Redaksi
JAKARTA,KORANRAKYAT.COM,- 2 Juli 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Bank Jatim berhasil meraih Bisnis Indonesia Award 2026 untuk kategori Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan aset di atas Rp 40 triliun. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas konsistensi Bank Jatim dalam mencatatkan kinerja yang solid, menjaga fundamental bisnis yang sehat, serta memperkuat perannya sebagai bank pembangunan daerah yang adaptif dan berdaya saing. Bertempat di Jakarta, penghargaan bergengsi Bisnis Indonesia Award 2026 diterima langsung oleh Direktur Kepatuhan Bank Jatim Umi Rodiyah pada Kamis malam (2/7).
Umi menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil dari komitmen dan kerja keras seluruh insan Bank Jatim dalam menjaga kinerja perusahaan di tengah tantangan industri perbankan yang semakin dinamis. "Penghargaan ini merupakan kehormatan sekaligus penyemangat bagi kami untuk terus memberikan kinerja terbaik. Capaian ini tidak terlepas dari dukungan para pemegang saham, nasabah, regulator, mitra kerja, serta seluruh stakeholder yang selama ini memberikan kepercayaan kepada Bank Jatim. Kepercayaan tersebut akan terus kami jawab melalui peningkatan kualitas layanan, inovasi berkelanjutan, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik," ujarnya.
Menurut Umi, penghargaan ini juga menjadi bukti bahwa strategi transformasi bisnis yang dijalankan Bank Jatim mampu menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing perseroan di industri perbankan nasional. Ke depan, Bank Jatim akan terus memperkuat transformasi digital, meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah, memperluas kolaborasi bisnis, serta mendukung berbagai program pembangunan daerah. “Kami berkomitmen untuk terus tumbuh secara sehat, berkelanjutan, dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian Jawa Timur maupun Indonesia," tambahnya.
Adapun hingga Maret 2026, total penyaluran kredit Bank Jatim secara konsolidasi mencapai Rp 109,22 triliun atau tumbuh 40,85% (YoY). Total aset perseroan juga tumbuh 38,85% YoY menjadi sebesar Rp164,07 triliun. Kemudian dari sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga (DPK) perseroan mencatatkan pertumbuhan sebesar 37,59% YoY dari Rp89,25 triliun pada kuartal I/2025 menjadi Rp122,80 triliun pada kuartal I/2026.
Selain itu, kinerja Bank Jatim bank only juga mencatatkan performa positif. Sepanjang Januari – Maret 2026, total kredit yang berhasil disalurkan mencapai Rp 65,97 miliar dan aset perseroan berada di angka Rp 101,06 triliun. Sementara untuk laba bersihnya sebesar Rp 377 miliar. ”Capaian ini merupakan hasil dari fokus perseroan dalam memperkuat fundamental bisnis. Ke depan, kami akan terus memperkuat manajemen risiko, menjaga kualitas aset, serta mengembangkan bisnis secara selektif dan berkelanjutan. Kami optimis kinerja positif ini dapat terus terjaga hingga akhir tahun,” terangnya.
Adapun Bisnis Indonesia Award merupakan penghargaan tahunan yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan terbaik di Indonesia berdasarkan berbagai indikator penilaian, antara lain kinerja keuangan, tata kelola perusahaan, inovasi, daya saing, serta kemampuan perusahaan dalam menghadapi dinamika ekonomi dan tantangan bisnis. Bagi Bank Jatim, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas kinerja perusahaan sekaligus memperkuat perannya sebagai regional champion yang mampu memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
Sejalan dengan visi perusahaan, Bank Jatim akan terus menghadirkan layanan perbankan yang inovatif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung pengembangan sektor usaha produktif, UMKM, dan pembangunan ekonomi daerah. “Dengan raihan Bisnis Indonesia Award 2026 ini, kami optimistis dapat terus mempertahankan pertumbuhan bisnis yang berkualitas, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh stakeholder,” tutup Umi.(an)
BANYUWANGI,KORANRAKYATCOM,- 2 Juli 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan perbankan yang terintegrasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan kepada ASN di Jawa Timur, Bank Jatim secara resmi telah menjalin sinergi antara Bank Jatim Kantor Pusat dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur serta Cabang Bank Jatim dengan BKD/BKPSDM/BKPP/BKPSDA se-Jawa Timur melalui Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Penandatanganan PKS tersebut dilaksanakan secara serentak di Banyuwangi pada Kamis (2/7) dan dihadiri oleh Wakil Direktur Utama Bank Jatim R. Arief Wicaksono, Direktur Ritel & Syariah Bank Jatim Tonny Prasetyo serta Kepala BKD Provinsi Jawa Timur Indah Wahyuni bersama dengan para Kepala BKD/BKPSDM/BKPP/BKPSDA se-Jawa Timur dengan disaksikan oleh Soni Sultana selaku Kepala Kantor Regional II BKN.
Arief menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis perseroan dalam memperkuat hubungan kelembagaan dengan pemerintah daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan perbankan kepada ASN secara menyeluruh. "ASN merupakan salah satu segmen utama Bank Jatim yang memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan bisnis perseroan. Melalui kerja sama ini, kami ingin membangun ekosistem layanan yang lebih terintegrasi, memberikan kemudahan akses layanan keuangan, serta menghadirkan solusi perbankan yang semakin cepat, aman, dan sesuai dengan kebutuhan ASN," ujarnya.
Arief menambahkan, pengelolaan bisnis ASN selama ini menjadi salah satu pilar utama bisnis Bank Jatim karena memberikan kontribusi signifikan terhadap penghimpunan dana murah (Current Account Saving Account/CASA) maupun penyaluran kredit konsumer. Saat ini Bank Jatim mengelola sekitar 368 ribu ASN dengan nilai payroll mencapai sekitar Rp1,5 triliun setiap bulan. Meski demikian, seiring dengan rencana implementasi kebijakan single salary oleh Pemerintah Pusat yang berpotensi mengubah pola pengelolaan penggajian ASN dan meningkatkan kompetisi antarperbankan, diperlukan penguatan kerja sama yang memiliki landasan hukum yang lebih komprehensif.
Melalui PKS tersebut, Bank Jatim dan BKD/BKPSDM/BKPP/BPKSDA Kabupaten/Kota se-Jawa Timur menyepakati berbagai ruang lingkup kerja sama. Antara lain layanan penyaluran gaji, tunjangan, dan tambahan penghasilan ASN, penyediaan fasilitas kredit, integrasi serta pemanfaatan data dasar kepegawaian ASN melalui sistem host to host secara terbatas dengan tetap memperhatikan prinsip perlindungan data pribadi, penyediaan layanan digital perbankan seperti ATM/debit, mobile banking, co-branding card, dan layanan digital lainnya.
Selain itu, kerja sama juga mencakup dukungan terhadap peningkatan kapasitas dan kompetensi ASN serta penyediaan berbagai layanan perbankan lainnya, termasuk potensi pembiayaan pendidikan dan penempatan dana. Di samping itu, menurut Tonny, integrasi layanan ini diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang semakin efektif sekaligus memperkuat ekosistem digital antara Bank Jatim dengan pemerintah daerah. “Kolaborasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas layanan kepada ASN, tetapi juga memperkuat sinergi antara Bank Jatim dengan pemerintah daerah dalam mendukung transformasi digital pelayanan publik. Melalui integrasi data berbasis sistem host to host, kami dapat menghadirkan layanan yang lebih cepat, akurat, dan tepat sasaran, termasuk pengembangan program pre-approved credit yang semakin memudahkan ASN memperoleh akses pembiayaan," jelasnya.
Adapun tujuan utama dari kerja sama tersebut adalah membangun kemitraan formal yang komprehensif, terintegrasi, serta memiliki kekuatan hukum yang seragam di seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Di sisi lain, kerja sama ini juga menjadi langkah strategis Bank Jatim dalam mengoptimalkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), menjaga kualitas portofolio kredit konsumer ASN, serta memperkuat daya saing perusahaan di tengah semakin ketatnya kompetisi industri perbankan.
Ke depan, Bank Jatim berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi strategis dengan berbagai pemerintah daerah dan institusi guna menghadirkan layanan keuangan yang inovatif, aman, dan berorientasi pada kebutuhan nasabah. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi berkelanjutan Bank Jatim dalam mendukung digitalisasi layanan publik sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pembangunan ekonomi di Jawa Timur.(an)
BATU,KORANRAKYAT,COM– Waspada beli kendaraan tanpa dokumen yang lengkap, ujungnya harus berurusan dengan hukum.Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Batu berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana penadahan barang hasil pencurian. Dalam operasi yang dilaksanakan pada Minggu (28/06/2026) sekira pukul 17.00 WIB, petugas mengamankan dua orang berinisial KW dan EWP yang diduga berperan sebagai penadah.
Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Zaenal Arifin, menjelaskan bahwa pengungkapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat terkait serangkaian tindak pidana pencurian yang terjadi di wilayah Dusun Banturejo, Desa Bayem, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. Selasa (30/6/26
“Berasarkan hasil penyelidikan mendalam, Tim URC Satreskrim Polres Batu berhasil mengidentifikasi keterlibatan para pelaku. Saat ini, kami telah mengamankan KW, warga Kecamatan Kasembon, dan EWP, warga Kecamatan Singosari, atas dugaan tindak pidana penadahan,” ujar AKP Zaenal Arifin.
Menurut AKP Zaenal, modus operandi para pelaku adalah memperjualbelikan sepeda motor hasil kejahatan tanpa dilengkapi dokumen resmi. KW diketahui bertindak sebagai perantara yang menjual sepeda motor kepada EWP dengan harga Rp8.600.000. Sementara itu, pelaku utama berinisial Y (DPO) saat ini masih dalam pengejaran pihak kepolisian.
Dari tangan para tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha NMax, beberapa telepon genggam milik korban maupun pelaku, serta kelengkapan dokumen kendaraan milik korban berinisial NMYO. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian materiil mencapai Rp32.700.000.
Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan pasal mengenai tindak pidana penadahan sebagaimana dimaksud dalam pasal 591 UU No. 01 tahun 2023 tentang KUHP.
Menanggapi kasus tersebut, Ps. Kasi Humas Polres Batu, Iptu M. Huda Rohman, memberikan himbauan kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi tindak pidana di lingkungan masing-masing.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa memastikan keamanan rumah saat ditinggalkan, termasuk mengunci pintu dan tidak meninggalkan kunci kendaraan menempel pada motor.
Selain itu, kami minta masyarakat untuk tidak mudah membeli barang dengan harga yang tidak wajar atau tanpa surat-surat kepemilikan yang sah, karena itu bisa terindikasi barang hasil kejahatan,” tegas Iptu M. Huda Rohman.
Iptu Huda juga menegaskan bahwa Polres Batu akan terus berkomitmen untuk menindak tegas segala bentuk tindak kriminalitas demi menciptakan keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Batu. (an)
BATU,KORANRAKYAT.COM–Perseligkuhan tidak liat status sosial, seperti halnya di Polres Batu. Seorang ibu berselingkuh dengan penjual cilok hingga berujung terjadinnya kekerasan dalam rumah tangga. Kasatres PPA-PPO Polres Batu, AKP Tri Nawang Sari, mengungkapkan bahwa kekerasan dalam rumah tangga yang ditangani Polres Batu, adanya seorang ibu rumah tangga sebut saja EN (41) , yang ketahuan suaminya NK (41) warga Kasembon Kab Malang berselingkuh dengan seorang pedagang cilok.Awalnya suami menanyakan pada anaknya kemana ibunya kerap tidak ada di rumah sudah hampir 2 Minggu. Anaknya saat ditanya tidak mengetahui, sang ibu kemana, ternyata suami mencoba menelusuri sendiri, lewat chat yang ada di Hp nomor mencurigakan, yang kerap dihubungi, dengan memberikan nama di nomor Hp dengan inisial nama perempuan. Akhirnya suami curiga nomor itu dihubungi ternyata laki laki.
Akhirnya diketahui istrinya selingkuh dengan pedagang cilok.Akibatnya suami berang saat di rumah , istrinya ditanya mbulet aja tidak mengaku akhirnya suami ambil golok, dibacoklah kepalanya kepalanya hingga mengalami luka bagian kepalanya, hingga mengalami luka parah. Terdapat 12 jaitan di kepalanya. Dilakukan rawat inap hingga hampir seminggu.
Akibat ibunya terluka Anaknya melaporkan Bapaknya ke PPA –PPO Polres Batu, dan tersangka behasil dtangkap dan di amankan di Mapolres Batu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Menurut Kasatres PPA-PPO Polres Batu, AKP Tri Nawang Sari, ayat yang dipasang ayat 2 dengan hukuman maksimal 15 Tahun, namun tergantung dari tuntutan jaksanya nanti.
Sementara selain KDRT PPA-PPO Polres Batu,juga menangkap mucikari di wilayah Batu, dengan modus melalukan perdagangan orang dengan tarip Rp. 2,5 Juta mereka mendapatkan keuntungan Rp. 500 ribu.Satuan Reserse Perlindungan Perempuan, Anak, dan Pemberantasan Perdagangan Orang (Satres PPA-PPO) Polres Batu telah berhasil melakukan penegakan hukum selama semester pertama tahun 2026. Sebanyak enam kasus menonjol yang melibatkan perempuan dan anak berhasil diselesaikan dan seluruhnya telah dilimpahkan ditahap II ke Kejaksaan.
Kasatres PPA-PPO Polres Batu, AKP Tri Nawang Sari, mengungkapkan bahwa penyelesaian perkara tersebut dilakukan dengan tegas, di mana seluruh tersangka telah ditahan selama proses penyidikan berlangsung.
“Selama Januari hingga Juni 2026, kami berhasil menuntaskan enam kasus prioritas. Seluruh perkara kini telah memasuki tahap dua, yakni pelimpahan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan,” ujar AKP Tri Nawang saat konferensi pers di Mapolres Batu, pada Selasa (30/6/2026).
Menurut AKP Tri, kasus yang ditangani memiliki kompleksitas tinggi, mulai dari Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) hingga tindak pidana asusila.
Berikut adalah rekapitulasi penanganan kasus selama periode tersebut:
Januari: Penanganan kasus KDRT oleh seorang suami. Tersangka ditahan karena mengakibatkan korban mengalami luka berat hingga menghambat aktivitas sehari-hari.
Februari: Kasus kekerasan terhadap anak dengan korban seorang siswi SMA berusia 16 tahun. Pelaku dewasa yang terlibat telah diproses dan ditahan.
Maret: Pengungkapan praktik mucikari melalui Operasi Pekat, serta satu kasus KDRT berat yang menyebabkan korban harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Periode Lanjutan: Penanganan kasus persetubuhan terhadap anak dengan korban di bawah umur (14 tahun) dan pelaku berusia 20 tahun.
AKP Tri menekankan bahwa keputusan untuk melakukan penahanan terhadap para tersangka didasarkan pada pertimbangan serius terkait kondisi psikis dan fisik korban, serta ancaman hukuman yang menyertai perbuatan pelaku.
“Kami tidak memberikan toleransi terhadap kekerasan yang merusak martabat perempuan dan masa depan anak. Keputusan penahanan diambil sebagai bentuk perlindungan bagi korban sekaligus memastikan proses hukum berjalan transparan dan berkeadilan,” tegasnya.
Berkat percepatan pemberkasan perkara (P21) yang dilakukan penyidik, Satres PPA-PPO Polres Batu kini mencatatkan kondisi ruang tahanan yang kosong khusus untuk kasus-kasus tersebut.
“Karena seluruh berkas perkara semester pertama ini sudah dilimpahkan ke kejaksaan, saat ini tidak ada lagi tersangka kasus PPA yang mendekam di ruang tahanan kami,” tandas AKP Tri.
Keberhasilan ini menjadi sinyal positif bagi komitmen Polres Batu dalam memberikan perlindungan hukum serta menekan angka kriminalitas terhadap kelompok rentan di wilayah hukum Kota Batu. (an)
BATU,K0RANRAKYAT.COM,- Satresnarkoba Polres Batu berhasil bongkar 40 kasus narkoba, pada semester pertama tahun 2026.Sekitar 47 tersangka pengedar telah mendekam tahanan sel Polres Batu.
Kasatresnarkoba Polres Batu, AKP Bobby Abadi Rustam mengungkapkan, dari puluhan kasus yang diungkap tersebut, pihaknya berhasil mengamankan sebanyak 47 tersangka.
"Secara global, Satresnarkoba Polres Batu berhasil mengungkap 40 kasus selama periode Januari hingga Juni 2026, dengan 47 tersangka," kata Bobby kepada wartawan, Selasa (30/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa pihak kepolisian bergerak cepat dalam memproses hukum para budak narkoba tersebut. Mayoritas berkas perkara bahkan sudah dilimpahkan ke kejaksaan untuk segera disidangkan.
"Dari total kasus tersebut, sebanyak 34 perkara telah dinyatakan lengkap dan dilimpahkan ke kejaksaan (P-21). Sementara enam kasus lainnya masih dalam tahap penyidikan intensif," jelasnya.
Dari tangan para tersangka, polisi menyita beragam jenis barang bukti, mulai dari sabu, ganja, hingga pil ekstasi. Jika dirupiahkan, nilai barang haram tersebut menembus angka ratusan juta rupiah.
"Barang bukti yang kami amankan antara lain Sabu 76,66 gram, Ganja 43,55 gram dan Pil Ekstasi 87 butir. Kalau diestimasi dari nilai ekonomisnya, besarannya kurang lebih mencapai Rp 136 juta," kata dia.
Dari 40 kasus yang diungkap, Bobby menyebut ada dua kasus kakap yang menjadi sorotan utama lantaran hasil dari pengembangan jaringan antarkota.
Kasus menonjol pertama dibongkar pada Mei 2026. Polisi berhasil menciduk pengedar berinisial ZI di kawasan Lowokwaru, Kota Malang.
ZI merupakan hasil nyanyian dari tersangka yang ditangkap sebelumnya di wilayah Batu. Dari tangan ZI, petugas menyita 15 butir ekstasi dan 27 poket sabu siap edar.
Tak berhenti di situ, pada Juni 2026, Tim Satresnarkoba Polres Batu kembali mengendus jaringan narkoba yang beroperasi hingga ke luar wilayah. Polisi melakukan pengejaran ke Kabupaten Kediri dan berhasil membekuk tersangka berinisial DU.
"Kami lakukan pengembangan hingga ke Kediri dan berhasil mengamankan DU dengan barang bukti 17 poket sabu. Saat ini yang bersangkutan masih dalam proses penyidikan," tegas Bobby.
Akibat perbuatannya, para tersangka kini terancam hukuman berat. Polisi menjerat mereka dengan Pasal 114 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, juncto UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP, serta UU RI No. 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana (an)
Bank Jatim Borong 7 Penghargaan dalam Ajang 23rd INFOBANK-MRI Banking Service Excellence Appreciation 2026
JAKARTA, KORANRAKYAT.COM,- 26 Juni 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada ajang 23rd INFOBANK-MRI Banking Service Excellence Appreciation 2026 yang diselengggarakan di Jakarta pada Jumat (26/6), Bank Jatim berhasil meraih tujuh penghargaan sekaligus atas konsistensinya dalam menghadirkan pengalaman terbaik bagi nasabah di berbagai kanal layanan. Bertempat di Hotel Kempinski Jakarta, penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan perseroan dalam menjaga kualitas layanan dan terus berinovasi di era transformasi digital.
Adapun tujuh penghargaan yang berhasil diraih Bank Jatim meliputi:
1. Consistent Region Bank in The Best Customer Experience for 15 Consecutive Years (2012–2026)
2. The Best Region Bank in ATM Experience
3. The Best Region Bank in Social Media Experience
4. The Best Region Bank in Call Center Experience
5. The Best Region Bank in Chatbot Experience
6. The Best Region Bank in Mobile Banking Experience
7. The Best Region Bank in SMS Banking Experienc
Winardi menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas penghargaan yang telah diterima oleh Bank Jatim. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari komitmen seluruh Jatimers dalam memberikan layanan yang prima, inovatif, serta berorientasi pada kebutuhan nasabah. ”Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan di seluruh touchpoint, baik layanan konvensional maupun digital. Kepercayaan nasabah merupakan aset terbesar Bank Jatim, sehingga kami akan terus berinovasi agar dapat menghadirkan customer experience yang semakin mudah, cepat, aman, dan nyaman," ujarnya.
Keberhasilan mempertahankan predikat Consistent Region Bank in The Best Customer Experience selama 15 tahun berturut-turut menjadi bukti konsistensi Bank Jatim dalam membangun budaya layanan yang unggul. Di sisi lain, penghargaan pada berbagai kanal layanan seperti ATM, mobile banking, call center, whatsapp, SMS banking, hingga media sosial menunjukkan kemampuan Bank Jatim dalam mengintegrasikan layanan fisik dan digital untuk memenuhi ekspektasi nasabah yang terus berkembang.
Sejalan dengan transformasi digital yang terus dilakukan, lanjut Winardi, Bank Jatim akan terus memperkuat inovasi produk dan layanan, meningkatkan kapabilitas teknologi informasi, serta menghadirkan pengalaman perbankan yang semakin optimal bagi seluruh nasabah. Bagi perseroan, kualitas pelayanan tidak hanya menjadi bagian dari operasional bisnis, tetapi juga merupakan fondasi utama dalam membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah dan seluruh pemangku kepentingan. Ke depan, Bank Jatim akan terus memperkuat inovasi, mempercepat transformasi digital, serta meningkatkan kompetensi sumber daya manusia guna menghadirkan pengalaman layanan yang semakin unggul.
”Sebab kami meyakini pelayanan prima yang konsisten menjadi kunci untuk menciptakan nilai tambah, memperkuat daya saing, dan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Selain itu, kami juga berkomitmen untuk terus menjadi bank pembangunan daerah yang adaptif, kompetitif, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya di Jawa Timur,” tegas Winardi.
Sebagai informasi, ajang Infobank-MRI Banking Customer Experience Appreciation merupakan penghargaan yang diberikan berdasarkan hasil riset independen terhadap kualitas pengalaman nasabah pada berbagai kanal layanan perbankan yang menjadi tolok ukur kualitas customer experience di industri perbankan.(an)
JAKARTA,KORANRAKYAT.COM,-Mandalika menjadi destinasi unggulan nasional yang mampu memberikan nilai tambah bagi sector Pariwisata , perekonomian daerah serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.sejalan dengan komitmen tersebut , penyelenggaraan Pertamina Grand Prix Of Indonesia 2026 telah menjadi agenda International strategis yang berperan penting dalam memperkuat Posisi Indonesia sebagai destinasi Sport Tourism kelas dunia. “Sport tourism sudah banyak dilirik oleh sejumlah Negara, dicontohkan marathon yang sebelumnya hanya bosten dan yang terakhir south Afrika juga melirik bahwa ternyata sport Tourism menjadi opportunity,”
“ Tentunya Moto Gp di Mandalika juga menjadi sport tourism. Hal itu disampaikan Menpora Erick Thohir pada Launching Ceremony Moto GP, Pertamina Grand Prix Of Indonesia 2026 yang akan berlangsung pada 9 -11 bulan Oktober 2026 mendatang di Mandalika International Cirkuit. Kegiatan Lounching tiket berlangsung di Injourney Office lantai 14 Gedung Sarinah jl. HM Thamrin Jakarta Pusat. Pada Kamis (18/06) 2026
Dikatakan Erick dalam rangka mendukung sport tourism, kemenpora telah mengepras sejumlah aturan yang menghambat pertumbuhan sport Tourism dari sekitar 1500 pasal/ aturan kita kepras tinggal 600 Aturan, hal itu dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan melalui Sport tourism. Tentunya hal itu harus didukung oleh pemerintah, swasta dan masyarakat sehingga pertumbuhan ekonomi melalui sport tourism akan semakin baik,terbukti cukup mendukung dalam pertumbuhan ekonomi Nasional, dalam kegiatan sebelumnya telah mampu menyedot penonton dunia tidak kurang 670 Juta penonton dengan dampak secara nasional pendapatan mencapai Rp. 4, 9 Trilliun
Sementara Moreno Soeprapto Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat menyampaikan diprediksi penonton mencapai 85 Ribu sedangkan yang 8 Ribu dukungan dari IMI siap hadir untuk menonton Moto GP Pertamina Grand Prix Of Indonesia 2026 di Mandalika khusus dari Jawa dan Bali. Diungkapkan oleh Morino bahwa ivent Nasional dari IMI sekitar 3000 ivent oleh karena mohon dukungan dari Bapak Menpora,” ujarnya.
Hj. Indah Dhamanyanti Putri, SE , MIP Wagub NTB menyampaikan dengan adanya ivent Moto Gp, Pertamina Grand Prix Of Indonesia sangat membantu perkembangan sektor Pariwisata di NTB termasuk pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM), kalau kegiatan sebelumnya sekitar 600 UKM yang ikut meramaikan kegiatan Moto GP untuk tahun 2026 ini di harapkan bisa meningkat.
Sementara Maya Wartono Dirut In Journey secara resmi telah melaunching penjualan tiket Pertamina Grand Prix Of Indonesia 2026, dimana ITDC sebagai Official telah resmi melakukan penjualan tiket mulai 18 Juni 2026. (an)
JEMBER, KORANRAKYAT.COM,14 Juni 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan finansial bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarganya khususnya yang berasal dari wilayah Jawa Timur, serangkaian program edukasi Literasi Keuangan yang masif serta penyediaan insfratruktur pengiriman uang ( remitansi ) yang aman, cepat dan efisiean melalui layanan JConnect Remittance. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif Bank Jatim dalam kegiatan Jalan Sehat Gerakan Nasional Migran Aman yang diinisiasi oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Bertempat di Alun – Alun Jember, kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla, Bupati Jember Muhammad Fawait, Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo, serta ribuan calon pekerja migran Indonesia dan Masyarakat umum.
Sebuah momentum penting dalam membangun sinergi antara Bank Jatim dengan instansi pemerintah pusat yang memiliki fokus terhadap pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia melalui peningkatan literasi keuangan serta optimalisasi pemanfaatan remitansi sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan keluarga PMI.
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menyampaikan, keterlibatan Bank Jatim dalam Gerakan Nasional Migran ini merupakan bagian dari upaya perseroan untuk menghadirkan layanan keuangan yang inklusif sekaligus mendorong pengelolaan keuangan yang lebih baik bagi PMI dan keluarganya. “PMI memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap perekonomian nasional melalui remitansi yang dikirimkan ke tanah air. Oleh karena itu, diperlukan edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan agar remitansi tidak hanya digunakan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga dapat menjadi modal dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga serta menciptakan kemandirian ekonomi,” ujarnya.
Adapun Bank Jatim sebagai salah satu bank devisa turut mendukung transaksi para PMI yang berangkat keluar negeri dengan menyediakan layanan JConnect Remittance. Layanan ini merupakan inbound remittance / transfer uang dari luar negeri ke Indonesia dengan sinergi bersama Money Transfer Operator (MTO) di Malaysia - Merchantrade Asia dan Hongkong - Chandra Remittance. Sehingga dengan begitu para PMI dapat memanfaatkan outlet – outlet MTO yang tersebar di Malaysia maupun Hongkong. Kedepannya, Bank Jatim juga membuka akses Kerjasama MTO koridor negara lainnya, yang juga merupakan negara tujuan dari PMI, antara lain Taiwan, Singapore, Korea, Jepang dan Middle East.
Sementara itu, dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Direktorat Jenderal Pemberdayaan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dengan Bank Jatim tentang Sinergi Pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia dan Keluarga melalui Penguatan Literasi Keuangan dan Pemanfaatan Remitansi. Adapun ruang lingkup di dalam perjanjian tersebut meliputi beberapa hal. Antara lain penyebarluasan informasi edukasi keuangan dan pemanfaatan remitansi dalam berbagai media, penyediaan dan fasilitasi akses layanan produk perbankan yang sesuai dengan kebutuhan PMI dan keluarga, serta penyelenggaraan literasi keuangan serta pemanfaatan remitansi di dalam dan luar negeri.
Menurut Winardi, kerja sama ini menjadi landasan bagi kedua pihak untuk mengembangkan berbagai program pemberdayaan yang berfokus pada peningkatan pemahaman keuangan, pengelolaan remitansi yang produktif, perluasan akses layanan perbankan, serta penguatan kapasitas ekonomi PMI dan keluarganya. Bank Jatim juga meyakini bahwa penguatan literasi keuangan merupakan salah satu kunci utama dalam menciptakan masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera. Dengan pengelolaan remitansi yang tepat, para PMI dan keluarganya diharapkan mampu merencanakan masa depan keuangan yang lebih baik, mengembangkan usaha produktif, serta meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan.
”Ke depan, Bank Jatim akan terus mendukung berbagai program strategis pemerintah yang sejalan dengan misi perusahaan dalam mendorong inklusi keuangan, pemberdayaan masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional yang berkelanjutan,” terang Winardi.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri KP2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla mengapresiasi dukungan yang diberikan Pemkab Jember terhadap upaya perlindungan pekerja migran. Ia menekankan pentingnya kesiapan kompetensi dan penguasaan bahasa asing bagi generasi muda yang ingin bekerja di luar negeri. ”Kesuksesan jalan sehat ini kita harapkan akan diikuti dengan peningkatan penempatan pekerja migran yang legal dan aman dari Kabupaten Jember. Target kita, angka penempatan prosedural yang aman dan terlindungi bisa naik hingga 100 persen ke depannya,” tegasnya.
Gerakan Nasional Migran Aman juga diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjadi pekerja migran yang legal, aman, dan terlindungi. Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat juga akan menindaklanjuti berbagai usulan strategis guna menekan angka keberangkatan non-prosedural serta memperluas perlindungan bagi pekerja migran Indonesia.(an)
JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -- Eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana akhirnya mengenakan rompi tahanan yang menandakan statusnya sebagai tersangka. Ini setelah ia menjalani pemeriksaan sedari subuh, Rabu.Dadan Hindayan terlihat keluar dari Gedung Bundar Kejaksaan Agung sekitar pukul 17.00. Ia mengenakan rompi merah muda dengan tangan diborgol.
Ia langsung digelandang ke mobil tahanan tanpa menyampaikan sepatah katapun kepada awak pers yang menunggu. Setelah Dadan, menyusul keluar sendiripsendiri tersangka lainnya Sonny Sanjaya dan Lodewijk Pusung yang sebelumnya menjabat wakil ketua BGN.
"Setelah melalui serangkaian pemeriksaan terhadap Saudara DH, Saudara SS, dan Saudara LP sebagai saksi, dan berdasarkan dua alat bukti yang cukup yang diperoleh tim penyidik, maka tim penyidik menetapkan ketiganya sebagai tersangka," kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi di Gedung Jampidsus Kejagung, Jakarta, Rabu.
Untuk modus, Syarief menjelaskan bahwa BGN menunjuk yayasan-yayasan yang bermasalah sebagai mitra SPPG. "Yayasan-yayasan tersebut terafiliasi di antaranya dimiliki oleh Saudara DH, Saudara SS, dan Saudara LP," katanya.
Selain itu, ketiga tersangka juga melakukan proses pengadaan, baik barang dan jasa, di BGN secara melawan hukum.Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarif Sulaiman Nahdi memberikan keterangan terkait kasus dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) di Jampidsus, Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (3/6/2025).
Usai ditetapkan sebagai tersangka, ketiga mantan petinggi BGN itu akan menjalani penahanan selama 20 hari ke depan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung dan Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.Pada Rabu pagi, penyidik pada Jampidsus Kejagung juga menggeledah kantor Badan Gizi Nasional (BGN) yang berlokasi di Jakarta Pusat. Penggeledahan itu merupakan bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG.
Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan penggeledahan itu dilakukan sejak Rabu sekitar pukul 02.00 WIB. Penggeledahan itu dilakukan hingga Rabu sekitar 17.15 WIB.
Dari pantauan wartawan sejumlah penyidik Kejagung memasukkan sejumlah barang dalam boks kontainer ke dalam mobil dari dalam Kantor BGN. Setelahnya, tim penyidik meninggalkan Kantor BGN pada sekitar pukul 17.22 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, seluruh penyidik dari Kejagung telah meninggalkan Kantor BGN. Para penyidik itu menggunakan tiga unit mobil ketika meninggalkan kantor yang berlokasi di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, itu.
Di sisi lain, eks Kepala BGN Dadan Hindayana telah mengenakan rompi tahanan yang menandakan statusnya sebagai tersangka di Kejagung pada Rabu sore. Hal itu dilakukan setelah ia menjalani pemeriksaan sedari subuh, Rabu.
Sebelumnya tiga mantan pemimpin BGN, Dadan, Lodewijk Pusung, dan Sony Sonjaya, dilaporkan masih dalam pemeriksaan di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung (Kejagung), Rabu. Tiga orang itu telah dicopot dari jabatannya sebagai pimpinan BGN pada Selasa (2/6/2026).
Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman mengiyakan alasan Dadan Hindayana dicopot dari jabatan kepala BGN oleh Presiden Prabowo Subianto. Dadan terendus terlibat dugaan jual-beli titik dapur MBG. “Ya salah satu faktornya itu (jual-beli titik dapur MBG),” kata Dudung kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2026).
Dudung menduga Prabowo sudah lama memantau dugaan kecurangan atas penyelenggaraan MBG. Atas dasar itulah, Dudung meyakini Prabowo memilih mencopot Dadan.“Saya punya keyakinan bahwa bapak presiden sudah lama mendengar informasi, mencermati, menganalisa, mengevaluasi berbagai sumber yang masuk ke beliau,” ujar Dudung.
Dudung optimistis pencopotan Dadan demi perbaikan BGN ke depannya. "Sehingga di BGN itu semakin transparan, akuntabel dan betul-betul keinginan bapak presiden bahwa ini uang rakyat yang harus betul-betul dikawal, tidak ada terjadinya korupsi, tidak ada terjadinya penyimpangan, tidak ada terjadinya menguntungkan kepentingan perseorangan, kelompok maupun golongan,” ujar Dadan.
Dudung menegaskan Prabowo ingin program MBG untuk kepentingan rakyat. Hal itu ditujukan untuk terciptanya sumber daya manusia yang unggul. Dudung mengendus salah satu faktor Dadan dicopot lantaran diduga terlibat dalam jual-beli titik dapur.“Kemungkinan besar seperti itu, banyak lah informasi-informasi ke beliau. Saya rasa ke Presiden yang nyampe bukan tidak serta merta dari temuan saya di lapangan tetapi dari banyak sumber lah,” ujar Dudung (as)
Akp Pol. Zaenal Arifin didampingi Kasi Humas Polres Batu,Iptu Pol. M. Huda Rohman(an)
BATU,KORANRAKYAT.COM,- Beberapa hari dilantik Kasat Reskrim Polresta Batu AKP Pol. Zaenal Arifin,SH Secara marathon berusaha dengan keras mengungkap misteri tewasnya dosen muda yang berinisial K (26) ditemukan pada 20 November 2025 yang lalu,korban diketahui sedang menempuh pendidikan doktoral (S3), telah ditemukan tewas membusuk di Sungai Clumprit, Kelurahan Temas, Kota Batu.
Dikatakan, Akp Pol .Zaenal Arifin didampingi Kasi Humas Polres Batu Iptu Pol., M. Huda Rohman, Menyampaikan bahwa saat ini telah diperiksa 46 orang saksi, namun hingga kini masih belum bisa diputuskan motif kematian dari mahasiswa S3 itu.” Kami akan segera memerikan update, bila sudah ada titik terang, mohon kami diberi waktu untuk bisa mengungkap kematian mahasiswa S3, yang telah menjadi atensi Polda Jatim maupun Mabes Polri,” ujarnya.pada saat silaturahmi awak Media Selasa (9/06) 2026 d Mapolresta Batu.
Diungkapkan petugas telah melakukan penelusuran di sepanjang sungai, telah diketemukan sepeda motor Beat milik korban.” Saya yakin dalam waktu dekat Insya Allah akan segera terungkap kasus ini,” tandasnya. Diberitakan sebelunya pihak keluarga berharap kematian K dapat diusut secara terang. Mereka menilai, kematian korban menyisakan banyak kejanggalan.Oleh,karena keluarga minta agar pihak kepolisian segera ungkap kasus mahasiswa secara terang benderang , sehingga akan diketahui penyebab tewasnya dosen muda itu. (an)
.










