Redaksi
LAMPUNG, KORANRAKYAT.COM Agustus 2025. Sebagai wujud dukungan terhadap program – program Pemerintah Provinsi Jawa Timur, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) pada hari Kamis (7/8) turut berpartisipasi dalam kegiatan Misi Dagang dan Investasi dengan tema Meningkatkan Jejaring Konektivitas antara Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Lampung. Bertempat di Swiss-Belhotel Lampung, kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Plt. Direktur Utama Bank Jatim Arif Suhirman, dan Direktur Utama Bank Lampung Mahdi Yusuf.
Arif menjelaskan, Bank Jatim terus berkomitmen untuk senantiasa mendukung UMKM Jawa Timur dalam meningkatkan daya saing sehingga dapat menembus pasar nasional maupun internasional. ”UMKM binaan Bank Jatim kami ikutsertakan dalam kegiatan Misi Dagang ini sebagai salah satu upaya untuk memperluas pasar mereka. Kami yakin, produk – produk tersebut dapat menarik minat para pengunjung dan berpotensi membuka peluang bisnis baru bagi para pelaku usaha,” terangnya.
Menurut Arif, melalui Misi Dagang, UMKM dapat memperoleh wadah strategis untuk mengenalkan produk-produk mereka kepada potensial market yang ada di Lampung. Sehingga dalam hal ini, perseroan tidak hanya memberikan berbagai layanan perbankan kepada para nasabah UMKM, tetapi juga aktif memberikan pendampingan serta dukungan dalam mengembangkan usahanya. Terdapat 3 UMKM Binaan Bank Jatim yang diikutsertakan pada gelaran Misi Dagang. Antara lain UMKM Batik Gajah Mada, UMKM Cokelat Majapahit, dan UMKM Bawang Goreng CYS. ”Produk - produk unggulan UMKM binaan Bank Jatim itu diharapkan mampu memberikan manfaat sesuai kebutuhan masyarakat di daerah Provinsi Lampung,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut juga berlangsung penandatanganan Perjanjian Penyertaan dan Pengambilalihan Saham Bersyarat antara Bank Jatim dan Bank Lampung sebagai tindak lanjut dari pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB). Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Arif Suhirman dan Mahdi Yusuf dengan disaksikan oleh Khofifah Indar Parawansa dan Rahmat Mirzani Djausal. ”Maksud dan tujuan dari perjanjian ini adalah untuk mengatur tata cara pelaksanaan penyertaan modal dan pembentukan KUB antara para pihak sehingga Bank Lampung sepakat melakukan peningkatan modal disetor untuk kemudian dilakukan penyertaan modal oleh Bank Lampung,” tutur Arif.
Menurutnya, KUB antara Bank Jatim dengan Bank Lampung merupakan suatu upaya penguatan struktur, ketahanan, dan daya saing industri perbankan yang nantinya dapat mencapai level yang lebih efisien menuju skala ekonomi yang lebih tinggi. Sehingga ke depannya bank-bank yang berproses KUB dengan BJTM bisa menjadi Bank Pembangunan Daerah yang kompetitif di lingkup regional dan mampu memajukan pembangunan serta perekonomian di daerah masing-masing maupun skala nasional.
Mahdi Yusuf menambahkan, pihaknya yakin dengan KUB ini akan banyak perubahan – perubahan positif yang terjadi di Bank Lampung sehingga ke depannya Bank Lampung semakin kuat dan dapat lebih memaksimalkan potensi dari sinergi yang ada. ”Dengan bersinergi KUB bersama Bank Jatim, kami yakin dapat memberi dampak positif terhadap performa bisnis Bank Lampung. Salah satu hal yang akan kami siapkan adalah SDM agar seluruh program kerja dapat terealisasikan dengan baik dan optimal,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah juga mengatakan, dengan adanya penandatanganan perjanjian antara Bank Lampung dengan Bank Jatim ini diharapkan dapat semakin membangun konektivitas dunia perbankan di dua provinsi. ”Tentu hal tersebut akan memperkuat kinerja bank pembangunan daerah di dua provinsi dan sekaligus dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, sektor keuangan, serta menjadi pintu masuk kerja sama antara Provinsi Jawa Timur dan Lampung. Kerja sama ini terjadi sesuai dengan regulasi yang diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” tuturnya.
Adapun dalam Misi Dagang dan Investasi antara Jawa Timur dengan Lampung total transaksi finalnya mencapai Rp 1,055 triliun. Capaian ini mengalami peningkatan signifikan bila dibandingkan dengan gelaran tahun 2023 lalu, yakni 35 transaksi dengan nilai Rp 285,52 miliar. ”Capaian ini merupakan hasil sinergi dan kepercayaan antar daerah dalam mendukung produk dalam negeri. Ini adalah bukti nyata bahwa Jawa Timur terus berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan optimistis mewujudkan kekuatan pasar dalam negeri," tutup Khofifah.(an)
BANTEN,KORANRAKYAT.COM,- 29 Juli 2025. Sebagai tindak lanjut dari proses pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) bersama dengan PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk (Bank Banten) secara resmi telah melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama tentang Penyediaan Layanan Digital Non Aplication Programming Interface (Non API) pada hari Selasa (29/7). Bertempat di Kantor Pusat Bank Banten, perjanjian tersebut ditandatangani oleh Yetty Fitria Suprapto - Senior Vice President Fund and Services Division dan Kepala Divisi Dana dan Jasa Bank Banten I Gusti Ayu Nyoman Rai.
Plt. Direktur Utama Bank Jatim Arif Suhirman menjelaskan, ruang lingkup perjanjian ini adalah untuk menyediakan Layanan Digital Non API yang diperuntukkan bagi Bank Banten. Dalam pelaksanaan kerjasama berdasarkan Perjanjian ini, Bank Banten akan bertindak sebagai pengguna Layanan Digital yang bertanggung jawab untuk senantiasa dan melakukan sosialisasi serta edukasi kepada nasabahnya dan Bank Jatim sebagai pengelola Layanan Digital yang bertanggung jawab dalam pengelolaan operasional sistem sehingga dapat berfungsi dengan baik. ”Dalam hal ini Bank Jatim akan menerima sharing fee atas setiap transaksi yang terjadi melalui Channel Bank Banten. Kemudian Bank Jatim yang akan menyiapkan layanan digital Non API kepada Bank Banten agar nasabah Bank Banten dapat melakukan transaksi,” paparnya.
Selanjutnya dari sisi Bank Banten yang akan menyiapkan jaringan koneksi dari Bank Banten ke Bank Jatim untuk kegiatan proses transaksi dan sekaligus menyediakan seluruh perangkat (hardware dan software) yang diperlukan untuk pelaksanaan operasional di Bank Banten. "Kami siap untuk memberikan pengalaman dan pengetahuan dalam melakukan langkah-langkah strategis, termasuk di bidang IT & Digital. Sebab sejatinya pelaksanaan KUB dengan sesama BPD di Indonesia ini merupakan salah satu upaya untuk memperkuat eksistensi BPD dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,’’ tegas Arif.
Pihaknya yakin dengan berbagai histori yang baik dan pengalaman yang dimiliki Bank Jatim, pihaknya optimis sinergitas bisnis dengan Bank Banten nantinya akan membawa dampak positif bagi kedua belah pihak. ”Semoga rencana-rencana kerja sama yang telah disusun dapat berjalan sesuai yang diharapkan. Kami juga optimis kolaborasi ini akan menciptakan sinergi yang saling menguntungkan, meningkatkan inovasi dalam industri keuangan, serta memberikan nilai tambah bagi semua pihak terkait,” terang Arif.
Di samping itu, Direktur Utama Bank Banten Muhammad Busthami juga menyampaikan bahwa pihaknya sangat berterima kasih atas dukungan dari Bank Jatim selama ini. Sehingga keberlangsungan proses kerja sama dapat terus berjalan sesuai yang dijadwalkan. ”Kami berharap semoga proses ini akan membuahkan hasil yang saling memberi dampak positif serta mengoptimalkan sinergi bisnis yang telah dijalankan. Kami juga berkomitmen akan menjadikan Bank Banten sebagai mitra terpercaya dan sejahtera utama bagi seluruh masyarakat,” tutupnya.(an)
MOJOKERTO, KORANRAKYAT.COM,-29 Juli 2025. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus mendorong pelaku usaha, terutama Usaha Kecil dan Menengah (UKM), untuk selalu meningkatkan daya saing produk ekspor Indonesia di kancah global. Sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian pelaku usaha dalam menembus pasar internasional dan sekaligus untuk memperkuat semangat ekspor nasional, pada hari Selasa (29/7) telah diselenggarakan kegiatan Pelepasan Ekspor Perdana Produk Alas Kaki CV Mitraindo Shoes Pratama ke Busan, Korea Selatan. Bertempat di Desa Ngastemi Mojokerto, pelepasan ekspor tersebut dihadiri oleh Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Deden Muhammad Fajar Shiddiq, Kepala PPEJP Sugih Rahmansyah, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra, Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto Iwan, dan Vice President International Banking Bank Jatim Hening Triujianti.
Plt. Direktur Utama Bank Jatim Arif Suhirman menjelaskan, CV Mitraindo Shoes Pratama merupakan UKM Binaan Bank Jatim dari Mojokerto. Adapun produk alas kaki yang diberangkatkan itu bernilai USD 37.060 atau setara Rp 602 juta. ”Kegiatan ini menjadi momentum simbolis yang menandai keberangkatan komoditas ekspor dari Jawa Timur ke berbagai negara tujuan. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk menunjukkan komitmen Bank Jatim dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperluas akses pasar global serta meningkatkan nilai tambah produk nasional,” tegasnya.
Arif berharap dengan kegiatan tersebut dapat tercipta sinergi antara pelaku usaha, pemerintah daerah, instansi pusat, serta mitra dagang internasional dalam membangun ekosistem ekspor yang berkelanjutan dan inklusif. Sebagai bank pembangunan daerah, Bank Jatim berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur melalui fasilitasi dan pembinaan nasabah yang berorientasi ekspor. Sehingga kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan brand image Bank Jatim sebagai Bank Devisa yang peduli pada UKM dan Ekspor.
”Pelepasan ekspor ini bukan hanya seremoni, melainkan bentuk nyata kontribusi Bank Jatim dalam perdagangan global. Kami ingin berkontribusi untuk ikut memperkenalkan dan memperkuat posisi komoditas unggulan Jawa Timur di pasar internasional. Semoga pelepasan ekspor ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah,” tegasnya.
Bupati Mojokerto atau yang biasa disapa dengan Gus Bupati juga menambahkan, ini merupakan langkah awal yang membanggakan dan menjadi bukti bahwa produk-produk lokal dari Kabupaten Mojokerto mampu menembus pasar global dan bersaing secara kualitas. Menurutnya, langkah CV. Mitraindo Shoes Pratama dapat menjadi inspirasi bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) lainnya di Mojokerto. ”Kami berharap ekspor ini akan terus berlanjut dan meningkat, baik dari sisi volumenya, variasi produknya, maupun jangkauan pasarnya,” tambahnya.
Ke depan, Pemkab Mojokerto akan terus memperkuat pelatihan, pendampingan, dan promosi bagi IKM. "Kita sekarang lagi butuh-butuhnya pasar internasional karena dampak dari tarif Trump. Kita harus mencari pasar lain yang lebih masif, sehingga produk ekspor kita juga semakin meningkat dan stabil dan ini juga pasti akan berdampak terhadap perekonomian negara kita," tegasnya.(an)
SURABAYA, KORANRAKYAT.COM,-30 Juli 2025. Di tengah persaingan perbankan yang semakin ketat,
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (Bank Jatim) terus menunjukkan performa positifnya. Hal tersebut dapat dilihat dari keberhasilan Bank Jatim yang mampu melewati semester I tahun 2025 dengan baik didukung oleh akselerasi pertumbuhan bisnis, baik dari sisi penyaluran kredit dan transaksi nasabah, maupun momentum perbaikan kualitas aset yang terjaga.
Plt. Direktur Utama Bank Jatim Arif Suhirman memaparkan, total aset Bank Jatim secara konsolidasi pada enam bulan pertama tahun ini sukses mencapai angka Rp 118,15 triliun atau naik 16,71 persen (YoY). Kemudian apabila dilihat dari sisi laba bersih Bank Jatim (bank only) sepanjang semester pertama ini berada di angka Rp 703 miliar, tumbuh 13,26 persen (YoY). ”Kami bersyukur bahwa Bank Jatim masih mampu membukukan kinerja yang cukup baik, terutama dalam perolehan laba bersih bank only. Kami berkomitmen akan selalu berusaha mewujudkan visi misi Bank Jatim menjadi BPD no. 1 di Indonesia,” tegasnya.
Selain itu, selama Semester I tahun ini, penyaluran kredit Bank Jatim juga mampu membukukan peningkatan yang signifikan yaitu 15,91 persen (YoY). ”Untuk semester I 2025, Bank Jatim mampu menyalurkan kredit (bank only) sebesar Rp 67,31 triliun. Meskipun kondisi ekonomi nasional dan regional relatif masih mengalami tantangan, Bank Jatim masih mampu mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit. Hal ini menandakan masih terdapat kenaikan permintaan barang dan jasa dari masyarakat. Memang tidak dipungkiri akses pembiayaan terhadap pelaku usaha harus dibuka selebar-lebarnya agar dapat menciptakan lapangan usaha dan pekerjaan baru, sehingga ekonomi dapat berputar dan tumbuh” ungkapnya.
Menurut Arif, ada beberapa fokus utama yang akan dilakukan Bank Jatim demi mempertahankan kinerja postifnya. Pertama, memfokuskan kembali kinerja kualitas asset. Caranya yaitu dengan memperbaiki struktur asset dan liabilities dengan penyaluran pinjaman yang lebih selektif, penyelesaian pinjaman yang optimal termasuk pertumbuhan Dana Pihak Ketiga yang sustainable. Kedua, mengintegrasikan seluruh elemen bisnis, termasuk pemerintah daerah, UMKM, dan masyarakat ke dalam ekosistem digital yang terkait dan berkelanjutan. Ketiga, penerbitan obligasi yang merupakan aksi korporasi untuk mendukung ekspansi bisnis dan mengantisipasi pengetatan likuiditas. Hal ini merupakan rangkaian rencana startegis untuk menjadi BPD nomor satu di Indonesia.
Arif menambahkan, kinerja layanan digital banking dengan brand JConnect sepanjang Semester I 2025 juga berhasil mencetak angka yang positif. Pengguna JConnect Mobile pada Semester I tahun ini tumbuh 21,99 persen (YoY). Sementara untuk nominal transaksinya berada di angka Rp 29,41 triliun, naik 6,56 persen dibanding Semester I 2024 (YoY).
Selanjutnya, user JConnect Internet Banking berada di angka 10.496 atau naik 15,89 persen (YoY) dengan jumlah transaksi sebesar Rp 5,70 triliun. Kemudian, jumlah jaringan unorganik yaitu Agen Jatim sepanjang Semester I 2025 sebesar 14.008 user atau tumbuh 38,68 persen (YoY) dengan jumlah transaksi sebesar Rp 190,06 miliar.
”Merchant QRIS kami sudah mencapai 167.598 atau tumbuh 25,20 persen (YoY) dengan jumlah transaksi sebesar Rp 916,36 miliar atau tumbuh 19,80 persen dibanding periode yang sama tahun lalu (YoY). Aplikasi digital untuk membantu pelayanan permintaan kredit yaitu Jatim Kilat juga tumbuh positif. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa layanan Bank Jatim semakin diterima oleh masyarakat luas,” urai Arif.
Arif juga mengakui bahwa pertumbuhan bisnis bank yang semakin baik terjadi karena penyaluran kredit Bank Jatim mampu dijaga serta diiringi dengan memperkuat bisnis melalui sinergi Kelompok Usaha Bank (KUB). Sampai saat ini, sudah terdapat 1 (satu) anggota KUB Bank Jatim yaitu Bank NTB Syariah dan 4 (empat) kandidat anggota KUB Bank Jatim, yaitu, Bank Lampung, Bank NTT, Bank Sultra, dan Bank Banten.
Dalam menghadapi tantangan di semester kedua nanti, lanjut Arif, Bank Jatim telah mempersiapkan berbagai strategi untuk menjaga momentum pertumbuhan antara lain dengan tetap berorientasi pada pertumbuhan yang focus pada kualitas, meningkatkan efisiensi, dan menggali potensi pendapatan baru. ”Kami akan terus bekerja keras untuk mencapai target yang telah ditetapkan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan," tutup Arif.
Selain kinerja yang positif, sepanjang Semester I 2025 Bank Jatim juga berhasil meraih banyak penghargaan dari berbagai ajang. Yaitu 14th Infobank Digital Brand Awards Isentia 2025, Marketing Contact Center Service Excellence Awards, Indonesia Human Capital Brilliance Awards 2024, The Asian Post The Best Regional Champions 2025, Warta Ekonomi Indonesia Public Relation Awards 2025, dan masih banyak lagi.(an)
SURABAYA, KORANRAKYAT.COM,- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) bersama dengan PT Ladang Karya Husada (SIPLah Toko Ladang) semakin agresif melanjutkan kolaborasinya. Setelah melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama pada tahun lalu, kali ini Bank Jatim dan Toko Ladang telah sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk Salam Sapa UMKM. Bertempat di Ruang Bromo Kantor Pusat Bank Jatim, kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Kepatuhan Bank Jatim Umi Rodiyah, Direktur Utama Toko Ladang Nur Hidayati, dan 250 UMKM se-Jawa Timur pada hari Senin (28/7).
Umi menjelaskan, acara tersebut sebenarnya menjadi momen penting bagi UMKM karena di dalamnya mengupas tuntas tentang potensi digitalisasi di era sekarang. Selain itu, para UMKM juga berpotensi untuk mendapat dukungan finansial langsung dari Bank Jatim dan sekaligus mendapatkan pendampingan serta tips praktis untuk mengembangkan usahanya. “Sesuai dengan tema yang diangkat dalam kegiatan ini yaitu Sinergi Inovasi Digital, Dukungan Finansial, dan Pendampingan Usaha untuk UMKM Tangguh di Era Ekonomi Baru, kami berkomitmen akan terus mendukung UMKM dalam melakukan transformasi digital untuk pengadaan barang/jasa sehingga mereka semua bisa naik kelas,” paparnya.
Menurut Umi, UMKM telah menjadi salah satu penyokong Indonesia, khususnya Jawa Timur, dalam melewati berbagai fase perekonomian. Maka dari itu, Bank Jatim berkomitmen akan selalu hadir dalam mendukung dan memberikan solusi bagi perkembangan UMKM. ”Bukan hanya support di bidang pendanaan saja, Bank Jatim juga menghadirkan solusi bagi perkembangan UMKM di Jawa Timur baik pada sisi promosi maupun akses pasar. Pada intinya kami akan terus melakukan inovasi – inovasi untuk kemajuan pelaku UMKM dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Umi juga menambahkan, potensi bisnis kredit Bank Jatim untuk sektor UMKM sangatlah besar. Sehingga kerja sama antara Bank Jatim dengan Toko Ladang ke depannya diharapkan dapat memberikan percepatan pertumbuhan portofolio kredit serta mengembangkan usaha pelaku UMKM merchat Toko Ladang agar menjadi lebih baik lagi. ”Tentu kami berharap semoga sinergitas Bank Jatim dengan Toko Ladang ini juga dapat mendorong kinerja kredit perseroan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Nur Hidayati menjelaskan, SIPLah adalah Sistem Informasi Pengadaan Sekolah yang merupakan sistem digital dari Kemendikbudristek yang membantu satuan pendidikan (Satdik) dan jasa yang tergabung dalam Mitra pengelola pasar daring SIPLah. Sampai saat ini, SIPLah telah menghubungkan lebih dari 223.000 Satuan Pendidikan dengan 100.000 Penyedia barang dan jasa melalui 15 Mitra pengelola pasar daring dari seluruh Indonesia. ”Kemudian untuk sebaran transaksi marketplace Toko Ladang tahun 2024 di Jawa Timur telah mencapai ribuan. Di Surabaya sendiri total transaksinya mencapai 93.390 dengan nominal transaksi Rp 330 miliar. Kemudian di Kabupaten Banyuwangi memiliki 74.143 transaksi dengan nominal transaksi Rp 178 miliar. Lalu di Kabupaten Kediri terdapat 76.942 transaksi dengan nominal transaksi Rp 114 miliar,” terangnya.
Nur juga menambahkan, untuk total merchant aktif Toko Ladang di Jawa Timur mencapai 12.699 merchant. ”Maka dari itu, kerjasama ini merupakan langkah penting dalam memperluas jangkauan pasar bagi ribuan UMKM yang telah bergabung dengan Toko Ladang. Potensi pembiayaan di dalamnya juga sangat besar. Semoga kolaborasi ini dapat terus berjalan baik dan memberikan dampak positif bagi perekonomian di Jawa Timur,” tutupnya.(an)
BOJONEGORO,KORANRAKYAT.COM,- 18 Juli 2025. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) secara resmi telah menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro pada hari Jumat (18/7). Bantuan yang diberikan yaitu berupa satu unit mobil ambulans dan satu unit mobil jenazah untuk RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Kabupaten Bojonegoro. Kemudian beasiswa untuk siswa/siswi SMA-SMK negeri atau swasta yang tidak mampu di Kabupaten Bojonegoro, rehabilitasi embung di Desa Hargomulyo Kabupaten Bojonegoro, pembangunan sumur bor di Desa Pohwates, Lengkong dan Karangdinoyo Kabupaten Bojonegoro. Lalu yang terakhir adalah bantuan pengadaan peralatan perpustakaan untuk SMPN 1 Bojonegoro, SMPN 2 Bojonegoro, SMPN 7 Bojonegoro, dan SDN Kalitidu I Kabupaten Bojonegoro.
Bertempat di Pendopo Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, kegiatan penyerahan CSR tersebut dihadiri oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, SEVP Mikro, Ritel, dan Konsumer Bank Jatim Kamiliah, AVP Komunikasi Korporat Bank Jatim Mi’roj Subhanto, dan Pemimpin Bank Jatim Cabang Bojonegoro Kartika Diah Sri Rahayu pada hari Jumat (18/7).
Plt. Direktur Utama Bank Jatim Arif Suhirman menjelaskan, seluruh bantuan CSR dari Bank Jatim tersebut baik dari sisi kesehatan, pendidikan, maupun lingkungan diharapkan dapat mengatasi kebutuhan masyarakat Bojonegoro. ”Seperti bantuan ambulan ini ditujukan agar bisa membantu dalam hal pelayanan kesehatan dan sistem penanggulangan gawat darurat terpadu serta diharapkan juga dapat bermanfaat bagi masyarakat sebagai sarana pengantaran jenazah, terutama untuk daerah/wilayah dataran tertinggi,” ungkapnya.
Selanjutnya, CSR beasiswa bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan dan mendorong prestasi akademik untuk para siswa yang tidak mampu di Bojonegoro. Sehingga ke depannya mereka bisa lebih termotivasi lagi untuk berprestasi. ”Lalu bantuan embung bertujuan untuk mengatasi ketersediaan air di Kawasan Desa Hargomulyo sehingga diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian. Sama halnya dengan pembangunan sumur bor yang juga bertujuan untuk mencukupi kebutuhan pengairan di lahan pertanian,” tutur Arif.
Arif berharap, kerja sama Bank Jatim dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro ke depannya dapat terus berkembang untuk mendukung peningkatan roda perekonomian daerah. ”Sebab, sudah menjadi kewajiban bagi kami untuk selalu bersinergi dalam membangun dan mendorong suatu daerah yang ada di Jawa Timur sehingga nantinya bisa menjadi daerah dengan tingkat pelayanan yang baik,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Bojonegoro memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bank Jatim atas pemberian CSR dan kerja sama yang sudah terjalin selama ini. ”Semoga kerja sama ini ke depannya dapat terus ditingkatkan. Kami akan manfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya untuk mendukung dan melayani masyarakat. Kami berharap ke depan CSR yang diberikan bisa menyesuaikan dengan program – program Pemkab, sehingga skala yang menjadi prioritas Pemkab bisa dibantu,” ungkapnya.(an)
SURABAYA, KORANRAKYAT.COM,-19 Juli 2025. Kota Surabaya bakal menjadi tuan rumah gelaran lari bergengsi dengan tajuk Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K 2025 pada Minggu, 28 September 2025. Event ini merupakan kolaborasi Suara Surabaya Media dan Pemerintah Kota Surabaya, dengan dukungan penuh dari PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sebagai sponsor utama.
Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K dirancang bukan sekadar sebagai ajang kompetisi olahraga, namun juga sebagai strategi pengembangan sport tourism di Surabaya. Kota Pahlawan dinilai memiliki daya tarik besar yang mencakup kekayaan sejarah, keindahan arsitektur, dan keramahan warganya, yang sangat potensial dipromosikan melalui kegiatan berbasis olahraga. Melalui ajang ini, penyelenggara menargetkan partisipasi 3.000 pelari dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat Surabaya, dan kota-kota lain di Indonesia.
Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya, sebelumnya menyampaikan keinginannya menjadikan Surabaya sebagai destinasi sport tourism kelas dunia. Ia meyakini bahwa penyelenggaraan event-event olahraga, termasuk lari, mampu meningkatkan citra kota dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. "Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K adalah bagian dari upaya mendukung visi tersebut," kata Verry Firmansyah, CEO Suara Surabaya Media sekaligus Steering Committee acara ini.
“Kami merancang rute lomba yang melintasi ikon-ikon kebanggaan kota, memberikan pengalaman berlari yang unik sembari menikmati semangat dan keindahan Surabaya. Kalau titik start dan finishnya berlokasi di Balai Kota Surabaya,” tambahnya.
Empat kategori lomba akan digelar dalam ajang ini yakni: National 10K Male, National 10K Female, Master 10K Male (usia 45+), dan Master 10K Female (usia 45+). Verry berharap event ini juga mendapatkan rekomendasi dari Pengprov Persatuan Atletik Seruruh Indonesia (PASI) Jawa Timur, yang akan menjadikan ajang ini sebagai momentum pencapaian personal best atlet-atlet andalan Jawa Timur.
Untuk memastikan kualitas dan kredibilitas event, Suara Surabaya Media menggandeng race director bersertifikat dari Road Runners Club of America (RRCA). Jalur lari akan disiapkan secara profesional dan memenuhi standar nasional, dengan pengamanan semi steril.
Sebagai bagian dari penguatan sport tourism, peserta juga akan mendapatkan pengalaman unik lainnya. Pengambilan race pack dan sesi carbo loading akan dilakukan berbarengan dengan Jazz Traffic Festival (JTF). JTF merupakan acara musik tahunan yang digelar Suara Surabaya Media telah menjadi ikon hiburan di Surabaya, kali ini akan berlangsung pada 27-28 September 2025 di Grand City Surabaya. Ini sekaligus menjadi daya tarik tambahan bagi peserta Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K.
Acara ini didukung penuh oleh Pemerintah Kota Surabaya, Bank Jatim dan berbagai sponsor swasta, serta masyarakat Surabaya. Karang Taruna juga akan dilibatkan sebagai cheering team untuk memberikan semangat di sepanjang rute lari. “Dengan semangat kolaborasi dan dukungan semua pihak, kami yakin Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K akan menjadi agenda tahunan yang membanggakan dan memperkuat posisi Surabaya sebagai kota sport tourism di Indonesia,” tutup Verry.
Di sisi lain, Bank Jatim sebagai sponsor utama terus mendukung perkembangan dunia olahraga di Jawa Timur maupun Indonesia. Arif Suhirman Plt. Direktur Utama Bank Jatim menjelaskan, lari adalah olahraga yang memiliki peminat cukup tinggi dari berbagai segmen dan usia. Latar belakang itulah yang mendasari Bank Jatim dengan senang hati ikut mendukung event ini demi terwujudnya gaya hidup sehat di kalangan masyarakat Indonesia.
Event ini juga merupakan kesinambungan dari event olahraga lari sebelumnya yang pernah dilaksanakan oleh Bank Jatim pada Tahun 2024. ”Pada tahun 2025 ini kami berkolaborasi dengan Suara Surabaya Media untuk menggabungkan kegiatan lari sekaligus event music tahunan Jazz Traffic Festival, di mana di saat yang sama juga akan dilakukan pengundian Tabungan Simpeda bagi nasabah Bank Jatim dengan hadiah miliaran rupiah,” paparnya.
Dari terselenggaranya event yang berkolaborasi dengan Suara Surabaya Media tersebut, Arif berharap dapat meningkatkan user experience sehingga akan membuat masyarakat merasa lebih nyaman bertransaksi menggunakan JConnect mobile.
“Kehadiran Bank Jatim dapat memberikan kontribusi terhadap kelancaran pelaksanaan acara, baik dari sisi operasional, layanan, hingga nilai tambah bagi peserta. Bank Jatim turut memperkaya penyelenggaraan event dengan menghadirkan program promosi eksklusif yang memungkinkan peserta mendapatkan tiket lari hanya dengan menabung ataupun mengaktifkan pembukaan JConnect Mobile,” ungkapnya.
Adapun benefit yang diberikan oleh Bank Jatim kepada nasabahnya di event ini berupa:
- Free slot Bank Jatim Jconnect run Soerabaja 10K dan tiket hari pertama Jazz Traffic Festival bagi nasabah yang membuka tabungan baru maupun top up fresh fund senilai Rp5juta yang di hold selama 6 bulan dan berlaku kelipatan (slot terbatas untuk 300 nasabah pertama)
- Free slot Bank Jatim Jconnect run Soerabaja 10K dan tiket hari pertama Jazz Traffic Festival bagi nasabah yang melakukan transaksi kredit consumer (slot terbatas untuk 100 nasabah pertama)
- Diskon eksklusif dalam rangka ultah Bank Jatim ke-64, hanya membayar 64 persen dari harga presale bagi yang melakukan aktivasi baru dan pembayaran melalui Jconnect mobile (slot terbatas untuk 400 nasabah pertama dan tidak dapat digabungkan dengan promo lainnya).
Arif menambahkan, di dalam event ini juga akan ada Festival Kuliner di race sentral yang dapat dinikmati oleh seluruh peserta. Festival kuliner itu diikuti oleh UMKM binaan Bank Jatim dengan segmen aneka perdagangan maupun Food & Beverage yang pembayarannya menggunakan aplikasi JConnect dan QRIS. Serta ada juga hiburan musik, pengundian doorprize, dan masih banyak kejutan lainnya.
Sementara itu, Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menyambut bangga pelaksanaan Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K 2025. Menurutnya Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K bukan sekadar ajang olahraga, tapi perayaan energi positif, kebersamaan dan semangat gotong rotong dalam mewujudkan Kota Surabaya sebagai Sport Tourism City di indonesia.
"Pemerintah Kota Surabaya mendukung penuh kegiatan ini. Saya percaya kota yang sehat bukan hanya dibangun dari infrastruktur yang kokoh, tapi juga dari warganya yang kuat bugar dan saling terhubung secara sosial dan emosional. Mari kita rayakan semangat hidup sehat, optimis, dan persaudaraan dalam langkah kita hari ini. Jadikan Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K sebagai momentum untuk terus bergerak maju bersama," tegas Eri.(an)
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bersiap mengikuti Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/7/2025). Rapat tersebut membahas pembinaan dan pengawasan BUMD di seluruh Indonesia.
JAKARTA,KORANRAKYAT.COM,-Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mengungkap kerugian badan usaha milik daerah (BUMD) di seluruh Indonesia mencapai Rp5,5 triliun. Ini dialami oleh 27,5 persen atau 300 dari total 1.091 BUMD yang ada di Indonesia.
"Dari 1.091 BUMD, jumlah asetnya adalah Rp1.240 triliun lebih kurang, labanya Rp29,6 triliun, jumlah yang rugi totalnya Rp5,5 triliun. Laba bersih setelah dikurangi yang lain-lain adalah Rp24,1 triliun dan dividen keuntungan bunga sebanyak Rp 13,02 triliun," kata Tito dalam rapat di Ruang Rapat Komisi II DPR RI, Jakarta, Rabu (16/7/2025).Di luar 300 BUMD yang merugi, sebanyak 678 BUMD tercatat memperoleh laba, sementara 113 BUMND belum melaporkan data termutakhir.
Menurut Tito, penyebab terjadinya kerugian itu adalah lemahnya tata kelola terhadap BUMD, terutama dari segi pengawasan. Selain itu, adanya ketidakseimbangan antara jumlah Dewan Pengawas Komisaris dengan direksinya.Jumlah total dewan pengawas atau komisaris tercatat sebanyak 1.993, sedangkan direksinya hanya sebanyak 1.911. "Juga terjadi kelemahan pengawasan baik internal oleh BUMD yang bersangkutan, juga eksternal karena ada 342 BUMD yang belum memiliki satuan pengawas internal," sebutnya.
Tito tak menampik belum adanya pembinaan dari pihaknya terhadap BUMD. Padahal, hal itu penting guna memastikan seseorang yang mengemban jabatan di BUMD adalah orang profesional.
"Kemudian belum adanya peran pembinaan pengawasan Menteri Dalam Negeri dalam seleksi penetapan, pengangkatan, dan pemberhentian dewan pengawas, komisaris, dan direksi. Ini terutama untuk menjamin yang terpilih adalah orang-orang yang profesional," katanya.
Dengan begitu, dia menganjurkan Komisi II DPR RI agar mendukung Undang-Undang baru soal BUMD yang diusulkan Tito melalui beberapa tahapan. Pertama, pengaturan kedudukan Menteri Dalam Negeri sebagai pengawas dan pembina BUMD.
Kedua, dia meminta peran Mendagri sebagai pembina dan pengawas dalam proses seleksi, penetapan, pengangkatan, dan pemberhentian dewan pengawas, komisaris hingga direksi BUMD, juga perlu diatur. "Ini terutama untuk menjamin yang terpilih adalah orang-orang profesional," ujar dia.
Selanjutnya, dia melihat Mendagri belum memiliki peran dalam pengaturan pola karier yang diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD. Keempat, kewenangan Mendagri dalam memberi penghargaan, menghukum, dan membubarkan juga perlu diatur dalam UU baru.
Dengan begitu, dia menekankan dukungan berupa aturan untuk penguatan peran Mendagri dalam melakukan pengawasan BUMD dapat dipenuhi oleh UU khusus. Oleh karena itu, dia meminta dukungan Komisi II DPR RI atas pembentukan UU tersebut.
"Kami mohon kiranya kepada Komisi II DPR RI dapat mendukung terbentuknya undang-undang tentang BUMD agar lebih tegas untuk mengatur pengelolaan masalah BUMD atas inisiatif pemerintah. Drafnya akan kami siapkan," katanya.(as)
Presiden Prabowo menyampaikan keterangan pers kepada awak media di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Rabu, 16 Juli 2025.
JAKARTA,KORANRAKYAT.COM,-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menyampaikan hasil komunikasi dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terkait dengan penurunan tarif ekspor Indonesia ke Amerika Serikat. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara kepada awak media di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Rabu, 16 Juli 2025.
“Saya bicara dengan Presiden Donald Trump ya Alhamdulillah juga penuh dengan alot. Akhirnya ada persepakatan. Kita juga ada, istilahnya, kita memahami kepentingan-kepentingan mereka. Mereka memahami kepentingan kita dan kita sepakati sekarang tarifnya dari 32 (persen) diturunkan jadi 19 (persen),” ujar Kepala Negara.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menekankan akan tetap memperjuangkan kepentingan Indonesia dalam setiap proses negosiasi. Kepala Negara menyebut Presiden Trump sebagai negosiator tangguh, namun Kepala Negara menegaskan untuk terus berunding hingga tercapai titik temu.
“Saya tetap nego. Saya katakan beliau ini seorang negosiator yang cukup keras juga,” imbuh Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa dialog dan negosiasi perdagangan akan terus berjalan. “Ya, kita terus akan namanya hubungan dagang terus-menerus kita negosiasi,” tegas Presiden Prabowo.
Kepala Negara juga menegaskan bahwa seluruh keputusan yang diambil telah diperhitungkan dengan matang. Presiden Prabowo menekankan bahwa perlindungan terhadap pekerja Indonesia adalah prioritas utama dalam setiap kebijakan ekonomi.
“Semua sudah kita hitung. Semua kita berunding. Kita juga memikirkan. Yang penting bagi saya adalah rakyat saya. Yang penting saya harus lindungi pekerja-pekerja kita,” imbuh Presiden Prabowo.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Negara juga menyampaikan potensi pembelian pesawat Boeing dari Amerika Serikat. Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat maskapai nasional Garuda Indonesia. Presiden menilai penguatan Garuda sebagai langkah strategis dan simbol kebanggaan nasional.
“Ya, memang kita kan perlu untuk membesarkan Garuda. Garuda adalah kebanggaan kita. Garuda adalah flight carrier nasional. Garuda lahir dalam perang kemerdekaan kita. Jadi Garuda harus menjadi lambang Indonesia,” imbuh Presiden.
Selain sektor penerbangan, Presiden juga menyoroti berbagai kebutuhan impor Indonesia dari Amerika Serikat, seperti BBM, gas, gandum, dan kedelai. Hal ini memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang tetap terbuka untuk kerja sama dagang yang adil.
“Jadi akhirnya terjadi pertemuan dua kepentingan. Kita juga butuh sebagai contoh, kita masih impor BBM, kita masih impor gas, kita masih perlu impor gandum, kita masih perlu impor kedelai dan sebagainya. jadi akhirnya kita bisa dapat suatu titik pertemuan,” imbuh Kepala Negara. (as)
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri jamuan santap malam privat yang digelar oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron, pada Senin malam, 14 Juli 2025, di Paris.
PERANCIS,KORANRAKYAT.COM,- Istana Élysée yang megah dan bersejarah menjadi saksi keharmonisan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Prancis saat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri jamuan santap malam privat yang digelar oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron, pada Senin malam, 14 Juli 2025, di Paris.
Setibanya di Istana Élysée, Presiden Prabowo turun dari kendaraan dan disambut oleh Kepala Protokol Negara Prancis. Presiden kemudian berjalan menyusuri barisan pasukan kehormatan yang berjajar rapi. Di ujung barisan, Presiden Macron menyambut langsung Presiden Prabowo dengan penuh kehangatan. Kedua pemimpin negara berjabat tangan dan melakukan sesi foto bersama sebelum memasuki ruang jamuan istana.
Jamuan tersebut digelar setelah perayaan Hari Nasional Prancis atau Bastille Day, yang juga menghadirkan Presiden Prabowo sebagai tamu kehormatan dalam parade militer di Place de la Concorde.
Di ruang jamuan yang ditata secara elegan, Presiden Prabowo disuguhi rangkaian hidangan khas Prancis. Dalam suasana penuh keakraban, kedua pemimpin negara memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertukar pandangan mengenai berbagai isu strategis bagi kedua negara maupun global.
Jamuan santap malam di Istana Élysée dihelat bukan sekadar sebagai bentuk agenda protokoler semata, melainkan pula sebagai simbol diplomasi yang membentuk komitmen dan persahabatan dua bangsa untuk terus melangkah bersama di tengah dinamika global.











