Redaksi
JAKARTA, KORANRAKYAT.COM,-22 Mei 2026. Bank Jatim kembali menorehkan prestasi membanggakan. Pada Jumat malam (22/5), Bank Jatim sukses meraih penghargaan untuk kategori Digital Innovation in Business Transformation dalam ajang Digital Innovation Award 2026 yang diselenggarakan oleh iNews Media. Bertempat di iNews Tower Jakarta, penghargaan diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Indonesia Yusril Ihza Mahendra dan diterima langsung oleh Direktur Teknologi Informasi, Digital & Operasi Bank Jatim Wiweko Probojakti.
Wiweko atau yang akrab disapa Dodit menjelaskan, penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen Bank Jatim dalam menjalankan transformasi bisnis berbasis digital secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu bank pembangunan daerah terdepan dalam inovasi layanan keuangan digital.
Dalam kesempatan tersebut, Dodit juga menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diterima. Menurutnya, pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan Jatimers dalam menghadirkan transformasi layanan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan nasabah melalui JConnect. “Penghargaan ini tentu akan menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan inovasi digital yang mampu memberikan kemudahan, kecepatan, dan kenyamanan bagi masyarakat. Transformasi bisnis yang dilakukan Bank Jatim tidak hanya berfokus pada penguatan teknologi, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan dan pengalaman nasabah,” ujarnya.
Dodit menerangkan, penghargaan ini diberikan karena Bank Jatim dinilai memiliki progress yang sangat pesat dalam pengembangan ekosistem digital melalui JConnect Mobile. Perseroan dinilai berhasil menghadirkan inovasi yang mampu memperkuat digitalisasi layanan keuangan melalui platform perbankan modern yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan transaksi finansial dalam satu kanal digital.
Pertumbuhan pengguna JConnect juga menjadi salah satu indikator akselerasi digital Bank Jatim. Sepanjang tahun 2025, pengguna JConnect Mobile sukses mencapai 993.972 user atau tumbuh 22,40% (YoY). Sementara untuk total transaksinya berada di angka Rp 65,77 triliun, naik 29,55% (YoY).
Selanjutnya, user JConnect IB Corporate berada di angka11.199 atau naik 14,79% (YoY) dengan jumlah transaksi sebesar Rp 23,36 triliun. Kemudian, QRIS Bank Jatim sendiri sudah mencapai 203.725 user dengan nilai transaksi sebesar Rp 3,94 triliun atau tumbuh 47,25% (YoY). “Pada awal Mei lalu, Bank Jatim juga telah sukses melaunching JConnect versi terbaru. Sehingga dengan begitu kami targetkan hingga akhir tahun 2026, pengguna JConnect bisa tembus di angka 2 juta,” tutur Dodit.
Adapun JConnect versi terbaru menghadirkan 36 fasilitas unggulan yang disusun berdasarkan kebutuhan nasabah atau voice of customer. Di antaranya, kemudahan mengganti password tanpa harus datang ke kantor cabang hingga penggunaan sistem login berbasis biometrik yang lebih praktis dan aman. Selain itu, layanan top up kartu uang elektronik kini sudah terintegrasi dalam aplikasi.
“Sehingga kini JConnect bukan lagi sekadar aplikasi mobile banking untuk transfer dan pembayaran. Tetapi telah berkembang menjadi platform finansial yang dapat digunakan nasabah untuk kebutuhan harian, mulai dari transaksi, pembayaran tagihan, hingga pengelolaan keuangan secara lebih praktis dalam satu aplikasi,”terangnya.
Selain itu, lanjut Dodit, melalui JConnect, Bank Jatim juga berhasil memperluas target pasar ke sektor usaha mikro & menengah serta korporasi. Berbagai fitur di JConnect mampu mempermudah akses modal, mengelola keuangan, dan mengukuhkan Bank Jatim sebagai mitra digital untuk ekosistem bisnis.
“Digitalisasi tetap menjadi fokus utama perseroan dalam memperluas akses layanan perbankan. Sebab kami percaya digitalisasi adalah kunci untuk menghadirkan layanan keuangan yang lebih inklusif dan mudah dijangkau. Ke depan, Bank Jatim akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendukung ekosistem ekonomi digital di Jawa Timur maupun nasional," jelasnya.
Sementara itu, ajang Digital Innovation Award 2026 merupakan bentuk apresiasi kepada perusahaan dan institusi yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi teknologi dan transformasi digital yang berdampak positif terhadap perkembangan bisnis dan masyarakat. Acara bergengsi tersebut diikuti berbagai perusahaan dari beragam sektor industri.(an)
SURABAYA,KORANRAKYAT.COM, 21 Mei 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Tahunan 2026 bersama seluruh anggota Kelompok Usaha Bank (KUB) pada tanggal 20 dan 21 Mei 2026. Bertempat di Jakarta, kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Gubernur NTT dan perwakilan Kepala Daerah seluruh Anggota KUB Bank Jatim, Kepala OJK Perwakilan masing masing Anggota KUB Bank Jatim, seluruh jajaran Komisaris Bank Jatim, Direksi Bank Jatim, dan seluruh pimpinan anggota KUB. Seperti diketahui bersama, anggota KUB Bank Jatim terdiri dari Bank NTB Syariah, Bank Lampung, Bank Sultra, Bank NTT, dan Bank Banten. Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi, kolaborasi, dan transformasi bisnis antar bank daerah guna menghadapi tantangan industri perbankan yang semakin dinamis.
Rapat Kerja Tahunan 2026 KUB Bank Jatim ini juga menghadirkan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Yaitu Direktur Utama LPPI Heru Kristiyana (Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan periode 2017–2022), Deputi Komisioner Pengawas Bank Pemerintah, Syariah dan Perbankan Daerah OJK Defri Andri, Direktur Utama Bank Mandiri Periode 2020-2025 Darmawan Junaedi, Direktur Manajemen Risiko Pertamina Ahmad Siddik Badrudin, Chief Economist The Indonesia Intelligence Economics Sunarsip, serta Direktur Keuangan Semen Indonesia Group Sigit Prastowo.
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menjelaskan, forum ini membahas berbagai strategi penguatan bisnis, percepatan transformasi digital, peningkatan tata kelola perusahaan, serta pengembangan ekosistem layanan keuangan yang terintegrasi. Penyelenggaraan Rakerta 2026 juga merupakan bentuk komitmen bersama dalam memperkuat posisi KUB Bank Jatim sebagai salah satu kekuatan utama perbankan daerah di Indonesia. ”Melalui rapat kerja tahunan ini, seluruh anggota KUB Bank Jatim berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi bisnis, meningkatkan daya saing, serta mendorong inovasi layanan keuangan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi,” ujarnya.
Dalam agenda tersebut, Bank Jatim juga menegaskan fokus strategi tahun 2026 yang meliputi penguatan fundamental bisnis, percepatan digitalisasi layanan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta optimalisasi potensi ekonomi daerah melalui kolaborasi antar anggota KUB.
Selain itu, forum ini turut menjadi wadah evaluasi kinerja tahun sebelumnya sekaligus penyusunan langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di seluruh jaringan KUB Bank Jatim. Beberapa agenda penting yang dibahas mencakup penguatan infrastruktur teknologi informasi, peningkatan operasional, hingga pengembangan layanan digital terintegrasi.
”Skema KUB antara Bank Jatim dan seluruh anggota tidak hanya penting dalam memperkuat struktur permodalan bank daerah, tetapi juga membuka ruang transformasi kelembagaan dan peningkatan daya saing BPD di era digital. Sehingga kami optimis sinergi yang terjalin melalui KUB akan mampu memperluas akses layanan keuangan, memperkuat daya tahan industri perbankan daerah, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi. Keberhasilan penyelenggaraan Rapat Kerja Tahunan 2026 bersama KUB ini sekaligus menjadi bukti komitmen Bank Jatim dalam menjaga konsistensi transformasi bisnis dan memperkuat langkah menuju visi menjadi BPD nomor satu di Indonesia,” tegas Winardi.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak juga menyoroti pentingnya penguatan Kelompok Usaha Bank (KUB) sebagai strategi transformasi bersama bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD) agar tetap kompetitif di tengah dinamika industri perbankan global. Pihaknya berharap KUB Bank Jatim bisa menjadi role model penguatan sektor perbankan yang ada di Indonesia melalui kinerja positif bersama dengan seluruh anggota KUB lainnya. “Saya yakin KUB Bank Jatim dapat menjadi role model nasional, menghadirkan kolaborasi yang sehat dan produktif, memperkuat konektivitas ekonomi Indonesia Timur, serta memberikan multiplier effect bagi pembangunan daerah,” terangnya.
Menurutnya, KUB harus dipandang bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan strategi transformasi untuk memperkuat daya saing dan akselerasi ekonomi daerah. KUB ini menjadi sebuah bentuk hal baik kebersamaan antar Gubernur yang mendukung program nasional dalam program perbankan dengan semangat kolaborasi mewujudkan bank pembangunan daerah yang sehat, baik secara tata kelola maupun menggerakkan daya saing antar daerah bersama-sama. "Rapat Kerja Bersama ini momentum penting yang menghadirkan OJK, BPD maupun masing masing Pemprov yang menjadi bagian KUB untuk membangun kolaborasi dan sinergi menggerakkan daya saing daerah secara bersama sama," jelasnya.
Lebih lanjut, Emil mengapresiasi kinerja Bank Jatim yang dinilai solid dan resilien sepanjang Tahun Buku 2025. Emil memandang bahwa KUB tidak berhenti pada pembentukan struktur, tetapi harus menghasilkan strategi nyata yang menciptakan Shared Growth, penguatan kapasitas dan value cretion bersama. "KUB bisa menjadi jawabaan penguatan perbankan dan menjawab tantangan hari ini untuk menguatkan strategic aliance," jelasnya.
Emil menerangkan, pertumbuhan aset, kredit, dana pihak ketiga, hingga laba menunjukkan fondasi yang kuat bagi akselerasi bisnis ke depan. Di sisi transformasi digital, Bank Jatim juga mencatat capaian positif dengan lebih dari 993 ribu pengguna aplikasi JConnect, nilai transaksi digital mencapai Rp65,77 triliun, serta peningkatan transaksi QRIS sebesar 60,76 persen secara year on year.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi industri perbankan saat ini semakin kompleks, mulai dari perlambatan ekonomi global, kompetisi dengan fintech dan platform digital, disrupsi teknologi, perubahan perilaku nasabah, hingga risiko siber. “Dalam situasi ini, BPD tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan penguatan skala, kolaborasi, dan sinergi agar tetap relevan dan kompetitif. Kami berpesan agar seluruh kemitraan dalam KUB berkomitmen bersama terutama pada penyamaan arah seluruh anggota KUB, penguatan implementasi sinergi strategis, transformasi berkelanjutan dan kolaboratif hingga optimisme terhadap masa depan KUB Bank Jatim.
Deputi Komisioner Pengawas Bank Pemerintah, Syariah dan Perbankan Daerah OJK Defri Andri mengatakan, rapat kerja tahunan 2026 KUB Bank Jatim ini bertujuan untuk menjembatani berbagai kepentingan di lingkungan Perbankan. Menurutnya, BPD masih memiliki ketahanan yang solid untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi saat ini.
Defri menyebut ketahanan itu tercermin dari tingkat permodalan alias capital adequacy ratio (CAR) BPD yang tercatat di level 26,19%. Lebih tinggi dibandingkan rata-rata CAR industri sebesar 25,09%. Sehingga dengan pembentukan KUB, lanjutnya, permodalan BPD akan semakin terjaga. Pasalnya, BPD yang sudah lebih dulu solid bisnisnya jadi bisa mendukung permodalan BPD yang masih berkembang. "Sinergi bisnis yang dibangun di dalam KUB diharapkan tidak hanya terbatas pada aktivitas perbankan. Namun juga mendorong sinergi ekonomi antar daerah,” ungkapnya.(an)
SURABAYA,KORANRAKYAT.COM,- 19 Mei 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menunjukkan komitmen kuat terhadap kinerja dan prospek perseroan melalui aksi borong saham. Aksi tersebut juga sebagai bentuk nyata sense of belonging serta keyakinan manajemen terhadap fundamental dan prospek bisnis Bank Jatim ke depan.
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo tercatat telah melakukan pembelian saham sebanyak 500.000 lembar saham. Lalu disusul oleh Wakil Direktur Utama Bank Jatim R. Arief Wicaksono yang juga menambah kepemilikan sahamnya sebanyak 860.000 lembar saham. Sehingga total kepemilikannya kini menjadi 2.718.600 lembar saham. Direktur Menengah, Korporasi, dan Kelembagaan Bank Jatim Arif Suhirman juga menambah kepemilikan sebanyak 1.687.500 lembar saham yang terdiri dari pembelian 847.500 saham pada harga Rp 590 dan 840.000 saham pada harga Rp 585. Dengan demikian, total kepemilikan sahamnya menjadi 5.335.000 lembar saham.
Selanjutnya, Direktur Kepatuhan Bank Jatim Umi Rodiyah juga membeli saham sebanyak 1.032.000 lembar saham pada harga Rp 580. Sehingga kini total kepemilikan menjadi 2.170.300 lembar saham. Sementara itu, Direktur TI, Digital, dan Operasi Bank Jatim Wiweko Probojakti membeli 110.000 saham pada harga Rp 580 dan Direktur Ritel & Syariah Bank Jatim Tonny Prasetyo juga melakukan pembelian sebanyak 103.000 lembar saham pada harga Rp 580.
Winardi menjelaskan, aksi pembelian saham oleh jajaran direksi tersebut mencerminkan optimisme manajemen terhadap pertumbuhan bisnis perseroan yang berkelanjutan. Selain itu, langkah ini juga menjadi sinyal positif kepada investor bahwa manajemen memiliki keyakinan kuat terhadap kinerja, tata kelola perusahaan yang baik, serta potensi peningkatan nilai perusahaan dalam jangka panjang. “Sebagai bank pembangunan daerah yang terus bertumbuh dan bertransformasi, Bank Jatim berkomitmen akan terus memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan layanan kepada nasabah, serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan,” tutupnya.(an)
SURABAYA, KORANRAKYAT.COM,-6 Mei 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025. Acara tersebut dihelat di Ruang Bromo, Bank Jatim Kantor Pusat Surabaya pada hari Rabu (6/5). Hadir langsung dalam RUPS tersebut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai pemegang saham pengendali beserta seluruh dewan komisaris, dewan pengawas syariah, dan direksi Bank Jatim.
Agenda RUPS Tahunan Tahun Buku 2025 terdiri dari:
Persetujuan Laporan Tahunan Perseroan Mengenai Keadaan dan Jalannya Perseroan Selama Tahun Buku 2025. Termasuk Laporan Pelaksanaan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Selama Tahun Buku 2025 dan Pengesahan Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2025;
Penetapan Penggunaan Laba Bersih Perseroan Tahun Buku 2025. Termasuk Pemberian Bonus Bagi Pegawai Serta Tantiem Untuk Direksi Dan Dewan Komisaris;
Pemberian Kuasa Kepada Dewan Komisaris Untuk Menunjuk Kantor Akuntan Publik Dalam Mengaudit Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2026;
Pelaporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan 1 PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk Tahap 1 Tahun 2025;
Persetujuan Pengkinian Recovery Plan;
Perubahan Nomenklatur Struktur Organisasi & Susunan Pengurus Perseroan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi atas kinerja Bank Jatim yang tumbuh impresif di Tahun Buku 2025. Capaian Bank Jatim ini mampu menunjukkan fungsi intermediasi yang berjalan baik sekaligus mampu menjaga keseimbangan antara ekspansi dan kualitas. "Kinerja keuangan Bank Jatim sepanjang tahun 2025 menunjukkan capaian yang patut diapresiasi, tercermin dari pertumbuhan aset, peningkatan penyaluran kredit, serta penguatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang menunjukkan kemampuan dalam menjaga momentum pertumbuhan secara konsisten," katanya.
Khofifah memberikan arahan strategis untuk Bank Jatim agar memperkuat posisi sebagai regional champion, mengoptimalkan KUB melalui sinergi bisnis, penguatan ekosistem pada masing-masing daerah serta optimalisasi potensi produk syariah, mempercepat transformasi digital, meningkatkan pembiayaan sektor produktif khususnya UMKM, serta memperkuat tata kelola dan manajemen risiko. "Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan Bank Jatim tidak hanya tumbuh secara kinerja, tetapi juga semakin kuat dalam memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian daerah," tegasnya.
Menurutnya, momentum RUPS harus menjadi penguatan komitmen untuk terus berinovasi, menjaga kepercayaan, dan menghadirkan kinerja yang berkelanjutan. Oleh sebab itu ia mengajak seluruh jajaran Komisaris, Direksi, dan seluruh insan Bank Jatim untuk terus melangkah dengan semangat kolaboratif dan penuh integritas, dalam membangun institusi yang semakin kuat dan membanggakan. ”Dengan sinergi yang solid, kita optimis Bank Jatim akan semakin berperan sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi daerah, menuju Jawa Timur yang semakin maju, berdaya saing, dan berkeadilan," jelasnya.
Gubernur Khofifah juga menyampaikan Bank Jatim bukan sekadar lembaga intermediasi, tetapi merupakan motor penggerak ekonomi daerah yang memiliki peran langsung dalam mengalirkan likuiditas, memperkuat sektor riil, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. ”Kita memahami bahwa Jawa Timur saat ini menjadi salah satu penopang utama ekonomi nasional. Peran Bank Jatim menjadi semakin krusial, sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam memastikan kebijakan pembangunan dapat terhubung secara nyata dengan aktivitas ekonomi masyarakat," jelasnya.
Lebih dari itu, Bank Jatim juga memiliki peran penting sebagai penghubung antara kekuatan fiskal daerah dengan sektor riil. Artinya, bagaimana program-program pemerintah dapat diterjemahkan menjadi aktivitas ekonomi yang produktif melalui dukungan pembiayaan yang tepat sasaran. Ke depan, peran strategis Bank Jatim,perlu terus diperkuat dengan digital mindset, bukan sekadar digitalisasi layanan, tetapi transformasi menyeluruh dalam cara berpikir, cara bekerja, dan cara mengambil keputusan yang lebih adaptif terhadap dinamika zaman. "Bank Jatim memiliki posisi yang sangat strategis, tidak hanya dalam konteks perbankan daerah, tetapi juga dalam mendukung arsitektur ekonomi nasional. Hal ini tercermin dari jumlah anggota KUB. Bank Jatim menaungi 5 anggota Bank KUB diantaranya NTB Syariah, NTT, Sulawesi Tenggara, Lampung dan Banten. Ini merupakan yang terbanyak diantara BPD lainnya yang menjadi induk KUB," sebutnya.
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo juga menjelaskan, menutup tahun 2025 di tengah dinamisnya kondisi ekonomi di berbagai level, manajemen mengimplementasikan beberapa strategi untuk menjaga performa bisnis dan keuangan Bank Jatim. Antara lain keseimbangan dalam pengelolaan Dana Pihak Ketiga dengan memperbesar rasio dana murah dan juga penerbitan obligasi untuk mendukung portofolio stable fund Bank, penyaluran pinjaman yang lebih selektif pada sektor yang prospektif, disiplin pengaturan untuk pos pendapatan dan beban melalui efisiensi dan peningkatan transaksi digital untuk meningkatkan pendapatan non bunga, serta pengendalian kualitas aset agar sesuai dengan risk appetite. ”Kemudian untuk mendukung visi menjadi BPD Nomor 1 Di Indonesia, manajemen kembali melanjutkan journey transformasi melalui 5 pilar utama yaitu aspek tata kelola & manajemen risiko, optimalisasi bisnis berbasis ekosistem, peningkatan kompetensi manpower sebagai asset utama, kekuatan teknologi informasi dan digitalisasi proses bisnis, dan optimalisasi sinergi bisnis untuk KUB,” terangnya.
Winardi juga menegaskan, perseroan terus berupaya untuk dapat menjadi BUMD yang terbaik, profesional, dan mampu menjadi salah satu motor penggerak ekonomi terutama di wilayah regional Jawa Timur, baik melalui aspek operasional bisnis sehari-hari maupun melalui pendistribusian atas perolehan laba Perseroan dalam bentuk deviden.
Atas beberapa hal yang telah Manajemen terapkan dengan didukung oleh produktifitas team yang solid termasuk melalui kolaborasi konsolidasi bersama 4 Bank Pembangunan Daerah yang tergabung dalam KUB, kinerja keuangan konsolidasi perseroan tahun 2025 cukup positif. Aset Bank Jatim tercatat berada di angka Rp 168,85 triliun atau tumbuh 42,93% (YoY). Kemudian laba bersihnya sebesar Rp 1,61 Triliun, naik 24,80% (YoY). Sedangkan untuk kinerja bank only, kinerja Bank Jatim tahun buku 2025 antara lain pengelolaan aset sebesar Rp105,8 Triliun, tumbuh sebesar 3,70% (YoY) dan sukses mencetak laba bersih tertinggi dari seluruh BPD di Indonesia sebesar Rp1,546 triliun atau tumbuh 20,65% dari tahun sebelumnya.
Selain itu, lanjut Winardi, Bank Jatim juga menunjukkan performa solid dengan mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif sepanjang kuartal I 2026. Di tengah tantangan kondisi ekonomi global, Bank Jatim berhasil membukukan laba bersih secara konsolidasi sebesar Rp 661 miliar pada kuartal I/2026. Capaian itu tumbuh hingga 90,41% secara tahunan (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 347 miliar.
Perolehan laba bersih Bank Jatim pada periode ini salah satunya didorong oleh pendapatan bunga bersih yang tumbuh 39,61% YoY menjadi Rp2,35 triliun secara konsolidasi. “Pencapaian ini tidak lepas dari berbagai terobosan strategis yang dilakukan Bank Jatim untuk mengakselerasi bisnis, salah satunya melalui sinergi bersama UMKM serta digitalisasi yang memungkinkan layanan bank menjadi lebih mudah dan nyaman bagi seluruh nasabah,” ungkapnya.
Winardi mengatakan, pihaknya bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik hingga fundamental bisnis yang sehat. Menurutnya, pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil karena didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders.
Adapun hingga Maret 2026, total penyaluran kredit Bank Jatim secara konsolidasi mencapai Rp 109,22 triliun atau tumbuh 40,85% (YoY). Total aset perseroan juga tumbuh 38,85% YoY menjadi sebesar Rp164,07 triliun. Kemudian dari sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga (DPK) perseroan mencatatkan pertumbuhan sebesar 37,59% YoY dari Rp89,25 triliun pada kuartal I/2025 menjadi Rp122,80 triliun pada kuartal I/2026. “Bank Jatim senantiasa berkomitmen untuk secara aktif berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam memastikan berbagai program pemerintah provinsi Jawa Timur berjalan efektif dan memberikan dampak langsung kepada sektor riil serta masyarakat luas,” ungkap Winardi.
Winardi menegaskan, kinerja Bank Jatim bank only juga mencatatkan performa positif. Sepanjang Januari – Maret 2026, total kredit yang berhasil disalurkan mencapai Rp 65,97 miliar dan aset perseroan berada di angka Rp 101,06 triliun. Sementara untuk laba bersihnya sebesar Rp 377 miliar. ”Capaian ini merupakan hasil dari fokus perseroan dalam memperkuat fundamental bisnis. Ke depan, kami akan terus memperkuat manajemen risiko, menjaga kualitas aset, serta mengembangkan bisnis secara selektif dan berkelanjutan. Kami optimis kinerja positif ini dapat terus terjaga hingga akhir tahun,” terangnya.
Adapun dalam RUPS Tahunan Tahun Buku 2025, Bank Jatim berhasil membagi dividen sebesar Rp 56,62 / lembar saham. Nilai tersebut naik dari dividen tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 54,71 / lembar saham. Sehingga secara keseluruhan, total dividen yang dibagi kepada pemegang saham berada di angka Rp 850.177.501.402,84 atau sebesar 55 persen dari laba bersih Tahun Buku 2025. Pembagian dividen yang selalu meningkat disetiap tahunnya mampu menjadikan saham BJTM sebagai salah satu saham favorit pilihan masyarakat dalam berinvestasi. Mengacu pada pada harga penutupan di level 590 pada Selasa, 5 Mei 2026, indikasi dividen yield BJTM mencapai 9,60%.
Pada RUPS Tahunan Tahun Buku 2025 kali ini, juga terdapat agenda Perubahan Nomenklatur Struktur Organisasi & Susunan Pengurus Perseroan. Adapun untuk perubahan nomenklatur terjadi di beberapa kursi. Seperti Direktur Keuangan, Treasury & Global Services berubah menjadi Direktur Keuangan & Tresuri. Kemudian Direktur Bisnis Menengah, Korporasi & Jaringan berubah menjadi Direktur Menengah, Korporasi & Kelembagaan. Selanjutnya Direktur Bisnis Mikro, Ritel & Usaha Syariah berubah menjadi Direktur Ritel & Syariah. Terakhir, Direktur IT, Digital & Operasional berubah menjadi Direktur Teknologi Informasi, Digital & Operasi.
Sementara itu, di jajaran direksi, Bank Jatim mengangkat Andry Wicaksono sebagai Direktur Manajemen Risiko. Kemudian Moh. Nasih yang semula menjabat sebagai Anggota Dewan Pengawas Syariah, dalam RUPS Tahunan Tahun Buku 2025 ini beliau diangkat menjadi Komisaris Independen. Selanjutnya untuk posisi Anggota Dewan Pengawas Syariah kini diisi oleh Abdullah Syamsul Arifin. Sehingga berdasarkan hasil RUPS Tahunan Tahun Buku 2025, susunan Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, dan Direksi Bank Jatim setelah pelaksanaan RUPS Tahunan Tahun Buku 2025 adalah sebagai berikut:
Komisaris Utama Independen: Adi Sulistyowati
Komisaris: Adhy Karyono
Komisaris Independen: Muhammad Mas’ud
Komisaris Independen: Dadang Setiabudi
Komisaris Independen: Asri Agung Putra
Calon Komisaris Independen: Moh. Nasih
Direktur Utama: Winardi Legowo
Wakil Direktur Utama: R. Arief Wicaksono
Direktur Ritel & Syariah: Tonny Prasetyo
Direktur Kepatuhan : Umi Rodiyah
Direktur Keuangan & Tresuri: RM Wahyukusumo Wisnubroto
Direktur Menengah, Korporasi, dan Kelembagaan: Arif Suhirman
Direktur Teknologi Informasi, Digital & Operasi: Wiweko Probojakti
Calon Direktur Manajemen Risiko: Andry Wicaksono
Ketua Dewan Pengawas Syariah: KH Afifuddin Muhajir
Anggota Dewan Pengawas Syariah: Tamhid Masyhudi
Calon Anggota Dewan Pengawas Syariah: Abdullah Syamsul Arifin (an)
SURABAYA,KORANRAKYAT.COM,- 3 Mei 2026 – Bank Jatim sukses menggelar puncak acara launching JConnect dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 1–3 Mei 2026 di Grand City Surabaya. Acara yang bertajuk JConnect Zone ini menjadi momentum penting dalam transformasi digital Bank Jatim untuk memperkuat layanan perbankan modern bagi masyarakat Jawa Timur. Bertempat di Grand City Surabaya, kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Jajaran Dewan Komisaris Bank Jatim, Jajaran Dewan Pengawas Syariah Bank Jatim, Jajaran Direksi Bank Jatim, hingga ribuan masyarakat umum yang antusias menyaksikan berbagai inovasi digital terbaru dari Bank Jatim.
Dalam sambutannya, Emil menyampaikan apresiasi atas komitmen Bank Jatim sebagai bank pembangunan daerah yang terus berinovasi menghadirkan layanan keuangan digital yang inklusif, aman, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. ”Sudah seharusnya bank memiliki keunggulan dalam melayani masyarakat berbasis digital. Apalagi di era sekarang ini, sebagian masyarakat bertransaksi menggunakan gadget dan tidak lagi menggunakan metode konvensional. Maka dari itu, saya mengapresiasi inovasi bank Jatim yang berjuang keras mewujudkan JConnect versi terbaru,” terangnya.
Menurut Emil, transformasi digital melalui JConnect merupakan langkah strategis dalam mempercepat literasi dan inklusi keuangan di Jawa Timur, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. ”Kami optimis JConnect bisa mencapai target jumlah penggunanya. Dengan diluncurkannya banyak fitur baru di JConnect, kami berharap warga Jawa Timur semakin menyadari bahwa Bank Jatim adalah bank milik masyarakat Jawa Timur. Aplikasi terbaru JConnect merupakan lompatan penting yang harus kita dukung bersama,” papar Emil.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menegaskan bahwa JConnect hadir sebagai layanan keuangan yang menawarkan banyak kemudahan transaksi pembayaran.”JConnect merupakan wujud komitmen Bank Jatim untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan nasabah di era digital. Kami ingin menghadirkan pengalaman perbankan yang lebih cepat, aman, modern, dan relevan bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.
Menurut Winardi, di dalam peluncuran JConnect versi terbaru ini, penguatan fitur menjadi kunci utama. JConnect versi terbaru menghadirkan 36 fasilitas unggulan yang disusun berdasarkan kebutuhan nasabah atau voice of customer. Di antaranya, kemudahan mengganti password tanpa harus datang ke kantor cabang hingga penggunaan sistem login berbasis biometrik yang lebih praktis dan aman. Selain itu, layanan top up kartu uang elektronik kini sudah terintegrasi dalam aplikasi. ’’Saat ini jumlah pengguna terdaftar JConnect telah mencapai sekitar 1.025.000. Dengan peluncuran versi terbaru ini, Bank Jatim menargetkan pertumbuhan signifikan hingga mencapai 2 juta pengguna terdaftar pada Desember 2026,” tegas Winardi.
Adapun selama tiga hari JConnect Zone berlangsung, antusiasme masyarakat menunjukkan hasil yang sangat positif. Sejak tanggal 1 – 3 Mei 2026, Bank Jatim sukses mengakuisisi pengguna JConnect versi terbaru hingga lebih dari 100 ribu user. Hal tersebut mencerminkan percepatan adopsi layanan digital Bank Jatim secara signifikan. Selain itu, selama tiga hari pagelaran akbar ini, Bank Jatim juga sukses mencatatkan lebih dari 27 ribu pengunjung. ”Ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk mengenal lebih dekat berbagai fitur, layanan, serta pengalaman digital yang ditawarkan oleh JConnect,” tegasnya.
Winardi juga menuturkan, dalam acara JConnect Zone, pengunjung disuguhkan berbagai kegiatan menarik. Mulai dari talkshow literasi keuangan, pertandingan basket 3 on 3, booth pameran dari berbagai brand, konser musik dari artis nasional, pertunjukan special, hingga program promo transaksi dan hadiah menarik bagi pengguna JConnect. ”Melalui peluncuran ini, Bank Jatim semakin mempertegas posisinya sebagai BPD yang progresif, inovatif, dan siap bersaing di era digital nasional. JConnect, koneksikan semua kemudahan,” tutupnya.(an)
SURABAYA,KORANRAKYAT.COM,- 21 April 2026. Dalam rangka mendukung dunia Pendidikan di Jawa Timur, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) baru saja melaunching JConnect Edu yang dirangkai dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dengan Bank Jatim tentang Penyaluran Dana Bantuan Operasional Sekolah. Bertempat di Hotel Platinum Surabaya, kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai, Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo, dan seluruh jajaran direksi Bank Jatim pada hari Selasa (21/4).
Winardi menjelaskan, JConnect Edu merupakan aplikasi Bank Jatim yang di rancang untuk mendudukung Pendidikan di Jawa Timur mulai dari tingkat Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi. Tujuannya adalah untuk memfasilitasi transaksi pembayaran biaya pendidikan melalui virtual account maupun QRIS dan melakukan pengelolaan data keuangan serta administrasi di lembaga pendidikan. ”Pendidikan adalah fondasi utama untuk kemajuan Jawa Timur. Bank Jatim sebagai banknya masyarakat Jawa Timur memiliki tanggung jawab untuk turut serta mendukung ekosistem pendidikan. Karena itulah, hari ini menjadi momentum penting bagi kami meluncurkan layanan JConnect Edu, sebuah platform digital terintegrasi yang kami dedikasikan untuk dunia Pendidikan,” terangnya.
Adapun JConnect Edu bisa diakses untuk wali murid guna mendapatkan informasi sekolah (seperti pembayaran biaya pendidikan, kegiatan sekolah seperti absensi siswa, jadwal Pelajaran, hingga jadwal guru). Sehingga menurut Winardi, dengan JConnect Edu, diharapkan dapat meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi administrasi pendidikan, memberikan solusi yang user-friendly, dan kemudahan akses. ”Jadi sekolah tidak perlu membangun sistem sendiri. Tagihan, absensi, tugas, hingga komunikasi dengan orang tua dapat terintegrasi dalam satu aplikasi. Kemudian bagi wali murid, akan memberikan kemudahan dan fleksibilitas pembayaran pendidikan dari saluran perbankan,” tegasnya.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut, Bank Jatim kembali dipercaya menyalurkan Dana Bantuan Operasional Sekolah bagi jenjang Sekolah Luar Biasa, Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri dan Swasta di Jawa Timur. ”Sebagaimana dana yang telah disalurkan sebelumnya, kami senantiasa berkomitmen agar dana ini tersalurkan dengan baik. Kami siap mendampingi penyaluran Dana BOS melalui seluruh jaringan kantor Bank Jatim dan mengawal agar memberikan dampak maksimal bagi pendidikan,” paparnya.
Sementara itu, Aries Agung Paewai menegaskan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari transformasi layanan pendidikan yang harus adaptif terhadap perkembangan teknologi. Menurutnya, digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk memastikan layanan pendidikan berjalan efektif dan efisien. ”Kami berharap dengan adanya sinergitas ini dapat memberikan kemudahan bagi pihak sekolah dalam mengelola anggaran secara real-time, sehingga meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana Pendidikan,” tutupnya.
Aries juga mengatakan, terdapat manfaat PKS dengan Bank Jatim. Antara lain kerja sama dalam penyaluran BOSP, mendukung system pembayaran non tunai (cashless), memastikan pengelolaan dana lebih modern dan terintegrasi, serta bagian dari transformasi digital sektor pendidikan. ”Karena seperti kita ketahui bersama bahwa dengan sistem non tunai keamanan dana lebih terjamin, meminimalisir penyalahgunaan anggaran, serta mendukung elektronifikasi transaksi pemerintah,” tutupnya.(an)
SURAKARTA, KORANRAKYAT.COM,_16 April 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sukses meraih penghargaan prestisius dalam ajang The Asian Post Regional Champion Forum & Appreciation 2026. Bank Jatim meraih apresiasi untuk kinerja keuangan 2025 berpredikat "Sangat Baik", dalam kategori BPD KBMI 2. Acara tersebut terselenggara di Hotel Alila Surakarta pada Kamis malam (16/4). Mengangkat tema forum Kebijakan Transfer Kas Daerah dan Masa Depan Penguatan BUMD, penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Chairman Infobank Media Group Eko B. Supriyanto serta Dewan Pakar Infobank Sigit Pramono dan diterima oleh Direktur Bisnis Mikro, Ritel, & Usaha Syariah Bank Jatim Tonny Prasetyo.
Tonny merasa bersyukur dan berterima kasih atas award yang telah diberikan kepada perusahaan. Sebab, penghargaan ini menandai keberhasilan Bank Jatim dalam pencapaian kinerja keuangan gemilang pada periode September 2024 s.d. September 2025. "Hasil ini merupakan buah dari kerja keras seluruh tim, kepercayaan para pemangku kepentingan, serta komitmen kami dalam menjalankan strategi secara disiplin dan berkelanjutan. Ke depan, kami akan terus menjaga momentum ini dengan tetap berfokus pada pertumbuhan yang sehat, inovasi, dan penciptaan nilai jangka panjang, yang menjadi modal penting bagi Bank Jatim untuk mempertahankan kredibilitas dan kepercayaan publik,” tegas Tonny.
Menurut Tonny, Bank Jatim tidak sekadar mencatat pertumbuhan kinerja, tetapi juga mengunci posisi sebagai salah satu BPD paling agresif dalam konsolidasi dan transformasi digital. Terbukti, sepanjang 2025, Bank Jatim mampu membukukan laba bersih Rp 1,54 triliun atau tumbuh 20,65% (YoY).
Kemudian secara konsolidasi, Bank Jatim mencatat lonjakan kinerja yang signifikan setelah resmi menjadi induk lima BPD, yakni Bank NTB Syariah, Bank Banten, Bank Lampung, Bank Sultra, dan Bank NTT. Konsolidasi ini menjadi salah satu faktor utama penguatan skala bisnis. Total aset konsolidasi Bank Jatim melonjak 42,93% menjadi Rp168,855 triliun, dari Rp118,142 triliun pada 2024. Penyaluran kredit juga meningkat tajam 46,65% menjadi Rp110,503 triliun, sementara laba bersih konsolidasi tumbuh 24,80% menjadi Rp1,617 triliun. Digitalisasi menjadi akselerator utama. Pengguna JConnect Mobile mencapai 993.972 user atau naik 22,40%, dengan nilai transaksi Rp65,77 triliun. Dengan begitu, kombinasi antara konsolidasi, pertumbuhan laba, hingga digitalisasi mampu menjadikan Bank Jatim bukan hanya tumbuh secara bisnis, tetapi juga semakin matang sebagai institusi keuangan daerah berskala besar dan terintegrasi.
”Kami ucapkan terima kasih kepada penyelenggara the Asian Post 2026 karena telah menilai dan mengapresiasi kinerja keuangan Bank Jatim. Penghargaan ini tentu akan menjadi semangat pendorong bagi seluruh Jatimers dalam memperkuat komitmen ke depan guna menjadikan Bank Jatim sebagai BPD nomor 1 di Indonesia,” tutupnya.(an)
SURABAYA, KORANRAKYAT.COM, 16 April 2026. Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo sukses meraih penghargaan bergengsi sebagai Tokoh Transformasi Perbankan Daerah dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan kepemimpinan beliau dalam mendorong inovasi serta transformasi di sektor perbankan daerah. Bertempat di Dyandra Convention Center Surabaya, penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim dan diterima oleh Winardi Legowo dalam kegiatan puncak resepsi Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 sekaligus HUT ke-80 PWI pada hari Kamis malam (16/4). Turut hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, serta Ketua PWI Pusat Akhmad Munir.
Winardi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diterimanya. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan Jatimers dalam melakukan transformasi berkelanjutan, khususnya dalam digitalisasi layanan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Tentu penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi terbaik dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Kami juga ucapkan Selamat Hari Pers Nasional dan selamat ulang tahun untuk PWI. Semoga pers di Jawa Timur mampu menjadi pengarah yang positif dalam mendukung pembangunan daerah melalui kolaborasi yang baik dengan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota,” ujarnya.
Menurut Winardi, penghargaan ini merupakan hasil dari strategi inovatif yang diterapkan Bank Jatim selama beberapa tahun terakhir. Melalui penerapan teknologi dan digitalisasi layanan, Bank Jatim mampu mengakselerasi pertumbuhan bisnis, sekaligus memberikan nilai tambah bagi nasabah dan pemangku kepentingan. Perseroan juga terus berupaya memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan setiap langkah transformasi yang diambil mampu memberikan manfaat optimal kepada masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, penghargaan ini juga menunjukkan bahwa transformasi yang telah dilakukan Bank Jatim berada pada jalur yang tepat. Dengan terus mengoptimalkan teknologi, Bank Jatim mampu menciptakan efisiensi operasional dan meningkatkan kepuasan nasabah. “Semoga dengan penghargaan ini Bank Jatim dapat semakin memperkuat perannya sebagai motor penggerak perekonomian daerah serta terus menghadirkan layanan perbankan yang modern, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” tegas Winardi.
Sebagai informasi, nilai asset Bank Jatim per 2025 sukses berada di angka Rp 105,8 triliun atau tumbuh 3,70% (YoY). Adapun komposisi asset berasal dari kontribusi asset produktif, antara lain peningkatan penyaluran kredit sebesar Rp67,2 Triliun atau meningkat sebesar 4,98% (YoY), pengelolaan bisnis treasury, hingga dana pihak ketiga yang tumbuh sebesar 1,43% (YoY). Tidak hanya itu saja. Bank Jatim juga sukses membukukan laba bersih sebesar Rp 1,54 triliun atau naik 20,65% dari tahun sebelumnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Emil menyampaikan bahwa peran pers tetap krusial sebagai penyedia informasi kredibel di tengah dominasi media sosial. “Kepercayaan publik terhadap karya jurnalistik tetap tinggi karena adanya proses akurasi dan verifikasi. Tanpa pers, sulit membayangkan informasi kredibel tersampaikan ke masyarakat," ujarnya.
Ia juga menilai kritik yang disampaikan pers merupakan bagian penting dalam membangun pemerintahan yang lebih baik. Maka dari itu diperlukan hubungan antara pemerintah dan insan pers yang harus terus dijaga secara sehat dan konstruktif.(an)
SURABAYA,KORANRAKYAT.COM,- 18 April 2026. Bank Jatim kembali menegaskan komitmennya dalam transformasi digital melalui penyelenggaraan Pre-Event Launching JConnect, aplikasi perbankan digital terbaru yang dirancang untuk memberikan konektivitas tanpa batas bagi nasabah. Bertempat di Kota Lama Surabaya, Pre-Event Launching JConnect yang bertajuk Road to JConnect Zone ini dihadiri oleh Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo, Direktur IT, Digital & Operasional Wiweko Probojakti, Direktur Bisnis Mikro, Ritel & Usaha Syariah Bank Jatim Tonny Prasetyo, Direktur Keuangan, Treasury & Global Services Bank Jatim RM Wahyu Kusumo Wisnubroto, dan Direktur Kepatuhan Bank Jatim Umi Rodiyah pada hari Sabtu (18/4).
Winardi menjelaskan bahwa inovasi merupakan nafas utama Bank Jatim. Transformasi digital Bank Jatim telah dimulai sejak tahun 2016 melalui peluncuran Bank Jatim Mobile Banking. Seiring perkembangan kebutuhan nasabah dan semangat untuk terus menghadirkan layanan yang lebih dekat dan terintegrasi, pada tahun 2021 dilakukanlah rebranding menjadi JConnect. Rebranding tersebut bukan sekadar perubahan nama, tetapi merupakan komitmen perseroan untuk menghadirkan konektivitas tanpa batas bagi masyarakat Jawa Timur dan Indonesia.
“Nah hari ini Bank Jatim secara resmi memperkenalkan JConnect versi terbaru. Pengembangan aplikasi ini sepenuhnya didasarkan pada voice of customers, yaitu aspirasi dan kebutuhan langsung dari para nasabah. JConnect hadir dengan 36 fitur baru yang lebih canggih sebagai langkah awal menuju visi besar Bank Jatim dalam membangun Super Apps terintegrasi,” tegas Winardi.
Beberapa fitur unggulan JConnect antara lain login biometric, portofolio terintegrasi, top up e-wallet lengkap (OVO, GoPay, DANA, dan e-money), online complaint untuk transparansi layanan, card management untuk kontrol kartu debit secara mandiri, transfer terjadwal untuk transaksi rutin otomatis, hingga fitur personalisasi change theme dengan pilihan warna merah (semangat & energetik), hijau (tenang & harmonis), dan kuning (optimis & ceria).
Winardi menerangkan, saat ini jumlah pengguna terdaftar JConnect telah mencapai sekitar 1.025.000. “Dengan peluncuran versi terbaru ini, Bank Jatim menargetkan pertumbuhan signifikan hingga mencapai 2 juta pengguna terdaftar pada Desember 2026,” tegasnya.
Sebagai puncak dari rangkaian inovasi JConnect ini, Bank Jatim akan menggelar Grand Launching bertajuk JConnect Zone yang akan berlangsung pada 1–3 Mei 2026 di Grand City Surabaya. Acara ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman langsung kepada nasabah melalui aktivasi aplikasi JConnect dan transaksi QRIS bersama berbagai merchant mitra. JConnect Zone akan menghadirkan berbagai aktivitas menarik, antara lain zona interaktif dan pengalaman digital perbankan, kolaborasi dengan UMKM dan merchant lifestyle unggulan, promo eksklusif bagi pengguna JConnect, talkshow literasi digital dan workshop, hiburan dari artis lokal dan nasional, hingga layanan publik seperti pembayaran pajak kendaraan dan medical check-up gratis. ”Acara selama tiga hari itu gratis untuk umum. Seluruh Masyarakat dapat hadir untuk meramaikan JConnect Zone,” terang Winardi.
Adapun JConnect ditujukan untuk seluruh segmen nasabah, mulai dari ritel, UMKM, hingga korporasi. Aplikasi ini dirancang agar mudah digunakan baik oleh generasi muda yang digital-native maupun masyarakat di daerah dengan keterbatasan akses layanan perbankan fisik. “Harapan kami, JConnect dapat menjadi platform digital perbankan pilihan utama bagi nasabah Bank Jatim. Tidak hanya sebagai alat transaksi, tetapi juga sebagai solusi keuangan yang membantu masyarakat mencapai tujuan finansial mereka,” tutup Winardi.(an)
MOSKOW ,KORANRAKYATCOM,- Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mendampingi Presiden Prabowo Subianto pada kunjungan kenegaraan di Moskow, pada Senin, 13 April 2026.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin setibanya di Moskow, pada Senin, 13 April 2026, siang hari waktu setempat. Pertemuan yang berlangsung di Istana Kremlin tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama strategis kedua negara di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pertemuan kedua pemimpin berlangsung selama lima jam. Diawali dua jam pertemuan bilateral, dilanjutkan dengan tiga jam pertemuan empat mata antara kedua pemimpin. Pada pertemuan tersebut, kedua negara menyepakati sejumlah poin penting kerja sama strategis, khususnya di sektor energi dan sumber daya mineral yang menjadi prioritas jangka panjang kedua negara.
“Disepakati beberapa poin, antara lain kerja sama di sektor ESDM jangka panjang, termasuk ketahanan energi migas dan hilirisasi,” jelas Seskab Teddy dalam keterangan tertulisnya.
Selain sektor energi, Seskab Teddy menuturkan bahwa kedua negara juga menegaskan komitmen untuk melanjutkan dan memperluas kerja sama di berbagai bidang lainnya yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap pembangunan nasional.
“Keberlanjutan beberapa kerja sama di bidang pendidikan riset teknologi, bidang pertanian, dan bidang investasi di berbagai sektor terutama pembangunan industri di Indonesia,” tuturnya.
Lebih lanjut, Seskab Teddy menekankan bahwa Rusia memiliki posisi yang sangat strategis dalam percaturan global, sehingga kemitraan dengan Indonesia menjadi semakin relevan dan penting.
“Kita ketahui bahwa posisi Rusia sangat strategis di dunia global, selain sebagai salah satu negara pemegang hak veto PBB dan pendiri BRICS,” ucapnya.
Menurut Seskab, Rusia juga merupakan salah satu kekuatan besar dunia dengan potensi sumber daya alam yang sangat besar, yang dapat menjadi mitra penting bagi Indonesia dalam mendorong pembangunan jangka panjang. “Rusia merupakan salah satu kekuatan besar dunia yang mempunyai sumber daya alam terbesar di dunia,” lanjutnya.
Seskab Teddy menjelaskan bahwa pertemuan ini juga menunjukkan intensitas hubungan bilateral yang semakin erat antara kedua pemimpin dalam satu tahun terakhir.
“Presiden Prabowo dan Presiden Putin tercatat terakhir kali bertemu pada bulan Desember lalu di Moskow dan sudah lima kali bertemu di berbagai kesempatan dalam satu tahun terakhir,” pungkas Seskab Teddy. (eas)
.










