Redaksi

Redaksi

Sunday, 28 June 2026 06:50

Bank Jatim Borong 7 Penghargaan dalam Ajang 23rd INFOBANK-MRI Banking Service Excellence Appreciation 2026

JAKARTA, KORANRAKYAT.COM,- 26 Juni 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada ajang 23rd INFOBANK-MRI Banking Service Excellence Appreciation 2026 yang diselengggarakan di Jakarta pada Jumat (26/6), Bank Jatim berhasil meraih tujuh penghargaan sekaligus atas konsistensinya dalam menghadirkan pengalaman terbaik bagi nasabah di berbagai kanal layanan. Bertempat di Hotel Kempinski Jakarta, penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan perseroan dalam menjaga kualitas layanan dan terus berinovasi di era transformasi digital.

Adapun tujuh penghargaan yang berhasil diraih Bank Jatim meliputi:

1. Consistent Region Bank in The Best Customer Experience for 15 Consecutive Years (2012–2026)

2. The Best Region Bank in ATM Experience

3. The Best Region Bank in Social Media Experience

4. The Best Region Bank in Call Center Experience

5. The Best Region Bank in Chatbot Experience

6. The Best Region Bank in Mobile Banking Experience

7. The Best Region Bank in SMS Banking Experienc

Winardi menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas penghargaan yang telah diterima oleh Bank Jatim. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari komitmen seluruh Jatimers dalam memberikan layanan yang prima, inovatif, serta berorientasi pada kebutuhan nasabah. ”Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan di seluruh touchpoint, baik layanan konvensional maupun digital. Kepercayaan nasabah merupakan aset terbesar Bank Jatim, sehingga kami akan terus berinovasi agar dapat menghadirkan customer experience yang semakin mudah, cepat, aman, dan nyaman," ujarnya.

Keberhasilan mempertahankan predikat Consistent Region Bank in The Best Customer Experience selama 15 tahun berturut-turut menjadi bukti konsistensi Bank Jatim dalam membangun budaya layanan yang unggul. Di sisi lain, penghargaan pada berbagai kanal layanan seperti ATM, mobile banking, call center, whatsapp, SMS banking, hingga media sosial menunjukkan kemampuan Bank Jatim dalam mengintegrasikan layanan fisik dan digital untuk memenuhi ekspektasi nasabah yang terus berkembang. 

Sejalan dengan transformasi digital yang terus dilakukan, lanjut Winardi, Bank Jatim akan terus memperkuat inovasi produk dan layanan, meningkatkan kapabilitas teknologi informasi, serta menghadirkan pengalaman perbankan yang semakin optimal bagi seluruh nasabah. Bagi perseroan, kualitas pelayanan tidak hanya menjadi bagian dari operasional bisnis, tetapi juga merupakan fondasi utama dalam membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah dan seluruh pemangku kepentingan. Ke depan, Bank Jatim akan terus memperkuat inovasi, mempercepat transformasi digital, serta meningkatkan kompetensi sumber daya manusia guna menghadirkan pengalaman layanan yang semakin unggul. 

”Sebab kami meyakini pelayanan prima yang konsisten menjadi kunci untuk menciptakan nilai tambah, memperkuat daya saing, dan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Selain itu, kami juga berkomitmen untuk terus menjadi bank pembangunan daerah yang adaptif, kompetitif, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya di Jawa Timur,” tegas Winardi.

 

Sebagai informasi, ajang Infobank-MRI Banking Customer Experience Appreciation merupakan penghargaan yang diberikan berdasarkan hasil riset independen terhadap kualitas pengalaman nasabah pada berbagai kanal layanan perbankan yang menjadi tolok ukur kualitas customer experience di industri perbankan.(an)

Thursday, 18 June 2026 14:44

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM,-Mandalika menjadi destinasi  unggulan nasional yang mampu memberikan nilai tambah bagi sector Pariwisata , perekonomian daerah serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.sejalan dengan komitmen tersebut , penyelenggaraan Pertamina Grand Prix Of Indonesia 2026 telah menjadi agenda International strategis yang berperan penting dalam memperkuat Posisi Indonesia sebagai  destinasi Sport Tourism kelas dunia. “Sport tourism sudah banyak dilirik oleh sejumlah Negara, dicontohkan marathon yang sebelumnya hanya bosten dan yang terakhir south  Afrika juga melirik  bahwa ternyata sport Tourism menjadi opportunity,”

“ Tentunya Moto Gp di Mandalika juga menjadi sport tourism. Hal itu disampaikan Menpora Erick  Thohir pada Launching Ceremony Moto GP, Pertamina Grand Prix Of Indonesia  2026  yang akan berlangsung pada 9 -11 bulan Oktober 2026 mendatang di Mandalika  International Cirkuit. Kegiatan Lounching tiket berlangsung di Injourney Office lantai 14 Gedung Sarinah  jl. HM Thamrin Jakarta Pusat. Pada Kamis (18/06) 2026

        Dikatakan Erick  dalam rangka mendukung sport tourism, kemenpora telah mengepras sejumlah aturan yang menghambat pertumbuhan sport Tourism dari sekitar 1500 pasal/ aturan  kita kepras tinggal 600 Aturan, hal itu dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan melalui Sport tourism. Tentunya hal itu harus didukung oleh pemerintah, swasta dan masyarakat sehingga pertumbuhan ekonomi melalui sport tourism akan semakin baik,terbukti cukup mendukung dalam pertumbuhan ekonomi Nasional, dalam kegiatan sebelumnya telah mampu menyedot penonton dunia tidak kurang 670 Juta penonton dengan  dampak secara nasional pendapatan mencapai Rp. 4, 9 Trilliun

        Sementara Moreno Soeprapto  Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat menyampaikan diprediksi penonton mencapai 85 Ribu  sedangkan yang 8 Ribu dukungan dari IMI siap hadir untuk menonton Moto GP Pertamina Grand Prix Of Indonesia 2026 di Mandalika khusus dari Jawa dan Bali. Diungkapkan oleh Morino bahwa ivent  Nasional dari  IMI sekitar 3000 ivent oleh karena mohon dukungan dari Bapak Menpora,” ujarnya.

        Hj. Indah Dhamanyanti Putri, SE , MIP Wagub NTB menyampaikan dengan adanya ivent Moto Gp, Pertamina Grand Prix Of Indonesia sangat membantu perkembangan sektor Pariwisata di NTB termasuk pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM), kalau kegiatan sebelumnya  sekitar 600 UKM yang ikut meramaikan kegiatan Moto GP untuk tahun 2026 ini di harapkan bisa meningkat.

        Sementara Maya Wartono Dirut  In Journey secara resmi telah melaunching penjualan tiket Pertamina Grand Prix Of Indonesia 2026, dimana ITDC sebagai Official telah resmi melakukan penjualan tiket mulai 18 Juni 2026. (an)

 

 

Wednesday, 17 June 2026 07:33

 

JEMBER, KORANRAKYAT.COM,14 Juni 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan finansial bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarganya khususnya yang berasal dari wilayah Jawa Timur, serangkaian program edukasi Literasi Keuangan yang masif serta penyediaan insfratruktur pengiriman uang ( remitansi ) yang aman, cepat dan efisiean melalui layanan JConnect Remittance. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif Bank Jatim dalam kegiatan Jalan Sehat Gerakan Nasional Migran Aman yang diinisiasi oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Bertempat di Alun – Alun Jember, kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla, Bupati Jember Muhammad Fawait, Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo, serta ribuan calon pekerja migran Indonesia dan Masyarakat umum.

Sebuah momentum penting dalam membangun sinergi antara Bank Jatim dengan instansi pemerintah pusat yang memiliki fokus terhadap pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia melalui peningkatan literasi keuangan serta optimalisasi pemanfaatan remitansi sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan keluarga PMI.

Direktur Utama  Bank Jatim Winardi Legowo menyampaikan, keterlibatan Bank Jatim dalam Gerakan Nasional Migran ini merupakan bagian dari upaya perseroan untuk menghadirkan layanan keuangan yang inklusif sekaligus mendorong pengelolaan keuangan yang lebih baik bagi PMI dan keluarganya. “PMI memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap perekonomian nasional melalui remitansi yang dikirimkan ke tanah air. Oleh karena itu, diperlukan edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan agar remitansi tidak hanya digunakan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga dapat menjadi modal dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga serta menciptakan kemandirian ekonomi,” ujarnya.

Adapun Bank Jatim sebagai salah satu bank devisa turut mendukung transaksi para PMI yang berangkat keluar negeri dengan menyediakan layanan JConnect Remittance. Layanan ini merupakan inbound remittance / transfer uang dari luar negeri ke Indonesia dengan sinergi bersama Money Transfer Operator (MTO) di Malaysia - Merchantrade Asia dan Hongkong - Chandra Remittance. Sehingga dengan begitu para PMI dapat memanfaatkan outlet – outlet MTO yang tersebar di Malaysia maupun Hongkong. Kedepannya, Bank Jatim juga membuka akses Kerjasama MTO koridor negara lainnya,  yang juga merupakan negara tujuan dari PMI, antara lain Taiwan, Singapore, Korea, Jepang dan Middle East.

Sementara itu, dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Direktorat Jenderal Pemberdayaan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dengan Bank Jatim tentang Sinergi Pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia dan Keluarga melalui Penguatan Literasi Keuangan dan Pemanfaatan Remitansi. Adapun ruang lingkup di dalam perjanjian tersebut meliputi beberapa hal. Antara lain penyebarluasan informasi edukasi keuangan dan pemanfaatan remitansi dalam berbagai media, penyediaan dan fasilitasi akses layanan produk perbankan yang sesuai dengan kebutuhan PMI dan keluarga, serta penyelenggaraan literasi keuangan serta pemanfaatan remitansi di dalam dan luar negeri.

Menurut Winardi, kerja sama ini menjadi landasan bagi kedua pihak untuk mengembangkan berbagai program pemberdayaan yang berfokus pada peningkatan pemahaman keuangan, pengelolaan remitansi yang produktif, perluasan akses layanan perbankan, serta penguatan kapasitas ekonomi PMI dan keluarganya. Bank Jatim juga meyakini bahwa penguatan literasi keuangan merupakan salah satu kunci utama dalam menciptakan masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera. Dengan pengelolaan remitansi yang tepat, para PMI dan keluarganya diharapkan mampu merencanakan masa depan keuangan yang lebih baik, mengembangkan usaha produktif, serta meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan.

”Ke depan, Bank Jatim akan terus mendukung berbagai program strategis pemerintah yang sejalan dengan misi perusahaan dalam mendorong inklusi keuangan, pemberdayaan masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional yang berkelanjutan,” terang Winardi.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri KP2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla mengapresiasi dukungan yang diberikan Pemkab Jember terhadap upaya perlindungan pekerja migran. Ia menekankan pentingnya kesiapan kompetensi dan penguasaan bahasa asing bagi generasi muda yang ingin bekerja di luar negeri. ”Kesuksesan jalan sehat ini kita harapkan akan diikuti dengan peningkatan penempatan pekerja migran yang legal dan aman dari Kabupaten Jember. Target kita, angka penempatan prosedural yang aman dan terlindungi bisa naik hingga 100 persen ke depannya,” tegasnya.

 

Gerakan Nasional Migran Aman juga diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjadi pekerja migran yang legal, aman, dan terlindungi. Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat juga akan menindaklanjuti berbagai usulan strategis guna menekan angka keberangkatan non-prosedural serta memperluas perlindungan bagi pekerja migran Indonesia.(an)

Tuesday, 09 June 2026 10:23

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -- Eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana akhirnya mengenakan rompi tahanan yang menandakan statusnya sebagai tersangka. Ini setelah ia menjalani pemeriksaan sedari subuh, Rabu.Dadan Hindayan terlihat keluar dari Gedung Bundar Kejaksaan Agung sekitar pukul 17.00. Ia mengenakan rompi merah muda dengan tangan diborgol. 

 

Ia langsung digelandang ke mobil tahanan tanpa menyampaikan sepatah katapun kepada awak pers yang menunggu. Setelah Dadan, menyusul keluar sendiripsendiri tersangka lainnya Sonny Sanjaya dan Lodewijk Pusung yang sebelumnya menjabat wakil ketua BGN.

 

"Setelah melalui serangkaian pemeriksaan terhadap Saudara DH, Saudara SS, dan Saudara LP sebagai saksi, dan berdasarkan dua alat bukti yang cukup yang diperoleh tim penyidik, maka tim penyidik menetapkan ketiganya sebagai tersangka," kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi di Gedung Jampidsus Kejagung, Jakarta, Rabu.

 

Untuk modus, Syarief menjelaskan bahwa BGN menunjuk yayasan-yayasan yang bermasalah sebagai mitra SPPG. "Yayasan-yayasan tersebut terafiliasi di antaranya dimiliki oleh Saudara DH, Saudara SS, dan Saudara LP," katanya.

 

Selain itu, ketiga tersangka juga melakukan proses pengadaan, baik barang dan jasa, di BGN secara melawan hukum.Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarif Sulaiman Nahdi memberikan keterangan terkait kasus dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) di Jampidsus, Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (3/6/2025).

 

Usai ditetapkan sebagai tersangka, ketiga mantan petinggi BGN itu akan menjalani penahanan selama 20 hari ke depan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung dan Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.Pada Rabu pagi, penyidik pada Jampidsus Kejagung juga menggeledah kantor Badan Gizi Nasional (BGN) yang berlokasi di Jakarta Pusat. Penggeledahan itu merupakan bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan penggeledahan itu dilakukan sejak Rabu sekitar pukul 02.00 WIB. Penggeledahan itu dilakukan hingga Rabu sekitar 17.15 WIB.

 

Dari pantauan wartawan  sejumlah penyidik Kejagung memasukkan sejumlah barang dalam boks kontainer ke dalam mobil dari dalam Kantor BGN. Setelahnya, tim penyidik meninggalkan Kantor BGN pada sekitar pukul 17.22 WIB.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, seluruh penyidik dari Kejagung telah meninggalkan Kantor BGN. Para penyidik itu menggunakan tiga unit mobil ketika meninggalkan kantor yang berlokasi di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, itu.

 

Di sisi lain, eks Kepala BGN Dadan Hindayana telah mengenakan rompi tahanan yang menandakan statusnya sebagai tersangka di Kejagung pada Rabu sore. Hal itu dilakukan setelah ia menjalani pemeriksaan sedari subuh, Rabu.

 

Sebelumnya tiga mantan pemimpin BGN, Dadan, Lodewijk Pusung, dan Sony Sonjaya, dilaporkan masih dalam pemeriksaan di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung (Kejagung), Rabu. Tiga orang itu telah dicopot dari jabatannya sebagai pimpinan BGN pada Selasa (2/6/2026).

 

 

 


 

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman mengiyakan alasan Dadan Hindayana dicopot dari jabatan kepala BGN oleh Presiden Prabowo Subianto. Dadan terendus terlibat dugaan jual-beli titik dapur MBG. “Ya salah satu faktornya itu (jual-beli titik dapur MBG),” kata Dudung kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2026).

 

 

Dudung menduga Prabowo sudah lama memantau dugaan kecurangan atas penyelenggaraan MBG. Atas dasar itulah, Dudung meyakini Prabowo memilih mencopot Dadan.“Saya punya keyakinan bahwa bapak presiden sudah lama mendengar informasi, mencermati, menganalisa, mengevaluasi berbagai sumber yang masuk ke beliau,” ujar Dudung.

 

 Dudung optimistis pencopotan Dadan demi perbaikan BGN ke depannya. "Sehingga di BGN itu semakin transparan, akuntabel dan betul-betul keinginan bapak presiden bahwa ini uang rakyat yang harus betul-betul dikawal, tidak ada terjadinya korupsi, tidak ada terjadinya penyimpangan, tidak ada terjadinya menguntungkan kepentingan perseorangan, kelompok maupun golongan,” ujar Dadan.

 

 Dudung menegaskan Prabowo ingin program MBG untuk kepentingan rakyat. Hal itu ditujukan untuk terciptanya sumber daya manusia yang unggul. Dudung mengendus salah satu faktor Dadan dicopot lantaran diduga terlibat dalam jual-beli titik dapur.“Kemungkinan besar seperti itu, banyak lah informasi-informasi ke beliau. Saya rasa ke Presiden yang nyampe bukan tidak serta merta dari temuan saya di lapangan tetapi dari banyak sumber lah,” ujar Dudung (as)

 

 

 

Tuesday, 09 June 2026 09:20

 Akp Pol. Zaenal Arifin didampingi   Kasi Humas Polres Batu,Iptu Pol. M. Huda Rohman(an)

 

BATU,KORANRAKYAT.COM,- Beberapa hari dilantik Kasat Reskrim Polresta Batu AKP Pol. Zaenal Arifin,SH  Secara marathon berusaha dengan keras mengungkap misteri tewasnya dosen muda yang berinisial K (26) ditemukan pada 20 November 2025 yang lalu,korban diketahui  sedang menempuh pendidikan doktoral (S3), telah ditemukan tewas membusuk di Sungai Clumprit, Kelurahan Temas, Kota Batu.

        Dikatakan, Akp Pol .Zaenal Arifin didampingi   Kasi Humas Polres Batu Iptu Pol., M. Huda Rohman, Menyampaikan bahwa saat ini telah diperiksa 46 orang saksi, namun hingga kini masih belum bisa diputuskan motif kematian dari mahasiswa S3 itu.” Kami akan segera memerikan update, bila sudah ada titik terang, mohon kami diberi waktu untuk bisa mengungkap kematian mahasiswa S3, yang telah menjadi atensi Polda Jatim maupun Mabes Polri,” ujarnya.pada saat silaturahmi awak Media Selasa (9/06) 2026 d Mapolresta Batu.

        Diungkapkan petugas telah melakukan penelusuran di sepanjang sungai, telah diketemukan   sepeda motor Beat milik korban.” Saya yakin dalam waktu dekat Insya Allah akan segera terungkap kasus ini,” tandasnya. Diberitakan sebelunya pihak keluarga  berharap kematian K dapat diusut secara terang. Mereka menilai, kematian korban menyisakan banyak kejanggalan.Oleh,karena keluarga minta agar pihak kepolisian segera ungkap  kasus mahasiswa secara terang benderang , sehingga akan diketahui penyebab tewasnya  dosen muda itu. (an)

 

 

 

Thursday, 04 June 2026 04:15

 

SEMARANG,KORANRAKYAT.COM,- 3 Juni 2026. Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (FKDK BPD SI) secara resmi telah menyelenggarakan Seminar Nasional dan Musyawarah Nasional (Munas) Tahun 2026 di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, pada 3 Juni 2026. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, sejumlah Sekretaris Daerah Provinsi, jajaran Komisaris Utama, serta anggota Dewan Komisaris dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) seluruh Indonesia.

Munas FKDK BPD SI berhasil membentuk kepengurusan baru periode 2026–2029 yang terdiri atas 19 orang pengurus yang mewakili tiga Koordinator Wilayah. Dalam forum tersebut, Komisaris Utama Bank Jateng, Dr. Drs. Adnas., M.Si., CRM terpilih sebagai Ketua Umum FKDK BPD SI periode 2026–2029, didampingi oleh tiga Wakil Ketua. Posisi Sekretaris dipercayakan kepada Dr. M. Gaussyah. S.H., M.H dari Bank Aceh, sementara Adi Sulistyowati dari Bank Jatim terpilih sebagai Bendahara Umum. Tim formatur juga menetapkan Dr. Hoiruddin Hasibuan dari Bank Banten sebagai Ketua Dewan Penasehat FKDK BPD SI dan Prof. M. Mas'ud Said., MM., Ph.D dari Bank Jatim sebagai Anggota Dewan Penasehat.

Sebelum pelaksanaan Munas, FKDK BPD SI menggelar Seminar Nasional yang dibuka dengan pidato kunci Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, selaku Pembina BUMD Provinsi Jawa Tengah sekaligus tuan rumah penyelenggaraan Munas. Dalam paparannya, Gubernur menekankan pentingnya peran Bank Pembangunan Daerah dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mempererat penguatan ekonomi lokal, serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sinergi yang lebih kuat antara BPD dan pelaku usaha daerah.

Adapun dalam Seminar Nasional ini juga menghadirkan Kepala Kantor OJK Provinsi Jawa Tengah, Hidayat Prabowo, serta Prof. M. Mas'ud Said., MM., Ph.D sebagai narasumber dengan tema “BPD yang Resilien, Kompetitif, dan Kontributif”. Para pembicara menyoroti tantangan dan peluang yang dihadapi BPD dalam memperkuat daya saing di tengah dinamika industri perbankan nasional dan transformasi ekonomi digital.

Dalam Munas tersebut, para komisaris BPD dari 27 Bank Pembangunan Daerah di seluruh Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kontribusi BPD terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. BPD diharapkan tetap menjadi salah satu pilar utama dalam penyediaan layanan keuangan daerah sekaligus penyumbang penting bagi pendapatan pemerintah daerah.

Munas juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain mendorong percepatan transformasi digital BPD, penguatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan tata kelola perusahaan yang baik, serta pengembangan kapasitas BPD sebagai lembaga keuangan daerah yang mampu menjadi sumber pembiayaan pembangunan yang berkelanjutan.

Melalui kepengurusan baru dan agenda transformasi yang lebih progresif, FKDK BPD SI optimistis seluruh BPD di Indonesia dapat naik kelas, semakin resilien dan kompetitif, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.(an)

Sunday, 24 May 2026 11:15

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM, — Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, melayangkan teguran keras kepada manajemen PT Perkebunan Nusantara (PTPN) menyusul ramainya kasus kriminalisasi terhadap Kakek Mujiran di Lampung. Kasus ini mencuat setelah Kakek Mujiran diproses hukum akibat mengambil sisa getah karet di area perkebunan milik PTPN.

Dony Oskaria secara tegas mengecam tindakan penyelesaian masalah yang mengesampingkan nilai kemanusiaan tersebut dan mengingatkan seluruh jajaran BUMN mengenai hakikat berdirinya perusahaan negara.

"Saya mengecam keras tindakan pelaporan dan kriminalisasi terhadap rakyat kecil, terlebih lagi kepada seorang lansia seperti Kakek Mujiran. BUMN ini adalah milik rakyat, dibangun dengan uang rakyat, dan diamanatkan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk rakyat. Tidak boleh ada sedikit pun ruang bagi BUMN untuk bersikap arogan dan memperlakukan rakyat seperti itu," tegas Dony Oskaria di Jakarta, Minggu (24/5).

Lebih lanjut, Dony menekankan bahwa pendekatan hukum pidana terhadap warga miskin yang sekadar berusaha bertahan hidup sangat mencederai muruah BUMN. Sebagai langkah tindak lanjut, BP BUMN dan Danantara telah mengeluarkan tiga instruksi tegas kepada Direksi PTPN.

Pertama penghentian Proses Hukum. PTPN diinstruksikan untuk segera mencabut laporan dan menghentikan segala bentuk proses hukum atau intimidasi terhadap Kakek Mujiran.

Dony menyampaikan permintaan maaf langsung sebagai Kepala BP BUMN atas peristiwa yang mencederai rasa keadilan itu. Dony juga meminta PTPN, khususnya pimpinan wilayah setempat, diwajibkan turun langsung menemui Kakek Mujiran dan keluarganya untuk menyampaikan permohonan maaf secara institusi.

“Sebagai Kepala BP BUMN saya meminta maaf kepada Kakek Mujiran dan keluarga. Saya tegaskan sekali lagi bahwa BUMN adalah milik rakyat dan dibangun dengan uang rakyat,” kata Dony.

Instruksi lain adalah pemberian bantuan dan pekerjaan. PTPN akan memberikan bantuan sosial yang memadai kepada Kakek Mujiran. Selain itu, PTPN harus merangkul beliau dengan memberikan pekerjaan yang sesuai dengan kondisi fisiknya, atau memberikan pekerjaan kepada anggota keluarga Kakek Mujiran agar mereka memiliki sumber penghasilan yang layak.

"Kita harus memutus masalah kesejahteraan dengan pembinaan, bukan pemidanaan. Saya sudah memerintahkan agar Kakek Mujiran atau keluarganya diberikan pekerjaan di lingkungan PTPN. BUMN harus hadir sebagai solusi untuk mengayomi, bukan menjadi alat yang memenjarakan rakyat yang sedang kesulitan," tambah Dony.

Ke depan, BP BUMN dan Danantara akan menjadikan kasus ini sebagai peringatan keras (red flag) bagi seluruh Direksi BUMN di Indonesia. Evaluasi menyeluruh terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan aset perusahaan akan dilakukan agar pendekatan yang lebih humanis dan restoratif (restorative justice) selalu dikedepankan. “BUMN harus menjalankan fungsi sesuai khitahnya. Hadir untuk rakyat, bekerja untuk rakyat,” kata Dony tegas.(eas)

Saturday, 23 May 2026 04:49

 

JAKARTA, KORANRAKYAT.COM,-22 Mei 2026. Bank Jatim kembali menorehkan prestasi membanggakan. Pada Jumat malam (22/5), Bank Jatim sukses meraih penghargaan untuk kategori Digital Innovation in Business Transformation dalam ajang Digital Innovation Award 2026 yang diselenggarakan oleh iNews Media. Bertempat di iNews Tower Jakarta, penghargaan diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Indonesia Yusril Ihza Mahendra dan diterima langsung oleh Direktur Teknologi Informasi, Digital & Operasi Bank Jatim Wiweko Probojakti.

Wiweko atau yang akrab disapa Dodit menjelaskan, penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen Bank Jatim dalam menjalankan transformasi bisnis berbasis digital secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu bank pembangunan daerah terdepan dalam inovasi layanan keuangan digital.

Dalam kesempatan tersebut, Dodit juga menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diterima. Menurutnya, pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan Jatimers dalam menghadirkan transformasi layanan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan nasabah melalui JConnect. “Penghargaan ini tentu akan menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan inovasi digital yang mampu memberikan kemudahan, kecepatan, dan kenyamanan bagi masyarakat. Transformasi bisnis yang dilakukan Bank Jatim tidak hanya berfokus pada penguatan teknologi, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan dan pengalaman nasabah,” ujarnya.

Dodit menerangkan, penghargaan ini diberikan karena Bank Jatim dinilai memiliki progress yang sangat pesat dalam pengembangan ekosistem digital melalui JConnect Mobile. Perseroan dinilai berhasil menghadirkan inovasi yang mampu memperkuat digitalisasi layanan keuangan melalui platform perbankan modern yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan transaksi finansial dalam satu kanal digital.

Pertumbuhan pengguna JConnect juga menjadi salah satu indikator akselerasi digital Bank Jatim. Sepanjang tahun 2025, pengguna JConnect Mobile sukses mencapai 993.972 user atau tumbuh 22,40% (YoY). Sementara untuk total transaksinya berada di angka Rp 65,77 triliun, naik 29,55% (YoY). 

Selanjutnya, user JConnect IB Corporate berada di angka11.199 atau naik 14,79% (YoY) dengan jumlah transaksi sebesar Rp 23,36 triliun. Kemudian, QRIS Bank Jatim sendiri sudah mencapai 203.725 user dengan nilai transaksi sebesar Rp 3,94 triliun atau tumbuh 47,25% (YoY). “Pada awal Mei lalu, Bank Jatim juga telah sukses melaunching JConnect versi terbaru. Sehingga dengan begitu kami targetkan hingga akhir tahun 2026, pengguna JConnect bisa tembus di angka 2 juta,” tutur Dodit.

Adapun JConnect versi terbaru menghadirkan 36 fasilitas unggulan yang disusun berdasarkan kebutuhan nasabah atau voice of customer. Di antaranya, kemudahan mengganti password tanpa harus datang ke kantor cabang hingga penggunaan sistem login berbasis biometrik yang lebih praktis dan aman. Selain itu, layanan top up kartu uang elektronik kini sudah terintegrasi dalam aplikasi. 

“Sehingga kini JConnect bukan lagi sekadar aplikasi mobile banking untuk transfer dan pembayaran. Tetapi telah berkembang menjadi platform finansial yang dapat digunakan nasabah untuk kebutuhan harian, mulai dari transaksi, pembayaran tagihan, hingga pengelolaan keuangan secara lebih praktis dalam satu aplikasi,”terangnya.

Selain itu, lanjut Dodit, melalui JConnect, Bank Jatim juga berhasil memperluas target pasar ke sektor usaha mikro & menengah serta korporasi. Berbagai fitur di JConnect mampu mempermudah akses modal, mengelola keuangan,  dan mengukuhkan Bank Jatim sebagai mitra digital untuk ekosistem bisnis.

“Digitalisasi tetap menjadi fokus utama perseroan dalam memperluas akses layanan perbankan. Sebab kami percaya digitalisasi adalah kunci untuk menghadirkan layanan keuangan yang lebih inklusif dan mudah dijangkau. Ke depan, Bank Jatim akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendukung ekosistem ekonomi digital di Jawa Timur maupun nasional," jelasnya.

Sementara itu, ajang Digital Innovation Award 2026 merupakan bentuk apresiasi kepada perusahaan dan institusi yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi teknologi dan transformasi digital yang berdampak positif terhadap perkembangan bisnis dan masyarakat. Acara bergengsi tersebut diikuti berbagai perusahaan dari beragam sektor industri.(an)

Friday, 22 May 2026 09:39

 

SURABAYA,KORANRAKYAT.COM, 21 Mei 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Tahunan 2026 bersama seluruh anggota Kelompok Usaha Bank (KUB) pada tanggal 20 dan 21 Mei 2026. Bertempat di Jakarta, kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Gubernur NTT dan perwakilan Kepala Daerah seluruh Anggota KUB Bank Jatim, Kepala OJK Perwakilan masing masing Anggota KUB Bank Jatim, seluruh jajaran Komisaris Bank Jatim, Direksi Bank Jatim, dan seluruh pimpinan anggota KUB. Seperti diketahui bersama, anggota KUB Bank Jatim terdiri dari Bank NTB Syariah, Bank Lampung, Bank Sultra, Bank NTT, dan Bank Banten. Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi, kolaborasi, dan transformasi bisnis antar bank daerah guna menghadapi tantangan industri perbankan yang semakin dinamis.

Rapat Kerja Tahunan 2026 KUB Bank Jatim ini juga menghadirkan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Yaitu Direktur Utama LPPI Heru Kristiyana (Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan periode 2017–2022), Deputi Komisioner Pengawas Bank Pemerintah, Syariah dan Perbankan Daerah OJK Defri Andri, Direktur Utama Bank Mandiri Periode 2020-2025 Darmawan Junaedi, Direktur Manajemen Risiko Pertamina Ahmad Siddik Badrudin, Chief Economist The Indonesia Intelligence Economics Sunarsip, serta Direktur Keuangan Semen Indonesia Group Sigit Prastowo.

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menjelaskan, forum ini membahas berbagai strategi penguatan bisnis, percepatan transformasi digital, peningkatan tata kelola perusahaan, serta pengembangan ekosistem layanan keuangan yang terintegrasi. Penyelenggaraan Rakerta 2026 juga merupakan bentuk komitmen bersama dalam memperkuat posisi KUB Bank Jatim sebagai salah satu kekuatan utama perbankan daerah di Indonesia. ”Melalui rapat kerja tahunan ini, seluruh anggota KUB Bank Jatim berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi bisnis, meningkatkan daya saing, serta mendorong inovasi layanan keuangan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi,” ujarnya.

Dalam agenda tersebut, Bank Jatim juga menegaskan fokus strategi tahun 2026 yang meliputi penguatan fundamental bisnis, percepatan digitalisasi layanan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta optimalisasi potensi ekonomi daerah melalui kolaborasi antar anggota KUB.

Selain itu, forum ini turut menjadi wadah evaluasi kinerja tahun sebelumnya sekaligus penyusunan langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di seluruh jaringan KUB Bank Jatim. Beberapa agenda penting yang dibahas mencakup penguatan infrastruktur teknologi informasi, peningkatan operasional, hingga pengembangan layanan digital terintegrasi. 

”Skema KUB antara Bank Jatim dan seluruh anggota tidak hanya penting dalam memperkuat struktur permodalan bank daerah, tetapi juga membuka ruang transformasi kelembagaan dan peningkatan daya saing BPD di era digital. Sehingga kami optimis sinergi yang terjalin melalui KUB akan mampu memperluas akses layanan keuangan, memperkuat daya tahan industri perbankan daerah, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi. Keberhasilan penyelenggaraan Rapat Kerja Tahunan 2026 bersama KUB ini sekaligus menjadi bukti komitmen Bank Jatim dalam menjaga konsistensi transformasi bisnis dan memperkuat langkah menuju visi menjadi BPD nomor satu di Indonesia,” tegas Winardi.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak juga menyoroti pentingnya penguatan Kelompok Usaha Bank (KUB) sebagai strategi transformasi bersama bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD) agar tetap kompetitif di tengah dinamika industri perbankan global. Pihaknya berharap KUB Bank Jatim bisa menjadi role model penguatan sektor perbankan yang ada di Indonesia melalui kinerja positif bersama dengan seluruh anggota KUB lainnya. “Saya yakin KUB Bank Jatim dapat menjadi role model nasional, menghadirkan kolaborasi yang sehat dan produktif, memperkuat konektivitas ekonomi Indonesia Timur, serta memberikan multiplier effect bagi pembangunan daerah,” terangnya. 

Menurutnya, KUB harus dipandang bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan strategi transformasi untuk memperkuat daya saing dan akselerasi ekonomi daerah. KUB ini menjadi sebuah bentuk hal baik kebersamaan antar Gubernur yang mendukung program nasional dalam program perbankan dengan semangat kolaborasi mewujudkan bank pembangunan daerah yang sehat, baik secara tata kelola maupun menggerakkan daya saing antar daerah bersama-sama. "Rapat Kerja Bersama ini momentum penting yang menghadirkan OJK, BPD maupun masing masing Pemprov yang menjadi bagian KUB untuk membangun kolaborasi dan sinergi menggerakkan daya saing daerah secara bersama sama," jelasnya. 

Lebih lanjut, Emil mengapresiasi kinerja Bank Jatim yang dinilai solid dan resilien sepanjang Tahun Buku 2025. Emil memandang bahwa KUB tidak berhenti pada pembentukan struktur, tetapi harus menghasilkan strategi nyata yang menciptakan Shared Growth, penguatan kapasitas dan value cretion bersama. "KUB bisa menjadi jawabaan penguatan perbankan dan menjawab tantangan hari ini untuk menguatkan strategic aliance," jelasnya. 

Emil menerangkan, pertumbuhan aset, kredit, dana pihak ketiga, hingga laba menunjukkan fondasi yang kuat bagi akselerasi bisnis ke depan. Di sisi transformasi digital, Bank Jatim juga mencatat capaian positif dengan lebih dari 993 ribu pengguna aplikasi JConnect, nilai transaksi digital mencapai Rp65,77 triliun, serta peningkatan transaksi QRIS sebesar 60,76 persen secara year on year.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi industri perbankan saat ini semakin kompleks, mulai dari perlambatan ekonomi global, kompetisi dengan fintech dan platform digital, disrupsi teknologi, perubahan perilaku nasabah, hingga risiko siber. “Dalam situasi ini, BPD tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan penguatan skala, kolaborasi, dan sinergi agar tetap relevan dan kompetitif. Kami berpesan agar seluruh kemitraan dalam KUB berkomitmen bersama terutama pada penyamaan arah seluruh anggota KUB, penguatan implementasi sinergi strategis, transformasi berkelanjutan dan kolaboratif hingga optimisme terhadap masa depan KUB Bank Jatim. 

Deputi Komisioner Pengawas Bank Pemerintah, Syariah dan Perbankan Daerah OJK Defri Andri mengatakan, rapat kerja tahunan 2026 KUB Bank Jatim ini bertujuan untuk menjembatani berbagai kepentingan di lingkungan Perbankan. Menurutnya, BPD masih memiliki ketahanan yang solid untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi saat ini.

Defri menyebut ketahanan itu tercermin dari tingkat permodalan alias capital adequacy ratio (CAR) BPD yang tercatat di level 26,19%. Lebih tinggi dibandingkan rata-rata CAR industri sebesar 25,09%. Sehingga dengan pembentukan KUB, lanjutnya, permodalan BPD akan semakin terjaga. Pasalnya, BPD yang sudah lebih dulu solid bisnisnya jadi bisa mendukung permodalan BPD yang masih berkembang. "Sinergi bisnis yang dibangun di dalam KUB diharapkan tidak hanya terbatas pada aktivitas perbankan. Namun juga mendorong sinergi ekonomi antar daerah,” ungkapnya.(an)

Wednesday, 20 May 2026 13:41

 

SURABAYA,KORANRAKYAT.COM,- 19 Mei 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menunjukkan komitmen kuat terhadap kinerja dan prospek perseroan melalui aksi borong saham. Aksi tersebut juga sebagai bentuk nyata sense of belonging serta keyakinan manajemen terhadap fundamental dan prospek bisnis Bank Jatim ke depan.

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo tercatat telah melakukan pembelian saham sebanyak 500.000 lembar saham. Lalu disusul oleh Wakil Direktur Utama Bank Jatim R. Arief Wicaksono yang juga menambah kepemilikan sahamnya sebanyak 860.000 lembar saham. Sehingga total kepemilikannya kini menjadi 2.718.600 lembar saham. Direktur Menengah, Korporasi, dan Kelembagaan Bank Jatim Arif Suhirman juga menambah kepemilikan sebanyak 1.687.500 lembar saham yang terdiri dari pembelian 847.500 saham pada harga Rp 590 dan 840.000 saham pada harga Rp 585. Dengan demikian, total kepemilikan sahamnya menjadi 5.335.000 lembar saham. 

Selanjutnya, Direktur Kepatuhan Bank Jatim Umi Rodiyah juga membeli saham sebanyak 1.032.000 lembar saham pada harga Rp 580. Sehingga kini total kepemilikan menjadi 2.170.300 lembar saham. Sementara itu, Direktur TI, Digital, dan Operasi Bank Jatim Wiweko Probojakti membeli 110.000 saham pada harga Rp 580 dan Direktur Ritel & Syariah Bank Jatim Tonny Prasetyo juga melakukan pembelian sebanyak 103.000 lembar saham pada harga Rp 580.

Winardi menjelaskan, aksi pembelian saham oleh jajaran direksi tersebut mencerminkan optimisme manajemen terhadap pertumbuhan bisnis perseroan yang berkelanjutan. Selain itu, langkah ini juga menjadi sinyal positif kepada investor bahwa manajemen memiliki keyakinan kuat terhadap kinerja, tata kelola perusahaan yang baik, serta potensi peningkatan nilai perusahaan dalam jangka panjang. “Sebagai bank pembangunan daerah yang terus bertumbuh dan bertransformasi, Bank Jatim berkomitmen akan terus memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan layanan kepada nasabah, serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan,” tutupnya.(an)