Redaksi
MADIUN,KORANRAKYAT.COM,- 27 September 2026.PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan UMKM dan ekosistem ekonomi halal. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi Bank Jatim sebagai Official Banking Partner dalam Expo UMKM & Ekosistem Haji dan Umrah 2026 yang diselenggarakan pada 25–27 September 2026 di Stadion Wilis, Kota Madiun.
Kegiatan yang mempertemukan pelaku UMKM, industri halal, pelaku usaha haji dan umrah, pemerintah, komunitas, lembaga keuangan, serta masyarakat tersebut menjadi ruang kolaborasi untuk memperluas akses pasar, meningkatkan transaksi, memperkuat jejaring usaha, sekaligus membuka peluang kerja sama baru. Expo UMKM & Ekosistem Haji dan Umrah 2026 melibatkan sekitar 300 UMKM dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kegiatan ini tidak hanya dikemas sebagai pameran produk dan layanan, tetapi juga menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan edukatif dan pemberdayaan. Seperti manasik haji massal, Business Matching, kompetisi generasi Islami, pengajian akbar, Sa’i Walk & Run, Hajj Fit Morning, hingga launching Haji & Umrah Store.
Plt. Direktur Utama Bank Jatim R. Arief Wicaksono mengatakan bahwa penyelenggaraan expo tersebut memiliki makna strategis karena mampu mempertemukan berbagai unsur yang berada dalam ekosistem haji dan umrah dalam satu ruang kolaborasi. ”Expo UMKM & Ekosistem Haji dan Umrah 2026 bukan sekadar pameran, tetapi menjadi ruang untuk mempertemukan UMKM, industri halal, pelaku usaha haji dan umrah, pemerintah, komunitas, lembaga keuangan, serta masyarakat. Kami melihat kegiatan ini sebagai momentum untuk membangun ekosistem yang dapat menciptakan peluang usaha dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Arief, ekosistem haji dan umrah memiliki potensi ekonomi yang luas. Selain berkaitan dengan kebutuhan perjalanan ibadah, ekosistem tersebut juga melibatkan berbagai sektor seperti fashion muslim, kuliner, produk halal, industri kreatif, layanan kesehatan, teknologi, lembaga keuangan, hingga UMKM. Oleh karena itu, diperlukan sinergi lintas sektor agar potensi tersebut dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha maupun masyarakat.
Hal tersebut sejalan dengan pandangan Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf yang menyampaikan bahwa penyelenggaraan Expo UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ekosistem ekonomi haji sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia. ”Expo ini sebagai bagian dari upaya kita pemerintah, bagaimana haji ini juga umrah bisa memberikan kemanfaatan secara ekonomis bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Irfan juga menekankan pentingnya mendorong produk-produk Indonesia agar dapat mengambil bagian lebih besar dalam memenuhi kebutuhan jemaah haji dan umrah. Menurutnya, penguatan ekosistem ekonomi haji membutuhkan sinergi, kesiapan pelaku usaha, pemenuhan standar produk, serta dukungan rantai pasok yang kuat.
Arief menambahkan, bagi Bank Jatim, keterlibatan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. ”Kami tidak hanya ingin hadir sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai enabler yang membantu membuka akses, memperluas konektivitas, dan mendorong UMKM agar semakin siap masuk ke ekosistem ekonomi yang lebih luas,” tambahnya.
Sebagai bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan expo, Bank Jatim turut mendorong digitalisasi transaksi melalui pemanfaatan QRIS Bank Jatim dan Bank Jatim Syariah bagi tenant selama kegiatan berlangsung. Kehadiran layanan transaksi digital tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pelaku usaha sekaligus mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan digital.
Selain itu, salah satu agenda penting dalam expo adalah Business Matching & Success Story yang mempertemukan pelaku usaha, buyer, calon mitra, HIPMI, KADIN, serta stakeholder terkait. Forum tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama dan memperluas jejaring usaha UMKM sehingga manfaat kegiatan dapat terus berlanjut setelah expo selesai. ”Keberhasilan kegiatan ini tentunya tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung maupun transaksi selama tiga hari. Yang lebih penting adalah bagaimana kegiatan ini mampu melahirkan jejaring, peluang usaha, dan kemitraan yang dapat terus berkembang setelah acara berakhir,” jelasnya.
Selain itu, penyelenggaraan expo juga menunjukkan dampak ekonomi yang dapat dihasilkan dari penguatan ekosistem tersebut. Kementerian Haji dan Umrah RI melaporkan bahwa transaksi di area expo selama tiga hari mencapai sekitar Rp 5,7 miliar, sementara kegiatan business matching juga membuka peluang kerja sama perdagangan antara pelaku usaha Indonesia dan mitra dari Arab Saudi.
Bank Jatim berharap Expo UMKM & Ekosistem Haji dan Umrah 2026 dapat menjadi momentum awal bagi terbentuknya jejaring usaha yang berkelanjutan, membuka peluang transaksi dan kemitraan baru, meningkatkan kapasitas serta daya saing UMKM, sekaligus memperkuat konektivitas antar pelaku usaha di Jawa Timur. “Bank Jatim siap terus bersinergi dengan Kementerian Haji dan Umrah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota Madiun, pelaku UMKM, komunitas, dunia usaha, serta seluruh stakeholder terkait. Kami ingin bersama-sama membangun ekosistem yang tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat,” pungkasnya.(an)
SURABAYA, KORANRAKYAT.COM,- 27 September 2026. Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K 2026 sukses dilaksanakan pada Minggu (27/9) di Balai Kota Surabaya. Mengusung tema Energy of Soerabaja, kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat dengan jumlah peserta yang mencapai 3.750.Dalam kegiatan tersebut, Bank Jatim hadir sebagai sponsor utama. Pelaksanaan event akbar ini merupakan hasil sinergi antara Bank Jatim, Suara Surabaya, dan Pemerintah Kota Surabaya demi menghadirkan kegiatan olahraga yang dapat dinikmati masyarakat sekaligus mendukung perkembangan sport tourism di Kota Surabaya. Turut hadir dalam flag off Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K 2026 Walikota Surabaya Eri Cahyadi, Komisaris Utama Bank Jatim Adi Sulistyowati, Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo, Wakil Direktur Utama Bank Jatim R. Arief Wicaksono, Direktur Ritel & Syariah Bank Jatim Tonny Prasetyo, Direktur Teknologi Informasi, Digital & Operasi Dodit Wiweko Probojakti, serta Direktur Suara Surabaya Dody Darmawansyah Nasution.
Winardi menjelaskan, Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap kegiatan positif yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk berolahraga sekaligus membangun kebersamaan. ”Kami sangat menyambut baik antusiasme masyarakat dalam mengikuti Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K 2026. Kegiatan ini bukan hanya menjadi wadah untuk berolahraga, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan sinergi antara Bank Jatim, Pemerintah Kota Surabaya, Suara Surabaya, serta masyarakat,” ujarnya
Menurut Winardi, keterlibatan Bank Jatim dalam kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai aktivitas yang memberikan nilai tambah. ”Kami berharap Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K dapat terus berkembang dan menjadi ruang interaksi bagi masyarakat yang lebih luas. Semangat JConnect kami hadirkan tidak hanya melalui layanan digital, tetapi juga melalui berbagai aktivitas yang mendekatkan Bank Jatim dengan masyarakat,” tambahnya.
Melalui penyelenggaraan Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K 2026, Bank Jatim menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai kegiatan positif yang mendorong gaya hidup sehat, memperkuat interaksi masyarakat, serta memberikan kontribusi terhadap perkembangan aktivitas ekonomi dan pariwisata di Jawa Timur. Winardi juga berharap semangat kolaborasi yang telah terbangun dapat terus berlanjut dan menghadirkan lebih banyak kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di Kota Surabaya dan Jawa Timur. Dalam kesempatan tersebut juga berlangsung penyerahan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Jatim kepada Pemkot Surabaya berupa satu unit excavator.
Sementara itu, Eri Cahyadi juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K 2026. Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan olahraga, khususnya lari, semakin diminati masyarakat Surabaya dan dapat memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi di kota. ”Antusias warga luar biasa, runnersnya juga luar biasa. Kegiatan seperti ini dapat menjadi bagian dari pengembangan aktivitas olahraga sekaligus mendukung interaksi masyarakat di Kota Surabaya. Kami berharap kolaborasi antara Bank Jatim, Suara Surabaya, dan Pemerintah Kota Surabaya dapat terus berlanjut dan menghadirkan kegiatan dengan partisipasi masyarakat yang semakin luas,” tegasnya.
Adapun Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K 2026 menghadirkan kategori lari 5K dan 10K. Eri Cahyadi juga turut berpartisipasi sebagai peserta pada kategori 5K bersama ribuan pelari lainnya. Antusiasme peserta telah terlihat sejak rangkaian kegiatan dimulai hingga para pelari mencapai garis finis. Peserta tidak hanya berasal dari Surabaya dan sekitarnya, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia. Hal tersebut turut menunjukkan bahwa kegiatan olahraga dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan Surabaya sebagai kota yang aktif sekaligus memiliki potensi pengembangan sport tourism.(an)
SURABAYA, KORANRAKYAT.COM- 21 September 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat sinergi dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) dalam rangka mempercepat proses penyelesaian aset melalui kegiatan Akselerasi Lelang KPKNL Tahun 2026 pada hari Senin (21/9). Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah DJKN Jawa Timur Arik Hariyono, Wakil Direktur Utama Bank Jatim R. Arief Wicaksono, jajaran Direksi Bank Jatim, serta Pimpinan KPKNL Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur.
R. Arief Wicaksono menyampaikan bahwa akselerasi lelang tidak semata-mata berkaitan dengan percepatan proses lelang, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong penyelesaian aset secara lebih cepat, efektif, memiliki kepastian hukum, serta memberikan hasil yang optimal. ”Hari ini kita tidak sekadar membicarakan mengenai lelang. Yang ingin kita dorong bersama adalah bagaimana proses penyelesaian aset bank dapat berjalan lebih cepat, lebih efektif, memiliki kepastian hukum, dan pada akhirnya memberikan hasil yang optimal. Namun, tentu kita juga memahami bahwa percepatan tidak boleh mengorbankan aspek legalitas, kepatuhan, kehati-hatian, dan tata kelola,” ujarnya.
Menurutnya, forum Akselerasi Lelang KPKNL Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk mempertemukan tiga perspektif yang saling melengkapi, yakni perspektif perbankan, regulator dan pelaksana lelang, serta perspektif hukum. Kolaborasi ketiga perspektif tersebut diharapkan dapat menciptakan pemahaman yang semakin komprehensif dalam mendukung proses penyelesaian aset Bank Jatim.
Adapun sebelumnya Bank Jatim juga telah menggelar program Semarak Lelang di Surabaya yang kemudian dilanjutkan di sejumlah wilayah, antara lain Jember, Madiun, dan Malang. Melalui program tersebut, Bank Jatim turut meluncurkan website lelang resmi sebagai sarana pemasaran aset secara transparan dan mudah diakses masyarakat. Lewat platform Bank Jatim Lelang (lelang.bankjatim.co.id), masyarakat dapat melihat daftar aset yang ditawarkan sekaligus mengikuti proses penawaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kehadiran platform tersebut merupakan bagian dari upaya Bank Jatim untuk meningkatkan transparansi, aksesibilitas, serta efektivitas dalam proses pemasaran aset.
R. Arief Wicaksono juga menambahkan bahwa akselerasi lelang merupakan salah satu langkah penting dalam mendukung penyelesaian aset. Namun, keberhasilan proses tersebut tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara Bank Jatim sebagai pemegang hak atau pihak yang berkepentingan atas aset dengan DJKN dan KPKNL sebagai mitra strategis dalam pelaksanaan lelang. “Kami juga berharap adanya komunikasi yang semakin intensif antara unit kerja Bank Jatim dengan KPKNL di wilayah kabupaten dan kota, sehingga berbagai kendala yang mungkin muncul dalam proses pengajuan maupun pelaksanaan lelang dapat segera diidentifikasi dan diselesaikan secara bersama-sama. Dengan demikian, proses lelang dapat berjalan lebih efektif dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik,” tambahnya.
Sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD), Bank Jatim memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga kinerja dan kesehatan bank agar dapat memberikan kontribusi yang optimal bagi masyarakat serta mendukung perekonomian Jawa Timur. Upaya penguatan pengelolaan dan penyelesaian aset menjadi salah satu bagian dari komitmen tersebut. “Kami merasa sangat terhormat dan bangga dapat berjalan beriringan dengan DJKN Jawa Timur dan KPKNL di masing-masing wilayah kabupaten/kota. Sinergi dan kolaborasi ini bukan sekadar kemitraan formal, melainkan merupakan bukti komitmen Bank Jatim untuk terus memperkuat tata kelola, meningkatkan efektivitas penyelesaian aset, serta memberikan kontribusi yang optimal bagi masyarakat dan perekonomian Jawa Timur,” tutup R. Arief Wicaksono.
Melalui kegiatan Akselerasi Lelang KPKNL Tahun 2026, Bank Jatim berharap sinergi dan koordinasi dengan DJKN serta KPKNL di seluruh Jawa Timur dapat semakin erat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendukung terciptanya proses lelang yang lebih efektif, transparan, akuntabel, dan tetap berlandaskan pada aspek legalitas, kepatuhan, kehati-hatian, serta tata kelola yang baik.(an)
SURABAYA, KORANRAKYAT.COM,-9 September 2026 — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat fundamental bisnis dan transformasi perusahaan di tengah dinamika perekonomian global dan nasional. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Public Expose Bank Jatim Tahun 2026 yang diselenggarakan secara daring sebagai bentuk keterbukaan dan pertanggungjawaban kepada publik, investor, serta seluruh pemangku kepentingan pada hari Rabu (9/8).
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menyampaikan, Bank Jatim senantiasa terus beradaptasi terhadap perkembangan bisnis dan kebutuhan masyarakat melalui beberapa aspek. Seperti penguatan tata kelola, manajemen risiko, optimalisasi bisnis berbasis ekosistem, pengembangan sumber daya manusia, akselerasi teknologi dan digitalisasi, hingga penguatan sinergi dalam Kelompok Usaha Bank (KUB). “Transformasi Bank Jatim memang terus diarahkan untuk membangun organisasi yang semakin adaptif, sehat, dan berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan,” ujarnya.
Winardi juga mengatakan bahwa Bank Jatim melihat kondisi perekonomian pada 2026 masih menghadapi sejumlah tantangan. Mulai dari ketegangan geopolitik, perang dagang, risiko pangan dan energi, hingga dinamika nilai tukar dan harga komoditas. Di dalam negeri, tantangan juga datang dari pengetatan likuiditas, daya beli masyarakat yang masih tertahan, maraknya pinjaman online ilegal dan judi online, serta meningkatnya kualitas aset bermasalah, khususnya pada sektor UMKM.
Namun demikian, fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap memiliki daya tahan yang baik. “Hal itu tercermin dari pertumbuhan ekonomi Indonesia per Juni 2026 tercatat sebesar 5,29% secara tahunan (yoy). Sementara itu, ekonomi Jawa Timur tumbuh kumulatif sebesar 5,84%, dengan kontribusi sebesar 25,40% terhadap perekonomian Pulau Jawa dan 14,34% terhadap perekonomian Indonesia,” terangnya.
Di tengah kondisi tersebut, Bank Jatim menerapkan strategi yang terukur dengan fokus pada pengelolaan likuiditas, pertumbuhan kredit yang selektif, efisiensi, peningkatan transaksi digital, serta pengendalian kualitas aset sesuai risk appetite perusahaan. Direktur Keuangan & Tresuri Bank Jatim Wahyukusumo Wisnubroto menuturkan bahwa hingga Triwulan II 2026, kinerja konsolidasi Bank Jatim menunjukkan pertumbuhan yang solid.
Total aset konsolidasi Bank Jatim mencapai Rp162 triliun, meningkat 37,16% yoy. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh peningkatan aset produktif, dengan penyaluran kredit mencapai Rp111 triliun, tumbuh 41,68% yoy.
Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) konsolidasi mencapai Rp120 triliun, tumbuh 31,47% yoy. Pertumbuhan bisnis tersebut turut mendorong pendapatan bunga bersih menjadi sekitar Rp4,6 triliun, meningkat 39,5% yoy. Kemudian dari sisi profitabilitas, laba bersih konsolidasi pada periode tersebut mencapai sekitar Rp1,2 triliun, tumbuh 53,4% yoy. “Pertumbuhan kinerja konsolidasi ini merupakan salah satu hasil dari implementasi aksi korporasi serta penguatan sinergi Bank Jatim bersama anggota KUB. Ke depan, kami akan terus mengoptimalkan sinergi tersebut untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru,” jelasnya.
Tidak dipungkiri, Bank Jatim terus mengembangkan sinergi dengan anggota KUB melalui berbagai inisiatif bisnis dan layanan. Sinergi tersebut antara lain mencakup peningkatan transaksi internasional melalui bisnis remittance dan Trading Processing Agent, layanan safekeeping custodian untuk transaksi surat berharga, penyediaan Bank Notes, serta joint services untuk e-channel dan sistem pembayaran. Sinergi juga dikembangkan dalam penyediaan layanan perbankan bagi nasabah dengan profil khusus serta pembiayaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN). Melalui sinergi tersebut, Bank Jatim berupaya membangun ekosistem bisnis yang saling melengkapi sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi nasabah, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan.
Selanjutnya secara bank only, hingga Juli 2026 Bank Jatim mencatat total aset sebesar Rp98 triliun. Penyaluran kredit mencapai Rp66,4 triliun, sementara DPK tercatat sebesar Rp72,9 triliun. Di tengah strategi rebalancing bisnis dan kondisi perekonomian yang menantang, Bank Jatim tetap mampu mencatat laba bersih sebesar Rp802 miliar, tumbuh 1,76% yoy.
Dalam menghadapi kontraksi DPK yang antara lain dipengaruhi berkurangnya Transfer ke Daerah, lanjut Wahyu, Bank Jatim terus memperkuat sumber dana murah dari masyarakat. Strategi tersebut dilakukan melalui peningkatan transactional banking, ekspansi layanan digital JConnect Mobile, program pemasaran yang bersifat seasonal, serta pengembangan ekosistem dengan berbagai business partner. Bank Jatim juga memperluas akses layanan melalui pengembangan Agen Laku Pandai serta penambahan jaringan ATM dan CRM.
“Penguatan ekosistem digital menjadi salah satu strategi utama kami untuk meningkatkan utilitas layanan, memperluas akuisisi nasabah, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber dana tertentu. Kami ingin menjadikan ekosistem yang sudah kuat sebagai entry point untuk menangkap peluang pasar baru,” ungkap Winardi.
Direktur Ritel & Syariah Bank Jatim Tonny Prasetyo juga menambahkan bahwa kondisi daya beli dan permintaan kredit yang masih konservatif membuat Bank Jatim menerapkan strategi penyaluran kredit secara lebih selektif dengan mengutamakan kualitas aset. Per Juli 2026, total kredit Bank Jatim mencapai Rp 66,4 triliun, terkontraksi 2,6% yoy. “Segmen konsumtif, khususnya kredit berbasis payroll, masih menunjukkan prospek pertumbuhan yang positif. Oleh karena itu, kami terus mengembangkan layanan yang dapat meningkatkan nilai tambah bagi nasabah sekaligus memperkuat pangsa pasar,” paparnya.
Pada segmen produktif, portofolio kredit Bank Jatim mencakup segmen mikro, ritel dan menengah, serta korporasi. Penyaluran KUR menjadi salah satu kontributor penting pada segmen mikro, sementara Jatim Ritel menjadi kontributor utama pada segmen ritel dan menengah. Dalam menjaga kualitas kredit, Bank Jatim menerapkan langkah preventif dan kuratif. Program tersebut meliputi evaluasi kualitas kredit, penguatan fungsi account officer dan risk, restrukturisasi, pengelolaan kredit bermasalah, perbaikan proses bisnis, peningkatan kompetensi SDM, serta monitoring dan controlling secara berkala.
Winardi menegaskan, selain penguatan bisnis, Bank Jatim juga terus menjalankan komitmen terhadap penerapan prinsip keberlanjutan. Pada 2025, penyaluran kredit kepada usaha berwawasan lingkungan mencapai Rp 5,40 triliun. Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di bidang pendidikan, kesehatan, budaya, sosial, serta kegiatan pelestarian lingkungan hidup.
Memasuki Semester II, lanjut Winardi, Bank Jatim akan terus melakukan penguatan fundamental dengan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas aset. Fokus perusahaan mencakup optimalisasi likuiditas, peningkatan dana murah, penguatan transaksi digital, ekspansi bisnis berbasis ekosistem, penyaluran kredit yang selektif, pengendalian kualitas aset, serta penguatan sinergi bersama anggota KUB.
“Bank Jatim akan terus mengambil langkah yang tepat dan terukur untuk menjaga pertumbuhan bisnis dengan tetap mengedepankan kualitas aset. Kami optimistis berbagai strategi yang telah disiapkan dapat membuka peluang pertumbuhan baru dan membawa Bank Jatim mencapai kinerja yang melampaui target,” tuturnya.
Bank Jatim berkomitmen untuk terus memberikan kinerja terbaik bagi seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan, sekaligus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dan penggerak perekonomian Jawa Timur.(an)
NUSA TENGGARA TIMUR, KORANRAKYAT.COM,-23 Agustus 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Bank Jatim menyalurkan bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak bencana alam di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut disalurkan pada hari Minggu (23/8) di sejumlah titik posko bencana sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas Jawa Timur kepada masyarakat NTT yang tengah menghadapi kondisi pascabencana. Turut hadir langsung dalam penyerahan bantuan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, dan Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo.
Dalam aksi sosial tersebut, terdapat dua bentuk bantuan yang diberikan oleh Bank Jatim. Pertama, donasi dari Jatimers sebesar Rp 250 juta yang ditujukan kepada pegawai Bank NTT yang turut terdampak bencana. Adapun Bank NTT sendiri merupakan salah satu anggota Kelompok Usaha Bank (KUB) Bank Jatim. Oleh karena itu, Bank Jatim memandang penting untuk memberikan perhatian dan dukungan kepada Bank NTT beserta para pegawainya sebagai bagian dari komitmen membangun sinergi dan solidaritas antaranggota KUB.
Winardi menyampaikan bahwa kepedulian tersebut merupakan bentuk nyata semangat kebersamaan di lingkungan KUB Bank Jatim. ”Bank NTT merupakan bagian dari keluarga besar KUB Bank Jatim. Ketika saudara-saudara kita di Bank NTT turut terdampak bencana, kami merasa perlu hadir memberikan dukungan. Donasi dari Jatimers sebesar Rp250 juta ini diharapkan dapat membantu meringankan beban para pegawai Bank NTT yang terdampak, sekaligus menjadi bentuk solidaritas dan kepedulian dari keluarga besar Bank Jatim,” ujarnya.
Selanjutnya, bantuan kedua dari Bank Jatim yang telah diserakan melalui BPBD Jawa Timur kepada masyarakat NTT berupa beras, kornet, sarden, susu, pembalut wanita, hingga pampers. Semua bantuan itu disalurkan melalui sejumlah posko bencana dan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan perhatian lebih dalam situasi pascabencana. Penyaluran dilakukan di beberapa titik lokasi agar dapat diterima secara langsung oleh masyarakat terdampak.
“Selain memberikan dukungan kepada rekan-rekan di Bank NTT, Bank Jatim juga ingin memastikan kepedulian kami dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di sana. Aksi sosial ini menjadi bagian dari komitmen Bank Jatim untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui peran sebagai lembaga jasa keuangan, tetapi juga melalui kepedulian sosial dan semangat gotong royong ketika terjadi bencana,” tambahnya.
Melalui sinergi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Bank Jatim berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat NTT serta memberikan dukungan moral kepada para pegawai Bank NTT yang terdampak. Bank Jatim juga menyampaikan doa dan dukungan kepada seluruh masyarakat NTT agar diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah serta kelancaran dalam proses pemulihan pascabencana.
Sementara itu, Gubernur Khofifah juga menyampaikan, bantuan yang dibawa ke wilayah terdampak disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat serta masukan dari tenaga kesehatan yang telah lebih dahulu memberikan pelayanan kepada korban gempa.
Adapun total bantuan yang dibawa oleh Pemprov Jawa Timur mencapai 65,7 ton dengan nilai Rp 3.006.652.875. Bantuan tersebut terdiri atas makanan dan beras, obat-obatan, perlengkapan mandi dan higiene, perlengkapan bayi dan anak, kebutuhan perempuan, tenda, terpal, hingga kompor. Dari total bantuan tersebut, sebanyak 12,8 ton senilai Rp 720.965.175 disalurkan untuk masyarakat di sekitar SD Inpres Robo. Sementara bantuan untuk posko di Manggarai Timur mencapai 52,9 ton senilai Rp 2.285.687.700.
Menurutnya, dukungan logistik ini merupakan bagian dari ikhtiar Jawa Timur untuk membantu masyarakat melewati masa tanggap darurat hingga memasuki tahap awal pemulihan. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga di tengah kondisi yang masih terdampak bencana. ”Dukungan dari Jawa Timur diberikan untuk mempercepat pemulihan masyarakat terdampak. Kami ingin saudara - saudara kita di NTT merasa tidak sendirian. Banyak saudara dari berbagai daerah di Indonesia yang menggalang kegotongroyongan untuk membantu mereka,” tutupnya.(an)
SURABAYA,KORANRAKYAT.COM ,- 17 Agustus 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 dengan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara sederhana, namun tetap sarat makna. Mengusung tema “Fly Higher”, peringatan HUT ke-65 menjadi momentum bagi Bank Jatim untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat inovasi, dan melangkah lebih tinggi dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat serta pembangunan Jawa Timur. Bertepatan dengan momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, peringatan HUT Bank Jatim diawali dengan upacara bendera yang diikuti oleh seluruh jajaran Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, Direksi, serta seluruh Jatimers pada hari Senin (17/8).
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menjelaskan, pelaksanaan upacara bendera menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan nasionalisme sekaligus merefleksikan perjalanan Bank Jatim selama 65 tahun. Di usia yang semakin matang, Bank Jatim terus berkomitmen untuk menghadirkan kinerja terbaik dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah maupun nasional. ”Momentum hari ini memiliki makna yang sangat Istimewa. Kita tida hanya memperingati perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam mengisi kemerdekaan, tetapi juga mensyukuri perjalanan 65 tahun Bank Jatim dalam memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan Masyarakat, khususnya di Jawa Timur,” paparnya.
Untuk memperingati hari ulang tahun ke 81 kemerdekaan Republik Indonesia dan hari ulang tahun Bank Jatim ke 65, Perseroan juga telah melaksanakan sinergi CSR dengan anggota KUB Bank Jatim diantaranya Bank NTB Syariah, Bank NTT, dan Bank Lampung berupa pemeriksaan mata serta donasi kacamata gratis di seluruh kabupaten/kota Jawa Timur dengan jumlah penerima sebanyak 507. Adapun bentuk bantuan yang diberikan meliputi screening kesehatan mata, kacamata gratis yang disesuaikan dengan hasil pemeriksaan, serta paket alat tulis lengkap sebagai dukungan terhadap aktivitas belajar para penerima manfaat.
Selain itu, Bank Jatim juga telah melakukan donasi ke Panti Jompo di empat daerah yakni Surabaya, Malang, Kediri, dan Jember. Pemilihan panti wreda sebagai penerima bantuan bukan tanpa alasan. Menurut Winardi, para lanjut usia merupakan bagian penting dari perjalanan keluarga dan masyarakat yang telah memberikan kontribusi serta pengalaman sepanjang hidupnya. Di sisi lain, para lansia yang tinggal di panti wreda tentu membutuhkan dukungan dan perhatian agar kebutuhan sehari-hari, kesehatan, kenyamanan, serta aktivitas mereka dapat terpenuhi dengan baik. ”Kegiatan sosial ini merupakan bagian dari komitmen Bank Jatim untuk terus hadir dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan perhatian dan dukungan,” tegasnya.
Winardi menambahkan, tahun ini Bangsa Indonesia memperingati 81 tahun kemerdekaan dengan tema Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur. Kedaulatan adalah kemampuan untuk membangun perekonomian yang kuat, mandiri, inklusif, dan berkelanjutan. Keadilan berarti memastikan bahwa pertumbuhan dan pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Sedangkan kemakmuran adalah cita – cita bersama yang harus diwujudkan melalui kerja keras, kolaborasi, inovasi, dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat. ”Dalam konteks tersebut, Bank Jatim memiliki peran yang sangat strategis. Kita harus terus mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat UMKM, mendukung sektor produktif, memperluas inklusi dan literasi keuangan, serta menghadirkan layanan perbankan yang semakin mudah dan terjangkau bagi Masyarakat. Dengan demikian, setiap pertumbuhan Bank Jatim harus memiliki makna yang lebih besar, pertumbuhan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan kemajuan daerah,” terangnya.
Usai pelaksanaan upacara, rangkaian peringatan HUT ke-65 dilanjutkan dengan acara tasyakuran yang bertempat di Ruang Bromo, Kantor Pusat Bank Jatim. Tasyakuran menjadi ungkapan rasa syukur atas perjalanan Bank Jatim selama 65 tahun sekaligus momentum untuk mempererat kebersamaan dengan seluruh Jatimers.
Pada momentum tasyakuran HUT ke-65, Bank Jatim secara resmi memperkenalkan sejumlah inovasi layanan digital yang dirancang untuk memberikan kemudahan dan pengalaman perbankan yang semakin praktis bagi nasabah dan masyarakat. Inovasi tersebut berupa penambahan beberapa fitur dalam JConnect Mobile versi terbaru yang meliputi fitur Customer on Board (pembukaan rekening secara online), fitur Jatim Call atau JCall (layanan penyampaian pengaduan nasabah melalui voice call, tersedia mulai September 2026), fitur JConnect Event (memudahkan pengguna melakukan pembelian tiket berbagai kegiatan melalui aplikasi JConnect), serta fitur Kepemilikan Logam Emas (KLE) (fasilitas pembiayaan Bank Jatim Syariah dengan akad murabahah yang membantu nasabah memiliki emas batangan melalui mekanisme pembayaran secara bertahap atau cicil emas).
Selain itu, Bank Jatim juga secara resmi memperkenalkan Dual Banking Leverage Model (DBLM). Ini merupakan layanan perbankan konvensional dan syariah ke dalam satu mobile yang memberikan kemudahan aksesbilitas serta pengalaman perbankan yang lebih seamless bagi seluruh nasabah. Tidak cukup sampai di situ. Bank Jatim juga telah memiliki aplikasi terbaru bernama JConnect Partner Pay yang merupakan aplikasi merchant Bank Jatim yang digunakan untuk menerima pembayaran QRIS, mengelola transaksi, serta memperoleh laporan keuangan secara real time. Aplikasi ini hanya bisa digunakan oleh mitra usaha swasta berbentuk PT, CV, badan usaha kelembagaan, serta mitra bank yang memiliki potensi bisnis dan telah memiliki perjanjian kerja sama dengan Bank Jatim.
”Kehadiran berbagai fitur tersebut menjadi bagian dari langkah berkelanjutan Bank Jatim dalam memperkuat transformasi digital, meningkatkan kualitas layanan, serta menghadirkan solusi perbankan yang semakin mudah, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan Masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Winardi juga menerangkan, tema ulang tahun Bank Jatim tahun 2026 adalah Fly Higher. Tema ini menggambarkan tekad kita untuk membawa Bank Jatim terbang lebih tinggi. Bukan sekadar tentang mencapai target bisnis yang lebih besar, namun juga keberanian untuk memiliki aspirasi yang lebih tinggi, bekerja dengan standar yang lebih baik, berinovasi lebih cepat, dan memberikan kontribusi yang lebih besar.
Sebagaimana kita ketahui, Bank Jatim telah menjadi induk dari 5 Bank KUB di Indonesia. Pada semester I 2026, kinerja Bank Jatim secara konsolidasi menunjukan pertumbuhan bisnis, yaitu total aset mencapai Rp 162,05 triliun, tumbuh 37,16% secara year on year (YoY). Kemudian Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 120,42 triliun atau meningkat sebesar 31,47% (YoY), penyaluran kredit berada di angka Rp 111,28 triliun, yakni naik 41,68% (YoY), serta laba bersih mencapai Rp1,25 triliun, meningkat 53,49% (YoY). ”Capaian ini menjadi bukti bahwa sinergi antar anggota KUB mampu memperkuat fundamental bisnis, mendorong pertumbuhan dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh stakeholders dan shareholders,” tegas Winardi.
Di samping itu, beberapa waktu lalu Bank Jatim juga telah resmi meluncurkan JConnect Mobile versi terbaru. Periode Juni 2026, user JConnect Mobile meningkat sebanyak 209.725 user, atau tumbuh 23,82%. Jumlah transaksi mencapai 7,4 juta transaksi, meningkat 2.359.869 atau 46,18%. Nominal transaksi JConnect Mobile sebesar Rp 6,9 triliun, yaitu meningkat Rp1,1 triliun atau 19,10%.
”Kami berkomitmen akan terus menjalankan kegiatan usaha sesuai dengan core business sebagai Bank Pembangunan Daerah dengan tetap berorientasi pada penguatan perekonomian dan pembangunan Jawa Timur serta selalu mendukung program Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Nawa Bhakti Satya. 65 tahun perjalanan Bank Jatim tidak mungkin dicapai tanpa kontribusi seluruh Jatimers. Karena itu, mari kita jadikan momentum ini sebagai kesempatan untuk memperkuat kembali semangat kebersamaan. Kita terbang lebih tinggi dengan satu visi. Kita melangkah lebih jauh dengan satu semangat. Dan kita tumbuh lebih kuat dengan kolaborasi,” tutup Winardi.(an)
BATU, KORANRAKYAT.COM,- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) resmi memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Layanan Jasa Perbankan Satuan Pendidikan antara Bank Jatim dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur serta seluruh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Jawa Timur. Kerja sama tersebut mencakup layanan jasa perbankan sekaligus dukungan terhadap pelaksanaan tugas di bidang pendidikan.
PKS tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai pada Kamis (13/8) di Batu. Turut hadir Direktur Ritel dan Syariah Bank Jatim Tonny Prasetyo serta Direktur Teknologi Informasi, Digital, dan Operasi Bank Jatim Dodit W Probojakti. Winardi menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran Bank Jatim sebagai mitra pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung ekosistem pendidikan di Jawa Timur. ”Melalui kerja sama ini, Bank Jatim ingin menghadirkan layanan perbankan yang semakin terintegrasi dan memberikan kemudahan bagi seluruh insan pendidikan. Kami berharap sinergi ini tidak hanya memperkuat layanan transaksi perbankan, tetapi juga mampu mendukung percepatan digitalisasi dan pengelolaan keuangan di sektor pendidikan,” ujarnya.
Sebelumnya, sejak September 2025 Bank Jatim telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam penyediaan layanan jasa keuangan terkait pengolahan data pada aplikasi pembayaran tunjangan guru. Kerja sama tersebut menjadi salah satu landasan bagi Bank Jatim untuk terus memperluas dan memperkuat sinergi dengan pemerintah, khususnya dalam mendukung layanan keuangan di sektor pendidikan. Sejalan dengan hal tersebut, diperlukan penguatan kolaborasi antara Bank Jatim sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.
Dalam PKS tersebut, ruang lingkup kerja sama mencakup sejumlah layanan perbankan. Di antaranya layanan penyaluran gaji, tunjangan, dan tambahan penghasilan bagi ASN dan Non ASN di bawah kelolaan Dinas Pendidikan. Bank Jatim juga akan melakukan pengolahan data rekening guru penerima tunjangan yang menghasilkan informasi status rekening serta laporan hasil pengolahan. Selain itu, Bank Jatim menyediakan fasilitas kredit dan/atau pembiayaan bagi ASN dan Non ASN di bawah kelolaan Dinas Pendidikan. Untuk mendukung kemudahan dan efisiensi transaksi, Bank Jatim juga menyediakan berbagai layanan digital perbankan bagi ASN dan Non ASN di lingkungan pendidikan.
“Sinergi ini kami harapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi pemerintah daerah maupun insan pendidikan. Dengan dukungan layanan perbankan yang terintegrasi, proses penyaluran hak-hak finansial, pengelolaan transaksi, hingga akses layanan digital dapat dilakukan dengan lebih mudah, cepat, dan efisien,” tambah Winardi. Kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya Bank Jatim untuk meningkatkan kontribusi dalam ekosistem pendidikan Jawa Timur. Melalui sinergi tersebut, Bank Jatim menargetkan peningkatan potensi pembukaan rekening institusi maupun individu di lingkungan pendidikan, sekaligus mendorong pertumbuhan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) melalui pengelolaan dana operasional dan transaksi pendidikan.
Di sisi penyaluran, kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan penyaluran kredit kepada ASN di lingkungan pendidikan. Sementara dari aspek transaksi, pemanfaatan layanan digital Bank Jatim diharapkan mampu meningkatkan volume transaksi sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem layanan perbankan yang semakin digital. Lebih jauh, sinergi ini memperkuat positioning Bank Jatim sebagai mitra utama pemerintah daerah dalam mendukung transformasi dan digitalisasi sektor pendidikan di Jawa Timur.
“Bank Jatim akan terus berkomitmen untuk memberikan solusi layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan pemerintah daerah dan masyarakat. Kami optimistis kolaborasi dengan Dinas Pendidikan se-Jawa Timur ini dapat menjadi fondasi untuk menghadirkan layanan perbankan yang semakin inklusif, digital, dan memberikan nilai tambah bagi kemajuan pendidikan di Jawa Timur,” pungkas Winardi.(an)
SURABAYA,KORANRAKYAT
COM,- 12 Agustus 2026. Bank Pembangunan Daerah (BPD) memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Sejalan dengan hal tersebut, Bank Jatim turut mendorong penguatan perspektif dan pemikiran mengenai masa depan BPD melalui kegiatan bedah buku karya Prof. Muhammad Mas’ud Said MM., Ph.D yang berjudul Bank Pembangunan Daerah Resilient, Competitive and Contributive yang telah dilaksanakan pada Rabu (12/08) di Aseec Tower Universitas Airlangga Surabaya.
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi untuk membahas tantangan, peluang, serta strategi penguatan BPD agar semakin resilien, kompetitif, dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pembangunan daerah. Adapun diskusi tersebut dimoderatori oleh Dahlan Iskan dan menghadirkan sejumlah panelis, di antaranya Wakil Direktur III Sekolah Pascasarjana Unair Surabaya Prof. Dr. Suparto Wijoyo serta Direktur Teknologi Informasi, Digital, dan Operasi Bank Jatim Dodit W. Probojakti.
Sebagai penulis buku, Prof. Mas’ud menyampaikan bahwa keberadaan BPD memiliki posisi yang sangat penting dalam ekosistem pembangunan daerah. Menurutnya, BPD tidak hanya dituntut untuk memiliki kinerja bisnis yang sehat, tetapi juga harus mampu menjawab kebutuhan pembangunan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di wilayah operasionalnya. ”BPD harus mampu menjadi institusi yang resilien, kompetitif, sekaligus kontributif. Resilien berarti memiliki kemampuan untuk bertahan dan beradaptasi menghadapi berbagai perubahan. Kompetitif berarti mampu bersaing melalui inovasi dan tata kelola yang baik. Sementara kontributif berarti keberadaan BPD harus memberikan manfaat dan dampak yang nyata bagi pembangunan daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Mas’ud menekankan bahwa penguatan BPD membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, baik pemerintah daerah, regulator, akademisi, pelaku industri, maupun masyarakat. Perubahan lingkungan bisnis dan perkembangan teknologi menuntut BPD untuk terus melakukan transformasi agar tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Ke depan, BPD perlu membangun kapasitas yang kuat, melakukan transformasi secara berkelanjutan, dan memperkuat kolaborasi. BPD harus mampu membaca perubahan dan menjadikan tantangan sebagai peluang untuk tumbuh serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Dodit juga menyampaikan bahwa transformasi digital menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat daya saing BPD. Pemanfaatan teknologi perlu diiringi dengan penguatan tata kelola, keamanan, inovasi layanan, serta kemampuan bank dalam menghadirkan solusi keuangan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah. “BPD ke depan tidak cukup hanya resilient dalam menghadapi berbagai tantangan, tetapi juga harus kompetitif dalam memenangkan persaingan dan kontributif dalam memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah. Transformasi digital menjadi salah satu fondasi penting untuk mewujudkan hal tersebut,” katanya.
Menurut Dodit, perkembangan teknologi dan perubahan ekspektasi masyarakat terhadap layanan perbankan telah mendorong BPD untuk terus berinovasi. Digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan penyediaan layanan perbankan secara digital, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan efektivitas proses bisnis, kualitas layanan, serta pengambilan keputusan berbasis data.
Melalui buku Bank Pembangunan Daerah Resilient, Competitive and Contributive, Prof. Mas’ud menghadirkan perspektif mengenai pentingnya penguatan BPD agar mampu menghadapi berbagai dinamika sekaligus mempertahankan perannya sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah. Kegiatan bedah buku ini diharapkan dapat memperkaya wawasan dan membuka ruang dialog antara akademisi dan praktisi mengenai arah pengembangan BPD ke depan. Forum tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendorong BPD yang semakin adaptif, inovatif, berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi berkelanjutan bagi pembangunan daerah.
Sebagai salah satu BPD, Bank Jatim berkomitmen untuk terus memperkuat transformasi, inovasi, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Upaya tersebut sejalan dengan peran Bank Jatim untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah sekaligus memberikan layanan perbankan yang semakin relevan bagi masyarakat dan pelaku usaha.(an)
JAKARTA,KORANRAKYAT.COM,- 30 Juli 2026. Komitmen PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) dalam menghadirkan layanan perbankan digital yang inovatif kembali memperoleh apresiasi. Melalui aplikasi digital JConnect Mobile, Bank Jatim sukses meraih penghargaan Top Digital Application Regional Banking – JConnect by Bank Jatim dalam ajang JawaPos.com Digital Excellence Awards 2026. Bertempat di Jakarta, penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Teknologi Informasi, Digital, dan Operasi Bank Jatim Dodit Wiweko Probojakti pada hari Kamis (30/7).
Dodit menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi bukti nyata atas komitmen perseroan dalam mempercepat transformasi digital sekaligus menghadirkan layanan perbankan yang semakin mudah, aman, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. ”Penghargaan ini merupakan apresiasi atas kerja keras seluruh insan Jatimers dalam membangun ekosistem layanan digital yang berorientasi pada kebutuhan nasabah. JConnect tidak hanya menjadi kanal transaksi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Bank Jatim dalam memperluas inklusi keuangan, meningkatkan kualitas layanan, serta mendukung transformasi digital di sektor perbankan daerah,” ujarnya.
Menurut Dodit, transformasi digital merupakan salah satu strategi utama Bank Jatim untuk meningkatkan daya saing di tengah perkembangan industri keuangan yang semakin dinamis. Oleh karena itu, perseroan terus melakukan pengembangan fitur, peningkatan keamanan sistem, hingga optimalisasi pengalaman pengguna (user experience) pada aplikasi JConnect agar mampu memberikan layanan yang cepat, praktis, dan andal.
Saat ini, JConnect telah berkembang menjadi super app yang menyediakan berbagai layanan perbankan digital, mulai dari pembukaan rekening secara online, transfer dana, pembayaran tagihan, pembelian berbagai produk digital, QRIS, hingga beragam fitur transaksi lainnya yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. ”Ke depan, Bank Jatim akan terus memperkuat kapabilitas digital melalui pengembangan teknologi, inovasi layanan, serta kolaborasi dengan berbagai pihak agar JConnect semakin memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Bank Jatim sebagai bank pembangunan daerah yang modern, adaptif, dan kompetitif,” tambahnya.
Tidak hanya itu, pada hari yang sama Bank Jatim juga kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan BPD dengan Inovasi Digital Terbaik dalam ajang Radar Surabaya Awards 2026. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas konsistensi Bank Jatim dalam menghadirkan inovasi digital yang mampu meningkatkan kualitas layanan serta mendukung akselerasi transformasi bisnis perusahaan.
Diraihnya dua penghargaan dalam satu hari tersebut menjadi motivasi bagi Bank Jatim untuk terus menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, pelaku usaha, maupun pemerintah daerah. ”Pengakuan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berinovasi dan mempercepat transformasi digital. Kami meyakini bahwa digitalisasi merupakan kunci dalam menciptakan layanan perbankan yang lebih inklusif, efisien, dan berkelanjutan. Oleh sebab itu, kami akan terus mengembangkan solusi digital yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.
Adapun sepanjang semester I 2026, pengguna JConnect sukses mencapai 1,09 juta user atau naik 23,82 persen (YoY). Untuk jumlah transaksinya sendiri berada di angka Rp 37,28 triliun, tumbuh 19,10 persen (YoY). Kemudian pengguna QRIS Bank Jatim juga meningkat 17,74 persen (YoY) atau saat ini berada di angka 221.161 user. Jumlah transaksinya sepanjang 6 bulan pertama ini sebesar Rp 2,89 triliun, naik 38,15 persen (YoY). Melalui berbagai inovasi yang terus dikembangkan, Bank Jatim optimis dapat memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui layanan perbankan digital yang unggul.(an)
SURABAYA,KORANRAKYAT.COM,- 29 Juli 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat perannya sebagai entitas utama dalam Kelompok Usaha Bank (KUB) melalui berbagai sinergi strategis bersama bank pembangunan daerah anggota KUB. Langkah tersebut merupakan wujud komitmen Bank Jatim dalam memperkuat daya saing industri perbankan daerah sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan melalui kolaborasi yang saling memberikan nilai tambah.
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menjelaskan bahwa penguatan sinergi antar anggota KUB menjadi salah satu strategi penting dalam menciptakan ekosistem perbankan daerah yang semakin kuat, efisien, dan kompetitif di tengah dinamika industri keuangan yang terus berkembang. "Sebagai Entitas Utama KUB, Bank Jatim berkomitmen untuk terus menghadirkan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota. Sinergi yang dibangun tidak hanya berorientasi pada pemenuhan regulasi, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan peluang bisnis baru, meningkatkan efisiensi operasional, memperluas layanan kepada masyarakat, serta memperkuat daya saing Bank Pembangunan Daerah secara bersama-sama," ujar Winardi.
Saat ini, anggota KUB Bank Jatim terdiri atas Bank NTB Syariah, Bank NTT, Bank Banten, Bank Sultra, dan Bank Lampung. Bersama kelima BPD tersebut, Bank Jatim terus mengakselerasi implementasi berbagai potensi kerja sama yang memberikan manfaat bagi seluruh pihak. Dengan Bank NTB Syariah misalnya, sinergi difokuskan pada implementasi layanan remitansi. Adapun saat ini sedang dalam proses integrasi sistem terkait bisnis remitansi bersama dengan menimbang potensi angka PMI di provinsi NTB.
Sementara itu, bersama Bank NTT, kerja sama terus menunjukkan perkembangan positif. Pemanfaatan layanan jasa kustodian sebagai bentuk kerja sama resiprokal antar kedua belah pihak juga mencatat angka yang terus bertumbuh, terindikasi dengan optimalisasi penambahan penempatan surat berharga. Selain itu, kedua bank juga telah mencapai kesepakatan terkait negosiasi fee layanan remitansi.
Selanjutnya bersama Bank Banten, Bank Jatim telah melakukan penyelarasan ketentuan joint financing guna mendukung implementasi pembiayaan bersama yang lebih efektif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kemudian dengan Bank Sultra, sinergi diarahkan pada pengembangan layanan prioritas. Saat ini proses kerja sama berada pada tahap pemenuhan dokumen perizinan kepada regulator sebagai bagian dari persiapan implementasi layanan tersebut.
Menurut Winardi, berbagai bentuk kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa KUB tidak hanya menjadi wadah pemenuhan ketentuan regulator, namun juga mampu menghadirkan sinergi bisnis yang memberikan dampak positif terhadap penguatan fundamental seluruh anggota. ”Kami optimis sinergi antar anggota KUB akan terus berkembang melalui berbagai kerja sama strategis lainnya. Dengan saling berbagi kapabilitas, memperluas layanan, dan mengoptimalkan potensi masing-masing daerah, kami yakin KUB akan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan Bank Pembangunan Daerah di Indonesia," tegasnya.
Implementasi sinergi yang terus berjalan tersebut turut memberikan kontribusi terhadap kinerja konsolidasi Bank Jatim yang tumbuh positif sepanjang Semester I Tahun 2026. Hingga akhir Juni 2026, total aset konsolidasi Bank Jatim mencapai Rp 162,05 triliun, meningkat 37,16 persen (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 118,15 triliun. Dari sisi penyaluran kredit konsolidasi juga mencatatkan pertumbuhan yang sangat baik, yakni naik 41,68 persen (YoY) dari Rp78,55 triliun pada Semester I 2025 menjadi Rp111,28 triliun pada Semester I 2026. Selain itu, laba bersih konsolidasi Bank Jatim selama enam bulan pertama tahun 2026 juga berhasil tumbuh 53,49 persen (YoY), dari Rp811 miliar menjadi sekitar Rp1,2 triliun.
”Pencapaian ini menunjukkan bahwa strategi penguatan sinergi melalui KUB mampu memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan bisnis Bank Jatim maupun seluruh anggota. Ke depan kami akan terus memperluas ruang kolaborasi, mempercepat transformasi digital, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat kontribusi Bank Pembangunan Daerah dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional maupun daerah," tutup Winardi.(an)
.










