsistensi Bank Jatim dalam membangun budaya layanan yang unggul. Di sisi lain, penghargaan pada berbagai kanal layanan seperti ATM, mobile banking, call center, whatsapp, SMS banking, hingga media sosial menunjukkan kemampuan Bank Jatim dalam mengintegrasikan layanan fisik dan digital untuk memenuhi ekspektasi nasabah yang terus berkembang.
Sejalan dengan transformasi digital yang terus dilakukan, lanjut Winardi, Bank Jatim akan terus memperkuat inovasi produk dan layanan, meningkatkan kapabilitas teknologi informasi, serta menghadirkan pengalaman perbankan yang semakin optimal bagi seluruh nasabah. Bagi perseroan, kualitas pelayanan tidak hanya menjadi bagian dari operasional bisnis, tetapi juga merupakan fondasi utama dalam membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah dan seluruh pemangku kepentingan. Ke depan, Bank Jatim akan terus memperkuat inovasi, mempercepat transformasi digital, serta meningkatkan kompetensi sumber daya manusia guna menghadirkan pengalaman layanan yang semakin unggul.
”Sebab kami meyakini pelayanan prima yang konsisten menjadi kunci untuk menciptakan nilai tambah, memperkuat daya saing, dan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Selain itu, kami juga berkomitmen untuk terus menjadi bank pembangunan daerah yang adaptif, kompetitif, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya di Jawa Timur,” tegas Winardi.
Sebagai informasi, ajang Infobank-MRI Banking Customer Experience Appreciation merupakan penghargaan yang diberikan berdasarkan hasil riset independen terhadap kualitas pengalaman nasabah pada berbagai kanal layanan perbankan yang menjadi tolok ukur kualitas customer experience di industri perbankan.(an)











