Redaksi
BANYUWANGI, KORANRAKYAT.COM,-2 Mei 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) telah menyelenggarakan Kick Off yang pertama di Banyuwangi untuk peluncuran Bulan Literasi Keuangan Nasional bagi pelajar pada hari Jumat (2/5). Bertempat di SDN Kepatihan 1 Banyuwangi, kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala OJK Jember Muhammad Mufid, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, dan Direktur Bisnis Mikro, Ritel, dan Usaha Syariah Bank Jatim R. Arief Wicaksono.
Arief menjelaskan, sebanyak 1.000 siswa dibukakan rekening di Bank Jatim pada kegiatan bulan literasi keuangan di Banyuwangi ini. ”Literasi keuangan adalah cara mengelola dan mengambil keputusan yang bijak terkait keuangan, seperti anggaran, tabungan, investasi, dan produk keuangan lainnya secara sehat. Dengan adanya kegiatan ini, kami ingin mengajarkan kepada para pelajar untuk giat menabung sejak dini, mengelola keuangan dengan bijak, dan menerapkan finansial yg lebih baik. Untuk selanjutnya mereka akan mendapatkan pendampingan serta workshop berkelanjutan,” ungkapnya.
Arief mengatakan, sejak dini, para pelajar sudah harus diajarkan untuk menabung dan mengatur keuangan. Salah satunya lewat Tabungan Simpel Bank Jatim. Sehingga, ke depannya tingkat inklusi dan literasi keuangan di kalangan pelajar bisa terus meningkat. ”Sejalan dengan program dari OJK, kami juga terus aktif mengedukasi masyarakat untuk menanamkan budaya menabung sejak dini. Sebab, dengan membiasakan anak untuk menabung, maka sama juga mengajarkan mereka untuk menghargai sebuah proses,” paparnya.
Selain itu menurutnya, budaya menabung bukan hanya akan menjadi kebiasaan, tapi juga investasi dalam keberlangsungan generasi muda ke depan. Dengan menanamkan budaya ini, pihaknya meyakini hal tersebut bisa menjadi pintu bagi generasi muda untuk mengelola keuangan dengan lebih bijak dan mewujudkan generasi yang inklusif. ”Program literasi keuangan ini tidak hanya menyasar para pelajar saja namun juga dapat menyasar berbagai elemen masyarakat,” tegas Arief.
Sementara itu, Mufid juga mengatakan, kick off dari Banyuwangi ini menjadi yang pertama kali dan akan dilanjutkan ke daerah lainnya se-Indonesia. “Melalui program ini, para siswa sekolah di Kabupaten Banyuwangi akan dikenalkan dengan literasi keuangan. Literasi keuangan perlu diajarkan kepada anak sekolah sejak dini, salah satu caranya dengan mulai menyisihkan uang jajan untuk menabung,” ucapnya.
Dengan literasi keuangan, pihaknya berupaya agar tabungan pelajar ini bisa berkelanjutan. ”Kami harap pelajar bisa konsisten menabung dan menggunakan uangnya dengan tepat, untuk itu kami akan bangun ekosistemnya. Seperti gurunya dan orang tuanya juga akan mendapat dukungan literasi keuangan," tambah Mufid.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi upaya OJK bersama Bank Jatim yang terus melakukan edukasi literasi keuangan sejak dini pada generasi muda Banyuwangi. ”Literasi keuangan menjadi bagian pendidikan yang penting untuk bekal masa depan anak dan ini juga menjadi bentuk nyata pentingnya kolaborasi dan keterlibatan banyak pihak dalam dunia pendidikan termasuk lembaga keuangan dan perbankan," katanya.
Ipuk menambahkan, literasi keuangan sejak dini akan membantu pelajar melakukan pengelolaan keuangan dengan lebih bijak. Tidak hanya membentuk kebiasaan menabung tapi juga bisa menghindari sikap konsumtif. "Dengan mengenal literasi keuangan, anak-anak mulai dibiasakan merencanakan masa depan finansial yang lebih baik. Selain itu mereka juga bisa terhindar dari kesalahan-kesalahan pengelolaan keuangan yang saat ini marak terjadi seperti judi daring dan lainnya," tutupnya.(an)
BONDOWOSO, KORANRAKYAT.COM,-6 Mei 2025. Sebagai upaya untuk mempercepat swasembada gula nasional, Gubernur Jawa Timur bersama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) telah meluncurkan Kredit Usaha Rakyat Khusus (KURsus) kluster petani tebu Jawa Timur bekerja sama dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim). Bertempat di Kebun Tebu Prajekan Bondowoso, launching tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Direktur Utama SGN Mahmudi, dan Direktur Keuangan, Treasury & Global Services Bank Jatim Edi Masrianto pada hari Selasa (6/5).
Edi menjelaskan, dalam hal ini Bank Jatim berperan sebagai bank penyalur KURsus untuk para petani tebu. Bantuan akses permodalan tersebut sebagai wujud upaya nyata perseroan dalam mendukung pengembangan sektor perkebunan dan sekaligus mendorong kesejahteraan petani tebu. ”Sebagai BUMD terbesar di Jawa Timur, kami berkomitmen untuk mendukung program prioritas pemerintah salah satunya ketahanan pangan nasional dan swasembada gula. Bank Jatim ingin berkontribusi untuk bisa membuat para petani ini naik kelas dan lebih sejahtera,” paparnya.
Melalui kerja sama ini, lanjut Edi, Bank Jatim ingin memastikan agar para petani mendapatkan akses pembiayaan yang murah, mudah, dan disertai pendampingan yang cukup. Dengan begitu, petani tebu dapat berkontribusi lebih besar lagi dalam menggerakkan roda ekonomi. ”Bank Jatim melihat bahwa sektor pertanian memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional maupun Jawa Timur. Maka dari itu melalui kemitraan strategis seperti yang kami lakukan dengan SGN ini, kami berupaya menciptakan ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan, di mana para petani akan memiliki akses lebih mudah terhadap pembiayaan sesuai dengan kebutuhan mereka,” terangnya.
Edi berharap sinergi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para petani tebu yang menjadi mitra SGN, serta mendukung terciptanya ekosistem pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan di Jawa Timur. “Kami optimis bahwa kolaborasi ini akan membawa dampak positif bagi seluruh pihak yang terlibat. Kami ingin menjadi mitra strategis dalam membangun ekosistem pertanian yang modern dan berdaya saing tinggi, sejalan dengan visi Bank Jatim untuk mendorong inklusi keuangan di berbagai sektor,” imbuhnya.
Sepanjang tahun 2024, Bank Jatim mampu mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 16,98 persen (YoY). Angka tersebut di atas pertumbuhan rata – rata nasional yang hanya 10,39 persen (YoY) menurut OJK. Untuk portofolio kredit produktif Bank Jatim berhasil mencapai Rp 29,65 triliun atau meningkat 25,88 persen (YoY). Kenaikan itu ditopang oleh segmen mikro yang tumbuh 23,34 persen (YoY), segmen ritel dan menengah yang naik 68 persen, serta segmen korporasi yang meningkat 1,28 persen (YoY). Untuk segmen mikro sendiri, penyaluran KUR Bank Jatim tahun 2024 berada di angka Rp 5,61 triliun dan Jatim Mikro sebesar Rp 3,32 triliun.
Sementara itu, Khofifah menyampaikan, peluncuran KUR Khusus Kluster Petani Tebu ini menjadi sangat penting karena melalui koordinasi bersama dengan Kemenko Perekonomian, PT SGN, dan perbankan termasuk Bank Jatim. Selain itu, KURsus Petani Tebu ini diyakini akan memberikan multiplier benefit. ”Manfaatkan KUR ini untuk usaha produktif, bukan konsumsi. Seperti pengadaan bibit unggul, pupuk organik/ insektisida ramah lingkungan, serta alat olah tebu yang efisien. Karena keberhasilan bukan hanya diukur kuantitas gula, tetapi juga kualitas dan kesinambungan,” pesan Khofifah kepada seluruh tamu yang hadir.
Menurut Khofifah, Jawa Timur adalah penghasil gula tertinggi di Indonesia. Produksi tebu Jawa Timur pada tahun 2024 mencapai 16,69 juta ton dari 238.135 hektare, atau setara 50 persen dari total produksi nasional. Dari jumlah tersebut, dihasilkan 1,26 juta ton gula kristal putih. Angka ini menegaskan posisi Jawa Timur sebagai kontributor utama bagi pasokan gula nasional, dengan rata-rata kontribusi sekitar 50 persen secara tahunan.
Oleh karena itu, Khofifah menyampaikan bahwa KURsus ini adalah wujud nyata upaya bersama untuk memperjuangkan kesejahteraan petani tebu. ”Kita ingin petani tebu naik kelas, dari buruh ladang menjadi pengusaha pangan yang tangguh dan bermartabat," tegasnya. Adapun KURsus tersebut memiliki suku bunga tetap 6% dan mendukung pembiayaan ulang bagi peremajaan kebun (> 25 tahun) serta adopsi varietas unggul yang bisa meningkatkan rendemen dari 7% menjadi 8–9%.
Orang nomor satu di Jawa Timur tersebut juga meminta dukungan penuh dari perbankan dan dinas perkebunan di seluruh Jatim agar modal kerja petani tebu bisa terpenuhi secara merata. ”Kepada Bank Jatim yang mempelopori berjalannya KUR khusus ini, diharapkan prosedur penyaluran KUR dapat berlangsung cepat, transparan, dan tepat sasaran, sehingga tidak ada petani yang tertinggal,” ucap Khofifah.(an)
SURABAYA, KORANRAKYAT.COM,-5 Mei 2025. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) telah melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama kesepahaman dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Jawa Timur. Perjanjian yang ditandatangani yaitu tentang Peningkatan Intensitas Pelaksanaan Lelang Eksekusi Objek Hak Tanggunan Sesuai Pasal 6 UU Hak Tanggungan dan Lelang Eksekusi Objek Jaminan Fidusia Sesuai Pasal 29 UU Jaminan Fidusia. Bertempat di Ruang Bromo Kantor Pusat Bank Jatim, perjanjian itu diteken oleh Direktur Manajemen Risiko Bank Jatim Eko Susetyono dan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Jawa Timur Dudung Rudi Hendratna pada hari Senin (7/5).
Eko menjelaskan, ruang lingkup perjanjian ini meliputi beberapa hal. Antara lain peningkatan intensitas pelaksanaan lelang eksekusi objek hak tanggungan sesuai pasal 6 UUHT dan lelang eksekusi objek jaminan fidusia sesuai pasal 29 UUJF, optimalisasi proses verifikasi dokumen dan penetapan lelang, serta pemantauan dan evaluasi terhadap perkembangan dan/atau kendala dalam pelaksanaan optimalisasi pelaksanaan lelang eksekusi objek hak tanggungan sesuai pasal 6 UUHT dan lelang eksekusi objek jaminan fidusia sesuai pasal 29 UUJF.
”Semua itu bertujuan untuk pengoptimalan lelang eksekusi. Dapat kami sampaikan bahwa kerja sama dengan DJKN ini sebagai salah satu upaya dalam rangka memperkuat kolaborasi dan kerja sama yang sudah terjalin baik antara Bank Jatim dengan Kantor Wilayah DJKN Jawa Timur,” ucapnya.
Selain itu, perjanjian kerja sama yang memiliki jangka waktu tiga tahun tersebut juga untuk mendukung upaya perseroan menekan rasio Non Performing Loan (NPL). Menurut Eko, kerja sama dengan DJKN menjadi salah satu solusi efektif untuk mendapatkan recovery aset yang terbaik dan aman karena proses lelang dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku.
Eko menambahkan, pelaksanaan lelang eksekusi yang efektif dan efisien juga menjadi harapan besar bagi Bank Jatim. Sebab, pelaksanaan lelang eksekusi ini tidak hanya sebagai salah satu strategi penyelesaian piutang perbankan. Melainkan bank juga akan memperoleh recovery kredit dari lelang.
”Kami harap sinergitas ini dapat tereksekusi dengan baik melalui koordinasi dan komunikasi di level teknis. Besar harapan kami juga bahwa implementasi kerjasama yang baik ini dapat terus terjalin sehingga kinerja masing-masing lembaga ke depannya akan menjadi lebih efektif dan efisien,” tegasnya.
Sementara itu, Dudung Rudi Hendratna memberikan apresiasi kepada Bank Jatim yang telah berinisiatif menyelenggarakan acara tersebut. ”Kerja sama ini dapat semakin memperkuat sinergi antara DJKN dan Bank Jatim dalam rangka meningkatkan kualitas layanan lelang hak tanggungan,” tuturnya.(an)
Bukti Nyata Apresiasi Kepada Nasabah, BJTM Selenggarakan Pengundian Kredit Multiguna Berhadiah Umroh
SURABAYA, KORANRAKYAT.COM,-06 Mei 2025. Sebagai bentuk apresiasi terhadap seluruh Nasabah Kredit Multiguna, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) telah melaksanakan kegiatan Pengundian Kredit Multiguna Berhadiah Umroh Tahun 2025 Tahap 2 pada hari Selasa (06/05). Bertempat di Ruang Bromo Bank Jatim Kantor Pusat, kegiatan tersebut dihadiri oleh Pgs. SEVP Consumer Banking Koerniawan Prijambodo dan Wahyu Kusuma Wisnubroto SEVP Network & Service serta para saksi Undian Umroh.
Direktur Utama bankjatim Busrul Iman menjelaskan, program pengundian ini merupakan bentuk apresiasi kepada para nasabah yang telah mempercayakan pembiayaan kebutuhan multiguna kepada Bank Jatim. ”Kami menyadari bahwa kepercayaan nasabah adalah fondasi utama dalam membangun layanan keuangan yang bermanfaat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, acara ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga momentum untuk mempererat hubungan baik antara bank dan nasabah,” ujarnya.
Kredit multiguna merupakan salah satu produk bankjatim yang telah mendapatkan simpati masyarakat dan mampu membantu banyak nasabah dalam memenuhi segala kebutuhan yang bermanfaat untuk kesejahteraannya. Hal tersebut selaras dengan misi bankjatim untuk memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi Jawa Timur, sehingga dapat berdampak positif terhadap peningkatan daya beli masyarakat.
”Di samping membantu kesejahteraan masyarakat, produk kredit multiguna juga memiliki daya tarik tersendiri. Karena terdapat banyak program yang menguntungkan bagi nasabah, salah satunya dengan mengadakan program undian KMG berhadiah umroh, sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan dari bankjatim kepada para nasabah yang telah mempercayakan kebutuhan finansialnya di tempat kami,” paparnya.
Program Undian KMG berhadiah Umroh dengan kuota 100 (seratus orang) pemenang ini, dibagi menjadi 2 (dua) tahap pengundian yaitu : Pengundian tahap-I yang sudah dilakukan pada tanggal 18 Desember 2024. Selanjutnya pengundian tahap-II dilakukan pada hari Selasa, tanggal 06 Mei 2025 dengan total pemenang undian sebanyak 76 orang dari seluruh Kantor Cabang Bank Jatim yang jadwal keberangkatannya akan dilaksanakan pada Semester ke 2 (dua).
Bank Jatim mencatatkan kinerja keuangan yang solid dengan pertumbuhan laba terbesar di antara BPD lain senilai 1,281 T pada Desember 2024. Didorong oleh lonjakan signifikan dalam penyaluran kredit, Bank Jatim telah menyalurkan kredit sebesar 64,057 T atau 16,98% secara Yoy. Dengan komposisi Kredit Konsumer sebesar 34,407 T serta Kredit Produktif yang meningkat sebesar 25,88% secara Yoy yaitu 29,649 T.
“Pencapaian ini menjadi indikator bahwa Bank Jatim tidak hanya mampu menjaga stabilitas operasional di tengah dinamika ekonomi, tetapi juga berhasil memaksimalkan momentum pertumbuhan melalui fungsi intermediasi yang optimal. Ke depan, manajemen optimistis kinerja positif ini dapat terus berlanjut seiring upaya penguatan transformasi digital dan peningkatan efisiensi operasional,” tutup Busrul.(an)
SURABAYA, KORANRAKYAT.COM,-5 Mei 2025. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) telah melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama kesepahaman dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Jawa Timur. Perjanjian yang ditandatangani yaitu tentang Peningkatan Intensitas Pelaksanaan Lelang Eksekusi Objek Hak Tanggunan Sesuai Pasal 6 UU Hak Tanggungan dan Lelang Eksekusi Objek Jaminan Fidusia Sesuai Pasal 29 UU Jaminan Fidusia. Bertempat di Ruang Bromo Kantor Pusat Bank Jatim, perjanjian itu diteken oleh Direktur Manajemen Risiko Bank Jatim Eko Susetyono dan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Jawa Timur Dudung Rudi Hendratna pada hari Senin (7/5).
Eko menjelaskan, ruang lingkup perjanjian ini meliputi beberapa hal. Antara lain peningkatan intensitas pelaksanaan lelang eksekusi objek hak tanggungan sesuai pasal 6 UUHT dan lelang eksekusi objek jaminan fidusia sesuai pasal 29 UUJF, optimalisasi proses verifikasi dokumen dan penetapan lelang, serta pemantauan dan evaluasi terhadap perkembangan dan/atau kendala dalam pelaksanaan optimalisasi pelaksanaan lelang eksekusi objek hak tanggungan sesuai pasal 6 UUHT dan lelang eksekusi objek jaminan fidusia sesuai pasal 29 UUJF.
”Semua itu bertujuan untuk pengoptimalan lelang eksekusi. Dapat kami sampaikan bahwa kerja sama dengan DJKN ini sebagai salah satu upaya dalam rangka memperkuat kolaborasi dan kerja sama yang sudah terjalin baik antara Bank Jatim dengan Kantor Wilayah DJKN Jawa Timur,” ucapnya.
Selain itu, perjanjian kerja sama yang memiliki jangka waktu tiga tahun tersebut juga untuk mendukung upaya perseroan menekan rasio Non Performing Loan (NPL). Menurut Eko, kerja sama dengan DJKN menjadi salah satu solusi efektif untuk mendapatkan recovery aset yang terbaik dan aman karena proses lelang dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku.
Eko menambahkan, pelaksanaan lelang eksekusi yang efektif dan efisien juga menjadi harapan besar bagi Bank Jatim. Sebab, pelaksanaan lelang eksekusi ini tidak hanya sebagai salah satu strategi penyelesaian piutang perbankan. Melainkan bank juga akan memperoleh recovery kredit dari lelang.
”Kami harap sinergitas ini dapat tereksekusi dengan baik melalui koordinasi dan komunikasi di level teknis. Besar harapan kami juga bahwa implementasi kerjasama yang baik ini dapat terus terjalin sehingga kinerja masing-masing lembaga ke depannya akan menjadi lebih efektif dan efisien,” tegasnya.
Sementara itu, Dudung Rudi Hendratna memberikan apresiasi kepada Bank Jatim yang telah berinisiatif menyelenggarakan acara tersebut. ”Kerja sama ini dapat semakin memperkuat sinergi antara DJKN dan Bank Jatim dalam rangka meningkatkan kualitas layanan lelang hak tanggungan,” tuturnya.(an)
SURABAYA, KORANRAKYAT.COM,-5 Mei 2025. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) secara resmi telah menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Bantuan yang diberikan berupa 60 titik pembangunan jamban sehat. Bertempat di Kantor Bank Jatim Cabang Pembantu Waru, CSR tersebut diserahkan secara simbolis oleh Direktur IT, Digital, dan Operasional Bank Jatim Zulhelfi Abidin kepada Bupati Sidoarjo Subandi pada hari Senin (6/5).
Zulhelfi menjelaskan, CSR dari Bank Jatim itu bertujuan untuk lebih meningkatkan lagi sanitasi dan kesehatan masyarakat. Pembangunan 60 titik jamban difokuskan pada area – area yang paling membutuhkan. ”Bantuan ini adalah salah satu bentuk nyata kepedulian kami terhadap kesehatan masyarakat dan perwujudan lingkungan yang bersih. Bank Jatim ingin berkontribusi untuk membantu mengubah kebiasaan lama yang kurang sehat dan memastikan semua keluarga memiliki akses ke fasilitasi sanitasi yang layak,” ungkapnya.
Menurut Zulhelfi, melalui bantuan jamban sehat ini, Bank Jatim telah menunjukkan dedikasinya dalam membantu peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pihaknya percaya bahwa dengan dukungan dari semua pihak, Kabupaten Sidoarjo bisa menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk generasi mendatang.
”Bantuan jamban sehat ini dapat menjadi langkah awal menuju perubahan yang lebih baik untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat. Semuanya harus bergandengan tangan, tidak bisa apabila hanya ditopang oleh pemerintah saja. Mari kita semua bersatu untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Sebab, keterlibatan aktif dari berbagai pihak diharapkan dapat memberikan dampak yang nyata dan positif dalam memajukan kesejahteraan masyarakat,” paparnya.
Sementara itu, Bupati Subandi menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata Bank Jatim di bidang sanitasi. Ia menggarisbawahi bahwa meskipun Sidoarjo telah menyandang status sebagai wilayah bebas buang air besar sembarangan (ODF), namun masih ada sekitar 2.000 rumah tangga yang belum memiliki jamban layak. “Insya Allah, kekurangan ini akan kita tutup bersama-sama melalui sinergi dengan masyarakat dan dukungan CSR. Kami rutin turun ke lapangan setiap akhir pekan untuk memastikan warga yang membutuhkan tidak terabaikan,” ujarnya.
Subandi juga menegaskan komitmen kuat Pemkab Sidoarjo dalam memprioritaskan kesejahteraan masyarakat. Dengan dukungan APBD sebesar Rp5,2 triliun, berbagai program sosial termasuk distribusi makanan gratis terus digulirkan. Tak hanya soal sanitasi, Bupati Subandi juga mendorong Bank Jatim agar memberikan kemudahan akses pembiayaan dengan suku bunga yang terjangkau bagi pelaku UMKM.
Dalam kesempatan tersebut juga berlangsung peresmian relokasi Bank Jatim Kantor Cabang Pembantu Waru. Kini, Bank Jatim Capem Waru resmi berpindah lokasi dari Jalan Raya Tropodo ke Ruko gateway Blok B2 Jalan Raya Waru. ”Hal ini kami lakukan dengan pertimbangan bisnis dan lokasi yang strategis. Semoga kerja sama Bank Jatim dan Kabupaten Sidoarjo yang sudah terjalin dengan baik ini dapat terus berlanjut,” tegas Zulhelfi.(an)
MAGETAN, KORANRAKYAT.COM,-30 April 2025. Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada lingkungan sekitar, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) terus gencar menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) ke berbagai daerah. Salah satunya ke Pemerintah Kabupaten Magetan. Bertempat di Pendopo Suryagraha, CSR berupa Lampu Hias Trotoar di Lingkungan Telaga Sarangan diserahkan secara simbolis oleh Direktur IT, Digital & Operasional bankjatim Zulhelfi Abidin kepada Pj Bupati Magetan Nizhamul pada hari Rabu (30/4).
Zulhelfi menerangkan, pemberian lampu hias di sepanjang trotoar lingkungan Telaga Sarangan ini dapat dapat meningkatkan sarana & prasarana umum serta menambah kenyamanan & keindahan di sekitar lingkungan Telaga Sarangan. “Dengan adanya lampu lampu hias ini, maka trotoar di sekitar lingkungan Telaga Sarangan akan semakin indah terutama di malam hari. Selain itu, aktivitas di malam hari pun juga akan meningkat. Para pedagang maupun maupun pelaku usaha lainnya akan lebih lama jam operasionalnya, sehingga jumlah pengunjung pun ikut meningkat. Nah, tingginya kunjungan itu tentu akan memicu kegiatan dan pertumbuhan ekonomi di Magetan,” terangnya.
Maka dari itu, bankjatim berharap kerja sama dengan Kabupaten Magetan dapat terus terjalin dengan baik ke depannya. “Bantuan ini juga sebagai wujud kecintaan dan kepedulian kami kepada masyarakat Magetan yang telah memberikan kepercayaan dan dukungannya kepada bankjatim dalam mengembangkan bisnisnya, serta supaya dapat menjadi inspirasi dan membawa dampak positif kepada lingkungan serta masyarakat,” paparnya.
Zulhefi juga menambahkan, berbagai layanan Bank Jatim telah digunakan untuk memberikan kemudahan masyarakat dalam bertransaksi khususnya di era digitalisasi saat ini, diantaranya penggunaan QRIS serta penggunaan e-channel untuk pembayaran pajak dan retribusi daerah. “Kami berharap, agar kerjasama Bank Jatim dengan Pemerintah Kabupaten Magetan dapat terus berkembang untuk mendukung perekonomian daerah.
Nizhamul menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada bankjatim atas program CSR yang sudah bisa dinikmati oleh masyarakat. Pihaknya berharap semoga program ini terus berlanjut kedepannya. Sebab, tidak hanya dapat mempercantik kawasan di gerbang Sarangan, tetapi juga berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi lokal. ‘’Lampu-lampu ini memberi kesan modern dan menarik. Kami berharap wisatawan semakin tertarik datang ke Sarangan,” ujarnya.(an)
JAKARTA,KORANRAKYAT.COM,- Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana untuk membangun Perkampungan Indonesia di Arab Saudi. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara dalam sambutannya saat Peresmian Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pada Minggu, 4 Mei 2025.
“Saya juga sudah minta waktu untuk ketemu pimpinan negara Arab Saudi, Kerajaan Arab Saudi dan di situ saya akan membahas upaya kita atau permintaan Indonesia yang sudah saya sampaikan kepada Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman terakhir saya jumpa dengan beliau. Saya mengajukan niat Indonesia untuk membangun suatu perkampungan Indonesia di Tanah Suci yang sedekat-dekatnya dengan tentunya dengan Masjidil Haram,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo pun menyampaikan respon dari Kerajaan Arab Saudi yang menyambut positif rencana tersebut. Ia menyampaikan ajakan dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk segera membahas hal teknis rencana tersebut.
“Kita akan berangkat lagi supaya kita bisa secepatnya seandainya dapat disetujui oleh Kerajaan Arab Saudi,” imbuhnya.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa dengan adanya perkampungan Indonesia di dekat Masjidil Haram, akan meningkatkan efisiensi anggaran perjalanan haji. Selain itu, biaya haji yang akan ditanggung oleh para calon jemaah akan menjadi jauh lebih murah.
“Jadi insyaallah kita akan punya perkampungan sendiri dan kita akan bikin efisien. Penerbangan, Garuda juga saya minta efisien, dilakukan semua upaya untuk menghilangkan hal-hal yang tidak perlu. Efisiensi bisa menurunkan biaya dan itu yang kita harus capai sekarang,” imbuh Presiden.
Kepala Negara turut mengapresiasi usaha yang telah dilakukan pemerintah untuk menurunkan biaya haji tahun ini sebesar 4 juta rupiah. Namun, ia menyampaikan bahwa pemerintah akan terus berusaha menurunkan biaya haji agar lebih terjangkau bagi masyarakat.
“Tapi 4 juta (rupiah) saya minta dikurangi lagi, saya belum puas, kita harus yang termurah yang bisa kita capai, kalau bisa lebih murah dari Malaysia. Saya kira bisa? Kira-kira? Kepala Badan? Siap? Menteri Agama? Insyaallah,” ujar Presiden.
Sebagai penutup, Presiden Prabowo menyampaikan ucapan selamat kepada masyarakat Indonesia karena telah memiliki Terminal Khusus Haji dan Umrah dengan skala internasional. Presiden juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pencapaian ini.
“Saya kira sesuatu prestasi yang luar biasa. Sekali lagi selamat dan dengan demikian saya hari ini mendapat kehormatan besar untuk meresmikan Terminal Khusus Haji dan Umroh Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta,” tutup Presiden. (BPMI Setpres/as)
TRENGGALEK, KORANRAKYAT.COM,-5 Mei 2025. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus mendukung berbagai program pemerintah daerah. Salah satunya launching zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat) Pasar Pon yang digalakkan oleh Kementerian UMKM RI dan Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Bertempat di Pasar Pon Trenggalek, launching tersebut dihadiri oleh Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Riza Damanik, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, serta AVP Kredit Mikro Bank Jatim Fiki Effendy pada hari Senin (5/5). Adapun launching Zona KHAS Pasar Pon itu dalam rangka Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro yang dilaksanakan oleh Pemkab Trenggalek berkolaborasi dengan Kementerian UMKM RI.
Direktur Bisnis Mikro, Ritel, dan Usaha Syariah Bank Jatim R. Arief Wicaksono menjelaskan, zona KHAS Pasar Pon tersebut akan diisi oleh 70 pelaku usaha mikro yang sebagian besar sudah bersertifikasi halal. ”Peluncuran zona KHAS ini adalah langkah penting dalam mewujudkan kuliner halal, aman, dan sehat di Pasar Pon Trenggalek. Tentu hal tersebut akan berdampak baik terhadap pelaku usaha maupun konsumen. Dengan begitu, kesadaran dan kepercayaan masyarakat terhadap gaya hidup halal akan meningkat,” ungkapnya.
Arief menerangkan, banyak hal yang bisa dikolaborasikan oleh Bank Jatim di dalam zona KHAS Pasar Pon ini. Seperti memperluas jaringan pasar, membantu pembuatan QRIS untuk proses transaksi bagi UMKM, hingga memberikan fasilitasi pembiayaan kepada pelaku UMKM. Sehingga dalam hal ini dapat dilihat bahwa sinergitas antara Bank Jatim dan Pemkab Trenggalek telah terjalin dengan baik demi menggerakkan roda perekonomian masyarakat dan peningkatan legalitas bagi pelaku UMKM yang ada di dalamnya.
Menurut Arief, peluncuran zona KHAS menjadi langkah penting dalam mendukung ekosistem halal di Provinsi Jawa Timur, khususnya Kabupaten Trenggalek. Dengan adanya sertifikasi halal, masyarakat muslim tidak perlu khawatir menikmati berbagai produk yang disuguhkan para pelaku UMKM di Pasar Pon. Selain itu, para pembeli juga dapat melakukan pembayaran secara cashless karena setiap tenan telah dilengkapi dengan QRIS. ”Bank Jatim akan terus mengambil peran penting dalam membantu pelaku UMKM melalui berbagai program. Mulai dari pembiayaan, pemasaran, pendampingan, hingga fasilitasi. Semua itu dilakukan demi meningkatkan daya saing UMKM dalam menghadapi tantangan pasar,” tegasnya.
Sementara itu, Mochamad Nur Arifin juga menjelaskan, dengan adanya zona KHAS ini diharapkan dapat memberikan perlindungan kepada para konsumen karena mereka kini bisa menikmati makanan yang aman, sehat, dan halal. Pihaknya juga berkomitmen akan terus mendorong sertifikasi halal oleh para pelaku usaha, salah satunya melalui Zona KHAS.
Dengan hadirnya Zona Khas tersebut diharapkan bisa meningkatkan roda perekonomian Kabupaten Trenggalek. ”Zona KHAS di Pasar Pon Trenggalek yang berisi sekitar 70 UMKM kuliner ini akan jadi kebanggaan kita bersama. Sertifikasi halal bagi para UMKM menjadi indikator penting, mengingat terdapat ratusan UMKM di Trenggalek. Semoga dengan adanya Zona KHAS ini dapat menjadi inspirasi oleh seluruh tempat di wilayah Trenggalek,” pungkasnya.
Riza Damanik menambahkan, UMKM merupakan salah satu pilar utama perekonomian Indonesia. Atas hal itu pemerintah terus mendorong kemudahan legalisasi dan sertifikasi usaha agar UMKM semakin produktif dan berdaya saing. ”Pemerintah terus meningkatkan produktivitas usaha mikro secara nasional melalui fasilitas kemudahan untuk mendapatkan legalisasi dan sertifikasi usaha. Inilah urgensi diselenggarakannya Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro, sebagaimana amanat PP 7 Tahun 2021,” ujarnya.
Riza juga menegaskan, Kementerian UMKM akan terus bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menggulirkan berbagai program strategis. "Termasuk penyaluran KUR ke sektor produksi, pelibatan UMKM dalam program makan bergizi gratis, serta terlibat pembangunan 3 juta unit perumahan rakyat,” tutupnya. (an)
LOMBOK,KORANRAKYAT.COM.- Sebanyak 52 jamaah calon haji kloter 02 asal Lombok Tengah gagal berangkat ibadah haji menuju Tanah suci pada Jumat (2/5) lalu.Termasuk diantaranya Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri beserta istri, Ketua DPRD Lombok Tengah Lalu Ramdan hingga dokter dan perawat pada kloter tersebut.Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah mengatakan, penundaan lantaran visa haji belum dikeluarkan pemerintah Arab Saudi.Meski demikian puluhan jamaah calon haji dipastikan tetap berangkat ibadah haji.Mereka akan berangkat pada kloter 06 tanggal 7 Mei nanti.
Menanggapi penundaan ini, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri yang dikonfirmasi wartawan mengaku ikhlas menerima penundaan berangkat ibadah haji yang dijadwalkan pada kloter 02.Ada hikmah dibalik penundaan berangkat haji dirinya dan istri kala itu.“Salah satunya saya bisa menghadiri pemakaman saudara misan, saudara ipar saya hari ini. Kalau berangkat kemarin (Jumat, Red) mungkin tidak bertemu di pemakaman,” ungkapnya, Minggu (4/5).Hikmah lainnya, Miq Pathul akrab disapa, bisa menerima masyarakat yang ingin berziarah haji. Artinya, bupati bisa berangkat ibadah haji menyusul rombongan kloter 02.
Ia pun membenarkan, namun langkah itu tidak diambilnya.Miq Pathul tidak ingin mengecewakan jamaah yang telah menggantikannya berangkat ibadah haji.“Bagaimana perasaan jamaah yang menggantikan saya itu, terus disuruh pulang lagi padahal sudah sampai Asrama Haji di Mataram. Jadi biarkan saja saya dan istri belakangan,” kata Ketua DPD Partai Gerindra NTB ini.Hikmah lainnya, jika dirinya berangkat pada malam itu juga, dirinya tidak akan bisa bertemu dengan anak-anak dan keluarga yang sudah tertidur pulas.“Jadi itu beberapa pertimbangan, Insya Allah ada hikmah dibalik ini semua,” tutup Miq Pathul (as)










