Redaksi
JAKARTA, KORANRAKYAT.COM,-1 Desember 2025. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) tak henti – hentinya mengukir prestasi. Setelah beberapa lalu Bank Jatim sukses meraih platinum rank dalam ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025, kini Bank Jatim kembali mendapat penghargaan sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) Terbaik tahun 2025 secara nasional dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. Bertempat di Ballroom Hotel Kempinski, penghargaan diterima langsung oleh Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo dalam acara Rapat Koordinasi Pusat – Daerah (Rakorpusda) Percepatan dan Perluasan Digital Daerah (P2DD) pada hari Senin (1/12). Penghargaan ini diberikan karena Bank Jatim dinilai sangat mendukung kebijakan P2DD. Turut hadir juga Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara Kemenko Bidang Perekonomian Ferry Irawan.
Winardi menjelaskan, tidak dipungkiri, saat ini perkembangan teknologi sudah sangat pesat dan terus berkembang cepat. Melihat hal tersebut, Bank Jatim dituntut mau tidak mau harus dapat mengikuti kemajuan teknologi di bidang perbankan guna memenuhi kebutuhan pelayanan bagi masyarakat, desa, hingga pemerintah kabupaten. Sebagai bank daerah yang memiliki peran sentral dalam perekonomian Jawa Timur, Bank Jatim menyadari betul pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan kepada pemerintah daerah dan masyarakat.
”Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh nasabah, share holder, hingga stake holder. Karena atas kepercayaannya Bank Jatim dapat meraih penghargaan ini. Kami berkomitmen akan terus melakukan berbagai langkah nyata untuk percepatan implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah demi mendukung tata kelola dan pengintegrasian sistem pengelolaan keuangan daerah, mendukung pengembangan transaksi pembayaran digital di masyarakat, serta mewujudkan keuangan inklusif serta meningkatkan integrasi ekonomi dan keuangan digital nasional,” tegasnya.
Menurut Winardi, prestasi sebagai BPD terbaik merupakan tonggak penting dalam perjalanan transformasi digitalisasi Bank Jatim dan tentunya menjadi esensi atas dedikasi dan kerja keras dalam mendukung digitalisasi di daerah, khususnya Jawa Timur. Maka dari itu, lanjut Winardi, Bank Jatim akan terus konsisten untuk berinovasi menjadi mitra yang handal dalam mendukung digitalisasi daerah, salah satunya dengan menyediakan solusi perbankan digital yang inovatif dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
Adapun dukungan Bank Jatim terhadap Pemprov Jawa Timur diantaranya elektronifikasi pengelolaan anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemprov Jawa Timur, melalui layanan Cash Management System (CMS), sehingga SKPD dapat memantau aktivitas transaksi penerimaan dan pengeluaran anggaran pada rekening secara mudah, real time dan lebih akurat. Tidak hanya itu saja. Bank Jatim juga kini terus mengembangkan JConnect Mobile dengan beragam fitur. Mulai dari transfer, pembayaran berbagai tagihan termasuk pajak dan retribusi, hingga scan QRIS. ”Kami akan terus bekerja keras memperluas jangkauan layanan digital dan terus berinvestasi dalam teknologi terkini untuk memberikan nilai tambah kepada masyarakat daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Ferry Irawan juga menjelaskan, dukungan kebijakan P2DD mendorong perkembangan ekosistem digital secara signifikan, dimana hingga Semester-I 2025 terdapat 501 Pemerintah Daerah atau 91,8% telah memiliki ekosistem yang memadai, baik regulasi, kanal, kesiapan dan ketersediaan sistem, serta dukungan Bank Pembangunan Daerah. Sebagaimana Arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Satgas P2DD memetakan beberapa rencana strategis kedepan. ”Elektronifikasi terutama di sektor infrastruktur IT perbankan menjadi peluang peningkatan pelayananan masyarakat,” ungkapnya.
Rakorpusda dilaksanakan dengan mengelaborasi arahan Rakornas P2DD 2025 diantaranya peningkatan local tax ratio melalui berbagai upaya optimalisasi pendapatan seperti peningkatan literasi, insentif dan kualitas layanan publik serta perbaikan basis data tanpa meningkatkan beban masyarakat, percepatan realisasi dan peningkatan ketepatan belanja APBD, penguatan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), pengarusutamaan kebijakan Elektronifikasi Transaksi Pemda (ETPD), serta penguatan peran Bank Pembangunan Daerah (BPD).
Elaborasi juga dilakukan melalui best practice kebijakan P2DD berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi Satgas P2DD termasuk dari hasil championships P2DD 2025, serta inovasi yang dapat diaplikasi Pemda dalam memperkuat ekosistem digital dan mengefektifkan kebijakan P2DD.
Dalam agenda tersebut juga diumumkan Championship TP2DD 2025 Terbaik, Program Unggulan Terbaik kategori umum dan masing-masing tematik (Ketersediaan Layanan Sinyal/Jaringan, Peningkatan Layanan Pajak Kendaraan Bermotor, Layanan Sistem Informasi Pemerintah Daerah, Layanan Sistem Pembayaran), BPD Terbaik dalam mendukung kebijakan P2DD, dan rookie of the year. Adapun selain Bank Jatim, Provinsi Jawa Timur juga meraih penghargaan TP2DD terbaik tingkat provinsi (Jawa – Bali) dan program unggulan terbaik kategori peningkatan layanan pajak kendaraan bermotor.(an)
JAKARTA,KORANRAKYAT.COM,– Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, memimpin langsung proses penyerahan bantuan logistik untuk korban bencana di sejumlah wilayah Sumatera melalui Bandara Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (30/11/2025). Bantuan tersebut dikirim menggunakan kargo pesawat menuju daerah-daerah terdampak banjir, longsor, dan bencana hidrometeorologi lainnya.
Turut hadir dalam kegiatan itu jajaran Pimpinan DPR RI, antara lain Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa dan Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurizal. Hadir pula Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Bob Hasan serta sejumlah anggota DPR RI lainnya. Penyerahan simbolis dilakukan bersama pejabat Lanud Halim Perdanakusuma dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Pada hari ini Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menyerahkan bantuan untuk Sumatera berupa kargo pesawat yang akan disampaikan kepada saudara-saudara kita yang mengalami musibah,” ujar Dasco mewakili Pimpinan DPR RI lainnya di lokasi.
Ia menjelaskan bahwa bantuan tersebut diberangkatkan untuk tiga titik terdampak, yaitu Tapanuli Tengah (Sumatera Utara), Padang (Sumatera Barat), dan Aceh.
Menurut Dasco, pengiriman bantuan ini dilaksanakan dalam dua gelombang pada 30 November dan 1 Desember 2025. Ia menambahkan bahwa proses pengiriman akan dikawal langsung oleh Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurizal yang turut berangkat ke lokasi bencana. “Saya akan serahterimakan kepada Pak Cucun yang akan mengantarkan sampai ke lokasi. Pesawat akan berangkat sore ini ke Tapanuli Tengah terlebih dahulu,” ucapnya.
Bantuan yang dikirimkan berisi berbagai kebutuhan dasar untuk warga terdampak, seperti sarung, pembalut, pop mie, selimut, dan biskuit. Dasco berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat yang tengah dilanda musibah.
“Mudah-mudahan apa yang disampaikan oleh teman-teman dari Dewan Perwakilan Rakyat bisa bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah,” tutur Politisi Fraksi Partai Gerindra ini. Penyerahan simbolis kargo bantuan tersebut ditutup dengan doa bersama (as)
PADANG PARIAMAN,KORANRAKYAT.COM,- Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kehadirannya di Kabupaten Padang Pariaman untuk mendengar langsung kondisi masyarakat. Selain itu, Kepala Negara juga mendapatkan laporan menyeluruh dari pemerintah daerah, serta memastikan seluruh bantuan berjalan optimal.
“Alhamdulillah cuaca sudah membaik, alhamdulillah juga bantuan sudah banyak yang sampai,” ujar Presiden di hadapan para warga terdampak di posko pengungsian di Padang Pariaman, Provinsi Sumatra Barat, pada Senin, 1 Desember 2025.
Kepada para warga, Presiden memaparkan perkembangan layanan dasar yang mulai pulih memasuki masa tanggap darurat. Kepala Negara menyebut bahwa pemulihan jaringan listrik menjadi salah satu prioritas dan disertai dengan pembenahan pasokan air bersih, dan pendataan kerusakan jembatan.
“Jembatan-jembatan sedang kita hitung semua, insyaallah kita akan perbaiki semuanya. Rumah-rumah yang rusak, yang hanyut akan kita bantu,” katanya.
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa penanganan bencana juga berjalan secara paralel di berbagai wilayah lain di Sumatra yang turut terdampak, termasuk Aceh dan Sumatra Utara. “Jadi di Sumatra Utara saya juga baru dari situ, kondisi beberapa kabupaten masih sulit, masih beberapa kabupaten belum bisa tembus dari darat, tapi sudah bisa kita datangi dari udara, dari helikopter, dari pesawat. Di Aceh pun demikian, ini musibah,” lanjutnya.
Di hadapan warga, Presiden pun menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang kehilangan anggota keluarga dalam bencana tersebut. Secara tegas, Presiden menyampaikan bahwa negara tidak akan membiarkan masyarakat menghadapi masa sulit sendirian.
“Saya berdoa bapak-bapak, ibu-ibu akan tabah, tegar, percaya, kita semua satu keluarga besar, kita tidak akan membiarkan saudara-saudara sendiri memikul beban penderitaan,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Kepala Negara kembali menegaskan bahwa pemerintah bekerja sepenuhnya untuk rakyat. Presiden juga akan terus memastikan bahwa seluruh sumber daya negara dikelola dengan benar demi kesejahteraan masyarakat.
“Untuk itu marilah kita saling membantu, marilah kita bersatu, sama-sama menghadapi masa susah, dan sama-sama nanti menyongsong masa lebih baik. Terima kasih, terima kasih semuanya,” tandasnya (fsa)
ACEH TENGGARA,KORANRAKYAT.COM,- Presiden Prabowo Subianto melakukan peninjauan langsung ke lokasi Jembatan Pante Dona di Kabupaten Aceh Tenggara, pada Senin, 1 Desember 2025. Jembatan tersebut putus total akibat banjir besar yang melanda wilayah tersebut dan menyebabkan ribuan warga terisolasi, serta membuat jalur logistik terhenti total.
Sesaat setelah tiba, Presiden langsung menuju titik lokasi kerusakan untuk melihat dari dekat kondisi yang terjadi. Jembatan Pante Dona, salah satu akses utama penghubung sejumlah kecamatan di Aceh Tenggara, kini menyisakan rangka baja yang tergerus derasnya arus sungai.
Arus banjir yang melanda sejak beberapa hari lalu menyeret material jembatan hingga struktur penopangnya runtuh. Empat jembatan baja di wilayah tersebut mengalami kerusakan berat, tetapi Jembatan Pante Dona menjadi yang paling parah.
Presiden Prabowo terlihat berjalan menyusuri tepian jembatan yang rusak, memperhatikan langsung sisa-sisa konstruksi yang roboh. Suasana haru terasa ketika warga setempat menyaksikan Kepala Negara berdiri di tengah reruntuhan infrastruktur yang selama ini menjadi nadi kehidupan mereka.
Di lokasi jembatan, Presiden juga tampak berdiskusi dengan jajaran pemerintah terkait mengenai langkah percepatan pembangunan akses darurat agar mobilitas masyarakat segera pulih. Kepala Negara juga menegaskan bahwa rekonstruksi jembatan permanen akan diprioritaskan agar transportasi dan ekonomi masyarakat dapat bangkit kembali.
Usai peninjauan, Presiden menyempatkan diri menyapa dan menyalami warga yang menunggu di sekitar lokasi peninjauan. Mereka menyambut kedatangan Presiden dengan penuh haru dan rasa syukur.
Seorang warga mengungkapkan rasa terima kasih mewakili masyarakat Aceh Tenggara. “Presiden Prabowo, terima kasih sudah datang di Bumi Sepakat Segenep,” ujarnya sambil menjabat tangan Presiden.
Kehadiran Presiden secara langsung di tengah masyarakat terdampak kembali menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam dan terus bekerja cepat menghadapi dampak bencana yang terjadi.(fsa)
NUSA DUA, KORANRAKYAT.COM,-28 November 2025. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) kembali mencetak prestasi gemilang. Pada Jumat malam (28/11), pertama kalinya Bank Jatim sukses menyabet penghargaan platinum rank untuk Integrated Report 2024 dalam ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025. Bertempat di The Westin Resort Nusa Dua Bali, penghargaan tersebut diterima oleh Corporate Secretary Bank Jatim Fenty Rischana K.
Fenty mengatakan, penghargaan platinum rank ini menjadi bukti nyata komitmen Bank Jatim untuk mengelola lembaga secara berkelanjutan, memastikan tata kelola yang kuat, meningkatkan dampak sosial, serta berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Pencapaian ini juga merupakan hasil kerja keras seluruh insan Jatimers dalam penyusunan integrated report. ”Pencapaian platinum rank ini menandai peningkatan kualitas penerapan prinsip environment, social, and governance (ESG) dan pelaporan keberlanjutan Bank Jatim, yang sebelumnya secara konsisten meraih peringkat gold pada penyelenggaraan ASRRAT di tahun – tahun sebelumnya,” terangnya.
Menurut Fenty, penerapan prinsip ESG dapat membuat operasional perusahaan terus berjalan berkelanjutan dan konsisten mencetak kinerja positif. ”Keberlanjutan telah menjadi fondasi dan bagian dari perkembangan Bank Jatim dalam menjalankan seluruh aktivitas bisnis. Bank Jatim akan terus memajukan keberlanjutan melalui peningkatan transparansi pelaporan, pengukuran dampak sosial, efisiensi sumber daya, hingga transformasi layanan digital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkapnya.
Secara konsolidasi, kinerja Bank Jatim di bulan September 2025 cukup baik. Untuk nilai asset berada di Rp 125,1 triliun atau tumbuh 17,3 persen dari tahun sebelumnya. Peningkatan asset mayoritas berasal dari kontribusi asset produktif seperti peningkatan penyaluran kredit sebesar Rp 80,2 triliun atau meningkat 29% YoY dan pengelolaan dana pihak ketiga sebesar Rp 99,3 Triliun atau naik 13,5 %YoY. Nah, atas pengelolaan asset tersebut, Bank Jatim mampu membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 5,10 triliun atau meningkat 29,25% YoY. Kemudian untuk laba bersih di triwulan III ini secara konsolidasi mencatatkan angka sebesar Rp 1,14 Triliun atau tumbuh 23,5% YoY. Di sisi pengelolaan asset sendiri, Bank Jatim berhasil menghasilkan pendapatan bunga sebesar Rp7,42 Triliun dengan nilai pendapatan bunga bersih sebesar Rp5,10 Triliun atau tumbuh sebesar 29,2 % YoY.
Adapun ASRRAT 2025 ini diselenggarakan oleh National Center for Corporate Reporting (NCCR) berkerja sama dengan Institute of Certified Sustainability Practitioners (ICSP). Memasuki tahun ke-21, ASRRAT kembali memperkuat perannya sebagai platform penilaian kualitas laporan keberlanjutan terkemuka di Asia. Tahun ini, ajang tersebut diikuti oleh 82 perusahaan dan/atau organisasi, yaitu 78 dari Indonesia (termasuk 3 entitas sektor publik) serta 4 entitas dari luar negeri (Bangladesh 1 entitas, Filipina 3 entitas).
Dalam kesempatan tersebut, Chairman Board of Trustee NCCR Prof. Dr. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, S.E., M.U.P., Ph.D., menjelaskan pentingnya harmonisasi standar pelaporan keberlanjutan secara global. Pihaknya menekankan bahwa perkembangan regulasi internasional seperti IFRS S1-S2, TCFD, GRI Standards, serta ASEAN Taxonomy menuntut pengungkapan yang semakin terukur, terbandingkan, dan digunakan secara nyata oleh pemangku kepentingan. ”Perusahaan perlu menyesuaikan diri dengan tuntutan global yang semakin terukur dan dapat diperbandingkan. Selain itu, relevansi laporan keberlanjutan bagi daya saing di tingkat regional dan internasional juga penting. Dengan data yang kuat, konsisten, dan selaras dengan standar global, laporan keberlanjutan dapat menjadi alat strategis yang menunjukkan kesiapan organisasi menghadapi transisi ekonomi dan tantangan keberlanjutan,” tegasnya.
Prof. Bambang juga menyatakan bahwa ASRRAT berperan penting sebagai mekanisme penilaian independen yang mendukung peningkatan kualitas laporan dari tahun ke tahun. ASRRAT 2025 diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi, pembelajaran, dan refleksi mengenai perkembangan laporan keberlanjutan di Asia. Melalui mekanisme penilaian rating dan penyerahan feedback penilaian atas laporan keberlanjutan seperti scorecard, ASRRAT terus mendorong peningkatan kualitas laporan keberlanjutan secara konsisten dari tahun ke tahun, selaras dengan standar penilaian dan praktik keberlanjutan di tingkat global.(an)
JAKARTA, KORANRAKYAT.COM ,-20 November 2025. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan optimal kepada calon jemaah haji. Komitmen tersebut seiring dengan telah dilakukannya penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia dengan Bank Jatim Unit Usaha Syariah (UUS) tentang penyediaan dan pemanfaatan produk dan layanan jasa perbankan syariah dalam penyelenggaraan ibadah haji. Bertempat di Ruang Rapat Kementerian Haji dan Umrah RI, kegiatan penandatanganan tersebut dihadiri oleh Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Irfan Yusuf, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Jaenal Effendi, Direktur Bisnis Mikro, Ritel, dan Usaha Syariah Bank Jatim Tonny Prasetyo, dan pejabat eksekutif lainnya pada hari Kamis (20/11).
Tonny menjelaskan, ruang lingkup dari MoU yang ditandatangani itu mencakup beberapa hal. Yaitu pembukaan rekening untuk setoran biaya haji dan umrah, pengelolaan data informasi terkait pendaftaran, pembatalan, dan pelunasan Jemaah, serta penyaluran dana biaya penyelenggaraan ibadah haji. Dikatakan Tonny, penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan pembaruan kerjasama. Karena sebelumnya urusan haji dan umrah berada dibawah Kementerian Agama, namun sekarang sudah berdiri sendiri di bawah Kementerian Haji dan Umrah.
Menurutnya, penunjukan UUS Bank Jatim sebagai Bank Penerima Setoran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPS BPIH) merupakan kehormatan besar dan tanggung jawab yang akan dilaksanakan dengan penuh komitmen dan integritas oleh perseroan. Hal ini juga merupakan kesempatan bagi Bank Jatim untuk turut serta memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mendukung pelaksanaan ibadah haji bagi masyarakat Indonesia.
”Melalui kerjasama ini kami berharap dapat memberikan nilai tambah bagi para calon jamaah haji dan mendukung suksesnya pelaksanaan ibadah haji setiap tahunnya. Bank Jatim siap mendukung penuh Kementerian Haji dan Umrah dalam mewujudkan pengelolaan dana haji yang aman, transparan, dan profesional,” jelasnya.
Sementara itu, Irfan Yusuf juga mengatakan, puluhan BPS BPIH tersebut bertugas menerima setoran awal dan setoran lunas biaya dari calon jamaah haji untuk penyelenggaraan ibadah haji dan sekaligus mengelola rekening tabungan yang dibuka calon jamaah haji untuk tujuan pembayaran setoran awal BPIH reguler atau BPIH Khusus. ”Kami ingin memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh Masyarakat Indonesia yang berencana ke rumah Allah Swt. Semua berawal dari pengelolaan keuangan lewat perbankan. Nah, kegiatan usaha BPS BPIH harus berdasar prinsip syariah untuk memastikan semua transaksi dan pengelolaan dana sesuai dengan ketentuan hukum Islam,” tegasnya.
Pihaknya berharap dengan adanya kerja sama ini dapat memberikan layanan terbaik bagi jamaah haji dan memastikan pengelolaan dana yang lebih amanah sesuai prinsip syariah. Kami percaya bahwa seluruh BPS BPIH akan menjalankan tugas sebagai garda terdepan dalam menjaga, menghimpun, dan mengoptimalisasi dana haji dengan sebaik-baiknya.
Untuk mempermudah Masyarakat, khususnya generasi milenial mempersiapkan diri berangkat haji, UUS Bank Jatim memiliki produk Tabungan Haji iB Amanah yang dapat dimanfaatkan oleh kalangan anak muda. Tabungan Haji iB Amanah merupakan simpanan dalam mata uang IDR yang dikelola berdasarkan prinsip syariah dan dipergunakan sebagai sarana untuk mendapatkan kepastian porsi haji (regular) dengan sistem setoran bebas atau bulanan. Akad yang digunakan adalah Mudharabah Mutiaqah. Keunggulannya banyak. Salah satunya yaitu proses mendapatkan nomor porsi haji lebih mudah karena UUS Bank Jatim terkoneksi secara online dengan Siskohat (Sistem Informasi Komputerisasi Haji Terpadu).(an)
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo, Wakil Direktur Utama Bank Jatim R. Arief Wicaksono, dan Direktur Keuangan, Treasury & Global Services Bank Jatim RM Wahyukusumo Wisnubroto.(an)
KORANRAKYAT,KUPANG,- Gelaran Misi Dagang dan Investasi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Kupang, Nusa Tenggara Timur, telah sukses diselenggarakan pada hari Kamis (6/11). Sebagai BUMD terbesar di Jawa Timur, tentu PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus mendukung penuh program Misi Dagang tersebut. Hal ini diwujudkan dengan mengikutsertakan beberapa UMKM Binaan Bank Jatim dan sekaligus melakukan penandatanganan perjanjian dengan PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) sebagai tindak lanjut dari Kelompok Usaha Bank (KUB). Bertempat di Aston Kupang Hotel & Convention Center, kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur Johni yang hadir mewakili Gubernur NTT, Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo, Wakil Direktur Utama Bank Jatim R. Arief Wicaksono, dan Direktur Keuangan, Treasury & Global Services Bank Jatim RM Wahyukusumo Wisnubroto.
Winardi menjelaskan, misi dagang merupakan wadah untuk mempertemukan pelaku UMKM antar daerah atau provinsi dengan pembeli. Selain pertemuan pelaku usaha, gelaran ini juga menjadi gerbang pertukaran sosial budaya antar daerah. ”Kami saat ini memang terus berupaya untuk membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh pelaku UMKM. Mulai dari akses pemasaran, pembiayaan, hingga pendampingan. Bank Jatim sangat mendukung UMKM dalam mengembangkan usahanya. Nah, salah satu misi Bank Jatim pada kegiatan ini adalah membantu UMKM Binaan untuk memperluas jaringan pasar dan mendukung pemerintah dalam memperkuat jalinan perdagangan antara Provinsi Jawa Timur dan NTT,” paparnya. Terdapat 3 UMKM binaan Bank Jatim yang diikutsertakan pada gelaran tersebut. Antara lain produk kue kering dari UMKM Rumah kue Obby, produk Kerupuk rambak dari UMKM Rambak Pak Djarwo dan produk Batik dari UMKM Capem Asembagus . Produk - produk unggulan UMKM Binaan Bank Jatim ini diharapkan mampu memberikan manfaat sesuai kebutuhan masyarakat di daerah NTT.
Selain itu, sebagai tindak lanjut dari KUB, dalam kesempatan tersebut Bank Jatim juga melakukan tiga penandatanganan sekaligus dengan Bank NTT. Pertama, nota kesepahaman tentang pemanfaatan bersama produk, layanan, channel, dan kapabilitas. Kedua, perjanjian kerja sama tentang layanan prioritas. Ketiga, perjanjian tentang penggunaan jasa kustodian. ”Melalui jalinan kerja sama yang strategis ini kami yakin dapat semakin memperkuat ketahanan ekonomi, memperluas jangkauan layanan keuangan, serta membangun fondasi ekonomi yang lebih tangguh di kawasan timur Indonesia,” tuturnya.
Winardi memaparkan, salah satu ruang lingkup perjanjian kerja sama tentang layanan prioritas yaitu Bank Jatim memberikan bantuan kepada Bank NTT untuk mengembangkan layanan prioritas. Seperti tata cara pengurusan kartu ATM Prioritas ke Bank Indonesia, pendekatan ke merchant prioritas, hingga pemenuhan dokumen pelaporan ke regulator. Kemudian terkait perjanjian tentang penggunaan jasa kustodian, dalam hal ini Bank Jatim bertindak sebagai kustodian dan Bank NTT bertindak sebagai nasabah. Ruang lingkup dari perjanjian tersebut yaitu nasabah dengan ini menunjuk kustodian untuk memberikan jasa kustodian termasuk pengadministrasian harta nasabah dengan memelihara rekening efek atas nama nasabah.
Menurut Winardi, kerja sama KUB bukan hanya memperluas jaringan bisnis, tetapi juga untuk meningkatkan kapasitas pembiayaan pembangunan dan mendorong pemerataan ekonomi. ”KUB antara Bank Jatim dengan Bank NTT ini merupakan suatu upaya penguatan struktur, ketahanan, dan daya saing industri perbankan yang nantinya dapat mencapai level yang lebih efisien menuju skala ekonomi yang lebih tinggi. Sehingga ke depannya kedua belah pihak bisa menjadi Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang kompetitif di lingkup regional dan mampu memajukan pembangunan serta perekonomian di daerah masing-masing maupun skala nasional. Kerja sama seperti ini menjadi bukti bahwa antarbank daerah bisa saling memperkuat. Dengan KUB, daya saing meningkat tanpa kehilangan identitas lokal,” tegasnya.
Melihat aksi korporasi tersebut, Khofifah juga menegaskan bahwa kemitraan antara Bank Jatim dan Bank NTT bukan sekadar kerja sama administratif, melainkan wujud nyata sinergi kelembagaan antarbank pembangunan daerah (BPD) yang telah melalui pengawasan dan regulasi ketat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). ”Langkah ini merupakan bagian dari komitmen besar Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat ekosistem ekonomi regional melalui kolaborasi antarbank daerah,” ungkapnya.
Adapun gelaran misi dagang ini kembali sukses mencatatkan hasil yang membanggakan. Dalam satu hari pertemuan, pelaku usaha dari kedua daerah berhasil menorehkan nilai transaksi hingga Rp1,882 triliun. Capaian ini menjadi yang tertinggi dari total 46 kali pelaksanaan misi dagang Jatim di berbagai provinsi. ”Kekuatan hubungan ekonomi ini tidak lepas dari harmonisasi sosial, kedekatan budaya, dan tingginya aktivitas pelaku usaha Jatim di NTT. Artinya, kekuatan ekonomi antara Jawa Timur dan NTT ini luar biasa. Banyak pelaku usaha dari Lamongan, Madura, hingga Banyuwangi yang aktif di sini, terutama di sektor kuliner. Ini bukti simbiosis antara penjual dan pembeli,” kata Khofifah.
Menurutnya, keberhasilan misi dagang di NTT ini menjadi bukti kuatnya konektivitas ekonomi antarwilayah. Misi dagang ini bukan sekadar ajang transaksi dagang, melainkan ruang memperkuat sinergi dan jejaring lintas daerah. Ragam komoditas yang diperdagangkan mencakup sektor pangan, peternakan, perikanan, pertanian, logistik, hingga peralatan industri dan material konstruksi.(an)
JAKARTA, KORANRAKYATCOM,-7 November 2025. Komitmen PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) dalam menghadirkan transformasi dan inovasi produk perbankan kembali mendapat apresiasi. Bank Jatim telah sukses menyabet penghargaan dari Tv One untuk kategori Innovation for Product Transformation: “Inovasi Pengembangan UMKM dan Akses Pembiayaan” dalam ajang Inovasi Membangun Negeri 2025. Bertempat di Rasuna Epicentrum Studio Jakarta, penghargaan tersebut diserahkan oleh Direktur Business Marketing & Programming TVOne Maria Goretti Limi dan diterima langsung oleh Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo pada Jumat malam (7/11).
Winardi menuturkan, pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen Bank Jatim dalam memperkuat peranannya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui inovasi digital yang mempermudah akses keuangan bagi pelaku UMKM. Bank Jatim secara konsisten terus mengembangkan berbagai produk dan layanan digital demi memperluas inklusi keuangan di Jawa Timur. Hal tersebut tentu sejalan dengan visi BJTM untuk menjadi bank regional yang berdaya saing tinggi dan berkontribusi nyata terhadap kemajuan ekonomi masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih kepada Tv One atas penghargaan ini. Semua ini kami dedikasikan untuk seluruh nasabah dan masyarakat Jawa Timur yang terus memberikan kepercayaan kepada Bank Jatim. Kami akan terus berinovasi agar layanan kami semakin relevan dengan kebutuhan zaman, terutama dalam mendukung UMKM agar naik kelas melalui kemudahan akses pembiayaan dan pembayaran digital,” ujarnya.
Menurut Winardi, Bank Jatim tidak hanya berhenti pada pemberian pembiayaan, tetapi juga memberikan dukungan berupa akses pasar melalui kemitraan dengan berbagai pihak, baik di tingkat lokal maupun internasional. Kemitraan ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memperluas pasar mereka dan meningkatkan daya saing produk-produk lokal. “Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan komunitas bisnis untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi perkembangan UMKM. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional sekaligus membuka peluang baru bagi pelaku usaha kecil di seluruh Indonesia,” terangnya.
Selain Bank Jatim, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga turut memperoleh penghargaan untuk kategori Innovation Public Services: “Inovasi Transportasi Publik Keberlanjutan” yang diterima oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Kedua penghargaan tersebut mencerminkan kolaborasi kuat antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Bank Jatim dalam menghadirkan berbagai program inovatif yang mendukung kemajuan daerah, terutama di bidang pelayanan publik dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Direktur Utama tvOne Taufan E.N Rotorasiko juga menegaskan, ajang Inovasi Membangun Negeri 2025 ini merupakan bentuk apresiasi terhadap lembaga, institusi, dan pemerintah daerah yang berhasil menghadirkan inovasi di berbagai sektor untuk mendukung kemajuan bangsa. Melalui riset dan verifikasi yang telah dilakukan bersama tim Ahli Universitas Bakrie, dewan juri menyeleksi inovasi-inovasi terbaik. Yang telah terbukti memberikan kontribusi yang nyata dalam pembangunan bangsa.
“Setiap penghargaan yang diberikan merupakan bentuk komitmen Tv One untuk bisa mendorong inovasi-inovasi baru agar terus lahir dan berkembang menjadi inovasi yang relevan, berdampak, dan menginspirasi. Bagi kami di Tv One, inovasi bukan hanya soal ide baru, tapi tentang keberanian untuk berbuat berbeda demi perubahan yang lebih baik. Setiap penghargaan yang diberikan benar-benar lahir dari kontribusi nyata bagi masyarakat," tutupnya.(an)
MALANG, KORANRAKYAT.COM, 5 November 2025. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus mencetak prestasi gemilang. Yang terbaru, Bank Jatim secara resmi telah menerima Anugerah Program Bisnis Terpuji kategori Peningkatan Pembiayaan Usaha Berkelanjutan dalam ajang detikJatim Awards 2025. Penghargaan ini diberikan atas kinerja positif Bank Jatim dalam mendorong pembiayaan yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Bertempat di Grand Mercure Malang, penghargaan tersebut diterima oleh Direktur Bisnis Menengah, Korporasi & Jaringan Bank Jatim Arif Suhirman pada Rabu malam (5/11).
Arif mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Detik.com atas penghargaan yang telah diberikan untuk Bank Jatim. “Ini semua berkat kerja keras dari seluruh Jatimers. Dengan penghargaan yang telah diberikan ini akan semakin memacu semangat kami untuk terus berkomitmen mendorong perekonomian Jawa Timur yang merupakan gerbang baru nusantara dari segala aspek," imbuhnya.
Menurut Arif, penghargaan dari Detik.com tersebut merupakan bentuk pengakuan atas komitmen Bank Jatim dalam menghadirkan inovasi keuangan yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat. “Kami akan terus berupaya mendorong pembiayaan proyek-proyek hijau dan sosial yang berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan. Penghargaan ini semakin menegaskan posisi Bank Jatim sebagai bank nasional yang tidak hanya fokus pada kinerja finansial, tetapi juga berkomitmen kuat dalam memperkuat ekosistem keuangan hijau dan mempercepat transisi menuju ekonomi berkelanjutan di Indonesia,” terangnya.
Adapun sepanjang tahun 2024, penyaluran dana untuk sektor ekonomi hijau tercatat melonjak hampir empat kali lipat, dari Rp 1,3 triliun pada tahun 2023 menjadi Rp 5,6 triliun. Lonjakan ini menjadi bukti nyata komitmen Bank Jatim dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Peningkatan pembiayaan tersebut disalurkan ke berbagai sektor strategis yang memiliki dampak positif terhadap lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Dari total penyaluran dana, sektor efisiensi energi menjadi penerima terbesar dengan nilai mencapai Rp 2,4 triliun. Sementara itu, sektor pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan berkelanjutan menyerap lebih dari Rp 2 triliun. Adapun sektor pengelolaan air dan air limbah berkelanjutan memperoleh pembiayaan sebesar Rp 557,4 miliar.
Pimpinan Redaksi Detik.com Alfito Deanova Gintings menuturkan, ajang ini menjadi bentuk apresiasi bagi individu, komunitas, instansi pemerintahan, BUMD, hingga perusahaan swasta yang terus berkontribusi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Seleksi para penerima anugerah dilakukan melalui serangkaian tahapan ketat oleh dewan redaksi detikcom dan detikJatim. Ada enam anugerah utama yang diberikan, yaitu Anugerah Program Inovasi Pembangunan Terpuji, Anugerah Program Ekonomi Terpuji, Anugerah Program Bisnis Terpuji, Anugerah Komunitas Penggerak Terdepan, Anugerah Figur Akselerator Kemajuan, serta Anugerah Adiluhung, yang diberikan kepada sosok paripurna di bidangnya dan memberikan kebermanfaatan besar bagi masyarakat.(an)
SURABAYA, KORANRAKYAT.COM, 4 November 2025. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Timur sukses menggelar workshop dalam ajang Indonesia Islamic Finance Summit (IIFS) 2025. Tema yang diangkat dalam workshop kali ini bertajuk Sinergi Perbankan Syariah dalam Rangka Perluasan Akses Layanan Perbankan Syariah. Bertempat di Kantor Pusat Bank Jatim, kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo, seluruh direksi, dewan komisaris, dan dewan pengawas syariah Bank Jatim serta pejabat eksekutif lainnya.
Dian menjelaskan, di era seperti saat ini penting sekali untuk melakukan inovasi dan perluasan akses keuangan syariah bagi seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, kesadaran publik terhadap nilai-nilai ekonomi berbasis syariah terus meningkat, namun masih dibutuhkan langkah-langkah nyata untuk memperluas pemahaman dan penggunaan produk keuangan syariah secara lebih merata. ”Permintaan terhadap layanan keuangan syariah terus tumbuh. Maka penting bagi kita untuk meresponsnya melalui inovasi, efisiensi produk, serta integrasi ekosistem. Inovasi keuangan syariah harus mampu menggabungkan nilai ekonomi dan sosial agar memberikan keberkahan bagi masyarakat,” ujar Mahendra.
Dian memaparkan, industri keuangan syariah nasional mencatat pertumbuhan yang menggembirakan. Hingga Agustus 2025, total agregasi aset industri keuangan syariah nasional telah mencapai Rp3.030 triliun, atau tumbuh 11,4 persen dari total aset industri keuangan nasional. ”Pertumbuhan aset keuangan syariah menunjukkan peningkatan yang signifikan. Aset perbankan syariah nasional saat ini mencapai Rp975,94 triliun dengan pangsa pasar 7,44 persen, sementara pasar modal syariah mencapai Rp1.832,3 triliun dengan pangsa pasar 19,92 persen. Ini adalah pencapaian penting yang menunjukkan daya tahan dan prospek besar keuangan syariah di Indonesia,” ungkap Dian.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi lintas sektor, terutama antara regulator, lembaga keuangan, akademisi, dan pemerintah daerah dalam memperkuat inklusi dan literasi keuangan syariah di berbagai wilayah. Dian juga menyoroti Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan ekosistem keuangan syariah paling aktif di Indonesia. Menurutnya, dukungan dari ribuan pesantren, jutaan santri, serta pelaku UMKM halal menjadi kekuatan besar dalam mendorong ekonomi berbasis syariah. ”Pertumbuhan ekonomi syariah di Jawa Timur sangat kuat karena didukung oleh pondasi sosial dan pendidikan yang mapan. Tahun ini, Jawa Timur berhasil meraih 10 penghargaan Anugerah Adinata Syariah 2025, yang menunjukkan kontribusi besar daerah ini terhadap penguatan kesejahteraan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Dian.
Winardi juga mengatakan, penyelenggaraan IIFS 2025 memiliki makna yang sangat penting. Karena menjadi wadah untuk memperkuat sinergi, kolaborasi, serta inovasi di sektor keuangan syariah. Pihaknya meyakini bahwa ekonomi dan keuangan syariah memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat pembangunan ekonomi daerah yang terus digalakkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Momentum kegiatan ini semakin istimewa karena juga sekaligus dilaksanakan seminar tematik yang menghadirkan para narasumber dengan topik-topik menarik dan seremonial penandatanganan beberapa kerja sama strategis. Pertama, penandatanganan kerja sama layanan keuangan dengan Rumah Sakit Aisyah Bojonegoro sebagai wujud dukungan perbankan syariah terhadap penguatan sektor kesehatan berbasis nilai-nilai islami. Kedua, penandatanganan kerjasama layanan keuangan syariah dengan Pondok Pesantren Lirboyo Kediri sebagai langkah nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Ketiga, Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) dengan Rumah Wakaf Indonesia dan Gerakan Wakaf Indonesia yang diharapkan dapat memperkuat gerakan sosial ekonomi berbasis wakaf sebagai instrumen pembangunan berkelanjutan.
CWLD sendiri merupakan sebuah instrumen inovatif dari perbankan syariah yang menggabungkan fungsi investasi dan sosial. CWLD memungkinkan nasabah berinvestasi dalam deposito, lalu keuntungan dari bagi hasilnya secara otomatis disalurkan sebagai wakaf uang untuk program sosial yang bermanfaat. Contohnya, PKS yang telah dilakukan dengan Rumah Wakaf Indonesia. Nantinya dana wakaf yang terkumpul melalui CWLD itu akan digunakan untuk bantuan modal usaha bagi para pelaku usaha enterpreneur kopi di wilayah Kota Surabaya. Kemudian, PKS dengan Gerakan Wakaf Indonesia untuk program budidaya pisang cavendish. ”Kami meyakini bahwa kolaborasi-kolaborasi ini tidak hanya akan memperluas ekosistem keuangan syariah, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat Jawa Timur dan Indonesia pada umumnya,” tegasnya.
Sebagai Bank Pembangunan Daerah, Bank Jatim berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dan OJK dalam memperluas akses serta memperkuat ekosistem keuangan syariah. ”Kami percaya, sinergi antara regulator, pelaku industri, Pemerintah Daerah, dan masyarakat akan menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi besar Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia. Melalui forum ini, kami berharap akan lahir berbagai gagasan, kolaborasi, dan inovasi yang dapat mempercepat transformasi dan penguatan industri keuangan syariah nasional, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas, khususnya di Jawa Timur,” terang Winardi.
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak juga menyatakan bahwa Bank Jatim harus punya level of commitment yang tinggi untuk mengembangan produk syariah yang ada di Unit Usaha Syariah Bank Jatim. ”IIFS ini adalah satu bukti, satu momentum untuk meneguhkan komitmen Bank Jatim yang turut mengembangkan fungsinya yang harus maju, harus all out karena potensi ekonomi syariah masih sangat besar. Upaya mendorong inklusi syariah ini sebenarnya bukan hanya khusus terjadi di Jatim saja, tapi seluruh Indonesia. Melihat pemaparan data OJK, sebenarnya ada growth yang baik (perbankan syariah), tapi memang ruangnya masih besar, nah ruang yang besar itu artinya masih bisa dioptimalkan,” tutupnya.(an)
.










