Redaksi
SURABAYA,KORANRAKYAT.COM ,- 17 Agustus 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 dengan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara sederhana, namun tetap sarat makna. Mengusung tema “Fly Higher”, peringatan HUT ke-65 menjadi momentum bagi Bank Jatim untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat inovasi, dan melangkah lebih tinggi dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat serta pembangunan Jawa Timur. Bertepatan dengan momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, peringatan HUT Bank Jatim diawali dengan upacara bendera yang diikuti oleh seluruh jajaran Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, Direksi, serta seluruh Jatimers pada hari Senin (17/8).
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menjelaskan, pelaksanaan upacara bendera menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan nasionalisme sekaligus merefleksikan perjalanan Bank Jatim selama 65 tahun. Di usia yang semakin matang, Bank Jatim terus berkomitmen untuk menghadirkan kinerja terbaik dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah maupun nasional. ”Momentum hari ini memiliki makna yang sangat Istimewa. Kita tida hanya memperingati perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam mengisi kemerdekaan, tetapi juga mensyukuri perjalanan 65 tahun Bank Jatim dalam memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan Masyarakat, khususnya di Jawa Timur,” paparnya.
Untuk memperingati hari ulang tahun ke 81 kemerdekaan Republik Indonesia dan hari ulang tahun Bank Jatim ke 65, Perseroan juga telah melaksanakan sinergi CSR dengan anggota KUB Bank Jatim diantaranya Bank NTB Syariah, Bank NTT, dan Bank Lampung berupa pemeriksaan mata serta donasi kacamata gratis di seluruh kabupaten/kota Jawa Timur dengan jumlah penerima sebanyak 507. Adapun bentuk bantuan yang diberikan meliputi screening kesehatan mata, kacamata gratis yang disesuaikan dengan hasil pemeriksaan, serta paket alat tulis lengkap sebagai dukungan terhadap aktivitas belajar para penerima manfaat.
Selain itu, Bank Jatim juga telah melakukan donasi ke Panti Jompo di empat daerah yakni Surabaya, Malang, Kediri, dan Jember. Pemilihan panti wreda sebagai penerima bantuan bukan tanpa alasan. Menurut Winardi, para lanjut usia merupakan bagian penting dari perjalanan keluarga dan masyarakat yang telah memberikan kontribusi serta pengalaman sepanjang hidupnya. Di sisi lain, para lansia yang tinggal di panti wreda tentu membutuhkan dukungan dan perhatian agar kebutuhan sehari-hari, kesehatan, kenyamanan, serta aktivitas mereka dapat terpenuhi dengan baik. ”Kegiatan sosial ini merupakan bagian dari komitmen Bank Jatim untuk terus hadir dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan perhatian dan dukungan,” tegasnya.
Winardi menambahkan, tahun ini Bangsa Indonesia memperingati 81 tahun kemerdekaan dengan tema Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur. Kedaulatan adalah kemampuan untuk membangun perekonomian yang kuat, mandiri, inklusif, dan berkelanjutan. Keadilan berarti memastikan bahwa pertumbuhan dan pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Sedangkan kemakmuran adalah cita – cita bersama yang harus diwujudkan melalui kerja keras, kolaborasi, inovasi, dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat. ”Dalam konteks tersebut, Bank Jatim memiliki peran yang sangat strategis. Kita harus terus mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat UMKM, mendukung sektor produktif, memperluas inklusi dan literasi keuangan, serta menghadirkan layanan perbankan yang semakin mudah dan terjangkau bagi Masyarakat. Dengan demikian, setiap pertumbuhan Bank Jatim harus memiliki makna yang lebih besar, pertumbuhan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan kemajuan daerah,” terangnya.
Usai pelaksanaan upacara, rangkaian peringatan HUT ke-65 dilanjutkan dengan acara tasyakuran yang bertempat di Ruang Bromo, Kantor Pusat Bank Jatim. Tasyakuran menjadi ungkapan rasa syukur atas perjalanan Bank Jatim selama 65 tahun sekaligus momentum untuk mempererat kebersamaan dengan seluruh Jatimers.
Pada momentum tasyakuran HUT ke-65, Bank Jatim secara resmi memperkenalkan sejumlah inovasi layanan digital yang dirancang untuk memberikan kemudahan dan pengalaman perbankan yang semakin praktis bagi nasabah dan masyarakat. Inovasi tersebut berupa penambahan beberapa fitur dalam JConnect Mobile versi terbaru yang meliputi fitur Customer on Board (pembukaan rekening secara online), fitur Jatim Call atau JCall (layanan penyampaian pengaduan nasabah melalui voice call, tersedia mulai September 2026), fitur JConnect Event (memudahkan pengguna melakukan pembelian tiket berbagai kegiatan melalui aplikasi JConnect), serta fitur Kepemilikan Logam Emas (KLE) (fasilitas pembiayaan Bank Jatim Syariah dengan akad murabahah yang membantu nasabah memiliki emas batangan melalui mekanisme pembayaran secara bertahap atau cicil emas).
Selain itu, Bank Jatim juga secara resmi memperkenalkan Dual Banking Leverage Model (DBLM). Ini merupakan layanan perbankan konvensional dan syariah ke dalam satu mobile yang memberikan kemudahan aksesbilitas serta pengalaman perbankan yang lebih seamless bagi seluruh nasabah. Tidak cukup sampai di situ. Bank Jatim juga telah memiliki aplikasi terbaru bernama JConnect Partner Pay yang merupakan aplikasi merchant Bank Jatim yang digunakan untuk menerima pembayaran QRIS, mengelola transaksi, serta memperoleh laporan keuangan secara real time. Aplikasi ini hanya bisa digunakan oleh mitra usaha swasta berbentuk PT, CV, badan usaha kelembagaan, serta mitra bank yang memiliki potensi bisnis dan telah memiliki perjanjian kerja sama dengan Bank Jatim.
”Kehadiran berbagai fitur tersebut menjadi bagian dari langkah berkelanjutan Bank Jatim dalam memperkuat transformasi digital, meningkatkan kualitas layanan, serta menghadirkan solusi perbankan yang semakin mudah, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan Masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Winardi juga menerangkan, tema ulang tahun Bank Jatim tahun 2026 adalah Fly Higher. Tema ini menggambarkan tekad kita untuk membawa Bank Jatim terbang lebih tinggi. Bukan sekadar tentang mencapai target bisnis yang lebih besar, namun juga keberanian untuk memiliki aspirasi yang lebih tinggi, bekerja dengan standar yang lebih baik, berinovasi lebih cepat, dan memberikan kontribusi yang lebih besar.
Sebagaimana kita ketahui, Bank Jatim telah menjadi induk dari 5 Bank KUB di Indonesia. Pada semester I 2026, kinerja Bank Jatim secara konsolidasi menunjukan pertumbuhan bisnis, yaitu total aset mencapai Rp 162,05 triliun, tumbuh 37,16% secara year on year (YoY). Kemudian Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 120,42 triliun atau meningkat sebesar 31,47% (YoY), penyaluran kredit berada di angka Rp 111,28 triliun, yakni naik 41,68% (YoY), serta laba bersih mencapai Rp1,25 triliun, meningkat 53,49% (YoY). ”Capaian ini menjadi bukti bahwa sinergi antar anggota KUB mampu memperkuat fundamental bisnis, mendorong pertumbuhan dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh stakeholders dan shareholders,” tegas Winardi.
Di samping itu, beberapa waktu lalu Bank Jatim juga telah resmi meluncurkan JConnect Mobile versi terbaru. Periode Juni 2026, user JConnect Mobile meningkat sebanyak 209.725 user, atau tumbuh 23,82%. Jumlah transaksi mencapai 7,4 juta transaksi, meningkat 2.359.869 atau 46,18%. Nominal transaksi JConnect Mobile sebesar Rp 6,9 triliun, yaitu meningkat Rp1,1 triliun atau 19,10%.
”Kami berkomitmen akan terus menjalankan kegiatan usaha sesuai dengan core business sebagai Bank Pembangunan Daerah dengan tetap berorientasi pada penguatan perekonomian dan pembangunan Jawa Timur serta selalu mendukung program Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Nawa Bhakti Satya. 65 tahun perjalanan Bank Jatim tidak mungkin dicapai tanpa kontribusi seluruh Jatimers. Karena itu, mari kita jadikan momentum ini sebagai kesempatan untuk memperkuat kembali semangat kebersamaan. Kita terbang lebih tinggi dengan satu visi. Kita melangkah lebih jauh dengan satu semangat. Dan kita tumbuh lebih kuat dengan kolaborasi,” tutup Winardi.(an)
BATU, KORANRAKYAT.COM,- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) resmi memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Layanan Jasa Perbankan Satuan Pendidikan antara Bank Jatim dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur serta seluruh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Jawa Timur. Kerja sama tersebut mencakup layanan jasa perbankan sekaligus dukungan terhadap pelaksanaan tugas di bidang pendidikan.
PKS tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai pada Kamis (13/8) di Batu. Turut hadir Direktur Ritel dan Syariah Bank Jatim Tonny Prasetyo serta Direktur Teknologi Informasi, Digital, dan Operasi Bank Jatim Dodit W Probojakti. Winardi menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran Bank Jatim sebagai mitra pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung ekosistem pendidikan di Jawa Timur. ”Melalui kerja sama ini, Bank Jatim ingin menghadirkan layanan perbankan yang semakin terintegrasi dan memberikan kemudahan bagi seluruh insan pendidikan. Kami berharap sinergi ini tidak hanya memperkuat layanan transaksi perbankan, tetapi juga mampu mendukung percepatan digitalisasi dan pengelolaan keuangan di sektor pendidikan,” ujarnya.
Sebelumnya, sejak September 2025 Bank Jatim telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam penyediaan layanan jasa keuangan terkait pengolahan data pada aplikasi pembayaran tunjangan guru. Kerja sama tersebut menjadi salah satu landasan bagi Bank Jatim untuk terus memperluas dan memperkuat sinergi dengan pemerintah, khususnya dalam mendukung layanan keuangan di sektor pendidikan. Sejalan dengan hal tersebut, diperlukan penguatan kolaborasi antara Bank Jatim sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.
Dalam PKS tersebut, ruang lingkup kerja sama mencakup sejumlah layanan perbankan. Di antaranya layanan penyaluran gaji, tunjangan, dan tambahan penghasilan bagi ASN dan Non ASN di bawah kelolaan Dinas Pendidikan. Bank Jatim juga akan melakukan pengolahan data rekening guru penerima tunjangan yang menghasilkan informasi status rekening serta laporan hasil pengolahan. Selain itu, Bank Jatim menyediakan fasilitas kredit dan/atau pembiayaan bagi ASN dan Non ASN di bawah kelolaan Dinas Pendidikan. Untuk mendukung kemudahan dan efisiensi transaksi, Bank Jatim juga menyediakan berbagai layanan digital perbankan bagi ASN dan Non ASN di lingkungan pendidikan.
“Sinergi ini kami harapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi pemerintah daerah maupun insan pendidikan. Dengan dukungan layanan perbankan yang terintegrasi, proses penyaluran hak-hak finansial, pengelolaan transaksi, hingga akses layanan digital dapat dilakukan dengan lebih mudah, cepat, dan efisien,” tambah Winardi. Kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya Bank Jatim untuk meningkatkan kontribusi dalam ekosistem pendidikan Jawa Timur. Melalui sinergi tersebut, Bank Jatim menargetkan peningkatan potensi pembukaan rekening institusi maupun individu di lingkungan pendidikan, sekaligus mendorong pertumbuhan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) melalui pengelolaan dana operasional dan transaksi pendidikan.
Di sisi penyaluran, kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan penyaluran kredit kepada ASN di lingkungan pendidikan. Sementara dari aspek transaksi, pemanfaatan layanan digital Bank Jatim diharapkan mampu meningkatkan volume transaksi sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem layanan perbankan yang semakin digital. Lebih jauh, sinergi ini memperkuat positioning Bank Jatim sebagai mitra utama pemerintah daerah dalam mendukung transformasi dan digitalisasi sektor pendidikan di Jawa Timur.
“Bank Jatim akan terus berkomitmen untuk memberikan solusi layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan pemerintah daerah dan masyarakat. Kami optimistis kolaborasi dengan Dinas Pendidikan se-Jawa Timur ini dapat menjadi fondasi untuk menghadirkan layanan perbankan yang semakin inklusif, digital, dan memberikan nilai tambah bagi kemajuan pendidikan di Jawa Timur,” pungkas Winardi.(an)
SURABAYA,KORANRAKYAT
COM,- 12 Agustus 2026. Bank Pembangunan Daerah (BPD) memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Sejalan dengan hal tersebut, Bank Jatim turut mendorong penguatan perspektif dan pemikiran mengenai masa depan BPD melalui kegiatan bedah buku karya Prof. Muhammad Mas’ud Said MM., Ph.D yang berjudul Bank Pembangunan Daerah Resilient, Competitive and Contributive yang telah dilaksanakan pada Rabu (12/08) di Aseec Tower Universitas Airlangga Surabaya.
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi untuk membahas tantangan, peluang, serta strategi penguatan BPD agar semakin resilien, kompetitif, dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pembangunan daerah. Adapun diskusi tersebut dimoderatori oleh Dahlan Iskan dan menghadirkan sejumlah panelis, di antaranya Wakil Direktur III Sekolah Pascasarjana Unair Surabaya Prof. Dr. Suparto Wijoyo serta Direktur Teknologi Informasi, Digital, dan Operasi Bank Jatim Dodit W. Probojakti.
Sebagai penulis buku, Prof. Mas’ud menyampaikan bahwa keberadaan BPD memiliki posisi yang sangat penting dalam ekosistem pembangunan daerah. Menurutnya, BPD tidak hanya dituntut untuk memiliki kinerja bisnis yang sehat, tetapi juga harus mampu menjawab kebutuhan pembangunan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di wilayah operasionalnya. ”BPD harus mampu menjadi institusi yang resilien, kompetitif, sekaligus kontributif. Resilien berarti memiliki kemampuan untuk bertahan dan beradaptasi menghadapi berbagai perubahan. Kompetitif berarti mampu bersaing melalui inovasi dan tata kelola yang baik. Sementara kontributif berarti keberadaan BPD harus memberikan manfaat dan dampak yang nyata bagi pembangunan daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Mas’ud menekankan bahwa penguatan BPD membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, baik pemerintah daerah, regulator, akademisi, pelaku industri, maupun masyarakat. Perubahan lingkungan bisnis dan perkembangan teknologi menuntut BPD untuk terus melakukan transformasi agar tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Ke depan, BPD perlu membangun kapasitas yang kuat, melakukan transformasi secara berkelanjutan, dan memperkuat kolaborasi. BPD harus mampu membaca perubahan dan menjadikan tantangan sebagai peluang untuk tumbuh serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Dodit juga menyampaikan bahwa transformasi digital menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat daya saing BPD. Pemanfaatan teknologi perlu diiringi dengan penguatan tata kelola, keamanan, inovasi layanan, serta kemampuan bank dalam menghadirkan solusi keuangan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah. “BPD ke depan tidak cukup hanya resilient dalam menghadapi berbagai tantangan, tetapi juga harus kompetitif dalam memenangkan persaingan dan kontributif dalam memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah. Transformasi digital menjadi salah satu fondasi penting untuk mewujudkan hal tersebut,” katanya.
Menurut Dodit, perkembangan teknologi dan perubahan ekspektasi masyarakat terhadap layanan perbankan telah mendorong BPD untuk terus berinovasi. Digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan penyediaan layanan perbankan secara digital, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan efektivitas proses bisnis, kualitas layanan, serta pengambilan keputusan berbasis data.
Melalui buku Bank Pembangunan Daerah Resilient, Competitive and Contributive, Prof. Mas’ud menghadirkan perspektif mengenai pentingnya penguatan BPD agar mampu menghadapi berbagai dinamika sekaligus mempertahankan perannya sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah. Kegiatan bedah buku ini diharapkan dapat memperkaya wawasan dan membuka ruang dialog antara akademisi dan praktisi mengenai arah pengembangan BPD ke depan. Forum tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendorong BPD yang semakin adaptif, inovatif, berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi berkelanjutan bagi pembangunan daerah.
Sebagai salah satu BPD, Bank Jatim berkomitmen untuk terus memperkuat transformasi, inovasi, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Upaya tersebut sejalan dengan peran Bank Jatim untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah sekaligus memberikan layanan perbankan yang semakin relevan bagi masyarakat dan pelaku usaha.(an)
JAKARTA,KORANRAKYAT.COM,- 30 Juli 2026. Komitmen PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) dalam menghadirkan layanan perbankan digital yang inovatif kembali memperoleh apresiasi. Melalui aplikasi digital JConnect Mobile, Bank Jatim sukses meraih penghargaan Top Digital Application Regional Banking – JConnect by Bank Jatim dalam ajang JawaPos.com Digital Excellence Awards 2026. Bertempat di Jakarta, penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Teknologi Informasi, Digital, dan Operasi Bank Jatim Dodit Wiweko Probojakti pada hari Kamis (30/7).
Dodit menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi bukti nyata atas komitmen perseroan dalam mempercepat transformasi digital sekaligus menghadirkan layanan perbankan yang semakin mudah, aman, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. ”Penghargaan ini merupakan apresiasi atas kerja keras seluruh insan Jatimers dalam membangun ekosistem layanan digital yang berorientasi pada kebutuhan nasabah. JConnect tidak hanya menjadi kanal transaksi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Bank Jatim dalam memperluas inklusi keuangan, meningkatkan kualitas layanan, serta mendukung transformasi digital di sektor perbankan daerah,” ujarnya.
Menurut Dodit, transformasi digital merupakan salah satu strategi utama Bank Jatim untuk meningkatkan daya saing di tengah perkembangan industri keuangan yang semakin dinamis. Oleh karena itu, perseroan terus melakukan pengembangan fitur, peningkatan keamanan sistem, hingga optimalisasi pengalaman pengguna (user experience) pada aplikasi JConnect agar mampu memberikan layanan yang cepat, praktis, dan andal.
Saat ini, JConnect telah berkembang menjadi super app yang menyediakan berbagai layanan perbankan digital, mulai dari pembukaan rekening secara online, transfer dana, pembayaran tagihan, pembelian berbagai produk digital, QRIS, hingga beragam fitur transaksi lainnya yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. ”Ke depan, Bank Jatim akan terus memperkuat kapabilitas digital melalui pengembangan teknologi, inovasi layanan, serta kolaborasi dengan berbagai pihak agar JConnect semakin memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Bank Jatim sebagai bank pembangunan daerah yang modern, adaptif, dan kompetitif,” tambahnya.
Tidak hanya itu, pada hari yang sama Bank Jatim juga kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan BPD dengan Inovasi Digital Terbaik dalam ajang Radar Surabaya Awards 2026. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas konsistensi Bank Jatim dalam menghadirkan inovasi digital yang mampu meningkatkan kualitas layanan serta mendukung akselerasi transformasi bisnis perusahaan.
Diraihnya dua penghargaan dalam satu hari tersebut menjadi motivasi bagi Bank Jatim untuk terus menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, pelaku usaha, maupun pemerintah daerah. ”Pengakuan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berinovasi dan mempercepat transformasi digital. Kami meyakini bahwa digitalisasi merupakan kunci dalam menciptakan layanan perbankan yang lebih inklusif, efisien, dan berkelanjutan. Oleh sebab itu, kami akan terus mengembangkan solusi digital yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.
Adapun sepanjang semester I 2026, pengguna JConnect sukses mencapai 1,09 juta user atau naik 23,82 persen (YoY). Untuk jumlah transaksinya sendiri berada di angka Rp 37,28 triliun, tumbuh 19,10 persen (YoY). Kemudian pengguna QRIS Bank Jatim juga meningkat 17,74 persen (YoY) atau saat ini berada di angka 221.161 user. Jumlah transaksinya sepanjang 6 bulan pertama ini sebesar Rp 2,89 triliun, naik 38,15 persen (YoY). Melalui berbagai inovasi yang terus dikembangkan, Bank Jatim optimis dapat memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui layanan perbankan digital yang unggul.(an)
SURABAYA,KORANRAKYAT.COM,- 29 Juli 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat perannya sebagai entitas utama dalam Kelompok Usaha Bank (KUB) melalui berbagai sinergi strategis bersama bank pembangunan daerah anggota KUB. Langkah tersebut merupakan wujud komitmen Bank Jatim dalam memperkuat daya saing industri perbankan daerah sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan melalui kolaborasi yang saling memberikan nilai tambah.
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menjelaskan bahwa penguatan sinergi antar anggota KUB menjadi salah satu strategi penting dalam menciptakan ekosistem perbankan daerah yang semakin kuat, efisien, dan kompetitif di tengah dinamika industri keuangan yang terus berkembang. "Sebagai Entitas Utama KUB, Bank Jatim berkomitmen untuk terus menghadirkan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota. Sinergi yang dibangun tidak hanya berorientasi pada pemenuhan regulasi, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan peluang bisnis baru, meningkatkan efisiensi operasional, memperluas layanan kepada masyarakat, serta memperkuat daya saing Bank Pembangunan Daerah secara bersama-sama," ujar Winardi.
Saat ini, anggota KUB Bank Jatim terdiri atas Bank NTB Syariah, Bank NTT, Bank Banten, Bank Sultra, dan Bank Lampung. Bersama kelima BPD tersebut, Bank Jatim terus mengakselerasi implementasi berbagai potensi kerja sama yang memberikan manfaat bagi seluruh pihak. Dengan Bank NTB Syariah misalnya, sinergi difokuskan pada implementasi layanan remitansi. Adapun saat ini sedang dalam proses integrasi sistem terkait bisnis remitansi bersama dengan menimbang potensi angka PMI di provinsi NTB.
Sementara itu, bersama Bank NTT, kerja sama terus menunjukkan perkembangan positif. Pemanfaatan layanan jasa kustodian sebagai bentuk kerja sama resiprokal antar kedua belah pihak juga mencatat angka yang terus bertumbuh, terindikasi dengan optimalisasi penambahan penempatan surat berharga. Selain itu, kedua bank juga telah mencapai kesepakatan terkait negosiasi fee layanan remitansi.
Selanjutnya bersama Bank Banten, Bank Jatim telah melakukan penyelarasan ketentuan joint financing guna mendukung implementasi pembiayaan bersama yang lebih efektif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kemudian dengan Bank Sultra, sinergi diarahkan pada pengembangan layanan prioritas. Saat ini proses kerja sama berada pada tahap pemenuhan dokumen perizinan kepada regulator sebagai bagian dari persiapan implementasi layanan tersebut.
Menurut Winardi, berbagai bentuk kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa KUB tidak hanya menjadi wadah pemenuhan ketentuan regulator, namun juga mampu menghadirkan sinergi bisnis yang memberikan dampak positif terhadap penguatan fundamental seluruh anggota. ”Kami optimis sinergi antar anggota KUB akan terus berkembang melalui berbagai kerja sama strategis lainnya. Dengan saling berbagi kapabilitas, memperluas layanan, dan mengoptimalkan potensi masing-masing daerah, kami yakin KUB akan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan Bank Pembangunan Daerah di Indonesia," tegasnya.
Implementasi sinergi yang terus berjalan tersebut turut memberikan kontribusi terhadap kinerja konsolidasi Bank Jatim yang tumbuh positif sepanjang Semester I Tahun 2026. Hingga akhir Juni 2026, total aset konsolidasi Bank Jatim mencapai Rp 162,05 triliun, meningkat 37,16 persen (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 118,15 triliun. Dari sisi penyaluran kredit konsolidasi juga mencatatkan pertumbuhan yang sangat baik, yakni naik 41,68 persen (YoY) dari Rp78,55 triliun pada Semester I 2025 menjadi Rp111,28 triliun pada Semester I 2026. Selain itu, laba bersih konsolidasi Bank Jatim selama enam bulan pertama tahun 2026 juga berhasil tumbuh 53,49 persen (YoY), dari Rp811 miliar menjadi sekitar Rp1,2 triliun.
”Pencapaian ini menunjukkan bahwa strategi penguatan sinergi melalui KUB mampu memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan bisnis Bank Jatim maupun seluruh anggota. Ke depan kami akan terus memperluas ruang kolaborasi, mempercepat transformasi digital, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat kontribusi Bank Pembangunan Daerah dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional maupun daerah," tutup Winardi.(an)
HONG KONG, KORANRAKYAT.COM24 Juli 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat komitmennya dalam memberikan kemudahan layanan keuangan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bank Jatim dan Pimpinan Cabang Istimewa (PCI) Muslimat Nahdlatul Ulama Hong Kong tentang pemanfaatan layanan remitansi dalam agenda Gathering Pekerja Migran Indonesia. PKS tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo dan Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muslimat Nahdlatul Ulama Hong Kong Hj. Siti Fatimah Angelia pada hari Jumat (24/7) di Hong Kong. Penandatanganan kerja sama ini turut disaksikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Muslimat Nahdlatul Ulama (Muslimat NU) merupakan salah satu organisasi kemasyarakatan perempuan yang bersifat sosial keagamaan terbesar di Indonesia, memiliki jaringan keanggotaan yang luas hingga ke berbagai negara melalui Pimpinan Cabang Istimewa (PCI). Sebagian besar anggotanya merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI), sehingga organisasi ini menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan program literasi keuangan, sosialisasi layanan remitansi, serta pemberdayaan ekonomi bagi PMI.
Winardi menjelaskan, kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperluas akses layanan remitansi Bank Jatim bagi masyarakat Indonesia di Hong Kong, khususnya para Pekerja Migran Indonesia dan anggota PCI Muslimat NU Hong Kong. “Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan layanan pengiriman dana yang aman, mudah, cepat, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Di sisi lain, kerja sama ini juga menjadi upaya Bank Jatim untuk semakin dekat dengan komunitas PMI sebagai salah satu pilar penting penggerak perekonomian nasional," ujarnya.
Menurut Winardi, kerja sama tersebut bertujuan membangun kemitraan strategis antara Bank Jatim dan PCI Muslimat NU Hong Kong dalam mendukung optimalisasi pemanfaatan layanan remitansi Bank Jatim melalui berbagai kegiatan. Mulai dari sosialisasi, edukasi, hingga promosi kepada para PMI dan anggota organisasi.
Selain memperluas pemanfaatan layanan remitansi, Bank Jatim juga ingin berkontribusi dalam meningkatkan literasi keuangan bagi PMI. Hal tersebut dilakukan melalui penyediaan informasi mengenai layanan remitansi serta berbagai produk dan layanan perbankan Bank Jatim yang relevan dengan kebutuhan para pekerja migran. "Harapannya, para PMI dapat semakin memahami pentingnya menggunakan layanan pengiriman dana yang resmi, aman, dan terpercaya. Dengan demikian, proses pengiriman dana dari Hong Kong kepada keluarga di Indonesia, khususnya di wilayah kerja Bank Jatim, dapat berlangsung lebih lancar melalui Money Transfer Operator (MTO) yang telah bekerja sama dengan Bank Jatim," tambahnya.
Winardi juga menegaskan, kelancaran pengiriman remitansi tidak hanya memberikan kemudahan transaksi keuangan, tetapi juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi PMI beserta keluarganya. Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi identifikasi kebutuhan dan potensi pengembangan layanan remitansi Bank Jatim yang dapat mendukung kemudahan transaksi keuangan bagi PCI Muslimat NU di Hong Kong. Dalam implementasinya, PCI Muslimat NU Hong Kong akan berperan sebagai mitra sekaligus penggerak komunitas PMI untuk meningkatkan pemanfaatan layanan remitansi Bank Jatim.
Melalui sinergi ini, Bank Jatim optimis bahwa jangkauan layanan remitansi akan semakin luas sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat Indonesia di Hong Kong. Kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Bank Jatim dalam menghadirkan layanan keuangan yang inklusif, mendukung kesejahteraan PMI, serta memperkuat kontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah melalui optimalisasi arus remitansi dari luar negeri.
Sebagai informasi, remitansi merupakan layanan pengiriman uang, umumnya dilakukan secara lintas negara. Layanan ini banyak dimanfaatkan oleh pekerja migran untuk mengirimkan penghasilannya kepada keluarga di tanah air, maupun oleh pelaku usaha untuk mendukung berbagai kebutuhan transaksi internasional.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi kolaborasi yang dibangun Bank Jatim bersama PCI Muslimat NU Hong Kong. Menurutnya, kerja sama tersebut merupakan langkah strategis dalam memberikan perlindungan sekaligus memperluas akses layanan keuangan formal bagi PMI asal Indonesia, khususnya dari Jawa Timur.
"Kami menyambut baik sinergi antara Bank Jatim dan PCI Muslimat NU Hong Kong. Kehadiran layanan remitansi yang mudah, aman, dan terpercaya akan memberikan manfaat besar bagi para PMI dalam mengirimkan hasil kerja mereka kepada keluarga di Indonesia. Di sisi lain, edukasi keuangan yang menyertai kerja sama ini juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia di luar negeri," ujarnya.
Khofifah berharap kolaborasi tersebut dapat menjadi model kemitraan yang terus dikembangkan sehingga mampu memperkuat ekosistem perlindungan dan pemberdayaan PMI sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui optimalisasi arus remitansi.
Melalui kerja sama ini, Bank Jatim kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi layanan perbankan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, memperluas inklusi keuangan, serta memperkuat kontribusi perseroan dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah dan nasional.(an)
HONG KONG, KORANRAKYAT.COM,-23 Juli 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satunya melalui dukungan terhadap kegiatan Misi Dagang dan Investasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang digelar di Regal Hotel Hong Kong pada Kamis (23/7). Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu berhasil membukukan kesepakatan transaksi final senilai Rp12.038.159.976.541. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo bersama jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pelaku usaha, serta mitra bisnis dari Indonesia dan Hong Kong.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap penguatan daya saing produk lokal di pasar internasional, Bank Jatim mengikutsertakan sejumlah UMKM binaannya untuk mempromosikan berbagai produk unggulan Jawa Timur kepada para pelaku usaha dan calon mitra bisnis di Hong Kong. Adapun UMKM binaan Bank Jatim yang berpartisipasi dalam misi dagang tersebut yaitu Sharktex, Yan Khurin dan Anya Craft.
Winardi menerangkan, partisipasi perseroan dalam Misi Dagang dan Investasi ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Bank Jatim dalam mendorong UMKM naik kelas sekaligus memperluas akses pasar hingga ke tingkat global. "Dukungan terhadap Misi Dagang ini merupakan strategi perseroan dalam memperkuat ekosistem ekonomi Jawa Timur di luar negeri, serta sebagai wujud komitmen untuk terus memberikan nilai tambah bagi masyarakat Jawa Timur. Melalui Misi Dagang, kami membantu membuka akses pasar global bagi UMKM binaan Bank Jatim, baik dari sisi penguatan sektor riil maupun layanan keuangan," ujar Winardi.
Selain memfasilitasi promosi UMKM, sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam memberikan pelindungan, pemberdayaan, dan peningkatan kesejahteraan Pekerja Migran Indonesia juga dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bank Jatim dengan PT Prima Duta Sejati tentang Penguatan Literasi Keuangan dan Pemanfaatan Remitansi. PKS ditandatangani langsung oleh Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo dan Direktur PT Prima Duta Sejati Maxixe Mantofa, serta disaksikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
PT Prima Duta Sejati merupakan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) resmi yang melakukan proses perekrutan, pelatihan, hingga pembekalan kepada calon pekerja migran sebelum diberangkatkan ke negara tujuan penempatan.
Melalui kerja sama tersebut, Bank Jatim dan PT Prima Duta Sejati akan bersinergi dalam memperkuat literasi keuangan bagi calon PMI, PMI aktif, PMI purna, serta keluarganya. Selain itu, kerja sama ini juga mencakup optimalisasi pemanfaatan layanan remitansi Bank Jatim serta penyampaian berbagai produk dan layanan perbankan yang mendukung kebutuhan PMI melalui kegiatan sosialisasi, seminar, pelatihan, dan program edukasi lainnya.
Dengan dukungan terhadap Misi Dagang dan Investasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta penguatan kolaborasi dan kerja sama dengan berbagai mitra strategis, Bank Jatim optimis dapat terus berkontribusi dalam memperkuat ekosistem ekonomi daerah, memperluas inklusi keuangan, serta mendorong pelaku UMKM dan masyarakat Jawa Timur agar semakin kompetitif di tingkat global.
Sementara itu, Khofifah menegaskan keberhasilan forum ini menjadi bukti semakin tingginya kepercayaan pasar internasional terhadap kualitas produk unggulan Jatim, sekaligus mengukuhkan posisi provinsi tersebut sebagai salah satu motor penggerak perdagangan nasional. "Hong Kong merupakan salah satu mitra dagang strategis Jawa Timur. Tingginya permintaan terhadap berbagai produk unggulan Jatim membuktikan bahwa kualitas produk daerah kita mampu bersaing di pasar internasional," ujarnya.
Ia menyebut Hong Kong memiliki posisi penting sebagai pusat perdagangan, logistik, dan keuangan dunia sehingga menjadi gerbang strategis bagi produk-produk Jatim untuk menembus pasar global. Karena itu, Misi Dagang ini tak hanya ditujukan meningkatkan nilai transaksi, tetapi juga membuka peluang investasi baru, memperluas jaringan bisnis internasional, memperkuat rantai pasok global, hingga mendorong alih teknologi yang bakal meningkatkan daya saing industri Jatim.
Khofifah juga menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pemangku kepentingan, termasuk Bank Jatim, dalam mendukung perluasan jejaring perdagangan dan investasi Jawa Timur di pasar internasional.“Kolaborasi yang terbangun antara pemerintah, dunia usaha, dan sektor perbankan akan semakin membuka peluang ekspor, investasi, serta meningkatkan daya saing produk unggulan Jawa Timur di pasar global," tutup Khofifah.(an)
Perkuat Sinergi Antar BPD, Bank Jatim dan Bank NTT Jalin Kerja Sama Layanan Jasa Remitansi Kemitraan
SURABAYA,KORANRAKYAT.COM,- 22 Juli 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat transformasi digital dan kolaborasi strategis antar Bank Pembangunan Daerah (BPD) guna menghadirkan layanan keuangan yang semakin inklusif, efisien, dan berdaya saing. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) terkait Layanan Jasa Remitansi Kemitraan yang dilaksanakan pada Rabu (22/7). Bertempat di Kantor Pusat Bank Jatim, perjanjian Kerja Sama tersebut ditandatangani oleh Direktur Menengah, Korporasi & Kelembagaan Bank Jatim Arif Suhirman bersama Direktur Dana & Treasury Bank NTT Heru Helbianto.
Arif menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Bank Jatim dalam mengembangkan layanan transaksi internasional berbasis digital sekaligus memperkuat sinergi di antara Bank Pembangunan Daerah. ”Kolaborasi merupakan salah satu kunci dalam mendorong pertumbuhan industri perbankan yang lebih kuat dan kompetitif. Melalui kerja sama ini, Bank Jatim tidak hanya memperluas cakupan layanan remitansi, tetapi juga memperkuat peran sebagai mitra strategis bagi BPD lain dalam menghadirkan layanan keuangan yang semakin modern, aman, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat," ujar Arif.
Menurutnya, transformasi digital yang dijalankan Bank Jatim tidak hanya berfokus pada pengembangan layanan internal, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem keuangan yang terintegrasi melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh akses layanan perbankan yang lebih cepat, mudah, dan terpercaya.
Adapun ruang lingkup kerja sama ini mencakup layanan transaksi penerimaan dana oleh nasabah Bank NTT dari pengirim dana di luar negeri melalui Money Transfer Operator (MTO) yang telah bekerja sama dengan Bank Jatim. Pada tahap awal, layanan remitansi kemitraan tersebut melayani koridor Malaysia, Hong Kong, serta negara-negara lainnya yang telah memiliki kerja sama dengan Bank Jatim. "Kerja sama ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan remitansi, khususnya bagi para pekerja migran Indonesia dan keluarganya. Dengan memanfaatkan jaringan MTO yang dimiliki Bank Jatim, proses penerimaan dana dapat dilakukan secara lebih efektif, aman, dan andal melalui jaringan Bank NTT," terang Arif.
Selain menghadirkan layanan remitansi, kedua bank juga sepakat untuk melakukan pengembangan sistem teknologi informasi pada masing-masing institusi sekaligus membangun integrasi sistem guna mendukung kelancaran operasional layanan. Pengembangan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan proses transaksi berlangsung secara cepat, akurat, dan sesuai dengan standar keamanan perbankan. Dalam implementasinya, Bank Jatim akan menyiapkan jaringan koneksi untuk proses pembayaran kepada penerima dana atas sejumlah uang yang diteruskan kepada Bank NTT.
Sementara itu, Bank NTT juga akan melakukan pengembangan sistem di sisi internal agar layanan penerimaan dana dari luar negeri dapat terintegrasi secara optimal dengan sistem Bank Jatim. Melalui kerja sama ini, perseroan optimistis sinergi antar BPD akan semakin kuat dalam menghadirkan inovasi layanan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Di sisi lain, kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu mendukung peningkatan inklusi keuangan nasional, memperluas akses layanan transaksi internasional, serta memperkokoh posisi Bank Jatim sebagai salah satu BPD yang terus berinovasi melalui transformasi digital dan pengembangan ekosistem layanan perbankan yang berkelanjutan.(an)
JAKARTA,KORANRAKYAT.COM,- 2 Juli 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Bank Jatim berhasil meraih Bisnis Indonesia Award 2026 untuk kategori Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan aset di atas Rp 40 triliun. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas konsistensi Bank Jatim dalam mencatatkan kinerja yang solid, menjaga fundamental bisnis yang sehat, serta memperkuat perannya sebagai bank pembangunan daerah yang adaptif dan berdaya saing. Bertempat di Jakarta, penghargaan bergengsi Bisnis Indonesia Award 2026 diterima langsung oleh Direktur Kepatuhan Bank Jatim Umi Rodiyah pada Kamis malam (2/7).
Umi menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil dari komitmen dan kerja keras seluruh insan Bank Jatim dalam menjaga kinerja perusahaan di tengah tantangan industri perbankan yang semakin dinamis. "Penghargaan ini merupakan kehormatan sekaligus penyemangat bagi kami untuk terus memberikan kinerja terbaik. Capaian ini tidak terlepas dari dukungan para pemegang saham, nasabah, regulator, mitra kerja, serta seluruh stakeholder yang selama ini memberikan kepercayaan kepada Bank Jatim. Kepercayaan tersebut akan terus kami jawab melalui peningkatan kualitas layanan, inovasi berkelanjutan, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik," ujarnya.
Menurut Umi, penghargaan ini juga menjadi bukti bahwa strategi transformasi bisnis yang dijalankan Bank Jatim mampu menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing perseroan di industri perbankan nasional. Ke depan, Bank Jatim akan terus memperkuat transformasi digital, meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah, memperluas kolaborasi bisnis, serta mendukung berbagai program pembangunan daerah. “Kami berkomitmen untuk terus tumbuh secara sehat, berkelanjutan, dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian Jawa Timur maupun Indonesia," tambahnya.
Adapun hingga Maret 2026, total penyaluran kredit Bank Jatim secara konsolidasi mencapai Rp 109,22 triliun atau tumbuh 40,85% (YoY). Total aset perseroan juga tumbuh 38,85% YoY menjadi sebesar Rp164,07 triliun. Kemudian dari sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga (DPK) perseroan mencatatkan pertumbuhan sebesar 37,59% YoY dari Rp89,25 triliun pada kuartal I/2025 menjadi Rp122,80 triliun pada kuartal I/2026.
Selain itu, kinerja Bank Jatim bank only juga mencatatkan performa positif. Sepanjang Januari – Maret 2026, total kredit yang berhasil disalurkan mencapai Rp 65,97 miliar dan aset perseroan berada di angka Rp 101,06 triliun. Sementara untuk laba bersihnya sebesar Rp 377 miliar. ”Capaian ini merupakan hasil dari fokus perseroan dalam memperkuat fundamental bisnis. Ke depan, kami akan terus memperkuat manajemen risiko, menjaga kualitas aset, serta mengembangkan bisnis secara selektif dan berkelanjutan. Kami optimis kinerja positif ini dapat terus terjaga hingga akhir tahun,” terangnya.
Adapun Bisnis Indonesia Award merupakan penghargaan tahunan yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan terbaik di Indonesia berdasarkan berbagai indikator penilaian, antara lain kinerja keuangan, tata kelola perusahaan, inovasi, daya saing, serta kemampuan perusahaan dalam menghadapi dinamika ekonomi dan tantangan bisnis. Bagi Bank Jatim, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas kinerja perusahaan sekaligus memperkuat perannya sebagai regional champion yang mampu memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
Sejalan dengan visi perusahaan, Bank Jatim akan terus menghadirkan layanan perbankan yang inovatif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung pengembangan sektor usaha produktif, UMKM, dan pembangunan ekonomi daerah. “Dengan raihan Bisnis Indonesia Award 2026 ini, kami optimistis dapat terus mempertahankan pertumbuhan bisnis yang berkualitas, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh stakeholder,” tutup Umi.(an)
BANYUWANGI,KORANRAKYATCOM,- 2 Juli 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan perbankan yang terintegrasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan kepada ASN di Jawa Timur, Bank Jatim secara resmi telah menjalin sinergi antara Bank Jatim Kantor Pusat dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur serta Cabang Bank Jatim dengan BKD/BKPSDM/BKPP/BKPSDA se-Jawa Timur melalui Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Penandatanganan PKS tersebut dilaksanakan secara serentak di Banyuwangi pada Kamis (2/7) dan dihadiri oleh Wakil Direktur Utama Bank Jatim R. Arief Wicaksono, Direktur Ritel & Syariah Bank Jatim Tonny Prasetyo serta Kepala BKD Provinsi Jawa Timur Indah Wahyuni bersama dengan para Kepala BKD/BKPSDM/BKPP/BKPSDA se-Jawa Timur dengan disaksikan oleh Soni Sultana selaku Kepala Kantor Regional II BKN.
Arief menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis perseroan dalam memperkuat hubungan kelembagaan dengan pemerintah daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan perbankan kepada ASN secara menyeluruh. "ASN merupakan salah satu segmen utama Bank Jatim yang memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan bisnis perseroan. Melalui kerja sama ini, kami ingin membangun ekosistem layanan yang lebih terintegrasi, memberikan kemudahan akses layanan keuangan, serta menghadirkan solusi perbankan yang semakin cepat, aman, dan sesuai dengan kebutuhan ASN," ujarnya.
Arief menambahkan, pengelolaan bisnis ASN selama ini menjadi salah satu pilar utama bisnis Bank Jatim karena memberikan kontribusi signifikan terhadap penghimpunan dana murah (Current Account Saving Account/CASA) maupun penyaluran kredit konsumer. Saat ini Bank Jatim mengelola sekitar 368 ribu ASN dengan nilai payroll mencapai sekitar Rp1,5 triliun setiap bulan. Meski demikian, seiring dengan rencana implementasi kebijakan single salary oleh Pemerintah Pusat yang berpotensi mengubah pola pengelolaan penggajian ASN dan meningkatkan kompetisi antarperbankan, diperlukan penguatan kerja sama yang memiliki landasan hukum yang lebih komprehensif.
Melalui PKS tersebut, Bank Jatim dan BKD/BKPSDM/BKPP/BPKSDA Kabupaten/Kota se-Jawa Timur menyepakati berbagai ruang lingkup kerja sama. Antara lain layanan penyaluran gaji, tunjangan, dan tambahan penghasilan ASN, penyediaan fasilitas kredit, integrasi serta pemanfaatan data dasar kepegawaian ASN melalui sistem host to host secara terbatas dengan tetap memperhatikan prinsip perlindungan data pribadi, penyediaan layanan digital perbankan seperti ATM/debit, mobile banking, co-branding card, dan layanan digital lainnya.
Selain itu, kerja sama juga mencakup dukungan terhadap peningkatan kapasitas dan kompetensi ASN serta penyediaan berbagai layanan perbankan lainnya, termasuk potensi pembiayaan pendidikan dan penempatan dana. Di samping itu, menurut Tonny, integrasi layanan ini diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang semakin efektif sekaligus memperkuat ekosistem digital antara Bank Jatim dengan pemerintah daerah. “Kolaborasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas layanan kepada ASN, tetapi juga memperkuat sinergi antara Bank Jatim dengan pemerintah daerah dalam mendukung transformasi digital pelayanan publik. Melalui integrasi data berbasis sistem host to host, kami dapat menghadirkan layanan yang lebih cepat, akurat, dan tepat sasaran, termasuk pengembangan program pre-approved credit yang semakin memudahkan ASN memperoleh akses pembiayaan," jelasnya.
Adapun tujuan utama dari kerja sama tersebut adalah membangun kemitraan formal yang komprehensif, terintegrasi, serta memiliki kekuatan hukum yang seragam di seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Di sisi lain, kerja sama ini juga menjadi langkah strategis Bank Jatim dalam mengoptimalkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), menjaga kualitas portofolio kredit konsumer ASN, serta memperkuat daya saing perusahaan di tengah semakin ketatnya kompetisi industri perbankan.
Ke depan, Bank Jatim berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi strategis dengan berbagai pemerintah daerah dan institusi guna menghadirkan layanan keuangan yang inovatif, aman, dan berorientasi pada kebutuhan nasabah. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi berkelanjutan Bank Jatim dalam mendukung digitalisasi layanan publik sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pembangunan ekonomi di Jawa Timur.(an)
.










