Perkuat Sinergi dan Transformasi, Bank Jatim Gelar Rapat Kerja Tahunan 2026 KUB Bank Jatim
Written by Redaksi
SURABAYA,KORANRAKYAT.COM, 21 Mei 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Tahunan 2026 bersama seluruh anggota Kelompok Usaha Bank (KUB) pada tanggal 20 dan 21 Mei 2026. Bertempat di Jakarta, kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Gubernur NTT dan perwakilan Kepala Daerah seluruh Anggota KUB Bank Jatim, Kepala OJK Perwakilan masing masing Anggota KUB Bank Jatim, seluruh jajaran Komisaris Bank Jatim, Direksi Bank Jatim, dan seluruh pimpinan anggota KUB. Seperti diketahui bersama, anggota KUB Bank Jatim terdiri dari Bank NTB Syariah, Bank Lampung, Bank Sultra, Bank NTT, dan Bank Banten. Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi, kolaborasi, dan transformasi bisnis antar bank daerah guna menghadapi tantangan industri perbankan yang semakin dinamis.
Rapat Kerja Tahunan 2026 KUB Bank Jatim ini juga menghadirkan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Yaitu Direktur Utama LPPI Heru Kristiyana (Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan periode 2017–2022), Deputi Komisioner Pengawas Bank Pemerintah, Syariah dan Perbankan Daerah OJK Defri Andri, Direktur Utama Bank Mandiri Periode 2020-2025 Darmawan Junaedi, Direktur Manajemen Risiko Pertamina Ahmad Siddik Badrudin, Chief Economist The Indonesia Intelligence Economics Sunarsip, serta Direktur Keuangan Semen Indonesia Group Sigit Prastowo.
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menjelaskan, forum ini membahas berbagai strategi penguatan bisnis, percepatan transformasi digital, peningkatan tata kelola perusahaan, serta pengembangan ekosistem layanan keuangan yang terintegrasi. Penyelenggaraan Rakerta 2026 juga merupakan bentuk komitmen bersama dalam memperkuat posisi KUB Bank Jatim sebagai salah satu kekuatan utama perbankan daerah di Indonesia. ”Melalui rapat kerja tahunan ini, seluruh anggota KUB Bank Jatim berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi bisnis, meningkatkan daya saing, serta mendorong inovasi layanan keuangan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi,” ujarnya.
Dalam agenda tersebut, Bank Jatim juga menegaskan fokus strategi tahun 2026 yang meliputi penguatan fundamental bisnis, percepatan digitalisasi layanan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta optimalisasi potensi ekonomi daerah melalui kolaborasi antar anggota KUB.
Selain itu, forum ini turut menjadi wadah evaluasi kinerja tahun sebelumnya sekaligus penyusunan langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di seluruh jaringan KUB Bank Jatim. Beberapa agenda penting yang dibahas mencakup penguatan infrastruktur teknologi informasi, peningkatan operasional, hingga pengembangan layanan digital terintegrasi.
”Skema KUB antara Bank Jatim dan seluruh anggota tidak hanya penting dalam memperkuat struktur permodalan bank daerah, tetapi juga membuka ruang transformasi kelembagaan dan peningkatan daya saing BPD di era digital. Sehingga kami optimis sinergi yang terjalin melalui KUB akan mampu memperluas akses layanan keuangan, memperkuat daya tahan industri perbankan daerah, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi. Keberhasilan penyelenggaraan Rapat Kerja Tahunan 2026 bersama KUB ini sekaligus menjadi bukti komitmen Bank Jatim dalam menjaga konsistensi transformasi bisnis dan memperkuat langkah menuju visi menjadi BPD nomor satu di Indonesia,” tegas Winardi.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak juga menyoroti pentingnya penguatan Kelompok Usaha Bank (KUB) sebagai strategi transformasi bersama bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD) agar tetap kompetitif di tengah dinamika industri perbankan global. Pihaknya berharap KUB Bank Jatim bisa menjadi role model penguatan sektor perbankan yang ada di Indonesia melalui kinerja positif bersama dengan seluruh anggota KUB lainnya. “Saya yakin KUB Bank Jatim dapat menjadi role model nasional, menghadirkan kolaborasi yang sehat dan produktif, memperkuat konektivitas ekonomi Indonesia Timur, serta memberikan multiplier effect bagi pembangunan daerah,” terangnya.
Menurutnya, KUB harus dipandang bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan strategi transformasi untuk memperkuat daya saing dan akselerasi ekonomi daerah. KUB ini menjadi sebuah bentuk hal baik kebersamaan antar Gubernur yang mendukung program nasional dalam program perbankan dengan semangat kolaborasi mewujudkan bank pembangunan daerah yang sehat, baik secara tata kelola maupun menggerakkan daya saing antar daerah bersama-sama. "Rapat Kerja Bersama ini momentum penting yang menghadirkan OJK, BPD maupun masing masing Pemprov yang menjadi bagian KUB untuk membangun kolaborasi dan sinergi menggerakkan daya saing daerah secara bersama sama," jelasnya.
Lebih lanjut, Emil mengapresiasi kinerja Bank Jatim yang dinilai solid dan resilien sepanjang Tahun Buku 2025. Emil memandang bahwa KUB tidak berhenti pada pembentukan struktur, tetapi harus menghasilkan strategi nyata yang menciptakan Shared Growth, penguatan kapasitas dan value cretion bersama. "KUB bisa menjadi jawabaan penguatan perbankan dan menjawab tantangan hari ini untuk menguatkan strategic aliance," jelasnya.
Emil menerangkan, pertumbuhan aset, kredit, dana pihak ketiga, hingga laba menunjukkan fondasi yang kuat bagi akselerasi bisnis ke depan. Di sisi transformasi digital, Bank Jatim juga mencatat capaian positif dengan lebih dari 993 ribu pengguna aplikasi JConnect, nilai transaksi digital mencapai Rp65,77 triliun, serta peningkatan transaksi QRIS sebesar 60,76 persen secara year on year.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi industri perbankan saat ini semakin kompleks, mulai dari perlambatan ekonomi global, kompetisi dengan fintech dan platform digital, disrupsi teknologi, perubahan perilaku nasabah, hingga risiko siber. “Dalam situasi ini, BPD tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan penguatan skala, kolaborasi, dan sinergi agar tetap relevan dan kompetitif. Kami berpesan agar seluruh kemitraan dalam KUB berkomitmen bersama terutama pada penyamaan arah seluruh anggota KUB, penguatan implementasi sinergi strategis, transformasi berkelanjutan dan kolaboratif hingga optimisme terhadap masa depan KUB Bank Jatim.
Deputi Komisioner Pengawas Bank Pemerintah, Syariah dan Perbankan Daerah OJK Defri Andri mengatakan, rapat kerja tahunan 2026 KUB Bank Jatim ini bertujuan untuk menjembatani berbagai kepentingan di lingkungan Perbankan. Menurutnya, BPD masih memiliki ketahanan yang solid untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi saat ini.
Defri menyebut ketahanan itu tercermin dari tingkat permodalan alias capital adequacy ratio (CAR) BPD yang tercatat di level 26,19%. Lebih tinggi dibandingkan rata-rata CAR industri sebesar 25,09%. Sehingga dengan pembentukan KUB, lanjutnya, permodalan BPD akan semakin terjaga. Pasalnya, BPD yang sudah lebih dulu solid bisnisnya jadi bisa mendukung permodalan BPD yang masih berkembang. "Sinergi bisnis yang dibangun di dalam KUB diharapkan tidak hanya terbatas pada aktivitas perbankan. Namun juga mendorong sinergi ekonomi antar daerah,” ungkapnya.(an)
Tegaskan Komitmen terhadap Pertumbuhan Berkelanjutan, Jajaran Direksi Bank Jatim Lakukan Pembelian Saham
Written by Redaksi
SURABAYA,KORANRAKYAT.COM,- 19 Mei 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menunjukkan komitmen kuat terhadap kinerja dan prospek perseroan melalui aksi borong saham. Aksi tersebut juga sebagai bentuk nyata sense of belonging serta keyakinan manajemen terhadap fundamental dan prospek bisnis Bank Jatim ke depan.
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo tercatat telah melakukan pembelian saham sebanyak 500.000 lembar saham. Lalu disusul oleh Wakil Direktur Utama Bank Jatim R. Arief Wicaksono yang juga menambah kepemilikan sahamnya sebanyak 860.000 lembar saham. Sehingga total kepemilikannya kini menjadi 2.718.600 lembar saham. Direktur Menengah, Korporasi, dan Kelembagaan Bank Jatim Arif Suhirman juga menambah kepemilikan sebanyak 1.687.500 lembar saham yang terdiri dari pembelian 847.500 saham pada harga Rp 590 dan 840.000 saham pada harga Rp 585. Dengan demikian, total kepemilikan sahamnya menjadi 5.335.000 lembar saham.
Selanjutnya, Direktur Kepatuhan Bank Jatim Umi Rodiyah juga membeli saham sebanyak 1.032.000 lembar saham pada harga Rp 580. Sehingga kini total kepemilikan menjadi 2.170.300 lembar saham. Sementara itu, Direktur TI, Digital, dan Operasi Bank Jatim Wiweko Probojakti membeli 110.000 saham pada harga Rp 580 dan Direktur Ritel & Syariah Bank Jatim Tonny Prasetyo juga melakukan pembelian sebanyak 103.000 lembar saham pada harga Rp 580.
Winardi menjelaskan, aksi pembelian saham oleh jajaran direksi tersebut mencerminkan optimisme manajemen terhadap pertumbuhan bisnis perseroan yang berkelanjutan. Selain itu, langkah ini juga menjadi sinyal positif kepada investor bahwa manajemen memiliki keyakinan kuat terhadap kinerja, tata kelola perusahaan yang baik, serta potensi peningkatan nilai perusahaan dalam jangka panjang. “Sebagai bank pembangunan daerah yang terus bertumbuh dan bertransformasi, Bank Jatim berkomitmen akan terus memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan layanan kepada nasabah, serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan,” tutupnya.(an)
Gelar RUPST, Bank Jatim Setujui Pembagian Dividen Rp 850 Miliar dan Angkat Pengurus Baru
Written by Redaksi
SURABAYA, KORANRAKYAT.COM,-6 Mei 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025. Acara tersebut dihelat di Ruang Bromo, Bank Jatim Kantor Pusat Surabaya pada hari Rabu (6/5). Hadir langsung dalam RUPS tersebut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai pemegang saham pengendali beserta seluruh dewan komisaris, dewan pengawas syariah, dan direksi Bank Jatim.
Agenda RUPS Tahunan Tahun Buku 2025 terdiri dari:
Persetujuan Laporan Tahunan Perseroan Mengenai Keadaan dan Jalannya Perseroan Selama Tahun Buku 2025. Termasuk Laporan Pelaksanaan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Selama Tahun Buku 2025 dan Pengesahan Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2025;
Penetapan Penggunaan Laba Bersih Perseroan Tahun Buku 2025. Termasuk Pemberian Bonus Bagi Pegawai Serta Tantiem Untuk Direksi Dan Dewan Komisaris;
Pemberian Kuasa Kepada Dewan Komisaris Untuk Menunjuk Kantor Akuntan Publik Dalam Mengaudit Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2026;
Pelaporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan 1 PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk Tahap 1 Tahun 2025;
Persetujuan Pengkinian Recovery Plan;
Perubahan Nomenklatur Struktur Organisasi & Susunan Pengurus Perseroan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi atas kinerja Bank Jatim yang tumbuh impresif di Tahun Buku 2025. Capaian Bank Jatim ini mampu menunjukkan fungsi intermediasi yang berjalan baik sekaligus mampu menjaga keseimbangan antara ekspansi dan kualitas. "Kinerja keuangan Bank Jatim sepanjang tahun 2025 menunjukkan capaian yang patut diapresiasi, tercermin dari pertumbuhan aset, peningkatan penyaluran kredit, serta penguatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang menunjukkan kemampuan dalam menjaga momentum pertumbuhan secara konsisten," katanya.
Khofifah memberikan arahan strategis untuk Bank Jatim agar memperkuat posisi sebagai regional champion, mengoptimalkan KUB melalui sinergi bisnis, penguatan ekosistem pada masing-masing daerah serta optimalisasi potensi produk syariah, mempercepat transformasi digital, meningkatkan pembiayaan sektor produktif khususnya UMKM, serta memperkuat tata kelola dan manajemen risiko. "Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan Bank Jatim tidak hanya tumbuh secara kinerja, tetapi juga semakin kuat dalam memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian daerah," tegasnya.
Menurutnya, momentum RUPS harus menjadi penguatan komitmen untuk terus berinovasi, menjaga kepercayaan, dan menghadirkan kinerja yang berkelanjutan. Oleh sebab itu ia mengajak seluruh jajaran Komisaris, Direksi, dan seluruh insan Bank Jatim untuk terus melangkah dengan semangat kolaboratif dan penuh integritas, dalam membangun institusi yang semakin kuat dan membanggakan. ”Dengan sinergi yang solid, kita optimis Bank Jatim akan semakin berperan sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi daerah, menuju Jawa Timur yang semakin maju, berdaya saing, dan berkeadilan," jelasnya.
Gubernur Khofifah juga menyampaikan Bank Jatim bukan sekadar lembaga intermediasi, tetapi merupakan motor penggerak ekonomi daerah yang memiliki peran langsung dalam mengalirkan likuiditas, memperkuat sektor riil, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. ”Kita memahami bahwa Jawa Timur saat ini menjadi salah satu penopang utama ekonomi nasional. Peran Bank Jatim menjadi semakin krusial, sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam memastikan kebijakan pembangunan dapat terhubung secara nyata dengan aktivitas ekonomi masyarakat," jelasnya.
Lebih dari itu, Bank Jatim juga memiliki peran penting sebagai penghubung antara kekuatan fiskal daerah dengan sektor riil. Artinya, bagaimana program-program pemerintah dapat diterjemahkan menjadi aktivitas ekonomi yang produktif melalui dukungan pembiayaan yang tepat sasaran. Ke depan, peran strategis Bank Jatim,perlu terus diperkuat dengan digital mindset, bukan sekadar digitalisasi layanan, tetapi transformasi menyeluruh dalam cara berpikir, cara bekerja, dan cara mengambil keputusan yang lebih adaptif terhadap dinamika zaman. "Bank Jatim memiliki posisi yang sangat strategis, tidak hanya dalam konteks perbankan daerah, tetapi juga dalam mendukung arsitektur ekonomi nasional. Hal ini tercermin dari jumlah anggota KUB. Bank Jatim menaungi 5 anggota Bank KUB diantaranya NTB Syariah, NTT, Sulawesi Tenggara, Lampung dan Banten. Ini merupakan yang terbanyak diantara BPD lainnya yang menjadi induk KUB," sebutnya.
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo juga menjelaskan, menutup tahun 2025 di tengah dinamisnya kondisi ekonomi di berbagai level, manajemen mengimplementasikan beberapa strategi untuk menjaga performa bisnis dan keuangan Bank Jatim. Antara lain keseimbangan dalam pengelolaan Dana Pihak Ketiga dengan memperbesar rasio dana murah dan juga penerbitan obligasi untuk mendukung portofolio stable fund Bank, penyaluran pinjaman yang lebih selektif pada sektor yang prospektif, disiplin pengaturan untuk pos pendapatan dan beban melalui efisiensi dan peningkatan transaksi digital untuk meningkatkan pendapatan non bunga, serta pengendalian kualitas aset agar sesuai dengan risk appetite. ”Kemudian untuk mendukung visi menjadi BPD Nomor 1 Di Indonesia, manajemen kembali melanjutkan journey transformasi melalui 5 pilar utama yaitu aspek tata kelola & manajemen risiko, optimalisasi bisnis berbasis ekosistem, peningkatan kompetensi manpower sebagai asset utama, kekuatan teknologi informasi dan digitalisasi proses bisnis, dan optimalisasi sinergi bisnis untuk KUB,” terangnya.
Winardi juga menegaskan, perseroan terus berupaya untuk dapat menjadi BUMD yang terbaik, profesional, dan mampu menjadi salah satu motor penggerak ekonomi terutama di wilayah regional Jawa Timur, baik melalui aspek operasional bisnis sehari-hari maupun melalui pendistribusian atas perolehan laba Perseroan dalam bentuk deviden.
Atas beberapa hal yang telah Manajemen terapkan dengan didukung oleh produktifitas team yang solid termasuk melalui kolaborasi konsolidasi bersama 4 Bank Pembangunan Daerah yang tergabung dalam KUB, kinerja keuangan konsolidasi perseroan tahun 2025 cukup positif. Aset Bank Jatim tercatat berada di angka Rp 168,85 triliun atau tumbuh 42,93% (YoY). Kemudian laba bersihnya sebesar Rp 1,61 Triliun, naik 24,80% (YoY). Sedangkan untuk kinerja bank only, kinerja Bank Jatim tahun buku 2025 antara lain pengelolaan aset sebesar Rp105,8 Triliun, tumbuh sebesar 3,70% (YoY) dan sukses mencetak laba bersih tertinggi dari seluruh BPD di Indonesia sebesar Rp1,546 triliun atau tumbuh 20,65% dari tahun sebelumnya.
Selain itu, lanjut Winardi, Bank Jatim juga menunjukkan performa solid dengan mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif sepanjang kuartal I 2026. Di tengah tantangan kondisi ekonomi global, Bank Jatim berhasil membukukan laba bersih secara konsolidasi sebesar Rp 661 miliar pada kuartal I/2026. Capaian itu tumbuh hingga 90,41% secara tahunan (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 347 miliar.
Perolehan laba bersih Bank Jatim pada periode ini salah satunya didorong oleh pendapatan bunga bersih yang tumbuh 39,61% YoY menjadi Rp2,35 triliun secara konsolidasi. “Pencapaian ini tidak lepas dari berbagai terobosan strategis yang dilakukan Bank Jatim untuk mengakselerasi bisnis, salah satunya melalui sinergi bersama UMKM serta digitalisasi yang memungkinkan layanan bank menjadi lebih mudah dan nyaman bagi seluruh nasabah,” ungkapnya.
Winardi mengatakan, pihaknya bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik hingga fundamental bisnis yang sehat. Menurutnya, pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil karena didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders.
Adapun hingga Maret 2026, total penyaluran kredit Bank Jatim secara konsolidasi mencapai Rp 109,22 triliun atau tumbuh 40,85% (YoY). Total aset perseroan juga tumbuh 38,85% YoY menjadi sebesar Rp164,07 triliun. Kemudian dari sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga (DPK) perseroan mencatatkan pertumbuhan sebesar 37,59% YoY dari Rp89,25 triliun pada kuartal I/2025 menjadi Rp122,80 triliun pada kuartal I/2026. “Bank Jatim senantiasa berkomitmen untuk secara aktif berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam memastikan berbagai program pemerintah provinsi Jawa Timur berjalan efektif dan memberikan dampak langsung kepada sektor riil serta masyarakat luas,” ungkap Winardi.
Winardi menegaskan, kinerja Bank Jatim bank only juga mencatatkan performa positif. Sepanjang Januari – Maret 2026, total kredit yang berhasil disalurkan mencapai Rp 65,97 miliar dan aset perseroan berada di angka Rp 101,06 triliun. Sementara untuk laba bersihnya sebesar Rp 377 miliar. ”Capaian ini merupakan hasil dari fokus perseroan dalam memperkuat fundamental bisnis. Ke depan, kami akan terus memperkuat manajemen risiko, menjaga kualitas aset, serta mengembangkan bisnis secara selektif dan berkelanjutan. Kami optimis kinerja positif ini dapat terus terjaga hingga akhir tahun,” terangnya.
Adapun dalam RUPS Tahunan Tahun Buku 2025, Bank Jatim berhasil membagi dividen sebesar Rp 56,62 / lembar saham. Nilai tersebut naik dari dividen tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 54,71 / lembar saham. Sehingga secara keseluruhan, total dividen yang dibagi kepada pemegang saham berada di angka Rp 850.177.501.402,84 atau sebesar 55 persen dari laba bersih Tahun Buku 2025. Pembagian dividen yang selalu meningkat disetiap tahunnya mampu menjadikan saham BJTM sebagai salah satu saham favorit pilihan masyarakat dalam berinvestasi. Mengacu pada pada harga penutupan di level 590 pada Selasa, 5 Mei 2026, indikasi dividen yield BJTM mencapai 9,60%.
Pada RUPS Tahunan Tahun Buku 2025 kali ini, juga terdapat agenda Perubahan Nomenklatur Struktur Organisasi & Susunan Pengurus Perseroan. Adapun untuk perubahan nomenklatur terjadi di beberapa kursi. Seperti Direktur Keuangan, Treasury & Global Services berubah menjadi Direktur Keuangan & Tresuri. Kemudian Direktur Bisnis Menengah, Korporasi & Jaringan berubah menjadi Direktur Menengah, Korporasi & Kelembagaan. Selanjutnya Direktur Bisnis Mikro, Ritel & Usaha Syariah berubah menjadi Direktur Ritel & Syariah. Terakhir, Direktur IT, Digital & Operasional berubah menjadi Direktur Teknologi Informasi, Digital & Operasi.
Sementara itu, di jajaran direksi, Bank Jatim mengangkat Andry Wicaksono sebagai Direktur Manajemen Risiko. Kemudian Moh. Nasih yang semula menjabat sebagai Anggota Dewan Pengawas Syariah, dalam RUPS Tahunan Tahun Buku 2025 ini beliau diangkat menjadi Komisaris Independen. Selanjutnya untuk posisi Anggota Dewan Pengawas Syariah kini diisi oleh Abdullah Syamsul Arifin. Sehingga berdasarkan hasil RUPS Tahunan Tahun Buku 2025, susunan Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, dan Direksi Bank Jatim setelah pelaksanaan RUPS Tahunan Tahun Buku 2025 adalah sebagai berikut:
Komisaris Utama Independen: Adi Sulistyowati
Komisaris: Adhy Karyono
Komisaris Independen: Muhammad Mas’ud
Komisaris Independen: Dadang Setiabudi
Komisaris Independen: Asri Agung Putra
Calon Komisaris Independen: Moh. Nasih
Direktur Utama: Winardi Legowo
Wakil Direktur Utama: R. Arief Wicaksono
Direktur Ritel & Syariah: Tonny Prasetyo
Direktur Kepatuhan : Umi Rodiyah
Direktur Keuangan & Tresuri: RM Wahyukusumo Wisnubroto
Direktur Menengah, Korporasi, dan Kelembagaan: Arif Suhirman
Direktur Teknologi Informasi, Digital & Operasi: Wiweko Probojakti
Calon Direktur Manajemen Risiko: Andry Wicaksono
Ketua Dewan Pengawas Syariah: KH Afifuddin Muhajir
Anggota Dewan Pengawas Syariah: Tamhid Masyhudi
Calon Anggota Dewan Pengawas Syariah: Abdullah Syamsul Arifin (an)
JConnect Versi Terbaru Resmi Diluncurkan, Sukses Tarik Lebih Dari 27 Ribu Pengunjung
Written by Redaksi
SURABAYA,KORANRAKYAT.COM,- 3 Mei 2026 – Bank Jatim sukses menggelar puncak acara launching JConnect dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 1–3 Mei 2026 di Grand City Surabaya. Acara yang bertajuk JConnect Zone ini menjadi momentum penting dalam transformasi digital Bank Jatim untuk memperkuat layanan perbankan modern bagi masyarakat Jawa Timur. Bertempat di Grand City Surabaya, kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Jajaran Dewan Komisaris Bank Jatim, Jajaran Dewan Pengawas Syariah Bank Jatim, Jajaran Direksi Bank Jatim, hingga ribuan masyarakat umum yang antusias menyaksikan berbagai inovasi digital terbaru dari Bank Jatim.
Dalam sambutannya, Emil menyampaikan apresiasi atas komitmen Bank Jatim sebagai bank pembangunan daerah yang terus berinovasi menghadirkan layanan keuangan digital yang inklusif, aman, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. ”Sudah seharusnya bank memiliki keunggulan dalam melayani masyarakat berbasis digital. Apalagi di era sekarang ini, sebagian masyarakat bertransaksi menggunakan gadget dan tidak lagi menggunakan metode konvensional. Maka dari itu, saya mengapresiasi inovasi bank Jatim yang berjuang keras mewujudkan JConnect versi terbaru,” terangnya.
Menurut Emil, transformasi digital melalui JConnect merupakan langkah strategis dalam mempercepat literasi dan inklusi keuangan di Jawa Timur, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. ”Kami optimis JConnect bisa mencapai target jumlah penggunanya. Dengan diluncurkannya banyak fitur baru di JConnect, kami berharap warga Jawa Timur semakin menyadari bahwa Bank Jatim adalah bank milik masyarakat Jawa Timur. Aplikasi terbaru JConnect merupakan lompatan penting yang harus kita dukung bersama,” papar Emil.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menegaskan bahwa JConnect hadir sebagai layanan keuangan yang menawarkan banyak kemudahan transaksi pembayaran.”JConnect merupakan wujud komitmen Bank Jatim untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan nasabah di era digital. Kami ingin menghadirkan pengalaman perbankan yang lebih cepat, aman, modern, dan relevan bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.
Menurut Winardi, di dalam peluncuran JConnect versi terbaru ini, penguatan fitur menjadi kunci utama. JConnect versi terbaru menghadirkan 36 fasilitas unggulan yang disusun berdasarkan kebutuhan nasabah atau voice of customer. Di antaranya, kemudahan mengganti password tanpa harus datang ke kantor cabang hingga penggunaan sistem login berbasis biometrik yang lebih praktis dan aman. Selain itu, layanan top up kartu uang elektronik kini sudah terintegrasi dalam aplikasi. ’’Saat ini jumlah pengguna terdaftar JConnect telah mencapai sekitar 1.025.000. Dengan peluncuran versi terbaru ini, Bank Jatim menargetkan pertumbuhan signifikan hingga mencapai 2 juta pengguna terdaftar pada Desember 2026,” tegas Winardi.
Adapun selama tiga hari JConnect Zone berlangsung, antusiasme masyarakat menunjukkan hasil yang sangat positif. Sejak tanggal 1 – 3 Mei 2026, Bank Jatim sukses mengakuisisi pengguna JConnect versi terbaru hingga lebih dari 100 ribu user. Hal tersebut mencerminkan percepatan adopsi layanan digital Bank Jatim secara signifikan. Selain itu, selama tiga hari pagelaran akbar ini, Bank Jatim juga sukses mencatatkan lebih dari 27 ribu pengunjung. ”Ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk mengenal lebih dekat berbagai fitur, layanan, serta pengalaman digital yang ditawarkan oleh JConnect,” tegasnya.
Winardi juga menuturkan, dalam acara JConnect Zone, pengunjung disuguhkan berbagai kegiatan menarik. Mulai dari talkshow literasi keuangan, pertandingan basket 3 on 3, booth pameran dari berbagai brand, konser musik dari artis nasional, pertunjukan special, hingga program promo transaksi dan hadiah menarik bagi pengguna JConnect. ”Melalui peluncuran ini, Bank Jatim semakin mempertegas posisinya sebagai BPD yang progresif, inovatif, dan siap bersaing di era digital nasional. JConnect, koneksikan semua kemudahan,” tutupnya.(an)
Dukung Transformasi Dunia Pendidikan, Bank Jatim Launching JConnect Edu
Written by Redaksi
SURABAYA,KORANRAKYAT.COM,- 21 April 2026. Dalam rangka mendukung dunia Pendidikan di Jawa Timur, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) baru saja melaunching JConnect Edu yang dirangkai dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dengan Bank Jatim tentang Penyaluran Dana Bantuan Operasional Sekolah. Bertempat di Hotel Platinum Surabaya, kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai, Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo, dan seluruh jajaran direksi Bank Jatim pada hari Selasa (21/4).
Winardi menjelaskan, JConnect Edu merupakan aplikasi Bank Jatim yang di rancang untuk mendudukung Pendidikan di Jawa Timur mulai dari tingkat Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi. Tujuannya adalah untuk memfasilitasi transaksi pembayaran biaya pendidikan melalui virtual account maupun QRIS dan melakukan pengelolaan data keuangan serta administrasi di lembaga pendidikan. ”Pendidikan adalah fondasi utama untuk kemajuan Jawa Timur. Bank Jatim sebagai banknya masyarakat Jawa Timur memiliki tanggung jawab untuk turut serta mendukung ekosistem pendidikan. Karena itulah, hari ini menjadi momentum penting bagi kami meluncurkan layanan JConnect Edu, sebuah platform digital terintegrasi yang kami dedikasikan untuk dunia Pendidikan,” terangnya.
Adapun JConnect Edu bisa diakses untuk wali murid guna mendapatkan informasi sekolah (seperti pembayaran biaya pendidikan, kegiatan sekolah seperti absensi siswa, jadwal Pelajaran, hingga jadwal guru). Sehingga menurut Winardi, dengan JConnect Edu, diharapkan dapat meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi administrasi pendidikan, memberikan solusi yang user-friendly, dan kemudahan akses. ”Jadi sekolah tidak perlu membangun sistem sendiri. Tagihan, absensi, tugas, hingga komunikasi dengan orang tua dapat terintegrasi dalam satu aplikasi. Kemudian bagi wali murid, akan memberikan kemudahan dan fleksibilitas pembayaran pendidikan dari saluran perbankan,” tegasnya.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut, Bank Jatim kembali dipercaya menyalurkan Dana Bantuan Operasional Sekolah bagi jenjang Sekolah Luar Biasa, Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri dan Swasta di Jawa Timur. ”Sebagaimana dana yang telah disalurkan sebelumnya, kami senantiasa berkomitmen agar dana ini tersalurkan dengan baik. Kami siap mendampingi penyaluran Dana BOS melalui seluruh jaringan kantor Bank Jatim dan mengawal agar memberikan dampak maksimal bagi pendidikan,” paparnya.
Sementara itu, Aries Agung Paewai menegaskan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari transformasi layanan pendidikan yang harus adaptif terhadap perkembangan teknologi. Menurutnya, digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk memastikan layanan pendidikan berjalan efektif dan efisien. ”Kami berharap dengan adanya sinergitas ini dapat memberikan kemudahan bagi pihak sekolah dalam mengelola anggaran secara real-time, sehingga meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana Pendidikan,” tutupnya.
Aries juga mengatakan, terdapat manfaat PKS dengan Bank Jatim. Antara lain kerja sama dalam penyaluran BOSP, mendukung system pembayaran non tunai (cashless), memastikan pengelolaan dana lebih modern dan terintegrasi, serta bagian dari transformasi digital sektor pendidikan. ”Karena seperti kita ketahui bersama bahwa dengan sistem non tunai keamanan dana lebih terjamin, meminimalisir penyalahgunaan anggaran, serta mendukung elektronifikasi transaksi pemerintah,” tutupnya.(an)
Sukses Lakukan Transformasi Perbankan, Dirut Bank Jatim Raih Penghargaan dari PWI Jawa Timur
Written by Redaksi
SURABAYA, KORANRAKYAT.COM, 16 April 2026. Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo sukses meraih penghargaan bergengsi sebagai Tokoh Transformasi Perbankan Daerah dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan kepemimpinan beliau dalam mendorong inovasi serta transformasi di sektor perbankan daerah. Bertempat di Dyandra Convention Center Surabaya, penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim dan diterima oleh Winardi Legowo dalam kegiatan puncak resepsi Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 sekaligus HUT ke-80 PWI pada hari Kamis malam (16/4). Turut hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, serta Ketua PWI Pusat Akhmad Munir.
Winardi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diterimanya. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan Jatimers dalam melakukan transformasi berkelanjutan, khususnya dalam digitalisasi layanan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Tentu penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi terbaik dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Kami juga ucapkan Selamat Hari Pers Nasional dan selamat ulang tahun untuk PWI. Semoga pers di Jawa Timur mampu menjadi pengarah yang positif dalam mendukung pembangunan daerah melalui kolaborasi yang baik dengan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota,” ujarnya.
Menurut Winardi, penghargaan ini merupakan hasil dari strategi inovatif yang diterapkan Bank Jatim selama beberapa tahun terakhir. Melalui penerapan teknologi dan digitalisasi layanan, Bank Jatim mampu mengakselerasi pertumbuhan bisnis, sekaligus memberikan nilai tambah bagi nasabah dan pemangku kepentingan. Perseroan juga terus berupaya memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan setiap langkah transformasi yang diambil mampu memberikan manfaat optimal kepada masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, penghargaan ini juga menunjukkan bahwa transformasi yang telah dilakukan Bank Jatim berada pada jalur yang tepat. Dengan terus mengoptimalkan teknologi, Bank Jatim mampu menciptakan efisiensi operasional dan meningkatkan kepuasan nasabah. “Semoga dengan penghargaan ini Bank Jatim dapat semakin memperkuat perannya sebagai motor penggerak perekonomian daerah serta terus menghadirkan layanan perbankan yang modern, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” tegas Winardi.
Sebagai informasi, nilai asset Bank Jatim per 2025 sukses berada di angka Rp 105,8 triliun atau tumbuh 3,70% (YoY). Adapun komposisi asset berasal dari kontribusi asset produktif, antara lain peningkatan penyaluran kredit sebesar Rp67,2 Triliun atau meningkat sebesar 4,98% (YoY), pengelolaan bisnis treasury, hingga dana pihak ketiga yang tumbuh sebesar 1,43% (YoY). Tidak hanya itu saja. Bank Jatim juga sukses membukukan laba bersih sebesar Rp 1,54 triliun atau naik 20,65% dari tahun sebelumnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Emil menyampaikan bahwa peran pers tetap krusial sebagai penyedia informasi kredibel di tengah dominasi media sosial. “Kepercayaan publik terhadap karya jurnalistik tetap tinggi karena adanya proses akurasi dan verifikasi. Tanpa pers, sulit membayangkan informasi kredibel tersampaikan ke masyarakat," ujarnya.
Ia juga menilai kritik yang disampaikan pers merupakan bagian penting dalam membangun pemerintahan yang lebih baik. Maka dari itu diperlukan hubungan antara pemerintah dan insan pers yang harus terus dijaga secara sehat dan konstruktif.(an)
Dorong Konektivitas Digital, Bank Jatim Akan Luncurkan JConnect Versi Terbaru
Written by Redaksi
SURABAYA,KORANRAKYAT.COM,- 18 April 2026. Bank Jatim kembali menegaskan komitmennya dalam transformasi digital melalui penyelenggaraan Pre-Event Launching JConnect, aplikasi perbankan digital terbaru yang dirancang untuk memberikan konektivitas tanpa batas bagi nasabah. Bertempat di Kota Lama Surabaya, Pre-Event Launching JConnect yang bertajuk Road to JConnect Zone ini dihadiri oleh Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo, Direktur IT, Digital & Operasional Wiweko Probojakti, Direktur Bisnis Mikro, Ritel & Usaha Syariah Bank Jatim Tonny Prasetyo, Direktur Keuangan, Treasury & Global Services Bank Jatim RM Wahyu Kusumo Wisnubroto, dan Direktur Kepatuhan Bank Jatim Umi Rodiyah pada hari Sabtu (18/4).
Winardi menjelaskan bahwa inovasi merupakan nafas utama Bank Jatim. Transformasi digital Bank Jatim telah dimulai sejak tahun 2016 melalui peluncuran Bank Jatim Mobile Banking. Seiring perkembangan kebutuhan nasabah dan semangat untuk terus menghadirkan layanan yang lebih dekat dan terintegrasi, pada tahun 2021 dilakukanlah rebranding menjadi JConnect. Rebranding tersebut bukan sekadar perubahan nama, tetapi merupakan komitmen perseroan untuk menghadirkan konektivitas tanpa batas bagi masyarakat Jawa Timur dan Indonesia.
“Nah hari ini Bank Jatim secara resmi memperkenalkan JConnect versi terbaru. Pengembangan aplikasi ini sepenuhnya didasarkan pada voice of customers, yaitu aspirasi dan kebutuhan langsung dari para nasabah. JConnect hadir dengan 36 fitur baru yang lebih canggih sebagai langkah awal menuju visi besar Bank Jatim dalam membangun Super Apps terintegrasi,” tegas Winardi.
Beberapa fitur unggulan JConnect antara lain login biometric, portofolio terintegrasi, top up e-wallet lengkap (OVO, GoPay, DANA, dan e-money), online complaint untuk transparansi layanan, card management untuk kontrol kartu debit secara mandiri, transfer terjadwal untuk transaksi rutin otomatis, hingga fitur personalisasi change theme dengan pilihan warna merah (semangat & energetik), hijau (tenang & harmonis), dan kuning (optimis & ceria).
Winardi menerangkan, saat ini jumlah pengguna terdaftar JConnect telah mencapai sekitar 1.025.000. “Dengan peluncuran versi terbaru ini, Bank Jatim menargetkan pertumbuhan signifikan hingga mencapai 2 juta pengguna terdaftar pada Desember 2026,” tegasnya.
Sebagai puncak dari rangkaian inovasi JConnect ini, Bank Jatim akan menggelar Grand Launching bertajuk JConnect Zone yang akan berlangsung pada 1–3 Mei 2026 di Grand City Surabaya. Acara ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman langsung kepada nasabah melalui aktivasi aplikasi JConnect dan transaksi QRIS bersama berbagai merchant mitra. JConnect Zone akan menghadirkan berbagai aktivitas menarik, antara lain zona interaktif dan pengalaman digital perbankan, kolaborasi dengan UMKM dan merchant lifestyle unggulan, promo eksklusif bagi pengguna JConnect, talkshow literasi digital dan workshop, hiburan dari artis lokal dan nasional, hingga layanan publik seperti pembayaran pajak kendaraan dan medical check-up gratis. ”Acara selama tiga hari itu gratis untuk umum. Seluruh Masyarakat dapat hadir untuk meramaikan JConnect Zone,” terang Winardi.
Adapun JConnect ditujukan untuk seluruh segmen nasabah, mulai dari ritel, UMKM, hingga korporasi. Aplikasi ini dirancang agar mudah digunakan baik oleh generasi muda yang digital-native maupun masyarakat di daerah dengan keterbatasan akses layanan perbankan fisik. “Harapan kami, JConnect dapat menjadi platform digital perbankan pilihan utama bagi nasabah Bank Jatim. Tidak hanya sebagai alat transaksi, tetapi juga sebagai solusi keuangan yang membantu masyarakat mencapai tujuan finansial mereka,” tutup Winardi.(an)
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza Resmi Dibuka
Written by RedaksiSURABAYA, KORANRAKYAT.COM,-26 Februari 2026. JConnect6 Ramadan Vaganza 2026 resmi dibuka oleh Direktur Utama Suara Surabaya Verry Firmansyah,6 Syamsul Hariadi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Surabaya, serta Vice President Dana dan Jasa Yetty Fitria S pada hari Rabu (25/2). Bertempat di Taman Surya Balai Kota Surabaya, kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi antara PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim), Pemerintah Kota Surabaya, dan Suara Surabaya.
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menjelaskan, JConnect Ramadan Vaganza 2026 merupakan kegiatan tahunan di Kota Surabaya yang menghadirkan rangkaian aktivitas spiritual, rekreasi ngabuburit, serta pemberdayaan UMKM. Kegiatan ini dapat menjadi ruang interaksi masyarakat yang inklusif dan sekaligus mendorong penguatan potensi lokal Surabaya selama momentum bulan suci. ”Melalui kolaborasi antara Bank Jatim, Suara Surabaya, dan Pemerintah Kota Surabaya, kami berharap semoga kegiatan ini mampu menciptakan sinergi antara masyarakat, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dalam menyemarakkan bulan Ramadan secara tertib, aman, dan produktif,” ujarnya.
Winardi menambahkan, JConnect Ramadan Vaganza 2026 juga dapat dijadikan sebagai wadah untuk mendorong penggunaan QRIS. Sebab, seluruh transaksi pembelian di area bazar dilakukan menggunakan QRIS Bank Jatim sebagai bagian dari program Racing Merchant QRIS. Selain itu, lanjut Winardi, kehadiran Bank Jatim dalam event ini juga bermanfaat untuk melakukan literasi dan inklusi keuangan terhadap masyarakat.
”Di sini kami sebagai pendukung agar UMKM yang berpartisipasi dalam event ini dapat memperoleh wadah untuk berkreasi dan mengembangkan usahanya dengan jauh lebih baik. Dan tentu saja dengan hadirnya event ini memiliki banyak manfaat bisnis bagi kami. Antara lain dapat menambah NOA baru, e-channel baru, maupun kelolaan merchant QRIS baru. Selain itu juga bisa meningkatkan volume dan nominal transaksi QRIS Bank Jatim dikarenakan event ini menargetkan seribu pengunjung per harinya,” paparnya.
Sementara itu, Syamsul Hariadi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menggerakkan roda ekonomi kota. Menurutnya, sinergi ini bukan sekadar publikasi, tapi membangun optimisme dan menghadirkan ruang positif bagi masyarakat. “Kita ingin UMKM Surabaya naik kelas dan produk lokal semakin dikenal. Pemkot Surabaya berkomitmen akan terus hadir dan mendukung gerakan kolaboratif yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan Masyarakat,” tegasnya.Syamsul berharap, JConnect Ramadan Vaganza 2026 bisa berdampak nyata dalam segi ekonomi bagi UMKM di Kota Surabaya. ”Bazar Ramadan juga bisa menjadi pilihan warga untuk mengisi waktu menjelang buka puasa. Kami berharap lewat kegiatan ini, roda ekonomi UMKM terus meningkat,” pungkasnya.Adapun kegiatan yang melibatkan lebih dari 100 tenant itu berlangsung mulai tanggal 25 Februari 2026 sampai 1 Maret 2026. Selain aspek fungsional, kegiatan ini juga menawarkan pengalaman baru melalui kehadiran wahana balon udara di Balai Kota untuk pertama kalinya. Sebagai magnet utama bagi pengunjung yang memanfaatkan layanan maupun berbelanja, panitia telah menyiapkan hadiah utama berupa undian umroh untuk satu pemenang, serta hadiah elektronik seperti smartwatch dan earphone dengan pajak ditanggung sepenuhnya oleh pemenang.Untuk mendapatkan grand priza umroh, pengunjung juga dapat menukarkan struk belanja minimal Rp25.000 untuk satu kupon, atau melalui skema Stamp Challenge Bank Jatim. Melalui challenge ini, warga cukup membuka rekening, aktivasi aplikasi JConnect, dan belanja minimal Rp200.000 untuk langsung mendapatkan 25 kupon undian. (an)
Usung Semangat Kebersamaan & Keberkahan, Bank Jatim Hadirkan Ragam Promo Spesial Ramadan
Written by Redaksi
SURABAYA,KORANRAKYAT.COM,-22 Februari 2026 – Selama bulan suci Ramadan 1447 H, Bank Jatim menghadirkan berbagai program dan promo spesial bagi para nasabah setia. Dengan mengusung semangat kebersamaan dan keberkahan, rangkaian program ini ditujukan untuk memberikan pengalaman perbankan yang istimewa sekaligus penuh manfaat selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Corporate Secretary Bank Jatim Fenty Rischana menjelaskan, program spesial Ramadan yang telah diluncurkan yaitu
Iftar Eksklusif untuk Nasabah Prioritas di Hotel Bintang Lima. “Sebagai bentuk apresiasi kepada nasabah prioritas, Bank Jatim menyelenggarakan Special Iftar Ramadan bagi nasabah Jatim Prioritas dan Jatim Syariah Prioritas di sejumlah hotel bintang lima ternama, seperti JW Marriott Hotel Surabaya dan Sheraton Surabaya. Melalui kegiatan ini, nasabah dapat menikmati suasana berbuka puasa yang hangat dan eksklusif, juga sekaligus mempererat silaturahmi dalam balutan layanan premium khas Bank Jatim,” terangnya.
Tak hanya itu, Bank Jatim juga menghadirkan promo Kredit Multiguna (KMG) Spesial Ramadan dengan dua program unggulan yaitu KURMA (Kupon Ramadan) – nasabah berkesempatan mendapatkan kupon spesial Ramadan dengan berbagai benefit menarik dan JARIYA (Jajan Hari Raya) – memberikan kemudahan bagi nasabah dalam memenuhi kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri.
Menurut Fenty, program kredit multiguna tersebut dirancang untuk membantu nasabah memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari persiapan lebaran hingga kebutuhan konsumtif lainnya dengan proses mudah dan kompetitif. Istimewanya lagi, nasabah yang mengajukan Kredit Multiguna Bank Jatim pada periode Januari hingga Juli 2026 juga berkesempatan mengikuti perjalanan ibadah umroh.
“Sebanyak total 65 paket umroh telah disiapkan bagi nasabah yang memenuhi ketentuan program. Kesempatan ini menjadi wujud komitmen Bank Jatim dalam menghadirkan nilai tambah yang tidak hanya bersifat finansial, tetapi juga spiritual,” ungkapnya.
Selain umroh, Bank Jatim juga memiliki program KPR Bunga mulai dari 3,64% untuk nasabah. Periode ini berlaku sampai 31 Maret 2026 sehingga bisa dimanfaatkan nasabah untuk berlebaran di rumah baru dengan angsuran yang ringan.
Fenty juga menegaskan, di bulan suci ini, jarak bukan lagi penghalang. Maka dari itu, selama periode Ramadan hingga Idul Fitri, layanan transfer internasional semakin mudah lewat JConnect Remittance. Melalui promo FITRI (Fast International Transfer Raih Insentif), nasabah dapat menikmati reward khusus untuk pengiriman dana, khusus koridor Malaysia dan Hong Kong. Tentu saja promo ini memberikan kemudahan transfer dana lintas negara dengan proses yang lebih cepat, aman, dan kompetitif.
“Dengan ragam program tersebut, Bank Jatim berharap dapat menjadi mitra finansial terpercaya yang senantiasa hadir dalam setiap momen penting nasabah, menghadirkan keberkahan serta kemudahan layanan perbankan selama Ramadan hingga Idul Fitri,” tutup Fenty. Untuk informasi lebih lanjut mengenai syarat dan ketentuan promo, nasabah dapat mengunjungi kantor cabang Bank Jatim terdekat atau mengakses kanal resmi Bank Jatim.(eas)
Perkuat Ekonomi Desa, Bank Jatim dan Kemendes PDT RI Tandatangani Perjanjian Kerja Sama
Written by Redaksi
SURABAYA,KORANRAKYAT.COM,-12 Februari 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) secara resmi telah melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia tentang fasilitasi layanan bank pembangunan daerah dalam mendukung percepatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Bertempat di Kantor Pusat Bank Jatim, perjanjian tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo dan Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Drs. F.X. Nugroho Setijo Nagoro, M.Si pada hari Kamis (12/2). Turut hadir juga Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono.
Winardi menjelaskan, sinergi Bank Jatim dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia (Kemendes PDT RI) ini merupakan wujud nyata strategi jangka panjang perusahaan untuk meningkatkan ekonomi daerah agar semakin kuat dan tumbuh berkelanjutan. ”Kami mengucapkan terimakasih atas kepercayaan dari Kemendes PDT RI kepada Bank Jatim untuk ikut mengembangkan perekonomian desa di wilayah Jawa Timur. Melalui perjanjian ini, kedua belah pihak telah sepakat untuk mengoptimalkan pemanfaatan layanan perbankan dalam mendukung pembangunan desa secara terintegrasi. Fokus utama kami di sini yaitu membangun ekosistem ekonomi desa yang tangguh dan mandiri.," katanya.
Adapun perjanjian kerja sama tersebut mencakup beberapa hal. Yaitu pertukaran data dan informasi, pemanfaatan produk dan jasa perbankan sesuai ketentuan yang berlaku, sosialisasi dan pendampingan tentang produk dan jasa perbankan kepada masyarakat di desa, penguatan peran Bank Pembangunan Daerah dalam rangka peningkatan kapasitas untuk kesejahteraan masyarakat desa, serta pemanfaatan tanggung jawab sosial Bank Pembangunan Daerah untuk mendukung percepatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di desa.
Dalam implementasinya, Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan berperan sebagai fasilitator koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah, sementara Bank Jatim menyediakan dukungan layanan keuangan dan penguatan kapasitas masyarakat. ”Ini merupakan salah satu langkah konkret untuk memperkuat fondasi ekonomi desa dan sekaligus mengajak masyarakat desa lebih melek tentang perbankan dan memberikan akses pembiayaan yang aman,” tegas Winardi.
Sementara itu, Nugroho menilai kerja sama ini sejalan dengan arah kebijakan nasional yang menempatkan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. ”Ekonomi desa itu butuh ekosistem yang kuat. Kehadiran Bank Jatim di sini untuk memperkuat itu, mulai dari literasi, pembiayaan, hingga peningkatan kapasitas distribusi barang dan jasa,” tambahnya.
Dalam konteks tersebut, lanjut Nugroho, literasi menjadi faktor penting agar masyarakat desa mampu memanfaatkan program secara optimal. Adapun pemilihan Bank Jatim sebagai mitra utama bukan tanpa alasan. Menurutnya, Bank Jatim memiliki kedekatan psikologis dan nature yang sama dengan masyarakat desa. Karena pada hakikatnya, bank daerah adalah milik daerah. Sehingga, kontribusinya dalam membangun desa dinilai sangat kontekstual dan tepat sasaran.
Nugroho berharap Bank Jatim dapat berperan aktif dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat desa terkait pengelolaan usaha, akses pembiayaan, serta penguatan ekonomi berbasis potensi lokal. “Kolaborasi dengan sektor perbankan menjadi bagian dari strategi mempertemukan kebijakan, pendampingan, dan pembiayaan dalam satu ekosistem pembangunan desa,” ungkapnya.(an)
Bank Jatim Raih Penghargaan dari Detik.com Kategori Peningkatan Pembiayaan Usaha Berkelanjutan
Written by Redaksi
MALANG, KORANRAKYAT.COM, 5 November 2025. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus mencetak prestasi gemilang. Yang terbaru, Bank Jatim secara resmi telah menerima Anugerah Program Bisnis Terpuji kategori Peningkatan Pembiayaan Usaha Berkelanjutan dalam ajang detikJatim Awards 2025. Penghargaan ini diberikan atas kinerja positif Bank Jatim dalam mendorong pembiayaan yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Bertempat di Grand Mercure Malang, penghargaan tersebut diterima oleh Direktur Bisnis Menengah, Korporasi & Jaringan Bank Jatim Arif Suhirman pada Rabu malam (5/11).
Arif mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Detik.com atas penghargaan yang telah diberikan untuk Bank Jatim. “Ini semua berkat kerja keras dari seluruh Jatimers. Dengan penghargaan yang telah diberikan ini akan semakin memacu semangat kami untuk terus berkomitmen mendorong perekonomian Jawa Timur yang merupakan gerbang baru nusantara dari segala aspek," imbuhnya.
Menurut Arif, penghargaan dari Detik.com tersebut merupakan bentuk pengakuan atas komitmen Bank Jatim dalam menghadirkan inovasi keuangan yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat. “Kami akan terus berupaya mendorong pembiayaan proyek-proyek hijau dan sosial yang berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan. Penghargaan ini semakin menegaskan posisi Bank Jatim sebagai bank nasional yang tidak hanya fokus pada kinerja finansial, tetapi juga berkomitmen kuat dalam memperkuat ekosistem keuangan hijau dan mempercepat transisi menuju ekonomi berkelanjutan di Indonesia,” terangnya.
Adapun sepanjang tahun 2024, penyaluran dana untuk sektor ekonomi hijau tercatat melonjak hampir empat kali lipat, dari Rp 1,3 triliun pada tahun 2023 menjadi Rp 5,6 triliun. Lonjakan ini menjadi bukti nyata komitmen Bank Jatim dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Peningkatan pembiayaan tersebut disalurkan ke berbagai sektor strategis yang memiliki dampak positif terhadap lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Dari total penyaluran dana, sektor efisiensi energi menjadi penerima terbesar dengan nilai mencapai Rp 2,4 triliun. Sementara itu, sektor pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan berkelanjutan menyerap lebih dari Rp 2 triliun. Adapun sektor pengelolaan air dan air limbah berkelanjutan memperoleh pembiayaan sebesar Rp 557,4 miliar.
Pimpinan Redaksi Detik.com Alfito Deanova Gintings menuturkan, ajang ini menjadi bentuk apresiasi bagi individu, komunitas, instansi pemerintahan, BUMD, hingga perusahaan swasta yang terus berkontribusi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Seleksi para penerima anugerah dilakukan melalui serangkaian tahapan ketat oleh dewan redaksi detikcom dan detikJatim. Ada enam anugerah utama yang diberikan, yaitu Anugerah Program Inovasi Pembangunan Terpuji, Anugerah Program Ekonomi Terpuji, Anugerah Program Bisnis Terpuji, Anugerah Komunitas Penggerak Terdepan, Anugerah Figur Akselerator Kemajuan, serta Anugerah Adiluhung, yang diberikan kepada sosok paripurna di bidangnya dan memberikan kebermanfaatan besar bagi masyarakat.(an)
Perkuat Sinergi di Sektor Keuangan Syariah, Bank Jatim Dukung Penyelenggaraan IIFS 2025
Written by Redaksi
SURABAYA, KORANRAKYAT.COM, 4 November 2025. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Timur sukses menggelar workshop dalam ajang Indonesia Islamic Finance Summit (IIFS) 2025. Tema yang diangkat dalam workshop kali ini bertajuk Sinergi Perbankan Syariah dalam Rangka Perluasan Akses Layanan Perbankan Syariah. Bertempat di Kantor Pusat Bank Jatim, kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo, seluruh direksi, dewan komisaris, dan dewan pengawas syariah Bank Jatim serta pejabat eksekutif lainnya.
Dian menjelaskan, di era seperti saat ini penting sekali untuk melakukan inovasi dan perluasan akses keuangan syariah bagi seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, kesadaran publik terhadap nilai-nilai ekonomi berbasis syariah terus meningkat, namun masih dibutuhkan langkah-langkah nyata untuk memperluas pemahaman dan penggunaan produk keuangan syariah secara lebih merata. ”Permintaan terhadap layanan keuangan syariah terus tumbuh. Maka penting bagi kita untuk meresponsnya melalui inovasi, efisiensi produk, serta integrasi ekosistem. Inovasi keuangan syariah harus mampu menggabungkan nilai ekonomi dan sosial agar memberikan keberkahan bagi masyarakat,” ujar Mahendra.
Dian memaparkan, industri keuangan syariah nasional mencatat pertumbuhan yang menggembirakan. Hingga Agustus 2025, total agregasi aset industri keuangan syariah nasional telah mencapai Rp3.030 triliun, atau tumbuh 11,4 persen dari total aset industri keuangan nasional. ”Pertumbuhan aset keuangan syariah menunjukkan peningkatan yang signifikan. Aset perbankan syariah nasional saat ini mencapai Rp975,94 triliun dengan pangsa pasar 7,44 persen, sementara pasar modal syariah mencapai Rp1.832,3 triliun dengan pangsa pasar 19,92 persen. Ini adalah pencapaian penting yang menunjukkan daya tahan dan prospek besar keuangan syariah di Indonesia,” ungkap Dian.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi lintas sektor, terutama antara regulator, lembaga keuangan, akademisi, dan pemerintah daerah dalam memperkuat inklusi dan literasi keuangan syariah di berbagai wilayah. Dian juga menyoroti Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan ekosistem keuangan syariah paling aktif di Indonesia. Menurutnya, dukungan dari ribuan pesantren, jutaan santri, serta pelaku UMKM halal menjadi kekuatan besar dalam mendorong ekonomi berbasis syariah. ”Pertumbuhan ekonomi syariah di Jawa Timur sangat kuat karena didukung oleh pondasi sosial dan pendidikan yang mapan. Tahun ini, Jawa Timur berhasil meraih 10 penghargaan Anugerah Adinata Syariah 2025, yang menunjukkan kontribusi besar daerah ini terhadap penguatan kesejahteraan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Dian.
Winardi juga mengatakan, penyelenggaraan IIFS 2025 memiliki makna yang sangat penting. Karena menjadi wadah untuk memperkuat sinergi, kolaborasi, serta inovasi di sektor keuangan syariah. Pihaknya meyakini bahwa ekonomi dan keuangan syariah memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat pembangunan ekonomi daerah yang terus digalakkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Momentum kegiatan ini semakin istimewa karena juga sekaligus dilaksanakan seminar tematik yang menghadirkan para narasumber dengan topik-topik menarik dan seremonial penandatanganan beberapa kerja sama strategis. Pertama, penandatanganan kerja sama layanan keuangan dengan Rumah Sakit Aisyah Bojonegoro sebagai wujud dukungan perbankan syariah terhadap penguatan sektor kesehatan berbasis nilai-nilai islami. Kedua, penandatanganan kerjasama layanan keuangan syariah dengan Pondok Pesantren Lirboyo Kediri sebagai langkah nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Ketiga, Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) dengan Rumah Wakaf Indonesia dan Gerakan Wakaf Indonesia yang diharapkan dapat memperkuat gerakan sosial ekonomi berbasis wakaf sebagai instrumen pembangunan berkelanjutan.
CWLD sendiri merupakan sebuah instrumen inovatif dari perbankan syariah yang menggabungkan fungsi investasi dan sosial. CWLD memungkinkan nasabah berinvestasi dalam deposito, lalu keuntungan dari bagi hasilnya secara otomatis disalurkan sebagai wakaf uang untuk program sosial yang bermanfaat. Contohnya, PKS yang telah dilakukan dengan Rumah Wakaf Indonesia. Nantinya dana wakaf yang terkumpul melalui CWLD itu akan digunakan untuk bantuan modal usaha bagi para pelaku usaha enterpreneur kopi di wilayah Kota Surabaya. Kemudian, PKS dengan Gerakan Wakaf Indonesia untuk program budidaya pisang cavendish. ”Kami meyakini bahwa kolaborasi-kolaborasi ini tidak hanya akan memperluas ekosistem keuangan syariah, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat Jawa Timur dan Indonesia pada umumnya,” tegasnya.
Sebagai Bank Pembangunan Daerah, Bank Jatim berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dan OJK dalam memperluas akses serta memperkuat ekosistem keuangan syariah. ”Kami percaya, sinergi antara regulator, pelaku industri, Pemerintah Daerah, dan masyarakat akan menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi besar Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia. Melalui forum ini, kami berharap akan lahir berbagai gagasan, kolaborasi, dan inovasi yang dapat mempercepat transformasi dan penguatan industri keuangan syariah nasional, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas, khususnya di Jawa Timur,” terang Winardi.
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak juga menyatakan bahwa Bank Jatim harus punya level of commitment yang tinggi untuk mengembangan produk syariah yang ada di Unit Usaha Syariah Bank Jatim. ”IIFS ini adalah satu bukti, satu momentum untuk meneguhkan komitmen Bank Jatim yang turut mengembangkan fungsinya yang harus maju, harus all out karena potensi ekonomi syariah masih sangat besar. Upaya mendorong inklusi syariah ini sebenarnya bukan hanya khusus terjadi di Jatim saja, tapi seluruh Indonesia. Melihat pemaparan data OJK, sebenarnya ada growth yang baik (perbankan syariah), tapi memang ruangnya masih besar, nah ruang yang besar itu artinya masih bisa dioptimalkan,” tutupnya.(an)
Catat Kinerja Positif, Bank Jatim Konsisten Dorong Peningkatan Skala Bisnis
Written by Redaksi
SURABAYA, KORANRAKYAT.COM,30 Oktober 2025. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus berkomitmen untuk menjadi Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan sekaligus menjadi BPD yang memiliki keunggulan kompetitif. Sesuai dengan visinya untuk menjadi BPD No. 1 di Indonesia, pada tahun 2025 ini Bank Jatim berfokus pada 3 sasaran utama. Yaitu peningkatan kualitas aset dan liabilitas, pendalaman ekosistem digital, dan peningkatan skala bisnis.
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menjelaskan, dalam poin peningkatan kualitas aset dan liabilitas, Bank Jatim menekankan pada pertumbuhan bisnis yang berfokus pada kualitas aset yang baik dan pertumbuhan dana yang berkelanjutan. Kemudian, penyaluran kredit disalurkan secara prudent dan selektif, memiliki profil resiko yang terukur serta prospek yang baik dan peningkatan dana pihak ketiga yang berkelanjutan. “Peningkatan kapasitas bisnis Bank Jatim dilakukan melalui pendalaman ekosistem digital dengan cara mengintegrasikan semua lini bisnis dari pasar yang menjadi pangsa pasar terbesar Bank Jatim baik dari sektor keuangan pemerintah daerah, UMKM, maupun masyarakat ke dalam ekosistem layanan digital yang mudah, cepat, dan aman,” paparnya.
Selanjutnya, sebagai upaya untuk meningkatkan skala bisnis, selain melalui pertumbuhan secara organik, Bank Jatim memiliki keyakinan bahwa pertumbuhan bisnis juga dapat dipercepat melalui aksi korporasi. Sejak akhir tahun 2024, Bank Jatim telah melakukan aksi korporasi berupa penyertaan modal kepada BPD melalui pola Kelompok Usaha Bank (KUB) dan penerbitan obligasi.
Winardi menerangkan, setelah mendapatkan restu dari OJK untuk berKUB dengan Bank NTB Syariah, di tahun ini Bank Jatim akan melanjutkan proses KUB dengan 4 BPD yang sudah menandatangani Share Holder Agreement (SHA). “Seperti halnya aksi korporasi suatu bisnis pada umumnya, KUB membutuhkan langkah dan perhitungan bisnis yang akurat termasuk dukungan dari masing – masing Pemegang Saham Pengendali dan OJK tentunya. Dapat kami sampaikan juga bahwa pada tanggal 30 September 2025, Bank Jatim telah melakukan penyertaan modal sebesar Rp100 miliar kepada Bank NTT sebagai proses pembentukan KUB. Diharapkan dalam waktu dekat, OJK akan memberikan izin efektif untuk pelaksanaan konsolidasi antara Bank Jatim dengan Bank NTT,” tegasnya.
Sementara itu, atas beberapa tantangan yang telah dihadapi baik yang bersifat eksternal maupun internal, Bank Jatim nyatanya mampu mencatatkan performa positif per September tahun 2025. Kinerja keuangan ini merupakan konsolidasi yang juga mencakup kinerja anggota KUB. Secara konsolidasi, kinerja Bank Jatim di bulan September 2025 cukup baik. Untuk nilai asset berada di Rp 125,1 triliun atau tumbuh 17,3 persen dari tahun sebelumnya. Peningkatan asset mayoritas berasal dari kontribusi asset produktif seperti peningkatan penyaluran kredit sebesar Rp 80,2 triliun atau meningkat 29% YoY dan pengelolaan dana pihak ketiga sebesar Rp 99,3 Triliun atau naik 13,5 %YoY. Nah, atas pengelolaan asset tersebut, Bank Jatim mampu membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 5,10 triliun atau meningkat 29,25% YoY.
“Di tengah tantangan ekonomi dan dinamika dunia usaha, Bank Jatim melihat bahwa pertumbuhan ekonomi mampu tumbuh seiring masih terdapat permintaan kredit. Namun, dengan mencermati kondisi yang ada, Bank Jatim kini memang lebih fokus pada kualitas penyaluran kredit dan keberlanjutan dari perseroan,” ungkap Winardi.
Kemudian untuk laba bersih di triwulan III ini secara konsolidasi mencatatkan angka sebesar Rp 1,14 Triliun atau tumbuh 23,5% YoY. Di sisi pengelolaan asset sendiri, Bank Jatim berhasil menghasilkan pendapatan bunga sebesar Rp7,42 Triliun dengan nilai pendapatan bunga bersih sebesar Rp5,10 Triliun atau tumbuh sebesar 29,2 % YoY.
Adapun salah satu kekuatan Bank Jatim untuk mendukung kinerja adalah jumlah jaringan konvensional yang tersebar diseluruh pelosok wilayah regional dan dididukung dengan jaringan digital online untuk mempermudah konektifitas transaksi keuangan masyarakat. JCONNECT sebagai brand digital Bank Jatim sukses mengalami peningkatan baik dari sisi pengguna maupun utilitas transaksinya. ”Untuk mengantisipasi dinamika serta dalam upaya mendukung ekspansi bisnis dan memperkuat struktur pendanaan serta likuiditas, Bank Jatim di awal September 2025 juga telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan Tahap 1 sebesar Rp 2 Triliun yang terbagi dalam 2 tenor yaitu tenor 3 tahun dengan Coupoun Yield 6,4% dan tenor 5 Tahun dengan Coupoun Yield 6,7%. Penerbitan Obligasi ini mendapat respond yang cukup baik, oversubscribe sebanyak 1,15x,” tutup Winardi.(an)
Pastikan Pelayanan Berjalan Optimal, Mendagri dan Menteri PKP Tinjau MPP Kota Surabaya,
Written by Redaksi
SIDOARJO,KORANRAKYAT.COM,- Tim SAR Gabungan Mencari Korban Terjebak di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk
Sidoarjo - Bangunan tiga lantai Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny yang tengah dicor ambruk.
Kadiv Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Albast menyampaikan bahwa hasil informasi sementara korban mencapai 83 korban luka berat dan ringan dan seorang meninggal dunia.
Diberitakan Ratusan santri yang berada di dalamnya tertimpa reuntuhan beton.
Dari informasi yang dihimpun detikJatim dari Polsek Buduran, sebanyak 84 santri jadi korban berhasil dievakuasi. Mereka kini dirawat di tiga rumah sakit yakni RSUD Sidoarjo, Delta Surya dan RSI Siti Hajar.
Rinciannya 34 pasien menjalani perawatan di RSUD Sidoarjo R. Notopuro, dengan rincian 26 mengalami luka ringan dan 8 luka berat. Sementara itu, 45 korban lainnya dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo.
Kata Pengasuh Ponpes Al Khoziny Soal Penyebab Bangunan Ambruk Lalu 4 korban lagi dirawat di RS Delta Surya. Dari jumlah tersebut, satu santri bernama Alfian Ibrahim (11), asal Bangkalan, Madura meninggal dunia di RSI Siti Hajar.
Jumlah itu masih akan bertambah karena diduga masih ada banyak korban yang masih tertimpa di reruntuhan. Hingga kini para korban yang masih tertimbun reruntuhan masih dilakukan evakuasi.
Humas RSI Siti Hajar, dr Erli Mawar Nuraini, mengatakan sebagian korban sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan awal. Ia menambahkan, hingga Senin sore sudah ada sekitar 20 pasien yang dipulangkan.
Para Korban Masih Terjebak Reruntuhan di Ponpes Al Khoziny Bertangisan
Sampai saat ini Polisi bersama BPBD dan Basarnas dan Tagana Sidoarjo masih melakukan pendataan di lokasi untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal di reruntuhan bangunan.
Sebelumnya, sebuah bangunan di asrama putra Pondok Pesantren Al Khoziny di Desa Buduran, Sidoarjo ambruk. Akibatnya banyak yang tertimbun reruntuhan.
Ketua RT setempat, Munir mengatakan ambruknya bangunan terjadi pada sekitar pukul 15.00 WIB. Sedangkan bangunan yang ambruk musala.
"Habis salat asar itu ada suara gemuruh ada getaran seperti gempa ternyata musala," kata Munir, Senin (29/9/2025).(an)
.










